My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PERDEBATAN ORNADO DAN JAMES



Tanpa mengatakan apapun, Ornado yang datang ke kamar James bersama Cladia, langsung berjalan masuk ke dalam kamar James, yang bahkan belum sempat mengatakan apapun kepada Ornado.


Dan pandangan mata Ornado yang menatap sosok Elenora yang sedang duduk dan terlihat sibuk dengan lembaran berkas di depannya, langsung mengernyitkan dahinya.


“James, apa yang sedang dilakukan oleh Elenora di sini dengan tumpukan kertas-kertas itu?” Ornado berkata sambil mendekat ke arah Elenora yang masih sibuk dengan berkas-berkas di depannya.


Cladia yang berjalan di samping Ornado jadi ikut memperhatikan apa yang sedang dikerjakan oleh Elenora, begitu mendengar pertanyaan suaminya kepada James.


“Eh, dia sedang menyiapkan berkas untuk persiapan meeting yang harus aku hadiri secara online dua hari lagi.” James menjawab pertanyaan Ornado sambil mengikuti arah pandangan mata Ornado yang menatapi tumpukan berkas di depan Elenora.


Cih, sebenarnya apa yang sedang direncanakan oleh James pada Elenora? Bersikap tidak perduli dan tidak mau mengakui perasaannya, tapi di sisi lain berusaha untuk selalu berada di dekat Elenora. Menyiapkan meeting? Bercanda! Itu pasti hanya sekedar alasan James untuk menahan Elenora agar tetap di dekatnya. Apa karena keberadaan Alex yang ada di tempat ini juga? Tindakan James ini sungguh menggelikan jika yang aku pikirkan memang benar terjadi.


Ornado berkata sambil melirik ke arah James yang langsung berpura-pura serius, memandang ke arah Elenora.


Kasihan sekali Elenora harus bisa menahan dirinya dari sikap James yang seenaknya sendiri. Kalau hal seperti ini diteruskan, bisa-bisa James akan menyesal di kemudian hari jika Elenora merasa tidak lagi sabar dan memutuskan untuk menghilang dari kehidupan James seperti waktu itu.


Ornado kembali berkata dalam hati sambil menghela nafasnya tanpa disadari oleh yang lain.


“Elenora, meeting baru akan diadakan dua hari lagi. Masih banyak waktu untuk menyiapkan itu. Lagipula kamu sudah mempersiapkannya sejak kemarin kan. Apa sedari tadi James tidak memberimu kesempatan untuk beristirahat dan terus menahanmu di sini?” Tanpa meminta persetujuan James, Ornado langsung menarik berkas yang ada di tangan Elenora dan meletakkannya di atas berkas lainnya, menunjukkan bahwa dia ingin Elenora menghentikan kesibukannya.


“Ad, aku mengajaknya ke sini memang untuk membantuku sebagai sekretaris pribadiku.” James berusaha membela dirinya, tidak mau disalahkan karena sudah meminta Elenora bekerja meskipun sebenarnya itu bsia dilakukan besok.


“Benar, kesepakatan awal dia diajak sebagai sekretarismu, untuk membantumu menyiapkan beberapa meetingmu yang tidak bisa ditunda selama menemani Alvero untuk berlibur. Namun, meeting pertama baru akan diadakan dua hari lagi. Di samping itu, aku setuju kamu mengajaknya juga sebagai teman yang kita kenal sejak kecil, dan kedekatan keluarga kita dengan keluarga Elenora. Biarkan dia menikmati juga liburannya. Aku yakin Elenora pasti bisa membagi waktunya antara berlibur dan bekerja…”


“Tidak apa-apa Ad. Aku memang menyiapkan diri ikut ke tempat ini sebagai asisten pribadi James, bukan untuk ikut berlibur bersama kalian. Statusku saat ini bukan sebagai teman, tapi karyawan dari perusahaan Bumi Asia tempatku bekerja.” Elenora segera menjawab perkataan Ornado dengan sikap tidak tenang, karena tidak ingin Ornado menyalahkan James karena sudah menyuruhnya bekerja.


“Dan aku di sini sebagai teman dan juga bosmu yang bisa mengajak kamu berlibur tanpa ada orang lain yang perlu mempertanyakannya.” Jawaban dengan nada dingin dan tegas oleh Ornado menyebabkan Elenora dan James saling sama-sama terdiam, dan saling melirik.


