
“Ah, maaf Elenora jika aku terkesan memaksamu. Kalau begitu, kita lakukan pelan-pelan saja. Untuk saat ini, dengan mengganti cara berpakainmu saja pasti sudah membuat banyak orang terpesona padamu.” Cladia berkata sambil menarik tangannya kembali menjauh dari Elenora.
“Terimakasih untuk semua yang sudah kamu lakukan padaku Cladia. Kamu benar-benar baik padaku. Bahkan kakak kandungku tidak pernah bersikap sebaik ini padaku.” Elenora mengucapkan kata-katanya dengan mata terlihat berkaca-kaca.
Bagaimanapun, merasakan kebaikan Cladia, dan membandingkannya dengan sikap buruk Serafina padanya, membuat Elenora benar-benar merasa terharu.
Sebagai seorang manusia biasa, Elenora sadar, dia juga menginginkan kasih sayang dari keluarganya, termasuk Serafina.
Kadang Elenora merasa begitu iri mendengar cerita dari teman-temannya yang memiliki kakak, entah kakak pria atau wanita, saat mereka menceritakan tentang kedekatannya hubungan mereka dengan kakak mereka.
Wajah Elenora saat ini kembali mengingatkan Cladia pada masa-masa dimana dia juga pernah terpuruk dan mengalami trauma begitu dalam, sampai Ornado datang dalam kedidupannya, dan sedikit demi sedikit, dengan begitu sabarnya membawanya keluar dari kenangan mengerikan itu.
Hingga detik ini, Cladia belum bisa melupakan kenangan buruk itu, tapi paling tidak, sekarang dia tahu ada banyak orang yang perduli dan sayang padanya, dan juga rela melakukan apapun untuk melindunginya.
Paling tidak, sosok Ornado sudah menjadi sosok pria yang dipercayainya, yang selalu bisa diandalkan oleh Cladia, dan membuatnya merasa nyaman dan aman.
“Maaf Elenora. Aku yakin kamu melakukan ini karena suatu alasan yang kuat. Kalau mungkin ada yang bisa kamu ceritakan tentang masalahmu, aku akan menjadi pendengar yang baik. Aku hanya ingin membantumu. Tapi jika kamu belum merasa siap, aku tidak akan memaksamu. Aku juga pernah mengalami sesuatu yang buruk di masa lalu. Dan Ornadolah yang sudah berhasil menyelamatkanku dan menuntunku keluar dari kenangan buruk itu.” Cladia berkata sambil menepuk lembut bahu Elenora.
“Tenanglah Elenora, di sekitar kita, mungkin ada orang-orang yang ingin memyakiti dan membenci kita, tapi percayalah, aka nada juga orang-orang yang menyayangi kita dengan tulus, dan akan melindungi kita. Percayalah pada dirimu sendiri. Karena setiap orang diciptakan unik dan indah dengan kelebihannya masing-masing.” Sebuah senyum terlihat tersungging di bibir Elenora, begitu mendnegar perkataan Cladia.
“Terimakasih buat dukunganmu Cla.” Elenora berkata pelan.
“Tidak masalah. Aku akan berusaha membantumu sebisa mungkin. Untuk saat ini, dengan kamu mengganti gaya berpakaianmu saja, aku pastikan banyak orang yang tidak akan mengenalimu. Apalagi jika saatnya nanti kamu membiarkan aku membantumu mengubah tatanan rambutmu dan caramu berdandan.”
“Untuk saat ini, aku belum siap Cla….” Elenora langsung menanggapi perkataan Cladia dengan sikap canggung.
“Tidak apa-apa, perubahan memang tidak mudah dijalani, kitab isa lakukan secara bertahap. Yang penting, jadilah dirimu sendiri, jangan biarkan orang lain menekanmu.” Cladia berkata sambil melangkah mundur dua langkah ke belakang.
“Aku akan ingat kata-katamu hari ini Cla. Terimakasih untuk semuanya.” Cladia langsung mengangguk mendapatkan ucapan terimakasih dari Elenora yang menatap ke arah Cladia.
Pagi ini tampilan Cladia terlihat simple, dengan rambut diikat model ekor kuda, pakaian atasan dengan jenis belted top bewarna krem, dan rok dengan model rok maxi dengan warna lebih gelap dari pakaian atasnya.
Juga sepatu high heels berwarna emas, yang memang dihiasi oleh emas murni, membuat Cladia tampil begitu mempesona, dan membuat orang terpana, terutama kaum adam.
(Belted top, jenis atasan seperti ini didesain dengan tali atau ikat panggang yang membuat bentuk pinggang kalian terlihat indah. Jenis atasan seperti ini bisa kalian gunakan dalam kegiatan formal hingga nonformal. Kamu bisa memadukannya dengan berbagai macam bawahan seperti celana lurus hingga wide pants ataupun dengan berbagai macam rok. Karena Belted Top ini akan memberikan kesan chic kepada penggunanya.
