My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
HATI YANG MULAI PANAS



Jika seperti ini, sama saja dengan aku membenarkan analisa Ad tadi. Aku harus segera kembali ke kantorku dan berusaha untuk tidak kelihatan mencolok bahwa aku sudah salah masuk ruangan.


James kembali menggerutu dalam hati dan sedikit menggerakkan tubuhnya ke samping kanan, untuk berpura-pura melihat ke arah meja kasir, dimana di belakangnya pekerja di bagian kasir itu, tampak foto-foto makanan dari menu yang disediakan di kantin itu.


Di satu sisi, James begitu ingin membuktikan kepada Ornado bahwa analisanya selama ini tentang perasaannya terhadap Elenora salah besar, tapi di sisi lain, mengingat apa yang dikatakan oleh Ornado tentang seringnya Elenora makan siang bersama rekan baru dan juga Alex, membuatnya tanpa sadar justru melangkah ke tempat ini.


"Selamat siang Pak James. Senang melihat kunjungan Anda ke tempat ini. Apa ada yang bisa kami bantu Pak James?" Dengan wajah tersenyum ramah, penanggung jawab kantin langsung tergopoh-gopoh menemui James dan menyapanya.


Ketika James baru datang tadi, wanita berusia awal 40 an itu sedang sibuk di dapur menyiapkan pesanan minuman yang biasa dipesan oleh para pegawai untuk sekalian dibawa oleh mereka ke kantor mereka masing-masing.


"Selamat siang." James berkata sambil sedikit mendongakkan kepalanya, mengamati foto-goto menu yang di bagian bawahnya terdapat info nama makanan dan juga harga jual dari makanan itu.


"Apa Pak James ingin memesan sesuatu Pak?" Dengan cepat penanggung jawab kantin itu segera menawarkan makan siang untuk James, berusaha membuat James puas dengan pelayanannya dan para anak buahnya.


Bagi kepala pelayan itu, penilaian langsung dari James akan berdampak besar pada kelangsungan usahanya di tempat ini.


Jika James tidak puas terhadap kantin, entah itu pelayanan ataupun menunya, tanpa perlu menunggu acc dari Ornado, James akan dengan mudah melakukan perombakan dan menendang keluar penanggung jawab kantin yang ada.


Walaupun sikap James selama ini jauh lebih bersahabat daripada sikap Ornado, tapi semua orang di perusahaan itu tahu siapa, posisi apa dan bagaimana kemampuan James selama ini.


Membuat semua karyawan di perusahaan Bumi Asia, tidak hanya sangat menghormati Ornado, tapi juga begitu menghormati James.


"Tidak. Aku hanya sedang ingin melihat kondisi kantin hari ini. Dan sepertinya semuanya terlihat baik-baik dan lancar-lancar saja. Senang melihat semuanya bisa tetap terjaga dengan baik." James berkata sambil mengalihkan pandangan matanya dari daftar menu itu ke arah penanggungjawab kantin.


“Silahkan menyampaikan keluhan Pak James, jika memang ada sesuatu yang kurang berkenan dan perlu diperbaiki tentang kantin ini Pak.” James hanya mengangguk pelan mendengar perkataan penanggungjawab kantin itu.


Untuk beberapa saat terjadi tanya jawab antara penanggung jawab kantin dengan James, membahas tentang perbaikan sistem dan juga perawatan kantin yang bisa mereka lakukan.


"Maaf, tunggu sebentar ya. Biar Pak James menyelesaikan pengecekan." Penanggung jawab cafe itu berkata pelan kepada antrian di belakang James yang tampaknya sedang menunggu James menyelesaikan urusannya.


Mendengar penanggung jawab itu meminta maaf kepada orang yang sudah mengantri di belakangnya, James segera melangkahkan kakinya ke samping, berniat memberikan jalan kepada yang sudah mengantri di belakangnya.


"Terimakasih Pak James." Sebuah suara yang mengucapkan terimakasih kepada penanggung jawab kantin dengan nada terdengar ceria, membuat James yang awalnya berdiri membelekangi orang-orang yang tadinya mengantri di belakangnya, langsng menoleh.


Dodi yang baru saja mengucapkan terimakasihnya kepada James langsung menganggukkan kepalanya dengan sikap hormat begitu melihat James berpaling ke arahnya, tanpa berpikir bahwa James tiba-tiba saja merasa kesal melihat kehadiran Dodi yang tidak diharapkannya, tiba-tiba muncul di depannya.


