My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PIKIRAN JAMES YANG SEMAKIN KACAU



“Ah, sudahlah, kenapa saat ini aku jadi merasa seperti guru BK yang melakukan konseling pada anak-anak nakal yang ketahuan melanggar tata tertib sekolah? Kalian berdua sebaiknya ikut aku sekarang untuk menyambut Alvero. Aku tidak mau terlambat dan membiarkannya datang tanpa ada yang menyambutnya.” Akhirnya Ornado berkata sambil membalikkan tubuhnya, merengkuh tubuh Cladia dalam pelukannya, dan mengajaknya keluar dari kamar James, setelah sebelumnya menyempatkan diri mencium mesra puncak kepala istrinya itu.


(Konselor pendidikan semula disebut sebagai Guru Bimbingan Penyuluhan (Guru BP). Seiring dengan waktu istilah penyuluhan menjadi konseling. Ada yang meyakini bahwa istilah Bimbingan Penyuluhan sudah jadul alias ketinggalan jaman. Karena itu nama kerennya sekarang adalah Bimbingan Konseling. Tapi karena lingkungan kerjanya bersama para guru, maka disebut Guru Bimbingan Konseling. Untuk menyesuaikan kedudukannya dengan guru lain, kemudian disebut pula sebagai Guru Pembimbing.


Guru BK adalah upaya dalam memberikan pelayanan bantuan kepada anak agar mampu mandiri dan berkembang secara optimal. Agar anak dapat memilih, mempersiapkan diri, memegang tangggung jawab dan mendapatkan hal yang berharga dari keputusan y.ang diambilnya. Terkadang mereka juga melakukan bimbingan terhadap anak-anak yang memiliki masalah hubungan sosial di lingkungan sekolah atau anak-anak yang seringkali melakukan pelanggaran terhadap tata tertib sekolah).


Begitu berjalan tiga langkah namun Ornado tidak mendengar suara langkah kaki lain mengikutinya, Ornado segera menoleh ke belakang.


Hampir saja Ornado tidak bisa menahan senyum gelinya begitu melihat bagaimana James dan Elenora saling menundukkan kepalanya dengan sikap canggung, dan tidak segera mengikutinya untuk pergi ke tempat dimana mereka semua akan menyambut kedatangan Alvero dan timnya.


“Wah, kalian sedang berkumpul di sini?” Suara merdu dari Laurel yang tiba-tiba saja ikut masuk ke dalam kamar James, dengan Dave berada di sampingnya langsung membuat Ornado menggerakkan kembali kepalanya ke arah ointu keluar kamar James, menatap ke arah depan.


Sedang Elenora yang masijh dalam posisi duduk, sednag James berdiri tepat di depannya jadi ikut menoleh ke arah asal suara.


“Apa kami mengganggu kalian? Maaf, tapi begitu kami sampai di tempat acara penyambutan, pihak resort langsung mengatakan kepada kami tentang keberadaan kalian yang belum juga muncul di sana. Karena itu kami mencoba mencari kalian. Dan ternyata kalian sedang berkumpul di tempat ini.” Laurel langsung meminta maaf begitu melihat suasana terlihat sedikit tegang barusan, merasa tidak enak karena sudah mengganggu mereka berempat.


“Ah, tidak Laurel, justru terimakasih sudah mengingatkan kami untuk segera kesana agar tidak terlambat.” Ornado langsung menanggapi perkataan Laurel sambil berjalan kembali, dan ketika berpapasan dengan Laurel, Ornado sengan sengaja memperlambat langkah kakinya dan berbisik pelan kepada Laurel.


“Sepertinya kamu harus memberi pelajaran tentang cinta kepada James secara khusus. Dia benar-benar payah masalah itu. Jika begitu terus, bisa-bisa Elenora melarikan diri darinya seperti apa yang pernah kamu lakukan pada Dave 7 tahun lalu.” Bisikan Ornado membuat Laurel melotot, tapi beberapa detik kemudian, Laurel tersenyum kecil.


“Oke, aku serahkan padamu dua orang itu. Aku dan Cladia akan pergi ke tempat penyambutan lebih dahulu. Pastikan kamu mengajak Elenora ke tempat penyambutan, karena bagaimanapun, dia adalah calon istri James.” Ornado berkata dengan mata menatap ke arah Laurel yang menganggukkan kepalanya, sambil tangan Ornado menepuk pelan bahu Dave yang membalasnya dengan sebuah senyuman.


