
Menyatakan perasaanku pada Elenora? Bagaimana kalau dia menolakku mentah-mentah? Bagaimana kalau selama ini dia memang hanya ingin mempermainkan perasaanku? Jika dia dulu pernah pergi meninggalkanku begitu saja tanpa mengatakan apapun, mungkin di masa depan dia bisa melakukan hal yang sama padaku, bahkan setelah kami menikah, atau bahkan saat kami sudah memiliki anak.
James berpikir dalam hati dengan wajah terlihat frustasi.
Ornado yang melirik sekilas ke arah James sebelum kembali melangkah kea rah Elenora dan Alex, langsung menaikkan salah satu ujung bibirnya ke atas, membentuk senyum miring.
Dasar James! Kenapa harus takut menyampaikan perasaan cintanya? Padahal dari sikap Elenora jelas-jelas bahwa gadis itu juga sangat mencintai James. Sikap James sungguh seperti seorang pengecut.
Seolah mengerti apa yang sedang dipikirkan oleh James, Ornado berkata sambil berlalu pergi setelah mendecakkan bibirnya karena cukup jengkel melihat sikap James.
“Aku akan kembali ke kamarku, terimakasih untuk kerja keras kalian hari ini, terutama kamu Elenora, terimakasih sudah mau menunjukkan kemampuan hebatmu di depan kami.” Orando langsung berkata begitu dia sudah berada di dekat Alex dan Elenora yang baru saja membahas tentang sistem keamanan data yang digunakan oleh perusahaan tempat mereka bekerja itu.
“Ah, tidak masalah Pak Ornado. Senang bisa membantu.” Elenora berkata dengan sedikit menundukkan kepalanya karena merasa salah tingkah sudah menerima pujian dari Ornado, yang setahunya memang sangant jarang memuji kemampuan seseorang, karena dia sendiri orang yang hebat.
“Oke kalau begitu, silahkan beristirahat, aku pergi dulu.”
“Selamat malam Pak Ornado.” Baik Alex maupun Elenora, langsung mengucapkan salam kepada Ornado.
“Selamat malam semua, selamat beristirahat.” Ornado berkata sambil melangkah pergi keluar dari ruang kontrol keamanan itu.
James yang awalnya diam di tempatnya setelah mendengar permintaan Ornado, akhirnya ikut berjalan ke arah Elenora dan Alex.
“Aku juga akan kembali ke kamar. Terimakasih untuk kalian berdua.” James berkata dengan nada yang dia buat setenang mungkin meskipun saat ini pikirannya sedang kacau, dan hatinya tidak tenang.
“Selamat malam Pak James.” Alex segera menjawab perkataan James, sedang Elenora hanya menganggukkan kepalanya pelan.
“Elenora, sudah malam, sebaiknya kamu juga segera kembali ke kamarmu, karena besok kita harus melaksanakan meeting sesuai dengan rencana sebelumnya.” James akhirnya mengucapkan kata-kata seperti itu agar Elenora pergi bersamanya meninggalkan Alex, tidak terus berduaan dengan Alex seperti beberapa saat yang lalu.
Dan harus diakui oleh James, keberadaan Elenora dan Alex yang tadi terlihat cukup dekat, membuat dada James terasa tidak nyaman, sebuah perasaan yang akhir-akhir ini begitu sering dirasakannya saat melihat laki-laki lain berada di dekat Elenora.
“Iya Pak James.” Elenora langsung menjawab lirih perkataan James.
“Alex, aku kembali ke kamar. Selamat bertugas kembali. Semoga malam ini semuanya baik-baik saja.” Alex langsung tersenyum lebar mendengar perkataan Elenora, membuat tanpa mereka berdua sadari, James melirik tajam ke arah Elenora dan Alex secara bergantian, sambil sekilas tangan kirinya memegang dadanya yang terasa semakin tidak nyaman dan panas melihat kedua orang yang terlihat akrab itu.
Hal itu membuat James rasanya ingin segera menarik tangan Elenora dan membawanya pergi dari sana.
Tapi pada akhirnya yang dilakukan oleh James hanya menggerakkan tubuhnya ke samping untuk bersiap melangkah pergi dari sana.
“Selamat beristirahat Elenora.” Perkataan Alex, sontak membuat James mendengus dengan sikap kesal, tanpa diketahui oleh mereka berdua, karena James sudah membelakangi mereka, dan melangkah ke arah kamarnya.
