My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
RASA PENASARAN AUDREY



Aku tidak punya kekasih tapi justru aku sudah punya suami.


Elenora berkata dalam hati sambil meringis, mengingat statusnya sekarang sebagai istri sah dari James, meskipun Elenora tidak yakin, entah berapa lama lagi dia memiliki hak untuk menyandang status itu, sampai James menceraikannya nanti.


Hampir saja Elenora mengatakan itu dengan suara lantang dan wajah bahagia jika saja tidak ingat bahwa yang sedang ada di hadapannya saat ini adalah Audrey.


Sikap Elenora membuat Audrey merasa semakin penasaran dengan jawaban Elenora.


“Hist, kenapa kita tiba-tiba membahas masalah kekasih? Aku tidak punya kekasih. Sudah puas?” Elenora berkata sambil tersenyum geli melihat Audrey sedikit menghela nafasnya begitu mendnegar jawaban dari Elenora, yang tidak sesuai dengan angan-angannya.


“Lalu pesan dari siapa itu kalau bukan dari kekasihmu? Dari Pak James?” Pertanyaan Audrey berikutnya, yang menyebutkan nama James, tanpa sadar membuat raut wajah Elenora berubah dengan cepat, sehingga Audrey semakin merasa penasaran, apalagi Elenora tidak dengan ccepat menjawab pertanyaannya.


"Apa itu benar-benar pesan dari pak James?" Akhirnya Audrey memberanikan diri bertanya kepada Elenora setelah dilihatnya Elenora tidak juga menjawab pertanyaannya.


"Eh, pak James bukan kekasihku." Elenora langsung menjawab pertanyaan Audrey dengan cepat sekaligus dengan begitu salah tingkah dan gugupnya, membuat Audrey tertawa.


"Apa barusan aku mengatakan kalau pak James adalah kekasihmu? Aku hanya bertanya apa itu pesan dari pak James?" Audrey kembali bertanya dengan tawa geli masih terlihat di bibirnya.


Begitu mendengar perkataan dari Audrey, dengan sikap bingung, pandangan mata Elenora langsung berkeliling melihat keadaan sekitar, cukup khawatir jika ada orang lain yang mendengar perkataan Audrey tentang James dan dirinya, lalu menjadikannya bahan gosip.


Bisa celaka kalau ada yang mendengar perkataan Audrey barusan dan mulai bergosip tentang hal itu. Kalau sampai itu terjadi, dan James mendengar gosip tentang aku dan dia, James pasti akan memarahiku habis-habisan, dan hubungan kami pasti akan memburuk lagi. Bagaimanapun caranya, aku harus tetap menjaga rahasia tentang hubungan kami berdua.


Elenora berkata dalam hati dengan wajah khawatirnya.


"Tenang Elenora, tidak ada siapa-siapa di sini selain kita. Apa kamu tidak tahu kalau selama pak James pergi, pak James mengeluarkan peraturan bahwa selama jam istirahat selain aku dan kamu orang lain tidak diijinkan berada di kantor ini?" Audrey berkata dengan nada santai, dengan menahan senyum gelinya karena tindakan Elenora memandang ke sana kemari dengan wajah khawatir, seperti seorang pencuri jemuran yang takut tertangkap basah oleh warga.


"Eh...." Elenora langsung terbeliak kaget mendengar perkataan Audrey.


"Upst..." Tiba-tiba Audrey sadar bahwa baru saja dia mengatakan apa yang seharusnya tidak didengar oleh Elenora.


Mampuslah aku, kenapa kok aku bisa keceplosan begini? Aduh....


Audrey berkata dalam hati sambil menutup bibirnya dengan telapak tangan kanannya, membuat Elenora langsung memandangnya dengan tatapan menyelidik.


"Audrey, apa maksudmu barusan? Pak James membuat peraturan baru? Kenapa aku tidak tahu?" Pertanyaan Elenora berhasil membuat Audrey meringis dengan wajah salah tingkah, karena selain Elenora sepertinya semua orang sudah tahu.


Sejak James pergi dan meminta Audrey untuk menemani Elenora menghabiskan waktu makan siangnya di kantornya, James membuat aturan aneh, bahwa khusus untuk area kantor yang ditempati oleh Audrey, Elenora dan Dody, tidak diperbolehkan untuk didekati selama jam makan siang, dengan alasan itu adalah wilayah pribadi dari James, yang kantornya memang terletak di area itu.


