
"Ti... tidak. Aku hanya kebetulan menemukan majalah ini. Aku hanya melihat-lihat saja." Elenora berkata sambil mengalihkan pandangan matanya dari James, dan menatap ke arah foto Serafina di majalah itu.
"Kamu tertarik dengan dunia model?" Pertanyaan James membuat dengan cepat Elenora menoleh dan memandang ke arah James, dengan tangan kanan Elenora yang langsung bergerak ke kanan dan ke kiri untuk menunjukkan kalau dia menjawab tidak untuk pertanyaan James.
"Tentu saja tidak.... Aku tidak memiliki bakat di sana...." Dengan jujur Elenora berkata pelan, membuat James justru menyunggingkan senyum lega.
Aku yakin, jika kamu mau melepaskan kacamata dan kepangan rambutmu, kamu akan jauh lebih cantik dari Serafina yang memang seorang model. Tapi bukan berarti aku akan mengijinkan kamu untuk menjadi seorang model yang akan dilihat oleh banyak orang. Belum lagi para pria yang akan berpikiran mesum melihat indahnya bentuk tubuhmu. Bahkan Amadea saja, kami para sepupunya harus menjaganya sedemikian rupa agar dia selalu aman dari kejaran dan pemikiran licik orang-orang jahat di sekitarnya.
James berkata dalam hati dengan wajah lega melihat bagaimana Elenora yang terlihat tidak tertarik dengan dunia fashion.
Untuk Amadea, sudah beberapa kali James dan Ornado harus mengaturkan orang untuk menghajar atau menjebloskan beberapa orang ke penjara karena bermaksud mencelakai atau menipu Amadea.
Itu terjadi saat Amadea dengan sembunyi-sembunyi berusaha menjalani karirnya sebagai seorang model profesional.
Bahkan pernah sekali Ornado sendiri yang menghajar seorang pria yang mengajak Amadea ke hotel dengan mengatasnamakan teman kuliah Amadea.
Tenyata teman Amadea berencana untuk memperkenalkan Amadea dengan salah satu pemilik majalah fashion yang ternama, untuk mulai memperkenalkan Amadea sebagai seorang model, seorang laki-laki muda yang memiliki banyak wanita simpanan dari para model yang sudah dijebaknya.
Laki-laki itu selalu menjebak para model cantik dengan cara memberinya obat tidur, memperkosanya dan mengancam menyebarkan foto-foto telanjang mereka jika mereka tidak menuruti keinginannya.
Amadea yang saat itu masih muda dan baru menapakkan kakinya di dunia model dengan polosnya, tanpa menaruh curiga setuju untuk melakukan pertemuan di restoran hotel berbintang 5.
Dan yang pasti saat itu Amadea yang memang masih menyembunyikan keinginannya untuk menjadi model kepada orangtuanya, tidak banyak orang yang tahu bahwa ada darah Xanderson yang mengalir dalamnya.
Tanpa sepengetahuan Amadea, temannya sudah mencampurkan obat tidur pada minuman Amadea.
Beruntungnya, sebelum benar-benar efek obat membuatnya tertidur, Amadea masih sempat menghubungi Ornado, meminta sepupunya itu untuk menjemputnya karena dia tiba-tiba merasa lelah dan mengantuk.
Begitu berhasil menemukan posisi Amadea, Ornado yang melihat bagaimana laki-laki itu mengelus pipi Amadea dengan wajah menyeringai, tanpa mengatakan apapun langsung menghajar laki-laki itu tanpa ampun.
Melihat Ornado yang menghajar pria itu tanpa ampun, beberapa orang berusaha melerai, termasuk manager hotel yang tahu bahwa laki-laki pemilik majalah itu adalah pelanggan VVIP dari hotel tersebut.
Tapi begitu melihat bahwa yang sedang menghajar laki-laki itu adalah Ornado Xanderson, dengan langkah teratur manager hotel itu justru pergi meninggalkan arena perkelahian, dan memilih untuk pura-pura tidak tahu.
Pukulan Ornado saat itu menyebabkan beberapa tulang rusuk laki-laki itu patah, bibir sobek dan juga sobekan di pelipisnya, juga wajah dan mata yang bengkak akibat tinju dari Ornado.
