
Ah, siapa gadis itu? Rasanya baru pertama kalinya aku melihat gadis itu di rekaman cctv? Apa dia salah satu dari 3 staff baru yang tadi pagi diceritakan oleh Tina? Senyum gadis itu manis sekali.
Alex berkata dalam hati sambil sedikit menyipitkan matanya, berusaha menajamkan matanya untuk melihat sosok Elenora dalam rekaman itu.
Bagi Alex yang bekerja sebagai orang yang memiliki wewenang tertinggi dalam bidang keamanan perusahaan Bumi Asia, selalu bersikap cermat dan waspada, sehingga dia langsung tahu ketika ada wajah baru yang belum pernah dilihat Alex sebelumnya.
Dengan ratusan orang yang bekerja di kantor Bumi Asia ini, Alex bisa mengenali wajah mereka dengan baik satu persatu, karena kemampuannya untuk mengenali orang jauh di atas rata-rata kemampuan orang normal.
Karena itu juga yang membuat James selalu puas dengan kinerja Alex selama bekerja dengan laki-laki itu.
"Maaf Pak James. Tadi Pak James salah mengetikan salah satu angka di bagian tengah." Alex berkata sambil mengarahkan jari telunjuknya ke arah angka yang dia maksudkan, yang membuat rekaman cctv yang tampil bukan yang tadinya ingin dilihat oleh James.
"Oooo...." Mendengar perkataan Alex, James langsung mengalihkan pandangan matanya dari sosok Elenora yang baginya terlihat sedikit berbeda saat sedang serius bekerja.
"Kalau begitu sebutkan kembali kodenya." Mendengar perintah James, Alex segera menyebutkan deretan angka dan huruf kembali.
Setelah James kembali mengetikkan kode akses rekaman cctv yang dia maksudkan, cukup lama James berkutat dengan rekaman cctv, sampai dia menemukan sesuatu yang diinginkannya.
Yes! I got it! Ad pasti senang karena rekaman ini bisa menunjukkan bahwa memang ada kesalahan dalam proses pengolahan kulit itu. Hah! Ad benar-benar orang yang instingnya tajam. Bisa melihat bahwa ada kesalahan proses penyamakan kulit sehingga kualitas kulit berubah. Dia orang yang cukup peka saat melihat dan merasakan apa yang tidak seharusnya terjadi.
James berkata dalam hati sambil menyunggingkan senyum puas bisa menemukan apa yang sedang dicarinya.
(Teknik mengolah kulit mentah menjadi kulit samak disebut penyamakan. Penyamakan kulit adalah suatu proses mengubah kulit mentah menjadi kulit tersamak (leather). Penyamakan kulit biasanya digunakan pada hampir semua jenis ternak antara lain kulit sapi, kerbau, kambing, kelinci, domba, ikan pari dll, bahkan beberapa hewan ekstrim diantaranya ular, harimau dan buaya. Penyamakan kulit merupakan cara untuk mengubah kulit yang bersifat labil dan mudah rusak oleh pengaruh fisik, kimia dan biologi menjadi kulit yang stabil terhadap pengaruh tersebut. Kulit samak memiliki sifat khusus yang sangat berbeda dengan kulit mentahnya, baik sifat fisis maupun sifat khemisnya. Kulit mentah mudah membusuk dalam keadaan kering, keras, dan kaku. Sedangkan kulit tersamak memiliki sifat yang awet dan mudah dibentuk menjadi segala jenis kerajinan diantaranya tas, jaket, sabuk atau gesper, gantungan kunci, cover buku, dompet dan kerajinan lainnya).
Kemarin ketika melakukan pengecekan leather yang siap untuk dikirimkan ke Italia, wajah Ornado terlihat tidak senang dan marah karena menurutnya, kualitas leather itu tidak seperti biasanya, sehingga Ornado sengaja meminta kepada James untuk menyelidikinya melalui rekaman cctv sebelum bertindak melakukan pengecekan langsung ke pabrik.
Jika orang awam, atau yang tidak awas, pasti tidak akan mengerti perbedaan kualitas leather yang dicek oleh Ornado kemarin. bahkan aku saja sedikit kesulitan membedakannya dan tidak akan sadar jika Ad tidak marah kemarin. Dia memang pantas mendapatkan kesuksesan besar dalam bisnisnya, karena dia orang yang benar-benar hebat dalam berbisnis, bukan sekedar karena dia terlahir dengan sendok emas di mulutnya.
James kembali berkata dalam hati sambil menarik nafas panjang.
