My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
STATUS YANG MASIH DIRAHASIAKAN



Tapi jawaban dari Elenora membuat Dodi langsung menaikkan sebelah alisnya dengan wajah panasarannya.


"Bukan? Lalu mobil siapa? Kekasihmu? Teman? Saudara?" Mendengar pertanyaan Dodi, membuat Elenora merasa bingung untuk menjawabnya.


Teman? Saudara? Kekasih? Bukan itu semua jawabannya, tapi kalau dia menjawab bosnya, Elenora tahu pasti akan menjadi bahan gosip yang berkepanjangan.


Elenora cukup sadar diri, dia sebagai seorang pegawai baru, meskipun levelnya adalah staff, rasanya terlihat aneh jika tiba-tiba bosnya memberikan sebuah mobil untuk bisa digunakannya secara pribadi, sedangkan para seniornya saja belum semuanya mendapatkan fasilitas seperti itu.


Kalau dia menjawab milik suaminya? Sepertinya bukan hanya sekedar membuat gosip, tapi akan membuat Dodi dan yang lain langsung segera mencari info siapa suaminya.


Dan jika mereka tahu bahwa suaminya adalah James Xanderson, Elenora tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi padanya.


Apakah orang akan menjauhinya, atau mendekatinya dengan maksud lain? Entahlah, yang pasti bagi Elenora, itu akan membuat hidupnya semakin sulit di negara asing yang belum terlalu dikenalnya ini.


"Aist... Dodi... tidak penting mobil milik siapa, yang penting Elenora tidak mendapatkannya dengan cara curang. Lagipula, yang punya mobil yang memberinya ijin, itu sudah cukup." Audrey berkata sambil menarik lengan baju Dodi tanpa menyentuh kulit lengannya dan membawanya menjauhi Elenora, yang wajahnya terlihat bingung karena pertanyaan Dodi yang terus terang tidak bisa dijawabnya dengan jujur.


"Eh." Tanpa sempat menyatakan protesnya, Dodi hanya bisa mengikuti Audrey, dan harus mengikis rasa penasaran yang masih begitu berkecamuk di dadanya.


"Huft..." Elenora langsung menarik nafas lega begitu Audrey berhasil membantu menyingkirkan Dodi darinya.


Dan begitu Elenora melirik ke arah Audrey yang sedang menarik Dodi dan mengarahkan ke meja kerjanya sendiri, Elenora bisa melihat dengan jelas bagaimana Audrey mengerlingkan matanya pada Elenora yang langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya pelan sebagai tanda ucapan terimakasihnya karena Audrey sudah membantunya.


Apa Audrey tahu ada sesuatu yang terjadi antara aku dan James? Kalau iya, sejauh mana dia tahu tentang itu? Kenapa dia sepertinya dia sengaja melakukan beberapa hal untukku maupun James? Seperti yang terjadi hari ini, kemarin sore, tiba-tiba dia membatalkan niat kami untuk pulang bersama ketika James memintaku menyetir.


Elenora mulai bertanya-tanya dalam hati, sedang Audrey yang sudah berada di meja kerjanya tampak sudah kembali serius dengan pekerjaannya, membiarkan Dodi yang masih dengan rasa penasarannya sesekali melirik ke arah Elenora, mencoba mencari-cari kesempatan untuk mencoba kembali bertanya pada Elenora.


Sedangkan Elenora sesekali melirik ke arah Audrey, karena merasa penasaran apakah Audrey mengerti tentang hubungan yang sebenarnya antara dia dan James.


# # # # # # #


Elenora hanya bisa menarik nafas panjang begitu melihat tanggapan tidak ramah dari Dea ketika Elenora menyampaikan pesan dari James tentang file yang harus Dea kirim melalui email ke James.


"Aku sudah mencetak semua berkasnya, dan siap aku kirimkan ke meja pak James." Dengan nada kesal, Dea menjawab Elenora yang menyampaikan perintah dari James untuk Dea.


