My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
KEMBALI TURUN TANGAN



Bagi Alex, melihat kemampuan Elenora yang mencengangkan. Alex justru merasa begitu penasaran dan ingin belajar banyak dari Elenora yang diakuinya memang jauh lebih hebat darinya.


Saat melihat bagaimana hebat dan terampilnya Elenora saat di depan komputer kemarin malam membuat Alex semakin kagum dan terpesona pada Elenora.


Dan beberapa hal yang kemarin sempat dia lihat dilakukan oleh Elenora, bagi Alex, terlihat ada beberapa hal yang asing dan belum pernah dia tahu, membuatnya mencoba memanfaatkan hal itu untuk mencari kesempatan untuk ke depannya dia bisa memiliki lebih banyak waktu berdua dengan gadis cantik yang sudah mengusik hatinya, sejak dia melihat sosok Elenroa lewat layar cctv waktu itu.


"Ah, tentu saja, dengan senang hati aku akan mengajarkannya untukmu. Kita bisa mengatur waktu yang terbaik untuk itu." Elenora langsung tersenyum dan mengiyakan permintaan dari Alex, merasa bersyukur ada laki-laki yang menganggapnya tidak aneh karena kemampuannya itu.


Karena selama ini, banyak orang, terutama laki-laki yang sering mencibirnya begitu dia menunjukkan ketertarikannya di bidang IT.


Belum lagi di keluarganya sendiri, kedua orangtuanya selalu mengarahkan dia untuk menyukai sesuatu yang berhubungan dengan sesuatu yang anggun dan menunjukkan ciri khas dan sisi kewanitaan, termasuk jurusan ketika dia kuliah dulu dan juga jenis pekerjaan yang harus dia geluti.


Dan salah satunya adalah bidang fashion dan modelling yang ditekuni oleh Serafina saat ini, yang dianggap kedua orangtuanya sebagai pekerjaan yang cocok digeluti oleh seorang wanita.


Maka dari itu, begitu Elenora memutuskan untuk mau bekerja di bidang adiministrasi dan kesekretariatan, kedua orangtuanya langsung mendukung penuh keputusan Elenora dengan sepenuh hati.


Eh, laki-laki ini, sepertinya menyukai nona Elenora. Sepertinya tuan James harus segera mengikat nona Elenora jika tidak ingin kehilangan gadis baik hati dan hebat ini. Seperti yang mulia Alvero, yang dengan segala cara berusaha secepatnya mengikat permaisuri Deanda agar tidak bisa lagi lepas dari sisinya.


Nyonya Rose yang mendengarkan obrolan kedua orang itu segera menilai Alex dalam hati.


"Oke, kalau begitu, pergilah ke mobil van di sana itu, kamu bisa menggunakan komputer yang ada di sana. Aku sudah memberikan info kepada petugas yang berjaga di sana bahwa kamu akan mengambil alih tugasku sementara aku menemui pak Ornado dan pak James." Alex berkata sambil tangannya terlentang dan jari telunjuknya menunjuk ke arah mobil van berwarna putih yang dia maksudkan tadi.


(Van adalah kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang atau orang. Biasanya berbentuk kotak dengan empat roda, dan lebar serta panjangnya sama dengan mobil, tetapi lebih tinggi badannya dan juga dibuat lebih tinggi dari tanah).


"O, ya. Aku akan segera kesana.” Elenora berkata dengan cepat.


“Eh, tapi Elenora… aku mau minta tolong kamu satu hal lagi sebelum aku pergi menyusul pak James dan pak Ornado….” Perkataan Alex membuat Elenora langsung menatap dalam-dalam ke arah Alex.


“Iya… apalagi yang bisa aku bantu Alex?”


“Ah… itu… tolong untuk masalah ini jangan sampai orang lain mendengar dulu, terutama ibu Cladia. Karena pak Ornado selalu berpesan agar kami orang-orang yang bekerja di bidang keamanan fisik maupun data tidak langsung memberitahukan kepada ibu Cladia tentang apa yang terjadi, agar beliau tidak khawatir.” Alex segera mengutarakan keinginannya.


Ah, ya, pasti Ornado tidak ingin Cladia terganggu dengan hal seperti itu. Di masa kehamilannya, kesehatan Cladia sudah cukup terganggu, apalagi jika dia harus mendapatkan tambahan beban pikiran tentang yang terjadi di perusahaan. Seorang Ornado yang begitu mencintai istrinya, pasti tidak akan pernah membiarkan hal seperti itu mempengaruhi pikiran Cladia. Dalam hidupnya, bagi Ornado, kebahagiaan dan kenyamanan Cladia ada di atas segalanya.


