My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
BERHARAP JAMES SEGERA SADAR AKAN PERASAANNYA



"Untuk keputusan Elenora pindah dari sini, walaupun kamu merasa sayang, sepertinya itu yang terbaik buat Elenora. Kalau kamu ingin mengobrol dengannya, kita bisa mengunjunginya, atau Elenora berkunjung ke rumah kita." Ornado berkata sambil melirik ke arah Cladia.


Enak kamu bilang Al, berkunjung ke apartemen Elenora? Pasti kamu akan ikut dan membuatku tidak bisa bebas mengobrol dengan Elenora. Belum lagi para pengawalmu pasti membuat kedatangan kita menghebohkan para penghuni apartemen yang lain. Sedang Elenora yang pemalu, tidak mungkin mau sering-sering mengunjungiku di sini.


Cladia berkata dalam hati dengan sikap pasrah, untuk beberapa waktu ke depan, rumahnya akan sepi kembali, setelah Elenora pindah dari sana.


Dan Cladia yakin sepenuhnya, dengan sifat over protektif Ornado kepadanya, suaminya itu pasti akan sangat sulit mengeluarkan ijin untuk dia sering-sering pergi keluar mengunjungi Elenora.


Al pasti akan banyak alasan menolak jika aku menghabiskan terlalu banyak waktu keluar sehingga tidak bisa menghabiskan waktu berdua dengannya.


Cladia kembali memikirkan dalam hati bahwa meminta ijin Ornado untuk sering-sering keluar rumah akan menjadi hal yang sulit baginya.


Selama ini, Cladia menyadari bahwa selain memiliki jadwal pertemuan rutin dengan Jeremy, Cladia juga sering saling berkunjung antara dia dan Laurel, dan itu akan menjadi alasan bagi Ornado untuk sulit mengijinkan Cladia untuk pergi, apalagi kondisi kesehatan Cladia yang seringkali membuat Ornado khawatir berlebihan dan membuatnya sebisa mungkin selalu berada di dekat Cladia untuk menjaganya.


Ah, Bee... aku sungguh tidak sabar menunggu waktu berjalan agar kita bisa segera bertemu. Kamu akan menjadi kebahagiaan dan teman mama.


Cladia berkata sambil mengelus perutnya, membuat Ornado langsung mengernyitkan dahinya, dan menatap ke arah perut Cladia dan dengan tajam memperhatikan gerakan tangan Cladia yang sedang mengelus-elus perutnya.


"Kenapa? Apa perutmu sakit? Ada sesuatu yang terjadi pada Bee? Apa aku perlu menghubungi Laurel sekarang untuk memeriksamu?" Dengan wajah terlihat begitu khawatir, Ornado berkata sambil menatap dalam-dalam ke arah Cladia.


"Tidak Al, aku hanya sedang mengobrol dengan Bee dalam hati." Cladia berkata sambil tersenyum geli, apalagi setelah melihat Ornado menghela nafas lega.


"Ah, syukurlah. Sepertinya, keberadaan Bee membuatmu memiliki teman mengobrol baru." Ornado berkata pelan dengan nada lega, dan menatap wajah istrinya dengan tatapan mesra kembali.


"Elenora, untuk masalah apartemen. Tidak masalah kamu tinggal di sana, asal kamu tetap harus bisa menjaga diri dengan baik, dan selalu berhati-hati, apalagi di tempat baru. Jika kamu membutuhkan bantuan apapun jangan sungkan untuk memberitahu Cladia juga. Dia pasti akan dengan senang hati membantumu." Nasehat dari Ornado membuat Elenora dan Cladia sama-sama tersenyum.


"Terimakasih untuk nasehatnya Ad. Aku sungguh beruntung bisa memiliki teman sepertimu. Kamu memang seorang teman sejati." Elenora mengucapkan terimakasihnya dengan nada tulus.


"Aku sungguh berharap kepindahanmu ke apartemen akan membuat James sedikit berpikir tentang keadaanmu juga. Selama kamu di tempat ini, dia tidak akan bisa merasakan bagaimana rasanya mengkhawatirkan seseorang yang tinggal seorang diri. Apalagi gadis sepertimu yang masih baru di negara ini dan tidak memiliki banyak pengalaman dengan dunia luar yang kadang kejam dan keras." Cladia langsung tersentak mendengar perkataan Ornado, yang mau tidak mau mengingatkannya kembali tentang peristiwa pemerkosaan dan pembunuhan sahabatnya waktu itu.


