
"Apa yang harus aku lakukan agar kamu tidak pergi dariku Ele?" James berbisik pelan, berharap Elenora bisa mendengarkan apa yang dia katakan barusan, meskipun James tahu itu tidak mungkin terjadi.
Tidak! Kali ini, aku tidak akan lagi berdiam diri dan membiarkan Ele pergi dariku. Aku akan mendapatkan Ele kembali, bagaimanapun caranya. Dan siapapun yang mencoba menjauhkan Ele dariku, aku tidak akan pernah membiarkannya.
Tiba-tiba James berteriak dalam hati, dan kembali meraih handphonenya.
"Hallo James. Bagaimana kabar disan...."
"Ad! Aku akan pulang sekarang." James langsung memotong kata-kata Ornado tanpa menjawab salamnya sama sekali.
"Hei! Kenapa denganmu James? Bukannya jadwal kepulanganmu adalah besok? Nanti malam Fred akan terbang ke kota B untuk menggantikanmu..."
"Tidak bisa Ad! Aku harus pulang sekarang." James kembali memotong perkataan Ornado, sambil mulai mengendarai mobilnya untuk keluar dari area parkir.
"Terserah padamu kalau kamu tetap bersikeras. Tapi sebenarnya ada apa denganmu?" Ornado berkata sambil memberi tanda pada Fred agar menghentikan langkahnya untuk mendekat ke arahnya dan tidak menimbulkan suara yang bisa didengar oleh James.
"Ada sesuatu yang penting yang harus aku selesaikan. Aku tidak bisa menceritakan sekarang padamu. Lebih baik kamu meminta Fred memajukan jadwal penerbangannya ke kota ini, karena sekarang juga aku akan ke bandara untuk mengurus tiket pulangku." James berkata sambil menggerakkan tangannya untuk memutar setir mobil yang sedang dikendarainya, yang mulai keluar dari area parkir menuju jalan besar.
"Eh, James, apa..."
"Aku harus pergi sekarang." Tanpa memperdulikan perkataan Ornado, James langsung memutus panggilan teleponnya, sama dengan yang dilakukannya pada Audrey.
Setelah itu, tanpa berpikir lebih panjang, James langsung memacu mobil yang dikendarainya dengan kecepatan tinggi.
"Ist! Dasar si James ini!" Ornado mengomel pelan sambil meletakkan handphonenya di hadapannya.
"Fred, percepat keberangkatanmu ke kota B, karena James akan pulang sekarang juga." Cladia yang duduk di samping Ornado, langsung menoleh untuk mendengarkan pembicaraan antara suaminya dengan Fred.
"Baik Pak, saya sudah menyiapkan semuanya untuk berangkat ke sana." Fred langsung mengiyakan perintah dari Ornado.
"Bagus, semoga semuanya berjalan dengan lancar." Ornado berkata sambil bangkit dari duduknya.
"Fred, urusan di tempat ini selanjutnya untuk sementara waktu aku serahkan padamu. Ayo amore mio, kitapun harus segera bersiap untuk menghadiri pesta penting. Jangan sampai kita terlambat." Ornado berkata sambil mengulurkan tangannya ke arah Cladia yang langsung menyambutnya dengan sebuah senyuman hangat.
Dan begitu Cladia berdiri, dengan mesra Ornado langsung mengalungkan lengannya ke bahu Cladia, memeluknya dengan hangat sambil berjalan meninggalkan kantornya.
# # # # # # #
"Matilda!" Mendengar suara panggilan dari James yang terdengar keras, Matilda dengan tergopoh-gopoh langsung bergegas mendekat ke arah James.
"Ya Tuan?"
"Apa tadi Nona Elenora sempat pulang ke rumah?" James bertanya sambil berjalan ke arah kamar yang biasa ditempati oleh Elenora, diikuti oleh Matilda di belakangnya.
"Tidak Tuan. Sepanjang hari ini Nona Elenora tidak mampir ke rumah." Matilda segera menjawab pertanyaan dari James yang penampilannya terlihat begitu kusut, tidak seperti biasanya yang selalu tampil rapi dan terlihat begitu tampan.
"Tuan apa ada yang bisa saya bantu?" Akhirnya Matilda menawarkan diri jika ada yang bisa dibantunya.