Setelah mendengar langkah-langkah kaki Elenora menyusul di belakangnya, James sedikit memperlambat langkah-langkah kakinya, sehingga Elenora mau tidak mau akhirnya berjalan tepat di sampingnya.
Elenora yang takut jika dia salah bicara, jadi memilih untuk berdiam diri.
Sedang James, terus terdiam karena pikirannya yang sedang kacau dan bercampur aduk saat ini.
Beberapa kali James melirik ke arah Elenora. Dan itu menyebabkan ingatan tentang wajah cantik gadis itu semakin tergambar jelas di pikirannya, yang awalnya sudah bertekad untuk menenangkan diri malam ini, tapi bayangan cantik itu tidak mau lepas sedikitpun dari ingatanya.
Apalagi jika James ingat tentang ancaman dari Ornado yang membuatnya semakin galau.
Sepertinya aku akan membutuhkan bantuan obat tidur malam ini, jika tidak ingin besok aku terbangun dengan mata panda, dan membuatku tidak bsia berpikir dengan waras lagi. Padahal besok ada meeting penting yang harus aku hadiri.
James berkata dalam hati sambil menghela nafas panjang, membuat Elenora sedikit melirik ke arahnya karena mendengar helaan nafas dari James.
Apa ada sesuatu yang begitu mengganggu pikiran James? Sepertinya dia mengalami sesuatu yang buruk jika dilihat dari helaan nafasnya barusan. Semoga masalahmu cepat selesai James.
Elenora berkata dalam hati sambil menggerakkan kakinya mendekat ke arah pintu kamarnya.
“Eh.” Seolah baru sadar kalau mereka berdua sudah berada di depan pintu kamarnya, James bergumam pelan.
“Ini kunci cadangan kamarmu.” James berkata sambil menyerahkan cardlock cadangan yang diambilnya dari saku kemeja yang dikenakannya.
“Terimakasih James. Kalau begitu, selamat malam James.” Dengan sikap gugup seperti biasanya, Elenora mengucapkan selamat makam kepada James yang langsung tersenyum, membuat Elenora cukup kaget melihat James bersikap sedikit ramah padanya malam ini, tidak seperti biasanya.
“Terimakasih untuk bantuan besarmu malam ini. Tidurlah dengan nyenyak hari ini. Kamu sudah bekerja keras, dan sekaligus pasti lelah karena seharian ikut menemani yang lain berbelanja.” Elenora sedikit tersentak mendengar perkataan James yang bagi Elenora terdengar begitu manis dan cukup lembut malam ini, tidak seperti biasanya.
James sendiri, setelah mengucapkan kata-katanya langsung melangkah pergi tanpa menunggu Elenora membalas kata-katanya barusan.
Ah, apa aku sedang bermimpi? Kenapa malam ini sepertinya sikap James terlihat sungguh jauh berbeda dari biasanya? Apa itu artinya dia tidak marah padaku? Berarti dia tidak menganggapku aneh karena sebagai seorang gadis begitu menyukai dunia IT? Apa dia akan melaporkan pada orangtuaku tentang apa yang aku lakukan di sini? Akh, kenapa sikap baik James justru membuatku khawatir? Andai saja aku bisa mengerti dan tahu sebenarnya apa yang dipikirkan James tentang aku?
Elenora berkata dalam hati sambil dengan hati-hati membuka pintu kamarnya dengan begitu hati-hati agar tidak mengganggu atau mengagetkan Serafina, yang dia tahu pasti akan berakhir dengan omelan panjang tidak berujung.
Malam ini Elenora tidak ingin membuat kakaknya membuat masalah hingga kakaknya mengomel dan membuatnya tidak bisa beristirahat dengan tenang.
Padahal Elenora ingin segera beristirahat dengan tenang malam ini, karena banyak hal di luar dugaannya yang sudah terjadi.
Para pemabuk yang hampir menyerangnya, kedatangan Serafina, juga bagaimana dalam sehari ini, dua kali James sudah hadir di sampingnya, untuk membantu dan membelanya dari tindakan para pemabuk dan juga Serafina, membuat emosi Elenora yang teraduk-aduk, membawa dampak perasaan lelah pada fisiknya juga.