My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
SELALU TERPESONA PADAMU



"Ti amo amore mio...." (Aku mencintaimu cintaku). Sebuah kalimat pendek diucapkan oleh Ornado ketika dia sedikit menarik bibirnya untuk memberikan kesempatan bagi Cladia dan dirinya sendiri untuk mengambil nafas karena ciuman panjang mereka berdua, sebelum akhirnya Ornado kembali mencium bibir istrinya dengan penuh rasa cinta.


Ucapan pernyataan cinta seperti yang barusan diucapkan oleh Ornado itu, sudah puluhan, bahkan mungkin ratusan atau ribuan kali diucapkan oleh Ornado untuk Cladia di setiap kesempatan yang ada.


Tapi bagi Cladia, pernyataan cinta dari Ornado tetap saja membuatnya selalu merasa begitu tersanjung dan menjadi wanita paling bahagia di dunia ini.


Dan setiap kali Ornado mengucapkan itu di depannya, dengan suara lembut dan mesra seperti saat ini, selalu berhasil membuat dada Cladia berdebar dengan begitu keras, dengan hati yang terasa sesak dan penuh, karena hatinya begitu berbunga-bunga.


Karena bagi Cladia, ucapan cinta dari seorang Ornado, bukan hanya sekedar sebuah ucapan yang terdengar manis di telinga, tapi benar-benar selalu dibuktikannya dengan sikap nyata.


Hal itu terbukti baik melalui tindakan, kata-kata, semua pengorbanan dan juga dibuktikan dengan begitu banyaknya hal baik dan indah yang sudah dilakukan oleh Ornado untuknya.


Mengingat hal itu, Cladia sadar sepenuhnya bahwa baik di masa lalu, masa sekarang ataupun masa depan, apapun yang terjadi, Ornado akan selalu menjadi satu-satunya lelaki yang begitu dia cintai.


"Senza di te la vita non ha più senso.  Ardo di amore per te. Il mio cuore batte solo per te amore mio."  (Tanpamu, hidup tidak ada artinya. Aku terbakar dengan cinta untukmu. Hatiku hanya berdetak untukmu amore mio). Ornado kembali mengucapkan sebuah kalimat indah dengan bibirnya yang masih menempel di bibir Cladia yang sedari tadi tidak bisa menahan senyum bahagianya karena Ornado yang selalui menghujaninya dengan kata-kata dan tindakan mesra untuknya.


"Voglio essere sempre con te. Sono felice di averti come mio uomo. Ti amo tanto anche io Ad." (Aku selalu ingin bersamamu, kamu adalah semua yang aku inginkan. Aku bahagia bisa memilikimu sebagai laki-lakiku. Aku juga sangat mencintaimu Ad). Cladia menjawab pernyataan cinta Ornado dengan suara lembut yang bagi Ornado terasa begitu memabukkan untuknya.


Perkataan Cladia membuat Ornado tidak bisa lagi menahan dirinya untuk tidak mencium Cladia kembali dengan ciuman yang semakin dalam, berakhir dengan gerakan tangannya yang lembut mulai bergerak di balik pakaian Cladia, menyentuh dan mengelus kulit halus istrinya yang selalu membuat dadanya bergejolak dengan hebatnya.


Begitu merasakan Cladia tidak menolaknya, tapi justru mulai membalas perlakuan dan sentuhan mesra darinya, tanpa ragu Ornado mulai mencumbu Cladia yang sejak tadi sudah berhasil membuatnya begitu sulit untuk mengendalikan diri dari hasrat yang memenuhi dirinya.


Malam ini menjadi malam yang indah, romantis dan penuh kehangatan bagi ketiga pasangan romantis yang sedang dimabuk cinta itu.


Alvero dengan Deanda yang meskipun setelah perjalanan jauh tetap saja tidak melewatkan kesempatan untuk menghabiskan malam indah mereka.


Dave dan Laurel yang sejak kedatangan mereka di tempat ini sudah terbawa suasana romantis yang disuguhkan dalam balutan keindahan alam sekaligus kemewahan dari resort yang sudah dipilih oleh Ornado dan James dengan baik.


Selanjutnya, pasangan manis Ornado dan Cladia yang selalu menunjukkan kemesraannya tanpa mengingat waktu dan tempat.


