My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PENAWARAN DARI ORNADO



Kita lihat saja apa yang akan kamu katakan selanjutnya. Seberapa jauh kamu akan bertindak karena Elenora. Kamu ini benar-benar tidak bisa mengerti dengan hatimu sendiri.


Ornado berkata dalam hati dengan berharap bahwa apa yang sedang dipikirkannya tentang James sesuai dengan perkiraannya.


Dari sikap canggung James, Ornado bisa menebak bahwa saat ini James sedang mencari cara agar Elenora bisa ikut pergi bersama mereka dengan alasan untuk membantunya bekerja selama di sana.


"Ah, masalah itu...." James langsung menghentikan kata-kata yang ingin diucapkannya dengan sikap ragu, ketika terdengar suara ketukan dari arah pintu kantornya.


"Masuk!" Beberapa detik setelah mendengar suara James yang mempersilahkannya masuk, tampak Elenora mendorong pintu kantor James dan berjalan mendekat sambil membawa berkas-berkas hasil revisi yang tadi ditugaskan oleh James kepadanya, untuk diselesaikan sebelum pukul 2 siang ini.


Jam dua kurang 10 menit, sepertinya Elenora benar-benar berusaha keras untuk melaksanakan perintahku. Sepertinya dia ingin membuatku terkesan agar mengakui kemampuannya.


James berkata dalam hati setelah melirik sekilas ke arah jam tangan mewah di tangannya.


"Ah, kamu ada di sini Elenora?" Ornado yang melihat kehadiran Elenora langsung menggeser kursinya, agar Elenora bisa menyerahkan berkas-berkas yang ada di tangannya ke atas meja kerja James.


“Eh, iya, ada tugas yang harus segera diserahkan siang ini.” Elenora menjawab pertanyaan Ornado, untuk kemudian kembali fokus kepada James.


"Ini sudah saya revisi Pak James. Yang ini hasil revisi saya, yang ini berkas sebelumnya. Bagian yang sudah saya perbaiki, sudah saya beri tanda. Pak James bisa memeriksa perbaikannya." Elenora berkata dengan tangannya menunjuk ke arah kedua berkas yang diletakkan saling bersebelahan oleh Elenora.


Pak James? Saya? Wah... kamu benar-benar tidak tahu bagaimana cara memperlakukan wanita yang sebenarnya kamu sukai dengan baik James. Bahkan kalaupun kamu tidak menyukai Elenora, paling tidak dia adalah teman kita. Apa harus sekaku itu sikapmu padanya? Justru itu menunjukkan bahwa kamu memiliki perasaan khusus terhadap Elenora, sampai kamu bersikap aneh seperti itu. Kamu ingin menjaga jarak dengannya, tapi sepertinya justru kamu yang akan terjebak untuk tidak lagi bisa jauh darinya.


Ornado berkata dalam hati sambil terus mengamati kedua oang yang sedang membicarakan pekerjaan itu.


"Bagaimana pekerjaanmu selama hampir dua minggu ini Elenora? Apa kamu menyukai pekerjaanmu yang sekarang ini?" Begitu Elenora selesai menjelaskan kepada James, Ornado langsung mengajak Elenora untuk mengobrol.


Elenora yang baru saja menyelesaikan penjelasannya kepada James terhadap tugas yang diberikan padanya langsung menoleh ke arah Ornado dan tersenyum begitu mendengar pertanyaan dari Ornado.


“Maaf Pak Ornado, saya…’


“Ist, panggil aku Ornado. Aku tidak pernah memintamu memanggilku dengan embel-embel pak di depan namaku. Jangan menggunakan bahasa formal padaku saat kita tidak bersama pegawai lain.” Ornado memotong perkataan Elenora dengan cepat, sengaja dia lakukan untuk menyindir James.


“Uhuk…” Mendengar apa yang baru saja dikatakan oleh Ornado yang baginya sengaja dilakukan Ornado untuk menyindirnya, membuat James langsung terbatuk kecil karena tenggorokannya yang tersedak oleh ludahnya sendiri, membuat Ornado langsung tersenyum.


“Elenora. Tolong ambilkan air putih supaya pimpinanmu tidak tercekik lehernya.” Ornado berkata sambil tangannya bergerak menunjuk ke arah salah satu ruangan kantor James, dimana terletak sebuah pantry pribadi berukuran kecil dimana di sana terdapat lemari pendingin kecil maupun kompor tanam keci, dengan peralatan makan yang cukup lengkap, meskipun hanya untuk 2-3 orang saja.


Kompor tanam adalah sebuah desain kompor dimana pemasangannya wajib ditanam diatas meja. Kompor tanam juga memiliki cara kerja yang sama dengan kompor portable, yang membedakan hanyalah cara pemasangnnya saja.


