
"Ha ha ha ha..." Suara tawa geli Laurel yang merdu langsung terdengar begitu Ornado mulai mengolok-oloknya.
"Kenapa kamu tertawa? Bukankah apa yang aku katakan benar? Jangan terlalu santai bekerja, atau Dave akan memecatmu sebagai dokter di rumah sakitnya. Mana ada pemilik usaha yang mau mempunyai pegawai yang tahunya hanya bersantai, apalagi dengan gaji setinggi kamu." Ornado berkata sambil tertawa kecil, apalagi mendengar suara dengusan dari Laurel yang menyatakan protesnya karena perkataan Ornado.
"Menurutmu... apa Dave berani memecatku?" Laurel mengucapkan pertanyaannya kepada Ornado sambil meringis.
Di sisi lain, Ornado langsung tertawa terbahak mendengar pertanyaan balik dari Laurel yang diucapkannya dengan nada penuh percaya diri.
Setelah 7 tahun dengan setia menanti kedatangan Laurel dari Amerika, agar bisa bersamanya dan bekerja di rumah sakitnya, mana mungkin Dave mau melepaskan Laurel begitu saja.
Belum lagi saat ini kondisi Laurel sama seperti Cladia, yang sedang mengandung calon penerus laki-laki hebat milik mereka.
Untuk seorang Dave yang begitu cinta mati dengan Laurel, tentu saja tidak akan pernah mau kehilangan Laurel untuk kedua kalinya.
Setelah hidupnya berjalan seolah hanya dengan setengah dari jiwanya setelah Laurel meninggalkan Dave tepat di hari pernikahan mereka, Ornado yakin bahwa untuk ke depannya, Dave akan selalu berusaha membuat Laurel tetap berada di dekatnya apapun yang terjadi.
"Memecatmu? Sepertinya Dave akan lebih memilih melihatmu bermalas-malasan daripada memecatmu. Toh dengan kekayaan yang dia miliki, membayar gajimu sama dengan mengeluarkan hanya seujung kuku dari uang yang dimilikinya. Lagipula, impianmu sebagai dokter yang kamu kejar sampai melarikan diri dari Dave waktu itu, apa kamu rela melepaskannya begitu saja?" Ornado berkata dengan suara tawanya yang masih terdengar.
"Ist... dasar Ad! Siapa yang kamu bilang sedang bermalas-malasan? Mentang-mentang kamu memiliki banyak asisten, bisa sewaktu-waktu bersantai. Sedangkan aku, sedikit istirahat saja sudah dicurigai sedang bermalas-malasan." Ornado kembali tertawa terbahak-bahak mendengar protes dari Laurel.
"Hah! Sudahlah, jangan bercanda lagi. Apa kamu sedang tidak bertugas? Sehingga bisa begitu cepat menerima panggilan teleponku?" Mendengar pertanyaan Ornado yang begitu tepat sasaran, Laurel langsung tertawa tergelak.
"Kamu selalu saja bisa menilai keadaan dengan tepat. Hari ini aku sedang bertukar libur dengan salah satu rekan kerjaku, karena dia ada acara yang tidak bisa ditunda di hari kerjanya yang seharusnya menjadi hari liburku. Dan hari ini adalah hari liburnya. Jadi aku yang libur, dia yang bekerja." Laurel yang sedang menjawab telepon dari Ornado sambil menyiapkan bahan untuk masak menu makan siangnya bersama Dave berjalan sedikit menjauh dari dapur, dan duduk di kursi yang ada di balik meja dapur yang berbentuk tinggi seperti meja bar.
Tempat yang biasa dia pakai jika menikmati makan jika hanya berdua saja dengan Dave.
"Ooo, apa itu artinya kamu memiliki banyak waktu luang hari ini?" Ornado langsung bersemangat mendengar bahwa hari ini Laurel sedang menikmati hari liburnya.
"Kenapa? Apa kamu berencana mengajakku jalan-jalan? Siapa yang bisa menolak ajakan berlibur dari seorang bos besar sepertimu? Jadi, kemana kamu berencana akan mengajakku menghabiskan uangmu hari ini?" Pertanyaan Laurel membuat Ornado yang sudah menganggap gadis ceria itu seperti adiknya sendiri meringis.
Dasar Laurel! Kalau kamu berada di depanku sekarang, aku pasti sudah menjitak keningmu!