“James, Elenora… mau sampai kapan kalian berdua saling berpandangan dan mematung seperti itu?” Pertanyaan dari Laurel sukses membuat wajah Elenora memerah dan langsung bangkit dari duduknya.


Sedang James sendiri langsung berdehem pelan dan berjalan dengan langkah pelan ke arah Laurel sambil memegang tengkuknya dengan sikap serba salah.


Elenora sendiri masih berdiam diri di tempatnya selama beberapa saat, sebelum akhirnya mengikuti langkah James ke arah Laurel dengan sikap ragu.


“Apa kamu tadi sedang mengajak Elenora berkencan? Atau bahkan sedang melamarnya? Kenapa sikap kalian berdua sama-sama kikuk dan muka kalian memerah?” Laurel langsung bertanya dengan suara pelan, dengan nada dan wajah menggoda, begitu James berada di dekatnya, membuat wajah James semakin memerah karena malu.


“Berarti ada kemungkinan hubungan itu meningkat menjadi sepasang kekasih kan? Lalu? Kenapa suasana tadi terasa begitu dingin ketika aku masuk? Atau jangan-jangan kamu ketahuan Ornado sedang bermesraan dengan Elenora ya?” Mata James langsung terbeliak mendengar olok-olok Laurel.


Bermesraan? Andaikata saja itu benar. Tapi mana mungkin? Sedangkan dia melihatku saja selalu terlihat gugup dan terlihat tidak nyaman. Bagaimana mungkin aku memiliki kesempatan untuk bersikap mesra padanya?


Tanpa sadar James berkata dalam hati dengan nada kecewa, membuatnya sedikit terkejut dengan dirinya sendiri setelah itu, karena tanpa sadar perkataannya barusan justru menunjukkan bahwa dia ingin yang dikatakan oleh Laurel benar-benar terjadi.


Sial, kenapa aku jadi berpikiran mesum dan berharap itu benar-benar terjadi antara aku dan Elenora? Sepertinya aku bisa benar-benar gila karena sepanjang hari ini pikiranku menjadi kacau karena Elenora. Kenapa gadis itu bisa membuatku menjadi seperti orang bodoh?


James langsung memaki dirinya sendiri sambil menghembuskan nafas kesal, dan tanpa sadar memegang dadanya yang sedikit berdebar hanya karena membayangkan jika kata-kata Laurel tadi adalah sebuah kenyataan.


Perkataan Laurel membuat James mengingat kembali bau harum tubuh Elenora dan getaran hebat yang terjadi pada dadanya tadi pagi ketika dia berusaha membantu Elenora untuk memakai sabuk pengamannya saat menjemput Elenora tadi pagi.


“Mo cuisle….” Dave yang berdiri di samping Laurel langsung mengingatkannya untuk tidak meneruskan godaannya kepada James karena sosok Elenora yang sudah semakin dekat ke arah mereka.


“Elenora, ayo kita pergi ke tempat penyambutan sekarang.” Laurel berkata sambil menggamit lengan Elenora, tidak membiarkan Elenora mencari alasan untuk menolak ajakannya untuk ikut menemui Alvero.


“Ayo kita bertemu yang mulia Alvero Adalvino dan permaisurinya yang terkenal cantik itu. Aku juga merasa begitu penasaran dengan raja Gracetian yang terkenal tampan itu. Upst!” Laurel langsung menutup bibirnya dan memandang ke arah Dave yang langsung melotot mendengar dia menyebutkan tentang ketampanan Alvero.


“Maaf Tuan Shaw, hanya pujian kecil, kamu tetap satu-satunya laki-laki paling tampan bagiku.” Mendengar perkataan Laurel yang diucapkan dengan nada manja kepada Dave, baik James maupun Elenora langsung tersenyum geli.


Apalagi Laurel mengatakannya sambil tangannya yang awalnya menggamit lengan Elenora langsung dia lepaskan, untuk kemudian dia langsung memeluk lengan Dave dengan mesra dan mendekapnya dengan begitu erat, yang langsung membuat pelototan Dave menghilang entah kemana.