Sebuah lenguhan dalam hati langsung dilakukan oleh James yang melihat bahwa ternyata yang tadi sedang mengantri di belakangnya adalah Dodi, dengan Elenora di belakangnya, dan Alex di belakang Elenora, baru Tina dengan posisi paling belakang Setelah sosok Alex yang seolah sedang mengapir tubuh Elenora bersama dengan Dodi.


"Silahkan kalian duluan." James berkata sambil melipat kedua tangannya, berdiri di samping mereka yang berjajar, yang mengantri untuk membayar apa yang tadi sudah mereka pesan dan nikmati.


Diapit oleh dua pria tampan yang baru dikenalnya. Sepertinya sebentar lagi bukan aku yang secepatnya meminta pembatalan perjodohan ini, tapi Elenora sendiri yang memintanya. Baik... sepertinya itu akan menjadi hal yang baik untukku dan Elenora, supaya kami bisa menghentikan kekacauan ini, dan tidak perlu lagi saling terikat satu sama lain, membuat kami berdua tersiksa karena ikatan yang dipaksakan ini.


James berkata dalam hati dengan matanya menatap ke arah Elenora dan teman-teman makan siangnya.


Begitu melihat kehadiran James secara tiba-tiba di kantin itu, membuat Elenora merasa canggung dan salah tingkah, apalagi tanpa disadari oleh yang lain, mata James berkali-kali menatapnya dengan tatapan yang begitu tajam dan terasa menusuk bagi Elenora.


Kenapa wajah James terlihat begitu marah? Apa aku melakukan kesalahan lagi? Padahal sepanjang pagi tadi, semua pekerjaanku yang sudah aku serahkan kepadanya tidak ada masalah. Semalam aku sengaja membawa pekerjaanku pulang agar bisa mengeceknya sekali lagi sebelum aku serahkan kepada James. Selama hampir dua minggu aku bekerja di sini, aku sudah mulai mengerti tentang apa saja yang harus aku lakukan untuk membuat sesedikit mungkin melakukan kesalahan dan membuat James marah.


Elenora berkata dalam hati sambil menunggu dengan tidak sabar Dodi menyelesaikan pembayarannya di kasir.


Karena terlalu berkonsentasi dengan pikirannya, Elenora bahkan tidak sadar ketika Alex tiba-tiba saja menyerobot antriannya, berjalan dengan cepat ke arah kasir, berniat membayar tagihannya sendiri, juga tagihan dari Elenora.


"Sekalian tagihan milik gadis itu." Kata-kata Alex kepada kasir sambil telunjuknya menunjuk ke arah Elenora, sontak membuat Elenora terkejut, sedang James mengernyitkan dahinya dengan wajahnya yang biasanya terlihat ramah, siang ini tidak menunjukkan adanya senyum ramah di wajahnya.


"Eh, Alex, biar aku bayar sendiri tagihanku." Elenora berkata sambil dengan cepat berjalan mendekat ke arah kasir, menyusul Alex, dan tangannya berusaha menghalangi Alex memberikan uang lebih untuk membayar makan siang Elenora tadi.


"Tidak perlu. Tadi kamu sudah mentraktir kami banyak kue. Sekarang giliranku untuk membayar makananmu. Lain kali, Dodi dan Tina pasti juga tidak keberatan kalau kita gantian saling mentraktir. Benar kan?" Alex menjawab perkataan Elenora sambil memasukkan lembaran uang kembalian dari kasir ke saku celana panjangnya.


"Benar yang dikatakan oleh Alex, Elen. Jangan terlalu sungkan. Tidak ada salahnya kita bergantian untuk saling mentraktir." Dodi yang sudah menyelesaikan tagihannya dan berdiri di samping Elenora sambil menunggu mereka semua menyelesaikan urusannya dengan kasir, langsung menimpali perkataan Alex.


Elen? Benar kan telingaku tadi tidak salah dengar. Bocah itu memang benar-benar memanggil Elenora dengan Elen!


James berkata dalam hati sambil menahan nafasnya sebentar, kemudian berjalan mendekat ke arah Elenora, membuat sikap gugup dan tidak percaya diri dari Elenora semakin menjadi.