My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
BERJALAN BERSAMAKU SEBAGAI ISTRIKU



“Kita sudah resmi sebagai pasangan suami istri sekarang. Kamu adalah istriku yang sah. Dan selamanya hanya kamu satu-satunya yang menempati posisi itu. Kalau kamu berjalan, jangan pernah lagi meninggalkanku atau tertinggal di belakangku, karena posisimu sekarang... adalah di sampingku ti amore.” James berkata sambil melangkah maju sambil tangannya tetap menahan pergelangan tangan Elenora, untuk kemudian dia melangkah di samping Elenora, melepaskan cekalan tangannya pada pergelangan tangan Elenora, dan menggerakkan lengan tangan kanannya ke arah bahu Elenora, melingkar di sana, dan memeluk tubuh Elenora dengan hangat, tepat di sampingnya.


Sikap manis James langsung membuat wajah Elenora memerah, dengan sebuah senyum kecil tersungging di bibirnya, menunjukkan bahwa saat ini hatinya sungguh merasa bahagia.


Untuk pertama kalinya, dalam hidup Elenora, ada seorang laki-laki yang memperlakukannya begitu lembut dan juga mesra, dan Elenora sengaja membiarkan lak-laki itu berbuat seperti itu padanya, karena dia begitu mencintai prianya itu, James Xanderson, yang sekarang merupakan suaminya.


Bukan sekedar bahagia, bahkan sampai detik ini, Elenora merasa begitu bangga dan masih tidak percaya bahwa laki-laki sehebat James, benar-benar menjadi suaminya, dan sejak semalam mereka sudah menjadi satu, memiliki secara utuh antara satu dengan yang lain melalui penyatuan mereka yang dilakukan dengan penuh cinta.


“Setelah ini, kamu harus belajar untuk bersikap lebih tegas pada orang yang sudah berani menyakitimu. Sebagai suamimu, aku tidak akan rela jika nyonya Xanderson diperlakukan semena-mena oleh orang lain. Kamu tahu bahwa kami para Xanderson, tidak pernah ada orang yang berani merendahkan, apalagi menginjak-injak kami.” James yang sudah berjalan di samping Elenora, menuju teras depan rumah, berkata sambil melirik ke arah wajah Elenora yang tampak tertegun begitu mendengar perkataan James.


Pada dasarnya, Elenora memang gadis yang tidak suka berdebat dan pemalu, sehingga terhadap orang-orang yang menindasnya, dia memilih untuk diam atau pergi menjauh daripada timbul pertengkaran antara dia dan orang lain.


Dan apa yang baru saja dikatakan oleh James padanya, membuat dia berpikir apakah dia akan mampu melakukan itu kedepannya dengan baik, menjadi seorang nyonya Xanderson sesuai dengan harapan James.


“Jangan khawatir, kamu akan memiliki banyak mentor hebat. Belajarlah dari Cladia, istri Ad. Kamu tahu bagaimana dia selalu bisa bersikap tegas meskipun dia orang yang pendiam. Seperti yang kamu tahu, Cladia tidak banyak bicara, tapi dia orang yang bijaksana dan pandai membawa diri. Kamu juga mengenal Ad sejak kecil. Seorang Ad yang dingin pada orang lain, jika ada di dekat Cladia, dia akan berubah 180 derajat.” Elenora langsung menganggukkan kepalanya sambil tersenyum mendengar perkataan James yang tahu kegundahan hati Elenora dari wajahnya.


Apa yang dikatakan James tentang Cladia, membuat Elenora teringat tentang bagaimana selama dia tinggal di rumah Ornado dan Cladia, memang selalu disuguhkan dengan pemandangan bagaimana mesra dan sayangnya Ornado pada istrinya itu.


Orang yang hanya pernah melihat sosok Ornado di luar rumahnya, pasti tidak akan percaya bahwa sosok Ornado yang dikenal dingin, berwibawa dan tegas, bisa bersikap begitu hangat dan manis seperti itu terhadap Cladia.


“Aku sempat beberapa kali mendengar orang yang ada di rumah mereka menceritakan tentang trauma Cladia. Apa dia….”


“Seperti kamu, Cladia sempat mengalami trauma karena melihat sahabatnya diperkosa dan dibunuh di depan matanya. Hanya saja, ketika itu trauma Cladia lebih parah, sehingga tidak membiarkan Ad menyentuhnya. Dia tidak bisa bersentuhan fisik secara langsung dengan pria. Bahkan sampai sekarang, hanya Jeremy dan Ad yang bisa menyentuhnya.” James langsung memotong perkataan Elenora dan menjelaskan kondisi Cladia.


“Ketika awal pernikahan mereka, aku belum tahu kalau ternyata Cladia mengalami trauma yang parah, karena sebagai istri Ornado, di depanku yang jelas tahu tentang hubungan mereka, Cladia tetap menunjukkan sikap hormatnya pada Ornado sebagai suaminya. Padahal karena traumanya, dia sempat berpikir untuk bercerai dengan Ornado.” James kembali memuji sikap Cladia yang sejak awal pernikahan, memang begitu menghormati dan menjaga posisi Ornado sebagai suaminya.


Ah…. Cladia pasti sangat mencintai Ornado, sehingga dia bisa mengatasi traumanya saat bersama Ad. Sama seperti aku yang hanya bisa merasa nyaman di dekat James, tidak bisa jika itu adalah laki-laki lain.


Elenora berkata dalam hati sambil matanya mencuri pandang ke arah dalam rumah, karena cukup mengkhawatirkan kondisi Serafina di dalam sana, yang sudah cukup lama bersama kedua orangtuanya di dalam kamar.


“Kita ini beruntung, dikelilingi dengan orang-orang seperti mereka.” James berkata sambil tangannya terulur, memegang dagu Elenora dan menjauhkan wajah Elenora agar matanya tidak lagi bisa melirik ke arah dalam rumah, dengan wajah terlihat khawatir.


“Aku tidak suka kamu melakukan hal seperti itu.” James berkata pelan sambil tangan yang tadinya memegang dagu Elenora, bergerak ke arah pipi Elenora, dan mengelusnya lembut.


“Jam… es.” Dengan suara yang terdengar ragu, Elenora menyebutkan nama James yang langsung menggeleng-gelengkan kepalanya dengan sikap tegas.