
Sikap gugup sekaligus kaget Elenora karena perkataan dan tindakan James barusan, membuat James menahan senyum gelinya. Ada sesuatu yen tiba-tiba menggelitik hatinya, membuat ada rasa hangat yang mengalir dalam dadanya melihat wajah Elenora yang bagi James terlihat begitu menggemaskan saat ini.
Ah, ternyata bisa menggoda Elenora menjadi hal yang begitu menyenangkan untuk dinikmati. Sungguh wajah kaget dan gugupnya membuatnya terlihat semakin menarik.
James berkata dalam hati dengan senyum tersungging di bibir James yang rasanya merasa begitu bahagia setiap kali berhasil menggoda Elenora, membuat wajah gadis itu memerah dengan sikap salah tingkah.
Dan sepertinya itu akan menjadi hobi baru yang menyenangkan buat James, dan tanpa sadar membuat hati James dipenuhi dengan sesuatu yang membaut dadanya penuh oleh rasa bahagia.
Sikap James membuat Elenora terdiam sambil menelan ludahnya, begitu tidak menyangka kalau James yang beberapa tahun ini bersikap acuh tak acuh dan terlihat selalu emosi jika di dekatnya bisa bersikap sebaik dan selembut ini padanya.
"Makanlah sebelum aku mengambilnya kembali." Tiba-tiba saja James berkata sambil meraih tangan kiri Elenora dengan tangan kirinya, lalu meletakkan garpu yang ada di tangan kanannya ke dalam genggaman tangan kiri Elenora, yang tanpa bisa dia kendalikan, tangannya terlihat bergetar dan basah karena tidak menyangka James akan melakukan hal yang begitu menunjukkan keperduliannya.
"Ter... terimakasih...." Elenora mengucapkan terimakasihnya dengan gugup, sambil sedikit menarik tangan kirinya menjauh dari pegangan tangan James sebelum laki-laki itu emnyadari bahwa tindakannya sudah membuatnya seperti seorang wanita berusia tua yang menderita tremor, meskipun kali ini termor yang dialami Elenora terjadi karena getaran hebat dalam dadanya karena sentuhan fisik James kepadanya.
(Tremor adalah gerakan gemetar tidak terkendali yang terjadi secara berulang, tanpa disadari, dan terjadi di satu atau beberapa bagian tubuh. Tremor paling sering terlihat dan terjadi di tangan. Namun, gerakan gemetar ini juga bisa terjadi di bagian tubuh yang lain, seperti kaki atau kepala. Selain penyakit Parkinson, tremor juga bisa berbahaya dan menjadi tanda dari kadar gula darah rendah, stroke, kerusakan sistem saraf tepi, serta tumor otak. Muncul gemetar juga bisa terjadi akibat keracunan zat tertentu, seperti merkuri atau karbon monoksida).
Beberapa saat Elenora dan James saling berdiam diri sambil menikmati makan siang mereka.
Elenora berusaha bersikap tenang sebisa mungkin, dan menelan makanan yang sebenarnya, baginya terasa enak.
Tapi karena tidak ingin terus dalam sikap salah tingkah, karena meskipun tanpa kata-kata, James berkali-kali melirik ke arahnya, dan sesekali tersenyum tanpa alasan yang jelas, membuat Elenora ingin segera menghabiskan makanan yang ada di piringnya.
Untuk mempercepat waktu makannya, Elenora menyendok dengan cepat makanan yang ada di piringnya, yang sebagian asal ditelannya agar cepat selesai, tanpa memperdulikan lagi rasa dari makanan itu.
"Wah... ternyata kamu benar-benar kelaparan ya. Cepat sekali makanmu. Orang yang melihatmu pasti berpikir kalau kamu sudah berhari-hari tidak makan. Atau kamu memang ingin segera menambah berat badanmu?" James berkata sambil tersenyum geli, sedang Elenora segera mengambil tissue dan membersihkan bibirnya tanpa berani menjawab perkataan dari James.
James sendiri memilih dengan santai dan tenang menikmati makan siangnya, membuat Elenora semakin salah tingkah karena harus menunggu James menghabiskan makanannya.