Setelah kompor tanam terpasang bagian yang  akan terlihat hanyalah bagian permukaan atasanya saja seperti tungku dan knob. Sementara bagian lainnya tersembunyi dibawah meja. Hal ini akan memberikan kesan kompor yang lebih rapih dan tidak terlalu memakan tempat.


Kompor tanam sendiri memiliki kelebihan dari kompor portabel lainnya. Penggunaan kompor tanam akan membuat tampilan pantry menjadi lebih cantik, mewah dan elegan).


Tanpa menjawab perintah dari Ornado, dengan gerakan bergegas, Elenora segera berjalan ke arah pantry itu dan mencari-cari botol berisi air mineral untuk diberikan pada James.


“Ad… apa maksudmu? Jangan membuat Elenora salah paham dan berpikir kalau selama ini aku sengaja bersikap kejam padanya dan begitu menjaga jarak.” Mendengar teguran James untuknya, yang diucapkannya dengan nada yang begitu pelan agar tidak didengar oleh orang lain, terutama Elenora, Ornado hanya menaikkan salah satu alisnya tanpa senyum di wajahnya.


“Bukankah selama ini memang begitu? Bahkan kalau itu aku, Cladia mau memanggil aku dengan sebutan Al, suami, sayang atau apapun di depan para pegawaiku, aku tidak akan pernah merasa keberatan. Mana ada calon suami meminta calon istrinya menggunakan bahasa formal padahal tidak ada orang lain diantara mereka?” Ornado menjawab protes dari James dengan sikap tenang dan cenderung santai.


“Apa katamu? Ca... calon suami? Siapa yang kamu maksud dengan calon sua…” James langsung menghentikan kata-katanya karena dilihatnya Elenora sudah keluar dari pantry dan sedang berjalan dengan tergesa-gesa menuju ke arahnya dengan sebotol air mineral di tangannya.


“Silahkan diminum.” Elenora langsung meletakkan dan menyodorkan  botol air mineral yang sudah diambilnya ke hadapan James, yang untuk menutupi rasa canggungnya langsung membuka penutup botol berisi air itu dan meminumnya, tidak perduli dengan perutnya yang mulai terasa kembung.


Karena sepanjang siang tadi James belum sempat makan sama sekali, dan justru menghabiskan 2 gelas es kopi.


Dan sekarang disodori sebotol air minum, membuat perut James terasa penuh dan sedikit terasa tidak nyaman, karena merasa kenyang dengan air.


"Bagaimana tentang pekerjaanmu Elenora? Apa ada masalah dengan itu?" Ornado kembali mengulangi pertanyaannya kepada Elenora.


"Tidak ada. Sebenarnya, aku mungkin memang tidak terlalu berbakat di bidang kesekretariatan. Afro mungkin sudah memberikan info detail tentang itu. Tapi aku akan berusaha dengan lebih baik lagi agar bisa secepatnya menguasai pekerjaanku." Elenora berkata sambil menatap ke arah Ornado yang langsung mengangguk-anggukkan kepalanya dengan gerakan pelan.


"Setiap orang pasti memiliki kelebihan di satu bidang yang mungkin tidak dimiliki orang lain. Orang akan terlihat bersinar saat dia mengalami the right man in the right place. Aku harap aku bisa membantumu menemukan passionmu agar bisa menjadi orang yang berada di tempat yang tepat sesuai dengan bakat dan keahlianmu." Elenora hanya bisa tersenyum mendengar perkataan Ornado.


(Filosofi The Right Man on The Right Place/Job” yaitu mendudukkan seorang yang tepat pada tempatnya atau jabatan yang tepat pula sangat dibutuhkan di setiap organisasi dan setiap badan usaha ataupun badan ad hoc, agar terciptanya kerjasama Tim yang baik dan juga menciptakan ketepatan pada posisi setiap jabatan. Contohnya, tidak semua karyawan bisa menjadi manajer. Ada kriteria tertentu yang harus dipenuhi, misalnya pekerja keras, loyal, inovatif, dan mampu bekerja dalam tim


Suatu tim akan mampu bergerak lebih cepat kalau orang di dalamnya mengurusi hal-hal sesuai keahliannya. Prinsip “The Right Man on the Right Place” sangat populer di dunia manajemen.


Penempatan orang yang tepat pada posisi yang tepat menjadi kunci sukses sebuah organisasi atau perusahaan. Dengan adanya prinsip orang yang tepat ditempat yang tepat (the right man in the right place) akan memberikan jaminan terhadap kestabilan, kelancaran dan efesiensi kerja).


"Kalau ada satu tempat atau posisi yang mungkin kamu merasa bisa lebih berkembang dan juga nyaman untukmu, katakan saja padaku. Aku akan berusaha membantumu untuk pindah ke sana." Ornado kembali menawarkan kepada Elenora untuk pindah dari devisi tempatnya bekerja sekarang, membuat James kembali tersentak.