
“Terimakasih untuk pujiannnya, aku merasa terhormat bisa berkenalan dengan kalian berdua.” Cladia berkata sambil menganggukkan kepalanya dengan sikap anggun untuk menyatakan salam sekaligus rasa hormatnya kepada Alvero dan Deanda.
Suara langkah kaki orang lain yang terdengar mendekat, membuat Alvero dan Deanda menoleh ke samping, dan senyum mereka langsung terkembang begitu melihat Vincent, Larena, Alaya, dan Enzo, juga nyonya Rose, termasuk Alexis berjalan mendekat ke arah mereka setelah turun dari limusin yang lain.
“Perkenalkan Cladia, papa Vincent dan papa Alexis, mama Larena dan juga adikku Alaya. Lalu itu pangeran Enzo, dan di sana nyonya Rose yang merupakan pengasuh yang mulia Alvero sejak kecil. Dan juga dua pengawal pribadi yang mulia Alvero, Erich sebelah kiri, dan Ernest sebelah kanan. Kalau Ornado, sebagian besar sudah pernah bertemu dengan mereka. Mungkin hanya mama Larena, papa Alexis dan Alaya yang belum pernah bertemu dengannya.” Deanda memperkenalkan mereka kepada Cladia sambil tangannya terarah kepada mereka satu persatu.
Cladia mengikuti tangan Deanda yang menunjuk ke arah mereka sambil tersenyum dan sesekali menangguk-anggukan kepalanya, setiap kali Deanda menyebutkan nama mereka sekaligus menunjukkan mana orang yang sedang disebutkan namanya satu persatu.
“Selamat sore, selamat datang di Indonesia, terutama di Bali. Semoga kalian semua menyukai tempat ini.” Cladia berkata dengan nada ramah dan senyum manis di wajahnya, yang membuat semua yang diperkenalkan oleh Deanda kepadanya ikut menyungingkan senyum, membalas keramahan Cladia, termasuk Erich yang berusaha tersenyum tipis, meskipun untuk itu dia harus berusaha cukup keras.
Karena bagi Erich yang biasa memiliki wajah dingin dan terkesan tidak perduli, tersenyum ramah bukanlah hal yang mudah dilakukan olehnya.
Istri Ornado, meskipun pendiam, tapi orangnya terlihat sangat ramah. Dan dari wajahnya benar-benar terlihat bahwa dia seorang wanita yang baik hati, membuat orang nyaman bisa berada di dekatnya. Sepertinya kami berdua akan bisa menjadi teman baik dengan cepat. Seperti my Al dan Ornado yang sudah seperti saudara kandung itu.
Deanda berkata dalam hati, dengan tatapan kagum kepada Cladia.
Permaisuri Gracetian yang berasal dari kalangan rakyat biasa, ternyata sikapnya terlihat seperti dari kaum bangsawan. Cantik, anggun, ramah, dan sepertinya baik hati. Rakyat Gracetian sungguh beruntung memiliki permaisuri yang cantik, tapi tidak sombong, justru sikapnya membumi.
Cladia berkata dalam hati dengan tatapan mata terkesan oleh sosok Deanda.
Tanpa sadar, kedua wanita cantik itu justru saling memuji satu dengan yang lain dalam hati.
(Sikap membumi adalah suatu istilah yang bisa diartikan sebagai seseorang yang memiliki sikap rendah hati, tidak sombong, menghargai orang lain).
“Ah, aku juga ingin memperkenalkan saudara dan para sahabatku di sini. Aku harap kalian semua juga bisa saling mengakrabkan diri satu dengan yang lain.” Ornado berkata sambil tangannya bergerak, meminta Dave, Laurel, James dan Elenora mendekat ke arahnya.
“Ini Dave dan Laurel, suami istri yang merupakan sepasang dokter yang menjadi dokter keluarga kami sekaligus sahabat dekat kami. Dia merupakan pemilik dari Grup Shaw dari Irlandia.” Alvero langsung mengangguk sambil tersenyum ke arah Dave.
Grup Shaw yang merupakan perusahaan farmasi terbesar di Irlandia, dengan BOD nya yang bernama Dave Alexander Shaw.
“Kalau yang ini, Alvero sudah mengenalnya dengan baik, karena kita pernah sama-sama kuliah di kampus yang sama di Italia. James Xanderson. Hanya saja mungkin Deanda belum pernah bertemu dengannya.” Ornado berkata sambil menepuk-nepuk bahu kiri James yang langsung tertawa kecil dan menyilangkan dadanya ke depan dadanya, sambil sedikit membungkukkan tubuhnya, sengaja melakukan gerakan penghormatan yang biasa dilakukan oleh rakyat maupun para bangsawan Gracetian kepada orang yang memiliki kedudukan lebih tinggi dari padanya.
“Ah, tentu saja kenal. Meskipun beberapa waktu ini sepertinya dia sedang sibuk dengan sesuatu atau seseorang, sehingga mulai jarang menghubungiku atau membalas pesan dariku.” Alvero langsung berkata dengan nada santai untuk menggoda James yang langsung meringis mendengar perkataan Alvero.
"Senang bertemu denganmu James. Alvero juga sering membicarakan tentang kamu yang merupakan sepupu sekaligus tangan kanan Ornado." Deanda menyapa James dengan sikap hangat.
“Dan siapa wanita itu?” Deanda tiba-tiba tanpa sadar menanyakan tentang keberadaan Elenora yag sedari tadi lebih banyak diam dan memperhatikan saja apa yang terjadi di sekitarnya.
“O, kamu bisa menanyakan langsung kepada James, atau Alvero. Karena mereka tahu tentang dia juga, wanita yang sudah dipilih olehg keluarga James untuk menjadi pendamping James. Elenora. Elenora Bianchi.” Penjelasan dari Ornado tentang Elenora membuat Deanda langsung tersenyum.
Nama yang cantik. Secantik orangnya, meskipun tertutup oleh kacamata tebal dan dandanan sederhananya.
Deanda berkata dalam hati sambil menganggukkan kepalanya kepada Elenora sebagai tanda salam kenal kepadanya.
O, gadis ini yang pernah diceritakan Ornado. Gadis yang meninggalkan James di malam dimana James dipermalukan oleh temannya yang mengundangnya ke pesta karena Elenora tidak datang bersamanya waktu itu. Bahkan Elenora malam itu menghilang selama beberapa tahun tanpa pesan apapun, membuat James semakin sakit hati padanya.
Alvero berkata dalam hati sambil memandang ke arah James yang tampak dilihatnya sekali, sedang melirik ke arah Elenora dengan sikap canggung.
Dan sepertinya sekarang James sudah menunjukkan tanda-tanda kalau dia mencintai gadis itu. Semoga mereka berjodoh.
Alvero kembali berkata dalam hati, untuk kemudian mengalihkan pandangannya kembali kepada Ornado dan tersenyum pada laki-laki itu.
“Oke, sepertinya sesi perkenalan kita sudah cukup. Kita lanjutkan dengan acara selanjutnya. Silahkan ikut dengan kami untuk menikmati acara pesta kecil-kecilan bersama kami untuk merayakan pertemuan indah kita hari ini.” Ornado berkata sambil tangannya terarah ke samping, mempersilahkan Alvero dan rombongannya untuk masuk ke dalam area tempat pesta penyambutan mereka akan diadakan.