
Tidak ada yang berani memberitahukan kepada James tentang rencana gadis itu, sampai salah satu teman satu kelas mereka yang tidak diundang karena memiliki hubungan yang tidak baik dengan yang berulang tahun memberitahukan kepada James, setelah dia sempat mendengar percakapan antara gadis itu dengan temannya.
Karena itu, James yang saat itu tidak ingin ada yang salah paham jika dia mengajak gadis lain, akhirnya meminta bantuan kepada Elenora untuk menemaninya datang ke pesta itu, karena James merasa hubungannya cukup dekat dengan Elenora saat itu karena kedekatan keluarga mereka.
Apalagi saat itu hanya Elenora yang ada di pikiran James yang dapat membantunya dan tidak akan salah paham.
James sadar jika dia mengajak gadis lain, bisa saja gadis itu akan menganggapnya memang sedang melakukan pendekatan karena menyukai gadis yang dia ajak ke pesta itu.
Kamu harus pastikan bisa menemaniku menghadiri pesta hari ini atau aku akan kehilangan muka dan dipermalukan.
Pesan selanjutnya dari James waktu itu sungguh membuat Elenora merasa begitu bersemangat dan ingin melakukan persiapan dengan baik.
“Serafina, bisakah kamu membantuku berdandan untuk menghadiri pesta ulang tahun seseorang?” Serafina yang sedang menyisir rambut pirangnya yang tergerai indah di depan cermin itu langsung mengenyitkan dahinya mendengar permintaan dari Elenora.
Sejak kelahiran Elenora, Serafina merasa kasih sayang kedua orangtua mereka lebih terfokus kepada Elenora, bukan lagi padanya. Belum lagi kecantika Elenora yang sejak kecil sudah terlihat mengalahkan Serafina, membuat Serafina bertambah tidak suka pada Elenora.
Hal itu menyebabkan sejak kecil, tanpa sepengetahuan kedua orangtua mereka, Serafina selalu bersikap jahat dan menghalangi Elenero untuk tampil cantik, karena merasa iri dengan kepintaran sekaligus kecantikan Elenora.
Dalam bidang pendidikan, Serafina memang tidak bisa diandalakan, meskipun dia memiliki bakat untuk tampil di depan umum dan berjalan di atas catwalk sejak masa kanak-kanaknya.
“Kamu sudah merebut kasih sayang dan perhatian papa mama, kalo kamu berani merebut satu-satunya hal yang aku bisa, kecantikan dan kemampuanku di atas catwalk, aku tidak akan memaafkanmu. Aku tidak akan segan-segan membuatmu menghilang dan menghancurkan hidupmu. Karena jika kamu berani merebut karirku, berarti kamu menghancurkan hidupku.” Itu adalah kata-kata Serafina yang seringkali diucapkan kepada Elenora secara berulang-ulang, membuat tanpa sadar perlahan-lahan pribadi Elenora menjadi gadis yang tertutup dan hidup dalam ketakutan, sekaligus bayang-bayang Serafina.
“Kenapa kamu harus berdandan? Bukankah aku sudah katakan padamu untuk selalu mengepang rambutmu dan memakai kacamata jelekmu itu agar tidak membuatku marah?” Dengan tidak perduli, Serafina berkata sambil terus menyisir rambutnya.
“Sekali ini saja ijinkan aku untuk berdandan. Hanya untuk pesta hari ini saja.” Elenora mencoba memohon karena dia sadar, dengan tampilannya sekarang ini, jika dia menemani James datang ke pesta, dia akan membuat James sebagai salah satu idola di sekolahnya selain Ornado menjadi malu.
“Memangnya pesta siapa yang akan kamu hadiri malam ini?” Serafina bertanya sambil menatap wajah Elenora melalui pantulan kaca meja rias yang ada di depannya.
“Aku tidak mengenalnya, aku hanya diminta tolong oleh seseorang untuk menemaninya hadir di pesta itu malam ini.” Sebuah tanda tanya besar langsung memenuhi benak Serafina waktu itu.
Karena selama ini yang Serafina tahu, Elenora selalu mematuhi semua perintahnya, termasuk tampil dengan dandanan culun dimanapun dia berada.
Namun kali ini, Elenora begitu bersikeras untuk tampil beda demi seseorang, membuat Serafina yakin bahwa orang itu merupakan seseorang yang cukup istimewa bagi Elenora.