Setelah sekian lama bergaul akrab dengan Ornado dan bekerja bersamanya, masih saja setiap ada kejadian dimana kehebatan Ornado dalam menjalankan bisnisnya teruji, tetap membuat James merasa kagum terhadap sepupunya itu.
"Alex, catat kode akses rekaman cctv kamera ini, catat waktu dan tanggal yang baru saja aku lihat, kirimkan file rekamannya ke aku secepatnya." James berkata sambil matanya melirik ke arah layar, seolah memberikan kode kepada Alex, lalu bangkit dari duduknya.
"Baik Pak James, akan segera saya laksanakan." Dengan cepat Alex memencet tombol print screen di keyboard untuk mempermudahnya mencopy data yang diinginkan James sesuai posisi kamera dan jam yang disebutkan oleh James barusan.
"Ok, aku pergi dulu. Secepatnya aku tunggu kiriman file rekaman itu." Setelah menyelesaikan kata-katanya, James segera berlalu pergi dan keluar dari ruangan itu.
"Ya Pak James." Alex menjawab singkat perkataan dari James sambil mengambil alih posisi kursi yang tadinya ditempati oleh James, yang memang merupakan kursi kerja miliknya.
"Ok, sudah beres." Alex bergumam pelan setelah mengirimkan file yang diminta kepada James.
Entah kenapa tiba-tiba dia ingin melihat rekaman yang sempat salah dibuka oleh James tadi.
Untuk beberapa saat, Alex melihat dan mengamati sosok gadis dengan rambutnya yang panjang dikepang satu dan pakaiannya yang terlihat kedodoran, menutupi bentuk asli tubuhnya yang tinggi semampai.
Dia pasti staff baru yang diceritakan Tina tadi pagi. Yang pagi tadi ikut diperkenalkan kepada staff lain, bersama dengan Tina.
Alex berkata dalam hati sambil mengingat tentang pesan singkat dari Tina yang merupakan teman satu kampusnya dulu, dan juga staff baru di tempat ini.
Walaupun berbeda jurusan dan juga karena kemampuan Alex dapat menyelesaikan studinya 1,5 tahun lebih cepat dari Tina, mereka berdua sudah berteman akrab sejak awal mereka memulai studi di kampusnya.
Alex sendiri tidak tahu apa yang terjadi padanya, sejak James salah membuka rekaman cctv yang menunjukkan tempat Elenora bekerja, tanpa sadar ada sebuah dorongan besar dalam diri Alex untuk melihat lagi bagaimana sosok gadis itu dalam rekaman cctv.
Di gedung perkantoran Bumi Asia yang sebagian pegawainya memang merupakan orang-orang yang berasal dari Eropa, terutama Italia, tidak menghendaran melihat wajah-wajah bule bersliweran di sana.
Akan tetapi entah kenapa, bagi Alex, sosok Elenora terlihat berbeda dari para wanita bule lain yang pernah ditemuinya.
Dan selama melihat bagaimana seriusnya Elenora bekerja, membuat beberapa kali Alex menyunggingkan senyum kecil tanpa dia sendiri sadari.
Sebuah notifikasi dari adanya pesan masuk, membuat Alex langsung mengalihkan pandangan matanya ke layar handphonenya.
Alex, di perusahaan ini, kamu adalah satu-satunya yang aku kenal. Temani aku makan siang ini ya. Aku tidak mau jadi tontonan karena harus makan sendirian, pasti terasa tidak nyaman.
Alex langsung tersenyum begitu membaca pesan dari Tina yang mengajaknya makan siang bersama, seolah Tina bisa membaca pikirannya yang memang berencana mengajaknya makan siang bersama.
Dengan senang hati. Ajak juga dua teman barumu yang juga baru saja bergabung di perusahaan ini, supaya mereka juga tidak merasa canggung.
Alex langsung membalas pesan dari Tina.
Bolehkah? Aku juga ingin dekat dengan mereka berdua. Tapi bagaimana denganmu? Apa mereka tidak akan merasa canggung dengan keikutsertaanmu sebagai senior di tempat ini?
Hei... kita makan siang sebagai teman sekerja, kenapa harus sekaku itu sih?
Alex langsung menyampaikan protesnya kepada Tina, karena merasa Tina menunjukkan tanda-tanda tidak ingin mengajak kedua staff baru yang hari ini baru bekerja di tempat ini seperti halnya Tina untuk bisa makan siang bersamanya.
Sedangkan sosok Elenora membuat Alex merasa begitu penasaran dan ingin bertemu gadis itu secara langsung.