My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
KEMESRAAN TIADA AKHIR



Alunan musik yang indah, suara merdu dari Ornado yang bersahut-sahutan dengan Alvero dan Dave, membuat semua yang hadir di sana terbuai dan terbawa dalam suasana romantis yang disuguhkan oleh ketiga pria tampan itu.


Tapi tidak dengan Serafina yang berada di salah satu sisi tempat itu, yang merasa begitu kesal begitu melihat hampir dari semua wanita di tempat itu mengenakan topi untuk menghalau teriknya panas matahari.


Sedangkan Serafina sendiri, karena percaya dengan kata-kata James, justru meninggalkan topi yang sudah direbutnya dari Elenora di resort pagi tadi.


Dan karena terburu-buru karena begitu takut tertinggal oleh yang lain, Serafina tidak sempat memikirkan hal lain, apalagi membeli topi untuk dikenakannya di sini, membuat kulit di wajahnya terasa panas dan sedikit gatal karena sengatan sinar matahari.


Yang membuat Serafina bertambah jengkel, ternyata beberapa dari mereka dan beberapa di perjalanan yang dia lihat, justru mengenakan topi jenis boater hat seperti yang sudah diberikan Cladia untuk Elenora, meskipun untuk Cladia sendiri, saat ini dia lebih memilih memakai topi jenis floppy hats, yang membuatnya terlihat semakin anggun dan cantik.


Benar-benar sial! Kalau saja yang mengatakan tentang topi tadi bukanlah James, aku pasti akan memaki habis-habisan orang itu! Karena mempercayai kata-kata konyol dari James, sekarang nasibku jadi begini. Semoga kulit wajahku tidak rusak karena panasnya matahari di daerah tropis ini.


Serafina mengomel dalam hati, sambil beberapa kali menarik nafas panjang, mencoba mengatur emosi dalam dadanya, karena kondisi yang dialaminya sekarang sungguh tidak menguntungkan baginya, membuatnya merasa tersiksa dan tidak nyaman.


(Negara tropis adalah negara yang memiliki iklim tropis, suatu daerah yang terletak di antara garis khatulistiwa. Lebih spesifiknya, daerah ini ada di garis isotherm bumi bagian utara dan selatan atau daerah yang ada di 23,5 derajat lintang utara serta 23,5 derajat lintang selatan. Iklim tropis di dunia memiliki suhu yang relatif panas karena lebih lama terkena sinar matahari, dikutip dari gramedia.com. Daerah yang memiliki iklim tropis berada di belahan Bumi bagian utara dan selatan melalui garis isoterm. Salah satu negara yang memiliki iklim tropis adalah Indonesia. Sebab, negara Indonesia yang terletak di garis khatulistiwa membuatnya cenderung mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun dengan melimpah. Indonesia digolongkan sebagai negara beriklim tropis dengan ciri - ciri sebagai berikut: - Curah hujan tergolong tinggi. - Tekanan udara rendah. wilayah 23 1/2°LU hingga 23 1/2° LS. - Suhu udara rata - rata berkisar antara 20-23 derajat Celcius. Amplitudo suhu ra-rata tahunan cenderng kecil, sementara untuk hariannya cenderung besar. Tidak mengenal adanya musim dingin. Terdapat banyak awan sebab penguapan air cukup tinggi).


Begitu ketiga pria tampan itu selesai mempersembahkan lagu untuk wanitanya, mereka bertiga datang mendekat ke arah meja yang ada di samping piano dan bagian atasnya terlihat sebuah kotak yang tertutup.


Begitu Ornado, Alvero dan Dave mendekat ke arah kotak itu, dengan sigap salah seorang berpakaian petugas keamanan perusahaan Bumi Asia langsung membukakan tutup kotak itu untuk mereka, dan masing-masing dari ketiga laki-laki itu mengambil rangkaian bunga yang berbeda dari dalamnya, dan langsung berjalan mendekat ke arah istrinya masing-masing.


Baik Cladia, Deanda maupun Laurel yang sedang duduk berjajar di sebuah bangku panjang langsung saling berpandangan dengan wajah kaget melihat suami mereka berjalan ke arah mereka dengan membawa buket bunga di tangan kanan mereka, sedang tangan kiri mereka terlipat di belakang punggung.