Sosok Ornado yang memang selalu bersikap manis dan menunjukkan rasa cinta pada Cladia di setiap kesempatan, tentu saja tidak akan pernah melewatkan kesempatan untuk memanjakan istrinya.


Untuk beberapa saat mereka semua melupakan segala hal yang sudah terjadi di sekitar mereka, untuk menikmati kebahagiaan bersama pasangan mereka.


Meninggalkan sosok James yang sedang diam terpaku di depan jendela kamarnya yang berupa kaca berukuran besar dan menghadap lautan lepas, dengan tangannya yang sedang memegang gelas berisi wine yang sedari tadi hanya diputar-putarnya tanpa diminumnya sama sekali.


"Hah...." Sebuah lenguhan pelan terdengar dari sela-sela bibir James yang sedikit terbuka.


Betapa kerasnya usaha James untuk memejamkan matanya dan mengistirahatkan pikirannya, tetap saja bayangan tentang sosok Elenora yang hari tampil begitu mempesona dan menarik banyak orang mendekat, terutama para pria, membuat hati James merasa tidak nyaman.


Setelah berdiri cukup lama sambil memutar-mutar gelas berisi wine di tangan kanannya, sedang tangan kirinya tampak terlipat di depan perutnya, akhirnya James sedikit meneguk wine itu.


Rasa wine yang diharapkan James dapat menenangkan pikirannya, sekaligus memberikan kehangatan pada tubuhnya, ternyata hanya lewat begitu saja tanpa bisa memberikan reaksi seperti yang diharapkannya.


Sehingga pada akhirnya, James memilih untuk meletakkan gelas berisi wine yang masih diminumnya sedikit dan merebahkan tubuhnya di atas kasur, berusaha memaksakan dirinya untuk tidur, atau dia akan memiliki mata panda besok pagi.


Dan yang pasti, jika hal itu sampai terjadi, James yakin Ornado akan menjadi orang pertama yang menertawakannya dan akan mengerjainya habis-habisan.


Karena James yakin, sepupunya yang satu itu pasti tahu penyebab kenapa dia tidak dapat tidur semalaman kali ini.


Belum lagi si Laurel yang selalu banyak akal dalam hal menggoda orang lain. Dokter cantik itu pasti juga tidak akan tinggal diam jika melihat James dengan lingkaran hitam di matanya besok pagi.


Kalau pasangan yang lain tidak bisa tidur malam ini karena begitu menikmati indahnya dunia bersama pasangannya, tidak dengan James yang sedari tadi pikirannya tidak tenang dan selalu uring-uringan tidak jelas.


Bahkan James sendiri merasa begitu heran dengan dirinya sendiri yang begitu rewel hari ini, hanya karena seorang Elenora, yang dalam pikirannya hanya seorang pengganggu yang berusaha mengganggunya dengan rencana perjodohan itu.


Masa bodoh! Aku tidak akan lagi mau memikirkan gadis culun itu. Mulai besok, apapun yang dilakukan gadis itu, dia mau bersama siapa saja, tidak akan membuatku bereaksi. Aku janji pada diriku sendiri untuk hal itu. Besok pagi, semua akan kembali ke posisinya semula. Semuanya! Termasuk status Elenora yang bagiku hanya seorang gadis culun yang tiba-tiba muncul entah darimana dan bermimpi bisa menempati posisi sebagai istriku.


James berkata dalam hati sambil memeluk bantalnya, berharap matanya segera lelah dan mengantuk, sejenak melepaskan sosok Elenora dari pikirannya.


# # # # # # #


Sayangnya, James harus menelan mentah-mentah tekad yang sudah diucapkannya tadi malam dengan penuh percaya diri, tentang rencananya untuk tidak lagi terpesona oleh sosok Elenora seperti yang sudah terjadi hari ini.


Pagi ini sosok Elenora semakin terlihat semakin cantik dibandingkan dengan kemarin karena pakaian yang sudah diberikan oleh Cladia.


Dan hal itu kembali membuat James menelan ludahnya saat untuk pertama kalinya dia melihat sosok gadis itu berada di ruangan yang dipergunakan untuk sarapan pagi mereka sebelum pergi berkeliling nanti.


Apalagi, pagi ini bukan sekedar pakaian modis yang dikenakan oleh Elenora, namun tatanan rambut Elenora pagi ini terlihat sedikit berbeda, membuatnya lebih cantik daripada penampilannya kemarin.