
“Mmmm, aku ke Cladia sebentar ya. Biar aku berpamitan padanya sebentar, agar dia tidak khawatir karena aku tiba-tiba harus pulang lebih dahulu.” Elenora berkata sambil menjauhkan dirinya dari James yang rasanya hampir membuatnya terkena serangan jantung karena tindakannya yang selalu mengangetkannya dan juga membuat dadanya berdetak dengan begitu kencang.
“Elenora. Aku akan ikut menemui Cladia bersamamu.” Dengan bersemangat Serafina berjalan mendekat ke arah Elenora, untuk ikut menemui Cladia, sekaligus memakai kesempatan itu untuk memberikan info kepada Cladia bahwa dia tetap akan ikut berlibur untuk menggantikan Elenora karena ajakan dari Ornado.
“Serafina berencana ikut denganmu dan Elenora untuk pulang.” James langsung melotot mendengar perkataan Ornado yang diucapkan setelah Elenora dan Serafina menjauh untuk menemui Cladia.
“Mau apa dia ikut bersama kami? Aku jamin dia akan mengganggu Elenora dan juga merepotkannya.” James berkata dengan nada protesnya, membuat Ornado menaikkan salah satu ujunung bibirnya.
“Haist… kamu pikir aku akan membiarkan hal seperti itu terjadi pada kalian berdua? Apa kamu pikir aku tidak tahu apa yang sedang dia rencanakan padamu dan Elenora? Jika perkiraanku tidak meleset, gadis bermata licik itu pasti sedang berencana memisahkan kamu dan Elenora. Dan tidak akan menjadi sesuatu yang mustahil jika dia ingin mengambil keuntungan dari perpisahanmu dengan Elenora.” Ornado berkata sambil memandang ke arah Elenora yang tampak sudah berada di dekat Cladia dan berbicara dengan istrinya itu.
“Apa maksudmu?”
“Aku curiga dia sengaja datang ke Indonesia karena ingin menggantikan posisi Elenora sebagai calon istrimu. Kita berdua tahu karakter buruk gadis yang satu itu.” Kali ini mata James melotot dengan sempurna disertai dengan dengusan dari hidungnya dengan cukup kasar.
“Siapa yang sudi menikah dengan gadis seperti dia? Membayangkannya saja sudah membuatku bergidik.” James berkata sambil tubuhnya bergerak seperti orang yang menggigil kedinginan untuk menunjukkan rasa jijiknya.
“Tenang saja, aku sudah berusaha membuatnya tetap berada di sini, dengan alasan untuk menggantikan posisi Elenora untuk menemani Cladia juga.” Perkataan Ornado langsung membuat James menarik nafas lega.
Rasanya hanya dengan memikirkan sepanjang perjalanan yang harus dijalaninya bersama Elenora harus ada Serafina diantara mereka membuat James malas dan tidak bersemangat, dan perkataan Ornado memberikan angin segar padanya.
“Lalu… apa tidak masalah kamu menggunakan Cladia sebagai alasan. Aku khawatir dia akan merepotkan Cladia setelah ini.” Ornado langsung meringis mendengar perkataan James yang cukup khawatir keberadaan Serafina akan membuat Cladia tidak nyaman.
“Kamu pikir aku akan membiarkan seseorang mengganggu ketenangan istriku dan membuatnya tidak nyaman?”
“Apa yang sedang kamu rencanakan Ad?”
“Pikirkan saja tentang rencanamu selanjutnya bersama Elenora. Hal yang terjadi di sini, biar aku yang mengurusnya.” Ornado berkata dengan wajah tenangnya, menunjukkan kalau dia sudah tahu dengan jelas apa yang harus dilakukannya.
“Ah, bagaimanapun, terimakasih sudah membantuku menyingkirkan pengganggu itu.” James berkata sambil memandang ke arah Elenora yang sudah kembali berjalan ke arahnya.
Rasanya Ornado ingin sekali menjitak kening James untuk menyadarkan James, karena Ornado tahu pasti tentang bagaimana perasaan James sebenarnya kepada Elenora, tapi James tetap saja tidak mau mengakuinya dengan jujur setelah sekian lama, terus berputar-putar dengan sikap tidak jelas.
“Oke Ad, kami berdua akan kembali ke resort dan akan bersiap untuk pulang. Aku berharap perjalanan kami lancar sehingga sore ini juga aku dan Elenora bisa segera membereskan masalah IT itu.” James langsung berpamitan pada Ornado begitu Elenora sudah berada di dekat mereka kembali.
“Oke, semoga semuanya berjalan dengan baik. Hati-hati di jalan untuk kalian berdua. Elenora, sekali lagi, terimakasih untuk bantuanmu.” Ornado berkata sambil tersenyum ke arah Elenora yang langsung menganggukkan kepalanya.
# # # # # # #
Elenora langsung menarik nafas dalam-dalam begitu memasuki pesawat jet pribadi milik Grup Xanderson itu.
Bukan kemewahan pesawat jet pribadi itu yang membuat Elenora merasa begitu canggung untuk naik ke atasnya, karena sebenarnya, ini bukan pertama kalinya dia naik pesawar jet pribadi ini.
Bahkan karena kedekatan keluarga James dan kelurganya, beberapa kali ketika mengantar kedua orangtuanya berlibur bersama keluarga James, Elenora juga pasti akan naik pesawat jet pribadi milik keluarga James yang tidak kalah mewahnya dengan milik perusahaan Ornado ini.
Namun, yang membuatnya tampak gugup dan merasa tidak percaya diri, kali ini dia harus berada dalam pesawat jet peribadi ini hanya berdua dengan James.
Meskipun ada beberapa awak pesawat yang ikut bersama mereka, namun, mereka memiliki ruangan sendiri yang terpisah dengan para penumpang, dan tidak akan datang jika tidak dipanggil oleh penumpang pesawat yang biasanya hanya memanggil mereka jika membutuhkan sesuatu atau ingin menanyakan sesuatu.
Dan itu artinya selama beberapa jam ke depan, selama perjalanan dari Bali kembali ke kota asal tempat mereka bekerja, Elenora sadar bahwa dia hanya akan berdua saja bersama James.
Harapan terbesar Elenora saat ini, James tidak mengambil posisi duduk di samping atau bahkan di hadapannya, karena susunan kursi yang ada di jet pribadi itu dibuat saling berhadap-hadapan, dua berjajar di bagian lain, sedang dua lagi berjajar berhadapan dengan dua yang sebelumnya.
Bukan karena Elenora tidak suka jika James berada di dekatnya, tapi semua peristiwa yang dia alami saat berada di dekat James sejak beberapa waktu ini, selalu saja membuat jantungnya berdetak dengan demikian keras, dan membuat hatinya semakin terpikat dengan James, membuatnya semakin jatuh cinta pada laki-laki itu.
Sehingga untuk saat ini, Elenora berharap bisa mengistirahatkan jantungnya barang sejenak.
“Ele, apa kamu sudah makan siang tadi?” Pertanyaan James yang diikuti dengan gerakannya yang langsung mengambil posisi duduk di samping Elenora, membuat Elenora harus pasrah untuk menerima nasib kalau jantungnya harus mulai bekerja keras lagi untudk beberapa waktu ke depan, dan itu bukan dalam hitungan detik atau menit, tapi hitungan jam.