Ketiga pria itu terus berjalan sampai mereka berdiri tepat di hadapan istrinya yang harus mendongakkan kepalanya untuk dapat menatap wajah suaminya dengan senyum di wajah mereka.


Dengan gerakan serentak, baik Ornado, Dave dan Alevero menyodorkan buket bunga yang mereka pegang ke arah istrinya masing-masing, dengan tangan kanannya.


Ornado dengan buket bunga mawar merah yang merupakan simbol keromatisan. Bunga mawar merupakan bunga yang paling disukai oleh Cladia, hingga Ornado sengaja membuat kebun bunga mawar untuk Cladia di rumah mereka.


Bunga mawar berwarna merah lebih populer dibanding dengan bunga mawar dengan warna lainnya. Bunga mawar merah merupakan simbol dari keberanian dan keinginan kuat untuk menjaga dan melindungi pasangannya.


Bunga gerbera juga melambangkan kesetiaan kepada pasangan, serta meyakinkan pasangannya kalau dia akan berada di sisinya sampai maut memisahkan.


Alvero, memberikan bunga baby breath berwarna putih kepada Deanda. Bunga yang melambangkan cinta sejati tak berakhir, dan juga melambangkan kemurnian dan ketulusan dari cinta abadi.


Begitu kedua tangan para wanita cantik itu terulur dan memegang rangkaian bunga cantik itu dengan tangan mereka, baik Ornado, Dave maupun Alvero yang berdiri tepat di depan istrinya, membungkukkan tubuhnya, membentuk sudut 45 derajat, sehingga wajah mereka berada begitu dekat dengan wajah istrinya.


Dan tanpa para wanita itu duga, tangan kiri para pria yang awalnya terlipat di belakang punggung mereka itu dengan cepat bergerak ke arah tengkuk masing-masing istrinya, menariknya lembut, tapi penuh dengan tenaga, dan tanpa memberikan kesempatan para wanita itu sadar apa yang  sudah terjadi, ketiga pria itu langsung mencium lembut bibir wanitanya dengan mesra, dengan tangan kiri menahan tengkuk istrinya, sedang tangan kanan menggenggam erat kedua tangan wanitanya yang sedang memegang buket bunga.


"Wah...."


"Ah...."


"Oh...."


Berbagai pekikan kecil langsung terdengar dari bibir yang lain yang ada di tempat itu, termasuk Enzo, Alaya, nyonya Rose, Vincent maupun Larena yang tidak menyangka ketiga pria tampan itu melakukan hal seperti itu di depan mereka, seolah-olah ini adalah hari pernikahan mereka.


Ernest bahkan tanpa sadar tersenyum geli melihat tingkah ketiga pria bucin itu, sedang Erich meskipun bibirnya terkatup rapat, matanya yang sedikit melotot dan tarikan nafas panjang dari hidungnya, memperlihatkan bahwa dia cukup kaget juga dengan yang dia lihat barusan, tidak menyangka akan melihat hal seperti itu.


Hal yang membuatnya langsung teringat tentang Cleosa yang jauh di sana... di Gracetian, yang tiba-tiba membuatnya begitu merindukan gadis itu dan berharap liburan kali ini segera berakhir, sehingga dia bisa segera bertemu kembali dengan Cleosa yang dia yakin, pasti juga sedang merindukannya, meskipun dia tahu di sana Cleosa pasti sedang sibuk mempersiapkan hari pernikahan mereka yang tidak lama lagi akan dilaksanakan.


Membayangkan bagaimana dalam waktu dekat Cleosa akan menjadi miliknya, tanpa sadar detakan jantung Erich bergerak lebih cepat dari biasanya, membuatnya harus menarik nafas dalam-dalam untuk dapat mengendalikannya dengan baik.


Meskipun seumur hidupnya Erich belum pernah merasakan detak jantungnya berubah begitu cepat, seperti ketika dia sedang bersama atau memikirkan Cleosa, tapi dia begitu menikmati bagaimana sensasi rasa baru itu, dimana itu membawa gelombang kebahagiaan tersendiri dalam hidupnya.