Ornado yang selalu peka dengan perubahan sikap Cladia langsung mempererat pelukan lengannya di tubuh Cladia dan menyandarkan kepala istrinya itu di bahunya.


Beberapa kali Ornado mengecupi puncak kepala Cladia untuk menenangkan hati wanitanya itu, dengan tangannya menahan kepala Cladia agar tetap bersandar di bahunya.


Dari sikap Ornado, Cladia bisa merasakan bahwa Ornado sedang menyatakan bahwa Cladia tidak perlu khawatir, karena ada dia yang akan selalu menjaga dan ada bagi Cladia, dan tidak akan pernah membiarkan sesuatu yang buruk terjadi pada Cladia, apalagi terulangnya kembali kejadian 5 tahun lalu.


Sebuah kejadian yang sempat membuat Cladia harus mengalami mimpi buruk berkepanjangan hampir di setiap malamnya, dan membuatnya trauma terhadap laki-laki kecuali Jeremy yang merupakan kakak kandungnya, yang bahkan sempat tidak mengetahui kondisi trauma Cladia.


Dan sampai saat inipun, meskipun Cladia sudah bisa menerima Ornado sepenuhnya dengan berusaha sebisa mungkin menahan ketakutannya saat berada di dekat Ornado, tapi terhadap laki-laki selain Jeremy dan Ornado, Cladia belum bisa menghilangkan traumanya.


“Tenang amore mio, ada aku di sini.” Ornado berbisik pelan dengan bibirnya masih mengecupi lembut puncak kepala Cladia yang dia sandarkan ke bahunya.


Elenora yang melihat ada yang aneh dengan Cladia yang tiba-tiba terlihat sedikit gugup dan wajahnya terlihat ada rasa takut, hanya bisa diam tanpa berani mengatakan apapun, hanya bisa menebak-nebak bahwa pasti ada sesuatu yang buruk yang pernah dialami Cladia di masa lalu, yang berkaitan dengan kata-kata Ornado tadi.


“Apa kamu sudah memutuskan kapan akan pindah ke apartemen itu? Jangan khawatir, jika James tidak mau bergerak dari tempatnya. Aku akan selalu membantumu jika kamu memerlukan bantuanku. Ketika mamamu datang ke berkunjung waktu itu, sebelum pergi dia dan auntie Carina sudah meminta bantuanku untuk ikut menjagamu.” Ornado kembali memulai lagi pembicaraan tentang rencana kepindahan Elenora ke apartemen yang sudah disewanya, begitu merasakan tubuh Cladia sudah lebih rileks, tidak setegang sebelumnya.


“Sepertinya setelah pulang dari berlibur, aku akan segera pindah. Seperti katamu Ad, tidak baik kalau orang lain, yang tidak mengerti hubungan kita, apalagi orang-orang dari perusahaan mengetahui kalau selama ini aku tinggal bersama kalian. Sebagai pasangan pengantin baru, kalian membutuhkan lebih banyak privasi dan aku tidak ingin ada di tengah-tengah masa-masa indah kalian.” Perkataan Elenora sukses membuat Ornado tersenyum geli.


“Memangnya setelah beberapa tahun ke depan, pernikahan kami tidak akan indah lagi? Wah…. Itu tidak mungkin terjadi. Sampai maut memisahkan, pernikahan kami akan selalu indah, seperti sekarang ini. Dan aku bersumpah untuk membuatnya seperti itu sepanjang waktu, sampai kami berdua menua bersama, seumur hidupku.” Sebuah senyum tipis menyembul dari bibir Cladia begitu mendengar janji Ornado tentang pernikahan mereka.


“Tapi Elenora, setahuku, tidak tidak ada apartemen yang cukup bagus yang ada di dekat kantor Bumi Asia. Yang ada hanya ada apartemen-apartemen berukuran kecil dengan fasilitas seadanya. Apa kamu yakin sudah menemukan apartemen yang bagus seperti yang kamu katakan? Dekat dengan kantor, hingga hanya perlu berjalan kaki untuk mencapai kantor?” Mendengar pertanyaan dari Ornado, hampir saja membuat Elenora meringis.