
Elenora sengaja tidak memberitahukan kepada James bahwa dia sudah pindah, karena seperti kata Ornado dan beberapa info yang dia dapat, apartemen yang akan dia tempati sekarang, berada di wilayah dengan keamanan lingkungan yang rendah.
Banyak kasus kejahatan yang terjadi di sana, terutama perampokan dan pencurian.
Sebenarnya Elenora ingin mencari tempat lain, tapi untuk sebulan ini dia harus tetap berada di sana karena sudah terlanjur membayarnya, dan juga, dia harus menghemat uangnya agar bisa menemukan apartemen yang lebih bagus tanpa harus merepotkan orang lain, termasuk orangtuanya.
"Tidak apa-apa, aku akan mengantarmu ke sana, setelah itu baru mengantarmu pulang." James berkata sambil melambaikan tangan ke arah Fred yang memang sengaja menemuinya karena seseorang menyampaikan pesan bahwa James sedang mencarinya.
"Eh... tidak perlu repot-repot Pak James. Anda sendiri pasti butuh segera istirahat karena lelah." Elenora berkata dengan bahasa formal, karena mereka sudah sampai di depan meja front office.
"Selamat sore Pak James." Fred langsung menyapa James.
Begitu Fred berada di depan James, Elenora segera pergi meninggalkan mereka untuk mengambil barang-barang bawaannya yang tadi dia titipkan di kantor front office.
"Sore Fred, apa semuanya berjalan dengan baik?"
"Sepertinya semua sudah berjalan normal, untuk hacker yang berhasil kita tangkap di kota X, Pak Ornado berpesan agar kepolisian setempat memindahkannya ke penjara di kota ini. Sepulang Pak Ornado dari berlibur, dia ingin menemui sendiri hacker tesebut." Perkataan Fred ditanggapi dengan sebuah anggukan kepala oleh James.
"Semoga mereka hanya berindak secara individu yang sedang mencari keuntungan dengan mencoba mencuri data perusahaan dan menjualnya. Aku harap tidak ada orang lain di balik mereka, atau Ad akan menghancurkannya tanpa bekas, apalagi jika ternyata itu dilakukan oleh pesaing bisnisnya." James berkata pelan sambil melirik ke arah Elenora yang sudah kembali berjalan ke arahnya dengan menarik kopernya.
"Benar Pak James. Pak Ornado selalu menghargai kerja keras orang lain, termasuk para pesaing bisnisnya. Tapi kalau di belakangnya mereka berani berbuat curang, pak Ornado tidak segan-segan akan memberi pelajaran dan menghajar mereka tanpa ampun." Fred mendukung perkataan James sambil tersenyum.
"Fred! Tolong siapkan mobilku sekarang, aku akan segera pulang." James berkata sambil melemparkan kunci mobilnya ke arah Fred yang dengan sigap langsung menangkapnya.
"Baik Pak James." Begitu menerima kunci itu, Fred langsung pergi dengan setengah berlari.
"Pak James, lebih baik saya naik taksi saja, sehingga Anda bisa langsung pulang, karena tujuan kita juga berlawanan arah. Dan saya sudah memesan taksi." Elenora masih saja berusaha mencegah James untuk mengantarnya.
"Kamu ini...." James terpaksa menghentikan kata-katanya karena tiba-tiba saja handphonenya berdering.
Begitu melihat nama Ornado tertera di layar handphonenya, James segera menggeser tanda menerima panggilan.
"Hallo Ad." Tanpa sadar, sambil menerima panggilan telepon dari Ornado, James sedikit menggerakkan tubuhnya ke samping, sehingga tidak melihat kalau Elenora dengan sedikit bergegas langsung berjalan menuju pintu keluar gedung perkantoran Bumi Asia, meninggalkan James.
Dengan sikap tidak tenang, Elenora melihat jam yang tertera di layar handphonenya.
Menunggu dengan harap-harap cemas, berharap agar taksi yang dipesannya segera datang menjemputnya, sebelum James sadar dia sengaja menghindar untuk diantar pulang oleh James.