Elenora berkata dalam hati sambil tersenyum mengingat bagaimana over protektifnya Ornado terhadap Cladia selama ini.


“Terimakasih Elenora, aku akan pergi sekarang juga. Tolong cepatlah ke mobil van itu dan melihat apa yang terjadi.” Alex berkata dengan cepat, setelah itu dia langsung pergi untuk menyusul Ornado dan James.


“Nyonya Rose, maaf aku harus pergi terlebih dahulu, untuk menyelesaikan sesuatu." Nyonya Rose yang sebelumnya mendengar pembicaraan antara Elenora dan Alex langsung menganggukkan kepalanya begitu Elenora berpamitan kepadanya.


“Pergilah. Semoga kamu bisa menyelesaikan semuanya dengan baik. Kita bisa lanjutkan obrolan kita nanti.” Setelah mendengar perkataan nyonya Rose, Elenora langsung bergerak menjauh, mendekati mobil van yang tadi ditunjukkan oleh Alex kepadanya.


Tanpa menunggu lebih lama lagi, Elenora dengan sedikit berlari langsung menuju ke arah mobil van itu, dimana begitu orang yang bertugas menjaga van dan peralatan komputer di dalamnya langsung memberi tempat kepada Elenora begitu Elenora naik ke dalam mobil van yang di dalamnya ada layar monitor dengan keyboard dan beberapa peralatan IT yang lain.


"Terimakasih." Elenora mengucapkan terimakasihnya sambil langsung mengambil posisi duduk depan layar monitor di depannya, dengan tangannya kanannya memegang mouse komputer, dan mulai mengklik layar di sana sini untuk mengecek apa yang sudah terjadi.


Begitu Elenora sudah mengetahui apa yang sudah terjadi, dengan gerakan cepat, jari-jari tangan Elenora berlompatan dengan lincah di atas keyboard, untuk melakukan apa yang tadi diminta oleh Alex, memblokir pergerakan hacker hingga tidak bisa lagi menembus sistem keamanan data.


Meskipun Alex sudah melakukan pemblokiran, Elenora menambahkan sistem pemblokiran agar pengamanannya menjadi double.


Dua orang pertugas keamanan yang bertugas berjaga di dalam van itu hanya bisa saling berpandangan dengan wajah heran, takjub sekaligus bingung, karena tidak menyangka kalau ada seorang wanita yang sehebat itu dalam bidang IT, bahkan tidak kalah hebat dari Alex yang selama ini sudah seringkali membuat mereka kagum dan terpana.


Cara kerja hacker ini, beda dengan yang kemarin. Mereka sepertinya sama-sama profesional, tapi beda cara dalam melakukan peretasan. Aku bisa menahan hacker ini dalam hitungan hari, tapi tidak dalam minggu. Aku harus langsung ke komputer pusat, ke server secara fisik dan membenahi sistem keamanannya langsung dari server itu agar bisa memasang sistem keamanan yang tidak lagi bisa ditembus hacker semacam ini. Jika ingin memberikan perlindungan secara maksimal, itu adalah satu-satunya jalan yang bisa aku pikirkan.


Elenora berkata dalam hati sambil matanya mencoba menelisik tulisan-tulisan berupa kode yang terus bergerak di layar monitor yang ada di depannya.


Hah... untuk saat ini semuanya akan aman, tapi sayangnya hanya beberapa hari ini saja.


Elenora kembali berkata hati sambil menghela nafasnya, sedikit lega melihat bahwa yang baru saja dilakukannya berhasil menghalangi hacker itu untuk memasuki server.


"Dan sekarang... waktunya untuk menemukan lokasi dimana hacker itu berada." Elenora bergumam pelan sambil kedua jari-jari tangannya saling bvertaut dan dia luruskan ke depan, sambil menggerak-gerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri untuk melemaskan otot-otot di lehernya, sebelum dia mulai melakukan aksinya, untuk menemukan keberadaan hacker itu.


Setelah melakukan gerakan itu, tangan Elenora kembali bergerak cepat di atas keyboard komputer, dan matanya menatap penuh konsentrasi ke arah layar monitor yang ada di depannya dengan wajah yang terlihat serius.