
“Apa maksudmu James? Untuk masalah server di Italia, aku sudah meminta Afro menyelesaikan dengan tim IT kita di sana. Dan dia baru saja mengabarkan padaku, mereka sudah memastikan bahwa server kita di Italia dalam kondisi baik-baik saja. Mereka juga sudah melakukan tindakan antisipasi dengan memperketat sistem keamanan data kita. Hanya saja dengan kemampuan Elenora, aku ingin dia dan tim IT kitadi Italia saling bertukar pengalaman. Tidak ada yang salah kan dengan rencanaku itu?” Perkataan Ornado membuat James ingin kembali menyatakan protesnya, namun Ornado langsung melanjutkan kata-katanya.
“Lagipula, kenapa kamu heboh sekali? Siapa yang bilang aku akan mengirim Elenora ke Italia dalam waktu dekat? Tentu saja setelah semua pekerjaannya selesai, termasuk urusanmu dengannya, baru aku minta Elenora untuk mengunjungi tim IT kita di Italia.” Ornado berkata sambil menekankan nada suaranya saat dia mengatkan “termasuk urusanmu dengannya.”
Ornado mencoba mengingatkan James secara tersirat bahwa dia hanya memiliki waktu 7 hari sebelum Ornado memisahkan mereka berdua, jika James tidak memutuskan untuk tidak menyatakan perasaannya pada Elenora.
Perkataan terakhir dari Ornado membuat James terdiam, dengan mata melirik ke arah Elenora yang terlihat sedang memandang ke arah lain.
Elenora memang sengaja menghindar agar tidak memandang ke arah James yang membuat jantungnya seperti berloncatan di dalam sana.
“Kalau begitu, aku akan ikut pulang bersama Elenora. Ada Alex dan yang lain yang akan bisa membantumu selama liburan. Apalagi aku dengar Cladia ingin mengikuti liburan ini sampai selesai, berarti ada kamu yang bisa menemani Alvero dan keluarganya.” James berkata dengan sikap berharap Ornado akan mengijinkannya.
“Mmmm… oke kalau memang kamu memutuskan seperti itu. Aku pikir memang lebih baik kamu menemani Elenora, sehingga tidak ada yang berani mempertanyakan kenapa tiba-tiba Elenora datang ke devisi IT untuk sementara waktu.” Tanpa diketahui oleh Elenora, James menarik nafas lega begitu mendengar Ornado mengijinkannya kembali bersama Elenora.
“Kalau begitu kami akan bersiap dan kembali ke resort untuk mengemas barang.” James berkata sambil tangannya melambai ke salah seorang petugas keamanan, bermaksud memberikan perintah agar helikopter segera siap untuk membawanya dan Elenora pergi dari pulau Nusa Penida itu.
“Ah, James, jangan terlalu besemangat sampai kamu lupa mengganti pakaian renangmu. Jangan sampai orang yang bertemu denganmu, berpikir bahwa kamu adalah laki-laki mesum yang sedang mencari mangsa.” Ornado berkata sambil tersenyum geli, karena dilihatnya sedari tadi Elenora tidak mau sedetikpun memandang ke arah James, dan gerak tubuh Elenora menunjukkan bahwa dia begitu canggung berada di dekat James saat ini.
“Haist…. Bagaimana aku bisa lupa tentang ini. Ele, tunggu sebentar, aku akan segera berganti pakaian dulu.” James berkata sambil dengan gerakan terburu-buru pergi untuk mengganti pakaiannya.
“Ele? Apa aku salah dengar barusan? Sejak kapan dia memangilmu dengan sebutan Ele?” Begitu James pergi, Ornado berkata sambil menatap ke arah Elenora yang hanya bisa tersenyum dengan sikap gugup mendengar pertanyaan dari Ornado.
“Mmmmm… belum lama ini. Aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba dia merubah nama panggilannya padaku.” Elenora menjawab pelan pertanyaan Ornado yang langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.