James sendiri, tanpa sepengetahuan Elenora, dari sudut matanya yang tidak mau melepaskan sosok Elenora dari jangkauan matanya, melihat bahwa gadis itu berusaha menghindarinya, dengan pergi diam-diam tanpa menunggunya selesai berbicara dengan Ornado.
"Hallo James, aku ingin tahu perkembangan tentang server kita. Apa hasilnya bagus? Elenora berhasil memperkuat sistem keamanan data kita? Dan...."
"Ad, maaf sekali. Ada sesuatu yang penting yang harus aku lakukan dan tidak bisa ditunda." James memotong perkataan Ornado dengan suara terdengar sedikit panik, membuat Ornado mengernyitkan dahinya.
"Maaf Ad, nanti setelah urusanku selesai, aku janji aku akan segera update tentang hal itu padamu...." James berkata sambil berjalan menyusul Elenora yang baru saja membuka pintu taksi bagian penumpang dan berencana untuk segera masuk ke dalam taksi yang sudah menjemputnya.
"James..."
"Maaf Ad." Tanpa memberikan penjelasan pada Ornado, James segera menutup panggilan teleponnya.
James berusa menyusul Elenora yang ternyata sudah masuk ke dalam taksi, bahkan taksi itu sudah mulai bergerak menjauhi halaman gedung perkantoran Bumi Asia.
Hah... untunglah dia tidak mengejar taksi ini.
Elenora yang menoleh ke belakang, berkata dalam hati dengan nada lega begitu melihat bahwa James hanya berdiri di depan gedung kantor tanpa berusaha menghalanginya untuk pergi.
"Haist... Ele.. kenapa kamu suka sekali meninggalkanku tanpa pesan apapun." James bergumam pelan sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.
Kali ini aku ingin tahu, sebenarnya apa yang membuatmu pergi dengan diam-diam seperti itu.
James berkata dalam hati sambil menatap ke arah mobilnya yang dikendarai oleh Fred, melaju dengan lambat, dan berhenti tepat di depannya.
"Silahkan Pak James." Fred yang keluar dari kursi pengemudi segera turun sambil tangannya membuka pintu mobil lebar-lebar untuk James.
"Terimakasih Fred." James berkata sambil masuk ke dalam mobil.
Dengan tangan kirinya yang memegang setir, tangan kanan James bergerak melakukan panggilan terhadap seseorang di bagian IT.
"Selamat sore Pak James." Dari seberang sana langsung terdengar suara sapaan salah satu pegawai di bagian IT, yang merupakan supervisor yang sedang bertanggung jawab saat ini.
"Selamat sore. Aku akan mengirimkan nomer handphone seseorang, dan segera kirimkan lokasi dimana dia berada saat ini beserta dengan pergerakannya." James berkata sambil menuliskan deretan angka yang merupakan nomer handphone Elenora kepada orang yang sedang dihubunginya saat ini.
"Baik Pak James."
"Terimakasih." Begitu James mengakhiri panggilan teleponnya, dia segera meletakkan handphonenya di car holder phone yang terpasang di mobilnya.
(Car holder ini memiliki fungsi sebagai tempat untuk meletakkan smartphone ketika berkendara. Ini akan memudahkan seseorang untuk mengoperasikan atau melihat smartphone, misalnya saat menggunakan aplikasi GPS. Car holder untuk mobil ini dapat ditaruh di air vent AC mobil. Memiliki sistem penguncian yang kuat, sehingga tidak perlu cemas car holder ini akan terlepas ketika mobil berguncang. Terbuat dari material yang berkualitas menjadikan car holder ini dapat melindungi smartphone secara sempurna ketika digantung. Material pembuatannya yaitu aluminium alloy, ABS plastik, dan silikon).
# # # # # # #
James yang sudah berhasil menyusul taksi yang ditumpangi oleh Elenora langsung mengernyitkan dahinya begitu melihat kalau tempat yang dituju Elenora ternyata bukanlah arah ke rumah Ornado.
Belum lagi tempat itu merupakan salah satu pemukiman ramai yang terkenal dengan lingkungan yang keamanannya kurang baik, karena banyaknya kasus kejahatan yang terjadi di daerah itu.