
Apalagi, jika boleh jujur, meskipun saat ini Elenora masih merasa tidak enak hati karen kejadian kemarin, penampilan masakan dari Matilda sungguh membangkitkan selera makannya, apalagi dari semalam, tidak banyak makanan yang masuk di dalam perutnya.
Bahkan boleh dibilang, yang masuk ke dalam perut elenora kemarin malam sangat sedikit sekali, tidak layak disebut sebagai makan malam, tapi lebih pantas dikatakan sebagai sekedar pengganjal perut.
"Makanlah." Begitu James sudah selesai menyiapkan semuanya di depan Elenora, James berkata sambil dia sendiri mengambil sendok dan garpu miliknya, dan mulai menikmati makan paginya, yang bagi James terlihat jauh lebih menarik dibandingkan dengan semua suguhan makanan kemarin malam.
Dengan gerakan pelan, akhirnya Elenora mengambil sendoknya, dan mulai mengikuti tindakan James yang terlebih dahulu sudah menikmati makan paginya.
Setelah beberapa saat menikmati makanannya, tiba-tiba saja kepala Elenora menoleh ke kanan dan ke kiri.
Jarum jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi tanpa dia sadari, sehingga membuat Elenora merasa begitu kaget dan langsung menatap sekelilingnya, takut jika seserong menemukan dirinya sedang menikmati makan pagi berdua dengan James, di meja kerjanya, dengan berbagai masakan yang boleh dibilang cukup mewah untuk ukuran staff biasa seperti dirinya.
Dan begitu melihat di sekelilingnya tidak tampak seorangpun yang muncul di sekitar tempat itu, membuat Elenora menghela nafas lega, sekaligus mengernyitkan keningnya karena heran dengan apa yang terjadi.
Biasanya Elenora hafal bahwa 10 menit sebelum jam 8, beberapa staff dan pegawai sudah terlihat hilir mudik di tempat itu.
Tapi entah kenapa, pagi ini di sekitarnya terlihat sangat sunyi, hanya ada dia dan James.
Dengan wajah masih bertanya-tanya, Elenora dengan buru-buru berusaha menghabiskan makan paginya, khawatir jika tiba-tiba saja nanti muncul seseorang yang melihatnya sedang makan berdua bersama James, dan menimbulkan gosip.
Setelah menyelesaikan makan paginya dengan sesekali menoleh ke kanan dan ke kiri, memastikan belum ada seorangpun yang hadir di dekat tempat itu, Elenora akhirnya mengakhiri makan paginya dengan menyesap sedikit infused water yang sudah disiapkan James di hadapannya.
"Dalam kondisi burukpun, kamu harus tetap menjaga kesehatanmu. Jika tidak, kamu tidak akan memiliki kekuatan untuk menyelesaikan masalahmu." James berkata sambil membereskan wadah bekas makan mereka berdua, membuat dengan cepat Elenora bergerak untuk menggantikannya.
Meskipun bagi Elenora, sebenarnya saat ini masih tidak ingin berkomunikasi dengan James, tapi melihat bagaimana James yang sedari awal sudah sibuk menyiapkan dan menata makanan untuknya, membuat Elenora merasa tidak enak jika harus tetap duduk diam dan tidak perduli, apalagi bagaimanapun, posisi James tetaplah bosnya.
"Biar aku... yang membereskannya." Elenora berkata sambil meraih tempat bekal yang dibawa oleh James, sehingga tanpa sadar, jari jemari mereka saling bersentuhan, membuat dengan gerakan reflek, Elenora menarik tangannya kembali.
Untung saja James memegang tempat bekal itu dengan cukup erat, sehingga tidak terjatuh ketika Elenora menarik tangannya kembali.
Dan kejadian itu membuat baik James maupun Elenora sama-sama salah tingkah, dan merasakan sesuatu seperti sengatan listrik di ujung-ujung jari mereka, juga getaran halus di dada mereka karena sentuhan fisik yang tidak disengaja itu.
"Ehem...." Bahkan James harus berdehem pelan untuk mengurangi rasa gugupnya.
“Tenang saja, aku hanya akan memasukkannya kembali ke dalam tas dan membawanya ke ruanganku, biar office girl yang nanti membereskannya.” James berkata pelan sambil memasukkan kembali tempat-tempat bekal itu ke dalam tas yang tadi dibawanya.
