My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PERKENALAN STAFF BARU



Melihat bagaimana kerasnya James menghadapi Elenora, Ornado yang juga ada di kantor James hanya bisa menarik nafas panjang.


Ornado bukan laki-laki yang mudah tertarik dengan urusan wanita lain selain Cladia, dan Laurel. Sosok dokter cantik yang sudah dianggap Ornado sebagai adiknya sendiri.


Tapi, melihat bagaimana keras dan kakunya sikap James terhadap Elenora yang sebenarnya merupakan teman mereka juga sejak lama di Italia, membuat Ornado merasa tidak nyaman.


Apalagi, sebenarnya hari ini adalah hari pertama Elenora mulai bekerja di kantor Bumi Asia. Dan yang pasti, tidak ada seorangpun yang dikenal oleh Elenora selain Ornado dan James di kantor ini.


Dan lagi, Cladia juga langsung kembali bekerja di kantor perusahaan Sanjaya begitu Ornado memberikan ijin kepada Jeremy agar Cladia untuk sementara waktu bekerja di sana karena dia dan Niela sedang sibuk mempersiapkan acara pernikahan mereka.


Hal itu membuat Ornado merasa sedikit simpati terhadap Elenora yang sedari tadi hanya memilih untuk diam atau menganggukkan kepalanya di depan James.


Awalnya aku berharap bisa bertemu Cladia di kantor ini. Dia wanita yang baik dan lembut, juga tidak ada kesan sombong walaupun suaminya merupakan orang sehebat Ornado. Sayangnya untuk sementara waktu dia tidak ada di sini, sehingga aku tidak memiliki teman untuk mengobrol.


Elenora berkata dalam hati sambil menatap ke arah James, menunggu perintah selanjutnya dari James.


"Eh, kenapa kamu masih di sini?" James langsung bertanya kepada Elenora begitu melihat sosok Elenora yang masih berdiri di depannya dalam diam untuk waktu yang tidak sebentar.


"Aku sedang menunggu perintah selanjutnya." Dengan sedikit gugup Elenora menjawab pertanyaan James yang langsung mengangkat salah satu tangannya ke udara.


"Oke, oke. Kalau begitu, bawa semua berkas yang ada di mejaku itu ke mejamu, kopi semuanya, setelah itu cek kata demi kata dan lingkari mana yang salah." James menunjuk ke arah tumpukan map yang ada di atas meja kerjanya.


"Baik." Dengan singkat Elenora menjawab pelan dan melangkah ke arah meja Jamas, mengambil semua tumpukan berkas yang disebutkan oleh James tadi dan berniat untuk segera membawanya keluar dari ruangan James.


"Eh, tunggu dulu Elenora!" Elenora yang tangannya sudah terulur, berniat membuka handle pintu ruangan James menghentikan tindakannya sebentar, dan menoleh ke arah Ornado yang baru saja memanggilnya.


"James, ini hari pertama Elenora bekerja bersama kita. Dan kita belum memperkenalkannya kepada para staff di tempat ini. Sebelum dia mulai pekerjaannya, sepertinya lebih baik kita melakukan perkenalan seperti yang biasa kita lakukan jika ada staff baru bergabung. Apalagi dia datang jauh-jauh dari Italia." Mendengar perkataan Ornado, James sedikit mengernyitkan dahinya, namun sebentar kemudian dia tersenyum.


"Ok, kebetulan kan hari ini ada dua staff baru lain yang juga baru pertama kali masuk hari ini, di bagian marketing dan puchasing." James berkata sambil melangkah menyusul Elenora untuk keluar dari ruangannya, diikuti oleh Ornado.


# # # # # # #


"Ok, Tina, Dodi, dan Elenero, silahkan memperkenalkan diri kalian kepada rekan-rekan kerja kalian." James memberikan kesempatan kepada tiga orang staff yang baru bergabung di kantor bumi Asia untuk memperkenalkan dirinya.


Sosok Elenora yang walaupun berpenampilan seperti gadis jaman tahun 60an, dengan rambutnya dikepang satu, dan kacamata tebalnya, juga pakaian yang tampak kedodoran, cukup menyita perhatian staff yang lain.


Karena bagaimanapun, Elenora tidak bisa menyembunyikan tubuh tinggi semampainya dengan wajah bulenya yang terlihat menarik jika diamati, dengan hidung mancung, bulu mata lentiknya dan alisnya yang melengkung sempurna.