Sepertinya James akan bisa melakukannya dalam waktu 7 hari ini. Hah… semoga saja pemikiranku ini benar-benar terjadi. Kali ini kalau dia sampai kehilangan Elenora lagi seperti waktu itu, sepertinya aku harus membawa psikolog dan psikiater terbaik untuk berjaga-jaga agar jiwanya tidak terguncang. Si bodoh itu, semoga bisa secepatnya menetapkan hatinya. Sudah jelas dia begitu mencintai Elenora, masih saja terus berputar-putar dengan pemikiran yang justru membuatnya bingung sendiri.
Ornado berkata dalam hati dengan penuh harap bahwa James benar-benar menyingkirkan ego dan kebodohannya untuk dapat memegang erat keberadaan Elenora sebagai gadis yang dicintainya.
(Secara garis besar, psikiater adalah dokter, yang bisa merespkan obat kepda pasiennya, sedang psikolog bukanlah dokter. Psikiatri adalah ilmu kedokteran yang berfokus pada kesehatan jiwa. Sedangkan psikologi adalah ilmu non-kedokteran yang mempelajari perilaku dan perasaan seseorang. Psikiater adalah doketer medis (MDs) yang lulus dari sekolah kedokteran, memiliki tahun magang medis, dan memiliki 3 tahun residensi dalam penilaian dan pengobatan gangguan kesehatan mental. Psikologi memiliki gelar doktor di bisang psikologi, studi tentang pikiran dan perilaku manusia. Meski berbeda latar belakang, keduanya saling melengkapi).
“Elenora….”
“Ah, ya, kenapa?” Elenora segera menjawab panggilan dari kakaknya yang awalnya ingin memaki Elenora karena sedari tadi dia tidak bisa menemukan Elenora agar bisa membantunya mengoleskan lotion pada tubuhnya agar tidak terbakar sengantan matahari di bagian punggung, yang tidak bsia dilakukannya sendiri.
Tapi begitu melihat sosok Ornado sedang berbicang dengan Elenora dan Alex sembari menunggu James selesai berpakaian, membuat dengan cepat Serafina mengurungkan niatnya.
“Aku mencarimu sedari tadi, mau mengajakmu menikmati keindahan pantai dari sebelah sana. Dari tempat itu pemandangan pantai di bawah sana terlihat sungguh indah.” Serafina berkata sambil tersenyum ke arah Ornado yang membalas senyumannya dengan sikap enggan.
Sejak kecil, Ornado memang tidak pernah menyukai Serafina yang baginya selalu bersikap centil, dan juga tidak dapat dipercaya.
Selalu saja Ornado menemukan bukti bahwa Serafina merupakan orang yang suka berpura-pura dan tidak dapat dipegang perkataannya.
“Eh, iya. Sayangnya aku harus segera pergi dari sini, karena ada masalah di kantor.” Parkataan Elenora membuat mata Serafina terbeliak.
“Lho, kenapa mendadak sekali? Apa kamu akan kembali sendirian?”
“Iya Kak, aku harus kembali secepatnya, karena masalah yang timbul juga baru kami ketahui siang ini. Aku akan pergi bersama James.” Elenora berusaha menjelaskan kondisinya tanpa mengutarakan secara detail apa yang sudah terjadi.
Hah! Bagaimana mungkin aku kehilangan keberuntunganku untuk mendekati James di saat seperti ini. Padahal dengan liburan kali ini aku berharap bisa mencari kesempatan untuk mendekati James, dan membuat James mengganti posisi Elenora sebagai calon istrinya. Menggantikannya denganku!
Serafina berkata dalam hati dengan kesal, karena peristiwa yang baginya tidak menguntungkan baginya.
Sejak awal, memang Serafina sengaja datang menyusul Elenora ke negara ini untuk dapat mendekati James, dan membuat James menolak Elenora sebagai calon istri yang sudah ditetapkan kedua keluarga mereka.
“Lalu bagaimana denganku? Kalau begitu… aku ikut kamu saja pergi dari sini. Aku akan tinggal denganmu beberapa hari lagi sebelum kembali ke Italia.” Perkataan Serafina sukses membuat Ornado melirik tajam ke arahnya, tanpa Serafina sadari.
Pandangan mata Ornado menunjukkan bahwa laki-laki itu benar-benar tidak menyukai apa yang baru saja dikatakan oleh Serafina yang berencana ikut pergi bersama Elenora dan James.