My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
RASA PENASARAN SERAFINA



Hai para pembaca setia, sesuai janji author ya. Hari ini author memyempatkan waktu untuk crazy up. Tiga episode up untuk hari ini. Selamat menikmati, semoga suka, ditunggu nuntuk komen, like, vote dan hadiahnya ya 😘😘😘😘 ....


Haist…..seperti biasa, Ad selalu saja memamerkan kemesraannya dengan Cladia. Cih... Benar-benar membuat orang iri dan ingin ikut mencobanya. Eh… apa yang baru saja aku pikirkan? Ist… gara-gara tingkah laku Ornado dan para sekutunya itu, membuatku tiba-tiba menjadi orang berotak mesum.


James berkata dalam hati, kaget dengan dirinya sendiri yang mulai berpikir yang tidak-tidak karena melihat bagaimana sikap Ornado terhadap Cladia.


Akhirnya James mengalihkan pandangannya sambil berdehem pelan sebelum akhirnya berjalan menjauhi Elenora, dan mendekati sosok Enzo.


Enzo yang sedang berdiri dengan kedua tangan terlipat di perutnya, yang awalnya sedang membicarakan tindakan mesra Alvero pada Deanda, bersama dengan nyonya Rose, langsung tersenyum begitu James menepuk pundaknya.


“Sudah selesaikah urusanmu? Syukurlah, kalau tidak sebentar lagi aku bisa-bisa memilih untuk pulang lebih dahulu ke Gracetian karena perilaku ketiga pasangan yang selalu memamerkan kemesraan tanpa memperdulikan perasaan para lajang atau orang yang terpaksa datang kesini hanya sendirian, tanpa pasangan seperti aku ini.” Enzo berkata dengan wajah pura-pura kesal dan sedih, membuat James tertawa.


“Lalu apa hubungannya dengan kedatanganku sekarang?” Enzo langsung meringis mendengar pertanyaan dari James.


“Paling, tidak, dengan adanya kamu, aku merasa ada orang yang senasib denganku. Atau jangan-jangan kamu sudah mulai mnerima kenyataan tentang calon istri yang sudah ditetapkan oleh keluarga untukmu?” Enzo berkata sambil mengedipkan sebelah mataya, membuat James seedikit canggung.


“Kenapa bicaramu seperti itu?” Dengan tetap berusaha untuk tenang, James berkata kepada Enzo yang langsung tertawa.


“Kenapa? Apa aku salah? Siapa yang tadi terlihat datang ke tempat ini berdua dengan wajah terlihat bahagia? Bahkan barusan entah apa yang sedang kalian berdua pikirkan saat menyaksikan tontonan gratis dari Ornado dan yang lain, aku bisa melihat bagaimana kalian saling tersenyum dengan wajah malu-malu." Dengan santai dan tapa basa basi, Enzo langsung meledek James yang kebetulan emmang Enzo sempat melihat reaksi James dan Elenora saat melihat Ornado, Alvero dan Dave mencium mesra bibir istrinya masing-masing.


"Haist... mungkin kamu salah lihat." James mencoba berkelit sambil melirik ke arah nyonya Rose yang memilih untuk pura-pura tidak mendengar dan matanya menatap lurus ke arah Raja dan permaisurinya agar James tidak merasa semakin salah tingkah.


Meskipun nyonya Rose merupakan kepala pelayan yang hubungannya cukup dekat dengan keluarga kerajaan Gracetian dan para sahabat mereka, juga meskipun sebenarnya dia bukanlah dari kalangan rakyat biasa, namun seorang countess yang memutuskan untuk mengabdikan hidupnya melayani kerluarga kerajaan, setelah tunangannya meninggal dalam sebuah kecelakaan.


Namun nyonya Rose adalah orang yang cukup tahu diri dan situasi, sehingga tidak mau bersikap lancang dengan turut campur dalam urusan atau pembicaraan tanpa diundang.


"Pangeran Enzo, saya akan menemani nona Elenora." Akhirnya nyonya Rose memilih untuk berpamitan kepada Enzo dan James, pergi ke tempat Elenora yang tampak berdiri berdua dengan Serafina.


Dan Enzo maupun James hanya menganggukkan kepalanya mendengar ijin dari nyonya Rose.


Untuk James, tentu saja dia tidak keberatan membiarkan nyonya Rose berniat menemani Elenora, karena sejak Serafina mendekati Elenora tadi, sebenarnya perasaan James sudah mulai merasa tidak tenang, mengingat bagaimana tadi pagi Serafina sudah mengambil topi milik Elenora.


Paling tidak, dengan adanya nyonya Rose di dekat mereka, Serafina tidak mungkin berani bersikap terlalu kasar pada Elenora. Itu yang ada di pikiran James saat ini.


Begitu melihat kehadiran Elenora bersama James, Serafina memang sengaja mencari kesempatan untuk mendekati Elenora, berniat menumpahkan kemarahan dan kekesalan hatinya hari ini.


Dan tentu saja Serafina ingin melakukan itu saat tidak ada James di dekat Elenora.


Apalagi Serafina bisa melihat topi jenis boater hat yang dibawa oleh Elenora, meskipun Elenora hanya sekedar memegangnya, belum memakainya.


"Cih... sepertinya kamu sudah mendapatkan ganti topimu tadi pagi? Hasil beli dimana itu?" Serafina yang baru saja mendekat ke arah Elenora berkata sambil melirik ke arah topi yang sedang dipegang oleh Elenora.


"Eh... di butik X Kak." Serafina langsung mengernyitkan dahinya mendengar Elenora menyebutkan nama salah satu butik terkenal itu.


Butik X? Apa Elenora serius dengan perkataannya itu? Bukannya barang-barnag di butik itu sangat mahal harganya? Seorang Elenora tidak mungkin menghabiskan begitu banyak uang yang dimilikinya hanya untuk membeli sesuatu untuk penampilannya.


Serafina berkata dalam hati sambil matanya menatap tajam ke arah topi yang dengan ragu-ragu, Elenora mencoba untuk memakainya untuk mengurangi sengatan matahari ke wajahnya yang terasa panas.


Apa itu barang palsu?


Rasanya ingin sekali Serafina mengucapkan pertanyaan itu di hadapan Elenora, tapi melihat kualitas bahan dari topi itu, meskipun dia tidak menyentuhnya, Serafina yang terbiasa berkutat dengan barang-barang mewah tahu pasti bahwa topi itu tidak palsu,tapi benar-benar asli.


"Apa itu dari James?" Tanpa basa-basi, Serafina langsung bertanya kepada Elenora yang hanya bisa menganggukkan kepalanya untuk menjawab iya atas pertanyaan Serafina padanya.


Melihat Elenora membenarkan tebakannya, membuat Serafina menahan nafasnya, karena rasa jengkel, sebal, marah, iri bercampur aduk jadi satu, membuatnya ingin meraih topi yang sudah dikenakan oleh Elenora itu dan menghancurkannya jika saja bisa.


Tapi sayangnya, pikiran Serafina masih cukup waras sehingga dia masih bisa menahan dirinya agar tidak kalap sehingga melakukan sesuatu yang dapat merusak nama baik dan citra anggunnya yang selalu berhasil dia jaga di depan banyak orang.