Sehingga Elenora berani mengatakan keinginan itu kepada Serafina yang selama ini selalu mengancam dan membuatnya tampil sebagai gadis culun dan kampungan jika di depan orang lain.
“Sebenarnya siapa yang harus kamu temani di pesta itu? Kenapa kami ingin sekali tampil cantik saat bersamanya?” Serafina langsung bertanya tentang siapa yang akan mengajak Elenora pergi ke pesta.
Dan nama James yang disebutkan oleh Elenora sontak membuat Serafina tersentak kaget.
Bagaimana tidak? James yang merupakan salah satu idola di sekolahnya, walaupun berbeda kelas dengan Serafina, tiba-tiba saja mengajak Elenora yang masih baru memasuki bangku SMP pergi bersamanya, bukannya mengajaknya.
Sebagai gadis idola yang dikenal cantik kedua setelah Amadea, tindakan James yang lebih memilih Elenora dibandingkan dengannya, cukup membuat Serafina kecewa sekaligus marah dan merasa tidak rela.
“James yang kamu sebutkan, apakah James yang sama dengan yang sedang aku pikirkan? James Xanderson?” Serafina berusaha meyakinkan dirinya sebelum dia melaksanakan suatu ide buruk untuk Elenora yang tiba-tiba saja terlintas di benaknya.
Bagi Serafina, siapa yang akan rela membiarkan orang lain dipilih oleh James sebagai teman untuk menghadiri sebuah pesta?
Jika saja yang dipilih James adalah orang yang tidak dikenalnya, atau tidak memiliki hubungan dengannya, Serafina mungkin akan merasa lebih bak, tapi ini Elenora, adik yang dianggapnya selalu mencuri semua yang seharusnya menjadi miliknya.
Kenapa James lebih memilih mengajak Elenora dibandingkan denganku? Apa yang salah dengan James? Bagaimana bisa dia justru memilih untuk mengajak si kampungan Elenora dibandingkan denganku?
Serafina merutuk dalam hati sambil melirik dengan wajah tidak terima ke arah Elenora yang hatinya sedang berbunga-bunga sehingga tidak menyadari bagaimana Serafina saat ini sedang meliriknya dengan pandangan tidak suka.
Aku harus segera melakukan sesuatu yang bisa membuat Elenora jera untuk berusaha menampilkan kecantikannya dan bersaing denganku sebelum semuanya terlambat. Mumpung Elenora masih kecil dan belum terlalu mengerti apa-apa.
Serafina berkata dalam hati dengan matanya yang melirik tajam tetap terarah kepada Elenora.
“Baik, hanya sekali ini saja, aku akan membuatmu tampil sangat cantik, sehingga semua orang akan terpesona padamu. Tapi jangan salahkan aku kalau itu justru bisa mambahayakan dirimu sendiri. Kamu masih terlalu muda dan naif, tidak mengerti bahwa kecantikan juga bisa mendatangkan bencana.” Serafina berkata sambil bangkit dari duduknya di depan meja rias.
“Terimakasih Serafina. Kalau begitu, aku akan menyiapkan gaun hadiah ulang tahunku dari mama yang belum pernah aku pakai sekalipun untuk datang ke pesta malam ini.” Dengan penuh semangat Elenora berkata, untuk kemudian dia melangkah pergi, keluar dari kamar Serafina.
“Hist…” Serafina sendiri langsung mendengus kesal dengan bibir mendesis begitu Elenora sudah pergi dari kamarnya.
Dan malam itu Elenora sendiri hampir tidak percaya dengan tampilan wajahnya yang terpantul di depan cermin.
Wajah Elenora terlihat sangat cantik, dengan matanya yang indah terlihat begitu bahagia, membuatnya terlihat semakin cantik.
Rambut Elenora yang panjang mencapai pinggangnya tergerai sebagian dan sebagian lagi terikat rapi di bagian atasnya, setelah sebagian rambutnya di bagian kanan dan di kiri dikepang dan disatukan di tengah.
Di bagian belakang kepalanya, dimana rambutnya yang dikepang kanan kiri, lalu diikat menjadi satu, dihiasi oleh jepit yang dihiasi batu permata berwarna-warni yang saat terkena sinar menimbulkan bias warna yang telihat begitu indah dan berkilau.