Dan walaupun bibirnya terlihat sedikit pucat karena dia tidak menggunakan lipstik, hanya sekedar lip balm, namun tidak juga bisa menyembunyikan bentuk indah bibirnya yang tidak tipis ataupun tebal, namun terlihat penuh.


(Lip balm atau balsem bibir atau salep bibir adalah zat mirip lilin yang dioleskan ke bibir untuk melembabkan dan meringankan bibir yang pecah-pecah atau kering, cheilitis sudut, stomatitis, atau luka dingin. Lip balm digunakan untuk melembabkan bibir dan menjaga bibir dari kekeringan serta pecah-pecah. Jadi bawaan yang tak pernah terlupa, digunakan untuk mengatasi bibir kering karena tak tersentuh air selama kurang lebih 12 jam lamanya).


Dibandingkan Cladia yang juga tidak terlalu suka berdandan, namun Cladia selalu tampil modis, sehingga membuat orang bisa melihat dengan jelas bagaimana cantiknya sosok istri dari bos besar mereka itu.


Sedang Elenora, selain tidak suka berdandan, penampilannya juga selalu terkesan ketinggalan jaman, membuat beberapa orang tidak menyadari pesonanya, termasuk James.


Yang pertama memperkenalkan diri adalah Dodi, disusul Tina, dan terakhir Elenora, yang cukup membuat rekan-rekan kerjanya sedikit kaget karena sebagai orang yang berasal dari Italia, tapi bahasa Indonesia yang diucapkannya cukup lancar.


Belum lagi posisi Elenora sebagai asisten James, posisi yang tentu saja diinginkan oleh banyak orang, terutama para kaum hawa yang ada di ruangan tersebut, membuat banyak orang langsung berbisik-bisik membicarakan hal tersebut.


"Wah, baru datang sudah menjadi asisten pak James, sungguh beruntung."


"Apa karena dia berasal dari Italia seperti pak James ya."


"Kenapa gadis dengan dandanan ketinggalan jaman bisa menjadi asisten pak James ya?"


"Benar, harusnya pak James yang begitu tampan, asistennya juga harus cantik, supaya kita yang melihatnya juga ikhlas dan tidak iri."


"Sebenarnya apa kelebihan anak baru itu sehingga bisa terpilih sebagai asisten pak James ya?"


"Mungkin dia pakai jalan belakang agar karirnya mulus di tempat ini."


Mendengar bisik-bisik dari para staff wanita yang ada di tempat itu, membuat James sedikit menahan senyum puasnya.


Karena seperti perkiraannya, rekan-rekan kerja Elenora pasti tidak suka dan akan mempertanyakan tentang posisi Elenora sebagai asistennya.


Bagi James, secara tidak langsung itu akan sangat membantunya untuk membuat Elenora mengerti bahwa dia tidak pantas bersanding dengannya dan menjadi bahan pembicaraan orang lain karena penampilan culunnya.


"Kalian ini, hanya bisa menilai orang dari luarnya saja."


"Kalian belum lihat saja, di balik penampilan culunnya, apa kalian tidak melihat bahwa sebenarnya dia gadis yang cukup cantik?"


"Betul, aku yakin jika dia sedikit modis dan mau melepas kacamata dan rambut kepangnya, kalian semua akan kalah cantik dengannya."


Pembicaraan para staff pria yang membela Elenora dan bahkan beberapa ada dari mereka yang mulai memujinya, membuat James sedikit mengernyitkan dahinya dengan wajah terlihat sedikit tidak suka.


Hah! Apa maksud dari perkataan para staff pria itu? Apa betul Elenora sebenarnya tidak seculun yang aku pikirkan selama ini? Masak mereka lebih bisa menilai Elenora dibandingkan aku? Aku sudah mengenal Elenora cukup lama, dan bagiku memang begitulah tampilan gadis culun itu. Tidak ada yang menarik darinya.


James berkata dalam hati sambil melirik sekilas ke arah Elenora dan mencoba mengamatinya dengan teliti, dan mencoba melihat apakah yang dikatakan oleh para pria itu ada benarnya.


Bahwa sebenarnya gadis selama ini tidak pernah menarik perhatiannya itu, memang cukup cantik dan menarik atau tidak.