"Aku kan sudah mengerjakannya sampai semalaman. Apa kamu tahu bagaimana aku lembur sampai jam 2 pagi aku baru selesai dan meninggalkan kantor. Apa kamu tahu bahkan aku belum sempat sarapan karena terburu-buru. baru datang ke rumah dan harus berangkat lagi ke kantor. Dan sekarang kamu memintaku untuk mengirimkan file itu ke pak James? Enak sekali kamu memberitahukan hal menyebalkan seperti itu padaku?" Dea berkata dengan sikap memusuhi Elebora, karena bagi Dea, Elenora adalah orang yang membuatnya terkena SP dan juga kehilangan kesempatan untuk bisa menjadi sekretaris James, dan menjalin hubungan dekat dengan James, seperti yang diangan-angankannya selama ini.


"Maafkan aku untuk masalah itu. Aku juga tidak ingin kamu dihukum karena kejadian kemarin. Tapi aku hanya menyampaikan pesan dari pak James tadi pagi...."


"Cih! Kamu pasti senang karena aku harus lembur semalaman. Atas dasar apa kamu menyampaikan pesan dari pak James? Kenapa bukan pak James sendiri yang menghubungiku jika itu memang penting?" Dea yang sebenarnya tahu bahwa Elenora tidak mungkin berbohong, tetap saja berusaha membuat Elenora bingung dan merasa bersalah, dengan dia bersikeras untuk tidak mempercayai bahwa James memberikan perintahnya melalui Elenora.


"Atas dasar Elenora adalah sekretaris pak James. Dan bukan sekedar sekretaris biasa seperti kita, tapi sekretaris pribadi, yang bahkan berhak untuk menjadi perpanjangan tangan dan lidah dari pak James sendiri." Dea langsung tersentak kaget begitu mendengar suara seorang laki-laki yang menjelaskan tentang posisi Elenora sebagai sekretaris pribadi James.


Dea langsung menoleh dan memandang ke arah Fred dengan sikap salah tingkah. Fred yang merupakan sekretaris pribadi Ornado, merupakan orang salah satu orang kepercayaan Ornado selain James yang keberadaannya juga tidak bisa dianggap remeh para pegawai yang bekerja di sana.


Fred langsung menganggukkan kepalanya kepada Elenora sekilas setelah kata-katanya berhasil membuat Dea diam seribu bahasa.


Laki-laki yang merupakan sekretaris pribadi Ornado itu sengaja memberikan penjelesan kepada Dea agar tidak merendahkan Elenora sesuka hatinya.


Karena Fred sendiri, meskipun di depan yang lain memperlakukan Elenora seperti pegawai lain, tapi dia tahu jelas posisi Elenora bagi James.


Elenora Bianchi yang sebenarnya merupakan istri sah dari James Xanderson, dan Fred jelas tahu tentang itu karena dia sendiri yagn mengurus semua keperluan kedua tamu dari Italia yagn sudah mensahkan dan mengeluarkan akta nikah antara James dan Elenora.


Kalau pak Ornado tahu aku sudah membantu pak James memaksa nona Elenora menikah tanpa memberitahunya, entah bagaimana nasibku. Meskipun aku tahu dalam hal itu aku sungguh bersalah, tapi semoga pak Ornado tidak menghukum berat aku karena masalah ini.


Fred berkata dalam hati sambil berlalu pergi dari hadapan Dea.


Dan Elenora pada akhirnya memutuskan untuk ikut pergi setelah menganggukkan kepalanya kepada Dea untuk berpamitan, meskipun Dea membalas anggukan kepala Elenora dengan ogah-ogahan karena dalam hati kecilnya, dia masih tidak terima dengan hukuman yang diterimanya hanya karena seorang Elenora yang dianggapnya hanya sebagai salah satu staff baru yang tidak ada bedanya dengan yang lain.


Audrey yang kebetulan lewat di depan Dea dan Elenora tepat sebelum Fred memberikan penjelasan pada Dea, dan melihat sikap Dea kepada Elenora langsung menarik nafas panjang.


Dea ini, benar-benar tidak belajar dari pengalaman kemarin. Apa dia sudah bosan bekerja di perusahaan ini? Kalau pak James melihat bagaimana sikap Dea pada Elenora hari ini, aku tidak akan heran jika tiba-tiba saja hari ini akan menjadi hari terakhir Dea bekerja di tempat ini. Benar-benar seperti orang bodoh yang tidak bisa menempatkan diri dan membaca situasi.


Audrey yang berjalan sambil membaca berkas di tangannya, berkata dalam hati sambil menggeleng-gelengkan kepalanya karena melihat sikap Dea.