Sedang keberadaan Audrey dan Elenora diperbolehkan ada di sana dengan alasan untuk memastikan bahwa semua orang mematuhi aturan itu, yang Audrey tahu itu hanyalah sebuah alasan, karena James ingin orang lain tidak mempertanyakan darimana dia dan Elenora mendapatkan makan siang mewah setiap harinya.


“Ah tidak… hanya saja… pak James merasa tidak nyaman jika ada orang-orang yang berkeliaran di area kantornya di jam istirahat. Mungkin pak James sengaja mengantisipasi supaya tidak ada kejadian yang tidak diinginkan.” Audrey mencoba memutar otak dengan cepat untuk memberi alasan agar Elenora tidak curiga.


“Tapi kenapa beberapa hari ini kita dibiarkan makan di kantor ini?” Elenora tetap mengejar Audrey dengan pertanyaannya.


“O, itu karena…. Ah, ya, karena kamu adalah sekretaris pribadi pak James, jadi kamu dipercaya untuk bisa tetap di sini. Kalau aku, karena pak James ingin aku menemanimu.” Dengan susah payah Audrey mencari alasan yang sebenarnya dia tahu semua ucapannya sungguh terasa aneh dan tidak masuk akal.


Tapi apa mau dikata, hanya itu yang ada di pikiran Audrey saat ini.


“Aneh ya… benar-benar aneh-aneh saja pak James ini.” Elenora bergumam dengan nada serius.


“Ah, lupakan saja, tidak usah dibahas Elenora. Mungkin pak James memiliki tujuan tertentu yang berhubungan dengan sistem keamanan perusahaan yang kita tidak tahu. Lebih baik kita tidak membahasnya sekarang. Kalau nanti pak James sudah kembali, kita bisa menanyakan langsung padanya, tentang peraturan itu.” Meskipun Elenora masih penasaran, tapi akhirnya memilih untuk diam dan tidak lagi membahas tentang aturan baru yang aneh dari James.


Aneh… benar seperti kata Elenora, sebenarnya peraturan ini sangat aneh…. Dan keanehan itu pasti ada hubungannya dengan perasaan khusus pak James pada Elenora. Ah… beruntungnya Elenora, karena pak James memiliki perhatian lebih padanya. Apa pak James sudah jatuh cinta pada Elenora? Dan seperti cerita di novel, ini akan menjadi sebuah cerita percintaan yang mendebarkan dan romantis… hi hi hi. Aku jadi penasaran.apakah benar pak James dan Elenora memiliki hubungan yang tidak biasa antara atasan dan anak buah?


Audrey berkata dalam hati sambil membayangkan cerita novel tentang percintaan antara bos dan sekretarisnya, yang baru saja dibacanya semalam sebelum tidur.


“Aku setuju, lebih baik kita membicarakan hal lain.” Elenora mendukung perkataan Audrey, agar dia sendiri bisa terhindar dari rasa ingin tahu dari Audrey.


“Tapi Elenora, boleh tidak aku bertanya sesuatu padamu?”


“Tentang apa?” Elenora langsung menjawab sambil menoleh ke arah Audrey yang dengan sikap ragu menyungingkan senyum di wajahnya begitu Elenora bertanya balik.


“Apa kamu tidak merasa…. Kalau pak James sepertinya… memberikan perhatian lebih padamu dibanding kepada staff lain?” Elenora tersentak akget mendengar pertanyaan dari Audrey.


“Ke… kenapa… tiba-tiba kamu bicara seperti itu Audrey? Kalau… sampai didengar orang lain, itu akan menjadi hal… yang kurang baik.” Dengan sedikit terbata-bata, Elenora bertanya balik kepada Audrey yang langsung mendesah.


“Entahlah… itu hanya pemikiranku saja. Di pandangan mataku, pak James memeprlakukanmu berbeda dengan staff lain. Begitu perduli dan perhatian padamu, juga cenderung melindungi.” Audrey berkata sambil kepalanya sedikit mendongak, dengan ingatannya yang mencoba mengingat-ingat beberapa peristiwa, termasuk bagaimana cara James memandang ke arah Elenora dengan intenst dan dari tatapannya, Audrey bisa melihat adanya pancaran tatapan mesra di mata James, yang bagi Audrey tidak bisa disembunyikan oleh James.