Mendengar perkataan James, dengan cepat, Elenora mengambil tempat bekal yang masih tersisa di atas meja kerjanya, dan ikut memasukkan dan menatanya ke dalam tas.
Setelah itu, Elenora langsung meraih tas itu dan membawanya ke kantor James, tanpa mengatakan apapun pada James, yang meskipun tahu Elenora sengaja menghindari pembicaraan dengannya, paling tidak melihat Elenora mau menikmati makan pagi bersamanya, membuat James memandang ke arah Elenora dengan senyum di wajahnya, merasa lega.
Karena tanpa diketahui oleh Elenora, James langsung mengikuti langkah Elenora, tepat di belakangnya sedari awal, sehingga begitu Elenora membalikkan tubuhnya dengan tiba-tiba, membuat dia hampir menabrak James.
"Awas!" James Langsung berteriak kaget dan dengan sigap, tangannya melingkar di pinggang Elenora, menahan tubuh gadis itu agar tidak terjengkang.
"Ma... maaf." Elenora langsung meminta maaf dan dengan cepat berdiri dan berusaha menjaga keseimbangan tubuhnya agar tidak terjatuh.
Ah… lagi-lagi…. Bagaimana bisa aku mengalami hal seperti ini lagi. Sungguh memalukan.
Elenora berkata dalam hati sambil menggigit bagian bawah bibirnya.
“Kalau begitu aku permisi dulu untuk kembali ke kantorku.” Elenora langsung berpamitan, membuat James memandangnya dengan tatapan mata tidak rela, karena pagi ini hanya bisa bertemu sebentar dengan Elenora, sedangkan semalaman dia sudah menunggu datangnya pagi agar bisa memiliki banyak waktu dengan Elenora.
“Eh, Ele….” James baru saja berniat mencegah Elenora untuk meninggalkan kantornya, ketika sebuah nada panggilan telepon dari handphonenya berbunyi nyaring.
“Hallo.” James langsung mengangkat panggilan itu begitu melihat bahwa nomer yang tertera di layaar handphonenya adalah nomer milik kantor security perusahan Bumi Asia.
“Selamat pagi Pak James.”
“Selamat pagi.” James segera membalas sapaan dari salah seorang security di seberang sana.
“Maaf Pak James, tapi ini sudah hampir pukul delapan lebih 40 menit, dan semua pegawai sudah berkumpul di sini menunggu untuk bekerja. Apakah mereka sudah diperbolehkan untuk masuk ke tempat kerjanya masing-masing?”
Ist… bagaimana aku bisa melupakan hal penting seperti ini?
James terpekik dalam hati, karena baru ingat bahwa tadi ketika datang, dia sengaja memberitahukan kepada bagian security agar tidak membiarkan seorangpun untuk masuk ke tempat kerjanya masing-masing, sebelum James mengijinkannya kembali.
James sengaja melakukan itu, berharap dia bisa memiliki waktu makan pagi dengan tenang bersama Elenora tanpa terganggu oleh siapapun.
Namun karena begitu asyiknya James menikmati makan paginya, James bahkan lupa bahwa tadi dia sempat mengeluarkan perintah aneh seperti itu, agar dia bisa menghabiskan waktu dengan tenang bersama istrinya, tanpa khawatir orang lain menggosipkan apa yang sedang mereka lakukan.
“Ah, ya, persilahkan mereka masuk sekarang untuk memulai atifitas seperti biasanya.” James menjawab cepat, sambil melirik ke arah Elenora yang baru saja menghilang dari balik pintu kantornya, meninggalkan sebuah tarikan nafas panjang, melihat Elenora yang sengaja membatasi dirinya untuk tidak banyak berbicara dengan James.
Dengan langkah bergegas, James segera berjalan menuju jendela kantornya, agar bisa mengamati sosok Elenora dari balik kaca kantornya, namun yang diamati tidak bisa melihat ke arahnya karena sistem one way kaca kantornya.
Dan dari balik jendela itu, selama ini James bisa menatap lurus ke arah meja kerja Elenora, sehingga setiap pergerakan Elenora bisa diamati James dengan begitu jelas dari sana.