"Tolong siapkan pakaianku dan tata ke dalam koper yang ada, karena aku kembali dari kota B dengan meninggalkan koperku di sana. Besok aku harus terbang ke Italia untuk menyusul istriku. Mungkin aku akan tinggal di sana beberapa hari." Perkataan James membuat Matilda sedikit membulatkan matanya karena terkejut, dan mulai bisa sedikit menebak kenapa wajah James terlihat begitu kusut saat ini.
"Baik Tuan." Matilda berkata sambil melangkah mundur, setelah dilihatnya James masuk ke dalam kamar Elenora dan menutup kembali pintu kamar itu.
"Hah!" James bergumam sambil menghela nafasnya.
Mata James memandang nanar ke arah tempat tidur Elenora yang terlihat masih rapi, menunjukkan bahwa Elenora memang belum masuk ke kamarnya dan menyentuh tempat tidur itu.
Dengan langkah gontai, James berjalan mendekat ke arah tempat tidur itu dan memandang ke arah nakas di samping tempat tidur, dimana ada foto Elenora dengan pakaian yang diberikan Cladia, dan juga topi yang dibelikan James padanya sedang berdiri di tepi pantai bersama nyonya Alaya, Cladia, dan Laurel sedang berdiri di dekat pantai.
"Ti amo mia Ele." (Aku mencintaimu Ele ku) James berbisik lirih dan segera mendongakkan kepalanya untuk mencegah dirinya kembali terbawa emosi dan kembali menangisi kepergian Elenora.
Beberapa lama kemudian, James berjalan ke arah walk in closet yang ada di kamar Elenora itu.
Dengan gerakan pelan dan ragu, berharap bahwa Elenora hanya pergi untuk sementara waktu saja ke Italia, James membuka pintu lemari pakaian Elenora sambil memejamkan matanya.
Semoga masih ada barang-barang Ele di dalam sini.
James berkata dalam hati sambil dengan perlahan-lahan memberanikan diri untuk melihat ke dalam isi lemari Elenora.
Begitu melihat banyaknya pakaian Elenora yang masih ada di dalam lemari itu, tanpa sadar sebuah senyum lega tersungging di bibir James, sedikit yakin bahwa Elenora bukannya berniat pergi untuk selamanya dari hidupnya.
"Apa yang terjadi padamu? Kenapa kamu pergi ke Italia tanpa mengucapkan apapun padaku?" James berbisik pelan.
Mau tidak mau, meskipun merasa senang karena melihat banyaknya pakaian yang ditinggalkan Elenora, namun itu bukanlah jaminan bahwa Elenora akan kembali ke tempat ini, membuat rasa takut kembali meliputi hati James.
Dengan pikiran yang masih menduga-duga dan mempertanyakan kepergian Elenora yang tiba-tiba dan tanpa pesan, mata James memandang ke arah sebuah koper yang tergeletak di bagian bawah lemari paling ujung.
Rasa penasaran langsung memenuhi pikiran James dan membuat dia membungkukkan tubuhnya, salah satu tangannya meraih koper itu dan berlutut dengan satu kakinya, berusaha membuka koper itu, untuk mengetahui isinya.
Tanpa perlu menunggu lama, karena memang Elenora tidak mengunci koper itu, James bisa dengan mudah membuka koper itu.
Dan begitu melihat isi dari koper itu, tangan James bergerak cepat meraih sebuah jas dari dalam sana.
"Sebuah jas? Milik siapa ini? Kenapa Elenora sepertinya sengaja menyimpan dan membawanya kemana-mana?" James bertanya dengan suara pelan.
Sebuah pertanyaan yang dia tujukan pada dirinya sendiri, sambil memegang jas itu dengan kedua tangannya dan membentangkan jas itu di hadapannya, membolak balikkannya, mencoba mengamati jas itu dengan seksama.
Untuk beberapa saat James melakukan hal itu, sampai ingatan tentang kejadian malam itu kembali muncul di pikirannya.
"Jas ini...." James berbisik pelan tanpa bisa menutupi ekspresi wajahnya yang tampak begitu terkejut begitu dia mengingat dengan jelas tentang jas yang sedang dipegangnya itu.