Ornado berkata dalam hati dengan sikap gemas mendengar kata-kata dari Laurel yang selalu ceplas-ceplos jika sedang berbincang dengannya.
"Tidak! Ada orang lain yang ingin menghabiskan uangnya untuk mentraktirmu makan malam."
"Ist! Kamu ini!" Ornado berkata dengan nada suara sedikit tinggi, mendengar perkataan konyol dari Laurel yang selalu membuatnya ingin menjitak keningnya karena gemas.
Sedang Cladia yang duduk tepat di sebelah Ornado hanya bisa tersenyum geli mendengar percakapan Orando dan Laurel yang selalu saja saling berdebat dan saling mengolok jika mereka berdua sedang mengobrol.
"Lalu? Siapa orang baik hati yang sedang berniat menghabiskan banyak uang untuk mentraktirku? Apa dia sengaja melakukan itu agar bisa mendapatkan sesuatu dariku? Ah, aku tidak mau." Laurel bertanya, dan menjawab pertanyaannnya sendiri dengan cepat.
"Dave bisa mendiamkanku seharian jika aku berani menerima undangan orang lain tanpa tahu jelas apa maksudnya. Kamu tahu sendiri, Dave tidak pernah menunjukkan kemarahannya dengan terus terang. Jika marah dia akan memilih diam. Dan itu justru akan membuatku merasa semakin bersalah dan tidak enak hati." Ornado hanya bisa tersenyum mendengar perkataan dari Laurel yang walaupun diucapkannya dengan asal-asalan, tapi dia tahu bahwa Laurel sungguh serius dengan perkataannya tentang sifat Dave.
Perkataan Laurel tentang bagaimana dia selalu menjadikan pemikiran dan pendapat Dave di atas segalanya dalam Laurel bertindak, bagi Ornado bukanlah hal yang aneh.
Sejak kasus penculikan yang disertai dengan ancaman pembunuhan terhadap Laurel waktu itu, membuat Laurel selalu meminta pendapat Dave terlebih dahulu jika dia hendak melakukan sesuatu yang diluar kebiasaan mereka, termasuk menghadiri undangan dari manapun dan dengan alasan apapun.
Bagi Laurel, peristiwa penculikan dan rencana pembunuhan yang dilakukan oleh Dicky padanya, dan Devan yang mencoba menyelamatkannya dari Dicky justru ingin membunuh Dave, membuat Laurel semakin tahu pentingnya arti keberadaan Dave baginya, dan membuatnya sadar sepenuhnya bahwa dia begitu mencintai suaminya itu.
Aku ikut bahagia kamu akhirnya kamu benar-benar mencintai Dave sebagai suamimu. Wanita berharga sepertimu, memang pantas mendapatkan laki-laki baik dan hebat seperti Dave yang juga begitu menghargai dan mencintaimu, selalu mengutamakan kebahagiaanmu di atas keinginan dirinya sendiri.
Ornado berkata dalam hati sambil tersenyum.
"Ah, sepertinya Dave sekarang benar-benar menjadi pertimbangan paling utama di hidupmu dalam memutuskan segala sesuatu ya? Melihat bagaimana besarnya cintamu kepada Dave sekarang, orang pasti tidak akan percaya kalau 7 tahun lalu kamu sudah melarikan diri darinya tepat di hari pernikahan kalian." Ornado berkata sambil melirik ke arah Cladia, merasa bersyukur memiliki nasib baik seperti Dave, bisa mendapatkan kasih sayang dan memiliki wanita yang begitu mereka cintai itu.
"Ad! Tolong jangan ingatkan aku terus menerus tentang kejadian memalukan 7 tahun lalu. Itu adalah hal yang paling aku sesali seumur hidupku, yang pernah aku lakukan." Laurel berkata dengan wajahnya yang mulai terlihat tidak tenang.
Karena peristiwa 7 tahun lalu masih saja membuatnya merasa begitu bersalah kepada Dave hingga saat ini jika dia mengingat tentang hal itu.
"Ok, ok, back to the topic. Apa kamu ingat Dario? Dia mengundangmu di pestanya malam ini. Untuk merayakan kepindahannya di penthouse miliknya yang baru."
"Dario? Dario Benigno?" Tanpa sadar Laurel bahkan hampir saja melompat dari kursi bar yang didudukinya jika tidak ingat bahwa sekarang dia sedang hamil, begitu mendengar penjelasan dari Ornado tentang siapa yang sudah mengundangnya nanti malam.