“Ayolah, kalian berdua segera bersiap. Kita harus ke tempat dimana kita harus menyambut kedatangan Alvero dan keluarganya.” Ornado berkata sambil menatap ke arah Elenora.


“Eh, Ad. Aku tidak mengenal raja Gracetian itu. Bahkan belum pernah bertemu dengannya sekalipun. lebih baik aku kembali ke kamarku, daripada nanti aku merasa canggung.” Dengan buru-buru Elenora meminta kepada Ornado agar diijinkan untuk tidak ikut menghadiri acara penyambutan Alvero bersama yang lain.


Hah, gadis ini… James memang sudah keterlaluan, membuat rasa percaya diri Elenora sebagai calon istrinya tidak ada sama sekali. Padahal dengan gadis lain James tidak pernah bersikap sekeras ini, meskipun dia tidak merasa tidak cocok. Dasar James… mau sampai kapan menutupi perasaan cintanya pada Elenora dengan berpura-pura bersikap kejam padanya.


“Tidak masalah kamu tidak mengenalnya, karena kami akan mengenalkanmu sebagai calon istri James. Alvero sebagai teman James, juga sudah tahu sejak awal masalah perjodohan kalian.” Mata James dan Elenora sama-sama terbeliak mendengar perkataan Ornado.


James terbeliak dengan wajah tidak percaya dengan yang diucapkan oleh Ornado, bahwa berita perjodohannya bahkan sudah sampai di telinga raja Gracetian itu.


Sedang Elenora setelah terbeliak langsung menundukkan wajahnya, tidak ingin melihat protes keras dari wajah James, karena keinginan Ornado yang berniat mengatakan pada Alvero tentang statusnya sebagai calon istri James.


Padahal itu adalah sesuatu yang selalu berusaha disembunyikan dengan baik oleh James selama ini, karena sejak awal dia terlihat begitu menentang rencana perjodohannya dengan Elenora.


“Kenapa? Apa kalian berdua keberatan? Apa lebih baik aku mengenalkan Elenora sebagai mantan calon istri untukmu James?” Pertanyaan telak dari Ornado membuat bibir James terkatup rapat.


Jika Ornado menanyakan hal itu dua atau tiga minggu lalu, saat Elenora benar-benar belum datang ke Indonesia dan menjadi sekretaris pribadinya, dengan tegas James akan mengatakan iya untuk pertanyaan Ornado barusan.


Tapi kondisi beberapa waktu ini, apalagi melihat penampilan mempesona Elenora sepanjang hari ini, cukup membuat hati James goyah.


Dan ada kekhawatiran apakah jika jawabannya dia kepada Ornado, akan membuat Elenora kecewa dan sakit hati.


Kenapa aku jadi begitu memikirkan dan mengkhawatirkan hati Elenora? Kenapa aku takut jika jawabanku bisa membuatnya sakit hati dan kecewa?


James bertanya kepada dirinya sendiri dalam hati, tapi pada akhirnya, dia tetap tidak bisa menjwab pertanyaannya sendiri, dan tidak berani menjawab iya atas pertanyaan Ornado.


Dasar James. Rasakan sekarang! Tidak beranikan kamu menjawab pertanyaanku? Si keras kepala ini benar-benar bodoh jika berhubungan dengan gadis yang disukainya. Tidak bisa membedakan perasaan cinta atau bukan. Sibuk dengan pemikirannya yang tidak jelas. Jika dia marah atau kecewa kepada Elenora tentang peristiwa di masa lalu, kenapa tidak mengajak Elenora bicara dari hati ke hati dan meluruskan semuanya dengan baik-baik?


Ornado berkata dalam hati dengan puas, karena dari sikap James, baginya terlihat jelas bagaimana James tidak berani bersikap sembarangan terhadap Elenora, menunjukkan kalau James mulai menjadikan Elenora sebagai seseorang yang ingin dia lindungi dan jaga perasaannya.


Dan itu artinya, James memiliki perasaan lebih kepada Elenora dibandingkan dengan gadis lain. Menganggap Elenora adalah seorang yang istimewa tanpa dia sadari.