Setelah peristiwa itu, baik Ornado maupun James selalu berusaha menjaga Amadea meskipun kadang dengan diam-diam, tanpa sepengetahuan gadis cantik itu, mereka secara sembunyi-sembunyi mengirimkan para bodyguard yang akan selalu berada di sekeliling Amadea, dimanapun gadis cantik itu berada, menjaga keamanan dan keselamatan gadis itu setiap saat.
Meskipun untuk saat ini, tidak akan ada orang yang berani macam-macam dengan Amadea karena nama Xanderson yang ada di belakang nama mamanya.
Amadea yang menjadi model sudah begitu membuat aku khawatir.
James berkata dalam hati sambil diam-diam mencuri pandang ke arah Elenora yang kembali berpura-pura sibuk dengan majalah di depannya yang menuliskan artikel tentang kesuksesan Afro dalam menggelar acara pagelaran akbar untuk mengumumkan sekaligus mempromosikan satu band fashion international yang akhirnya bergabung di dalam managemen Grup Xanderson.
"Apa kamu masih sering berhubungan dengan Afro?" James yang tahu bahwa selama Elenora bekerja di kantor pusat di Italia cukup dekat dengan Afro, tiba-tiba bertanya sambil mengalihkan lirikan matanya dari lembaran majalah di depan Elenora.
"Tidak sering, tapi beberapa kali dia menghubungiku, untuk menanyakan beberapa file atau berkas yang dulu sempat menjadi tanggungjawabku sebelum berangkat ke Indonesia." Elenora menjawab dengan pikiran yang bertanya-tanya tentang Afro padanya, sesuatu yang bagi Elenora terasa aneh, tapi dia memilih untuk kembali menikmati membolak-balik majalah di tangannya, karena dilihatnya, James terdiam setelah pertanyaan terakhirnya tentang Afro.
Aist... bagaimana caraku memulai pembicaraan tentang Gavino dengan Elenora?
James berkata dalam hati sambil sedikit menahan nafasnya.
Pertanyaan James tentang Afro sebenarnya hanyalah basa-basi agar dia bisa membuka pembicaraan dengan Elenora tentang Gavino yang sampai saat ini masih menimbulkan rasa penasaran dalam diri James, ingin tahu apakah Elenora menyukai Gavino.
Dan jika boleh jujur, nama Gavino cukup membuat James tidak tenang, apalagi setelah dia mengetahui info bahwa Gavino bahkan sudah menyatakan cintanya pada Elenora.
"Silahkan Pak James." Suara dari salah satu awak kabin yang mempersilahkan James untuk menikmati makanannya, membuat lamunan James buyar seketika.
"O, ya.... Terimakasih." Begitu James mengucapkan terimakasihnya, awak kabin itu segera permisi, membiarkan James dan Elenora menikmati makan siangnya dengan tenang.
Saat melihat sajian di depannya, yang pertama diambil oleh Elenora adalah sebotol air mineral karena tengggorakannya yang terasa begitu kering.
Sejak dari pantai tadi dia memang belum sempat meneguk air barang setetespun, karena pikirannya yang terlalu fokus dengan rencananya pulang dan memikirkan tentang apa yang akan dia lakukan begitu sampai di kantor.
Elenora terlalu sibuk dengan pikirannya terhadap hacker, sekaligus sibuk menata hatinya yang sudah dibuat jumpalitan oleh James, entah karena sikap James maupun penampilan James yang sejak pagi sudah memamerkan keindahan tubuhnya yang sempurna, yang mau tidak mau membuatnya jadi terbayang-bayang, tanpa bisa dia kendalikan.
Apalagi sosok yang sudah membuatnya begitu berdebar-debar itu saat ini sedang duduk di sampingnya, membuatnya semakin sulit untuk melepaskan ingatannya tentang berbagai peristiwa bersama James yang membuat hatinya berdesir dengan hebat.
"Ayo, makanlah mana yang kamu suka, dan makan dengan banyak agar tubuh anak SD mu sedikit berkembang." James berkata sambil menyodorkan steik daging yang sudah dipotong-potongnya ke arah Elenora yang sedikit tersentak kaget, hingga tanpa sadar membuat Elenora menghentikan gerakan minumannya, dan hampir membuat air yang diminumnya tumpah, bahkan hampir membuat Elenora tersedak oleh air minum itu.