Rok Maxi (Maxi Skirt). Skirt yang satu ini lebih panjang dari midi skirt. Rok ini merupakan jenis rok yang panjangnya dapat mencapai mata kaki. Efek yang dihasilkan dari penggunaannya adalah dapat memunculkan kesan feminim serta anggun).
Tidak segan-segan Ornado akan bertindak menggunakan kekerasan jika ada pria yang berani menatap istrinya lebih dari 5 detik, apalagi jika tatapan pria itu menunjukkan rasa ketertarikan, terlebih *****.
Bisa dipastikan orang yang berani melakukan itu akan berakhir di rumah sakit atau penjara. Dua pilihan yang sama-sama mengerikannya.
Cladia terlihat begitu anggun dan cantik dengan pakaian yang dikenakannya. Dia memang pantas menyandang gelar sebagai nyonya Xanderson. Cladia beruntung bisa menikah dengan Ornado, tapi Ornado juga beruntung bisa memiliki wanita yang cantik luar dalam seperti Cladia.
Elenora berkata dalam hati sambil menatap ke arah Cladia, yang meskipun tidak memoles wajahnya dengan make up tebal, wajahnya terlihat cantik dan mulus seperti boneka.
“Oke kalau begitu, kamu bersiap saja dahulu, aku dan Ornado akan berangkat lebih dahulu karena harus menjmeput Dave dan Laurel. Kita bertemu di bandara. Aku dan Al sudah sarapan lebih awal. Kamu bisa memulai sarapanmu sambil menunggu James menjemputmu.” Cladia berkata sambil melirik ke arah jam di pergelangan tangannya.
“Amore mio….” Disamping jarum jam yang baru saja dia lihat di jam yang ada di pergelangan tangannya, suara panggilan Ornado dari arah luar kamar Elenora, memastikan bahwa Cladia sudah harus pergi sekarang.
“Tunggu sebentar Al.” Cladia segera menjawab panggilan dari Ornado yang tampak berdiri tidak jauh dari pintu kamar Elenora.
“Al sudah menungguku, aku harus pergi sekarang. Aku harap kamu tetap semangat dan tidak perlu malu pada dirimu sendiri. Kamu sangat cantik Elenora. Jangan pernah membiarkan orang memandangmu rendah hanya karena penampilan fisikmu.” Elenora hanya bisa menganggguk pelan mendengar kata-kata berisi semangat dari Cladia.
“Oke, aku pergi sekarang. Jangan biarkan James pingsan atau tidak mengenalimu sehingga salah mengajak gadis lain ke bandara.” Cladia mengucapkan kata-katanya sambil tersenyum geli, membayangkan bagaimana reaksi James melihat dandanan modis dari Elenora hari ini.
“Sampai ketemu nanti Elenora.” Cladia berkata dengan kakinya melangkah dengan anggun, keluar dari kamar Elenora untuk menemui Ornado yang sudah menunggunya, berdiri di depan pintu kamar Elenora yang terbuka, tanpa ada niat untuk menyusul Cladia masuk ke sana, hanya menunggu istrinya dari luar sana.
“Al, apa kamu lihat? Elenora terlihat cantik dan modis dengan pakaian yang dikenakannya hari ini.” Begitu berada di dekat Ornado, Cladia dengan nada senang langsung berkata kepada Ornado yang hanya tersenyum tipis sambil merengkuh bahu Cladia dalam pelukannya.
“O ya? Benarkah? Sayangnya aku tidak bisa memberikan pendapatku tentang itu. Karena bagiku wanita cantik yang ada dalam padanganku adalah Cladia Xanderson, tidak ada wanita lain.” Begitu selesai mengucapkan kata-katanya, tanpa memberikan kesempatan pada Cladia untuk menghindar, dengan cepat Ornado mencium pipi Cladia, membuat seketika itu wajah Cladia langsung memerah.
Dan itu dilakukan Cladia dalam waktu yang cukup lama, dengan tangannya menahan kepala Cladia agar tidak bergerak menjauh darinya.
Dua orang pelayan yang kebetulan lewat di tak jauh dari mereka langsung mengalihkan pandangan mereka sambil menutup bibir mereka yang ikut tersenyum malu-malu melihat bagaimana tuannya yang selalu bersikap mesra pada nyonya rumah mereka.
“Ayo, Dave baru saja menghubungiku, menanyakan apakah kit asudah dalam perjalanan untuk menjemput mereka berdua. Sepertinya Laurel juga sudah tidak sabar menghabiskan liburan bersamamu. Tapi tolong ingat dengan baik amore mio. Bukan hanya Alvero dan Dave yang ingin menikmati baby moon mereka. Aku juga menginginkan baby moonku bersamamu selama di sana.” Ornado berbisik pelan dengan sura mesra di telinga Cladia, sambil melangkah ke arah pintu keluar rumahnya di mana mobil dan sopir sudah siap menunggu mereka tepat di depan pintu rumah mereka.
Tindakan Ornado membuat Cladia tidak bisa menyembunyikan wajah dan senyum malunya, disertai dengan degupan kencang pada dadanya saat ini.
Karena Cladia sudah bisa memastikan apa maksud dari kata-kata yang dibisikkan oleh suaminya barusan.