Belum lagi, beberapa kali James sengaja makan sambil melirik dan tersenyum geli ke arah Elenora yang tampak bingung memikirkan kira-kira apa yang bisa dia lakukan sambil menunggu James selesai, sedangkan karena terburu-buru tadi, dia sudah memakan cukup banyak makanan dan perutnya sudah benar-benar kenyang.
"Hufft..." Setelah melihat James menyelesaikan makanannya, tanpa sadar Elenora bergumam pelan sambil menghela nafas lega.
Suasana hening, perut kenyang, dan suasana nyaman dalam pesawat jet pribadi milik Ornado, akhirnya membuat rasa kantuk mau tidak mau menyerang Elenora, apalagi keberadaan Serafina semalam membuatnya mengalami sedikit kesulitan untuk tidur dengan nyenyak.
James yang awalnya sibuk dengan laptop yang dia tumpangkan ke atas kakinya yang saling bersilang merasa sedikit kaget begitu merasakan ada sesuatu yang bersandar di bahu kanannya, dengan perlahan namun semakin lama semakin terasa.
Begitu menoleh, James langsung tersenyum melihat bagaimana tanpa sadar Elenora yang tertidur menyandarkan kepalanya ke bahu James.
Melihat Elenora yang tanpa sadar tertidur dan bersandar padanya, James segera memencet tombol untuk memanggil awak kabin kembali untuk membawakan selimut untuk Elenora.
Saat awak kabin kembali untuk memberikan selimut yang diminta James, awak kabin itu berencana membantu membetulkan kursi Elenora agar bagian sandarannya bisa dibuat lurus ke belakang, agar Elenora bisa tidur dengan lebih nyaman.
Tapi dengan gerakan cepat, James segera memberi kode untuk mencegah awak kabin itu melaksanakan niatnya, dan tetap membiarkan kepala Elenora bersandar pada bahu James.
Setelah itu, James memberikan tanda kepada awak kabin untuk menarik bagian bawah kursi yang diduduki Elenora agar kaki Elenora bisa lurus, sejajar dengan pahanya.
Begitu awak kapal itu kembali ke tempatnya, dengan perlahan-lahan, James mengambil majalah yang ada di atas paha Elenora, dan mulai menyelimuti tubuh Elenora, mulai dari bahu sampai kakinya.
Setelah menutup tubuh Elenora dengan selimut, James yang melirik ke arah wajah Elenora sedikit menarik nafas panjang, karena melihat bagaimana kacamata Elenora yang terlihat melorot.
Akhirnya dengan gerakan pelan, James melepaskan kacamata Elenora, lalu meletakkannya di atas meja dengan hati-hati, berusaha agar Elenora tidak terbangun dari tidurnya.
Ah… sungguh cantik… Penampilanmu tanpa kacamata terlihat sungguh sangat cantik. Ele... apa yang sebenarnya membuatmu menghilang dariku dengan tiba-tiba waktu itu? Kenapa kamu tidak pernah memberitahukan hal itu padaku?
James berkata dalam hati sambil mendesah, dengan mata yang masih menikmati suguhan wajah cantik di sampingnya yang sedang tertidur, sedang dadanya bergedup dengan kencang di dalam sana, membuat otot-otot pada tubuhnya menegang.
Dan posisi kaki yang lurus dengan kacamata yang sudah lepas dari wajahnya, tanpa sadar Elenora yang terlihat nyaman justru menggerakkan tubuhnya ke arah James, membuat jarak antara James dan Elenora semakin terkikis, bahkan boleh dibilang saat ini sebagian tubuh mereka saling menempel.
Bahkan, tiba-tiba kepala Elenora bergerak dengan gerakan pelan, semakin mendekatkan kepalanya ke arah ceruk leher James, dan berdiam diri di sana dengan kondisi kepala sedikit mendongak, dan ujung hidung Elenora hanya berjarak beberapa centi dari leher James, sehingga James bisa merasakan hembusan pelan nafas Elenora yang terasa hangat menerpa kulit leher James.