My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PASANGAN MESRA YANG LAIN



Dengan gerakan lembut kedua lengan Dave langsung melingkar di pinggang Laurel dan memeluknya dengan erat.


Sedang mata biru Dave fokus menatap wajah cantik istrinya yang sedang tersenyum ke arahnya tanpa henti, membuat dunianya terasa begitu sempurna karena keberadaan Laurel setelah sebelumnya selama 7 tahun dia harus dengan sabar menantikan bagaimana hati, jiwa dan tubuh wanita cantik itu akhirnya bisa dia miliki sepenuhnya.


"Tentu saja kamu harus ikut. Kalau tidak, bagaimana bisa aku memamerkan kepada orang lain bahwa Tuan Dave Alexander Shaw adalah suamiku? Laki-laki yang merupakan milikku seorang. Dan wanita lain, tidak diperbolehkan untuk meliriknya, apalagi menyentuhnya." Laurel berkata sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Dave dengan salah satu tangannya mengelus lembut tengkuk leher Dave yang langsung menarik nafas panjang, menahan gejolak dalam dadanya begitu Laurel mulai membalas perlakuan mesranya.


"Aku baru sadar kalau ternyata istriku cukup possesif padaku." Laurel semakin melebarkan senyumnya begitu mendengar perkataan dari Dave.


"Possesif? Bukan possesif, tapi bangga karena bisa memilikimu sebagai priaku." Laurel segera menanggapi perkataan Dave yang hanya bisa menanggapi dengan senyumannya mendengar pembelaan diri dari Laurel.


Dan seperti biasanya, Dave akan lebih memilih untuk mengalah jika berdebat dengan Laurel.


"Dave, Ad baru saja memberitahuku bahwa Dario Benigno mengundang kita untuk menghadiri pesta pindah rumah yang diadakannya nanti sore." Dave mengernyitkan dahinya sekilas begitu Laurel menyebutkan nama Dario Benigno.


Bagi Dave yang bukan hanya merupakan seorang dokter, tapi juga BOD dari Shaw Corporation cukup mengenal orang-orang besar yang memiliki beberapa lini produk yang hampir sama dengan perusahaannya yang bergerak di bidang farmasi.


(Lini produk adalah sekelompok produk yang berhubungan yang diproduksi oleh suatu perusahaan. Suatu perusahaan dapat memiliki lebih dari satu lini produk dan tiap produk dalam satu lini tersebut dapat dijual secara terpisah.


Lini produk merupakan strategi pemasaran sebuah perusahaan untuk menjual produk melalui berbagai macam tipe, variasi, warna, ukuran, harga, dan kualitas. Perusahaan dapat melebarkan lininya ke bawah, ke atas, ataupun keduanya).


Dan nama Dario Benigno, bagi Dave terasa tidak asing di telinganya, walaupun dia tidak mengenal sosok pria bernama Dario Benigno itu dengan cukup detail.


Melihat Dave mengernyitkan keningnya begitu dia menyebutkan nama Dario Benigno, Laurel melepaskan pelukan tangannya di leher Dave dan kedua tangannya memegang lengan atas Dave.


"Kenapa Dave? Apa kamu mengenalnya? Kamu mengenal Dario?" Dave menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak juga mo cuisle. Pernah dengar sih namanya. Sepertinya dia pengusaha yang salah satu bisnisnya, di bidang obat dan kosmetik cukup terkenal di Eropa sana. Kalau aku tidak salah. Dan jika itu Dario Benigno yang sama dengan yang sedang aku pikirkan. Memang Dario yang kamu kenal, punya hubungan apa dengan Ad? Kenapa Ad yang mengundangmu ke pesta Dario? Seingatku, Ad belum pernah menyebutkan nama itu di depanku?" Dave balik bertanya kepada Laurel yang langsung menarik lengan Dave, mengajaknya duduk berhadapan-hadapan dengannya di kursi bar yang ada di dapur rumah kaca mereka, agar pembicaraan mereka lebih nyaman.


“Dario adalah kakak angkat Ornado. Dulu setelah beberapa tahun menikah, uncle Alberto mengangkat anak dari saudara jauhnya karena mama Ad tidak juga hamil. Setelah Ornado lahir, pihak keluarga Dario meminta Dario kembali agar mereka bisa mengasuhnya, karena kakak Dario meninggal dalam sebuah kecelakaan pesawat. Tapi sampai Dario dewasa, semua kebutuhannya tetap ditanggung oleh uncle Alberto. Bahkan sampai Dario mendirikan perusahaannya sendiri dengan bantuan modal dari uncle Alberto.” Laurel berkata sambil mencoba meningat-ingat tentang sosok Dario yang dia tahu.


Walaupun sudah tidak pernah lagi bertemu dan mendengar berita tentang Dario, Laurel ingat betul sosok Dario kecil dalam ingatannya.


Laki-laki yang sejak kecilnya terlihat tidak kalah tampan dengan Ornado itu selalu tersenyum ramah kepada semua orang.


Rambutnya yang coklat dan mata birunya mengingatkan Laurel bahwa sosok Dario secara fisik, memiliki kemiripan dengan suaminya, Dave.


Hanya saja, rambut coklat Dario berwarna lebih muda, sedang rambut Dave terlihat berwarna coklat tua.


Dan satu hal lagi, perbedaan yang begitu besar antara Dave dan Dario... walaupun Dave terlihat pendiam dan tenang, namun tatapan matanya selalu terasa hangat dan menenangkan bagi orang yang ada di sekitarnya.


Untuk Dario, meskipun selalu tersenyum dan bersikap ramah kepada orang di sekelilingnya, memiliki sikap yang menyenangkan bagi orang lain, Laurel seringkali melihat pada suatu waktu, walaupun hanya sebentar, beberapa detik saja, kadang tatapan mata Dario menunjukkan kemarahan dan juga tatapan kebencian yang begitu besar.


Entah apa yang ada di pikiran Dario, tapi Laurel seringkali merasa tidak nyaman, bahkan sedikit takut melihat sisi lain dari Dario yang mungkin tidak banyak diketahui oleh orang lain.


Dan kebetulan beberapa kali Laurel sempat melihat sikap Dario itu ketika mereka sedang bermain bersama ketika masih kecil.


Semoga Dario sekarang sudah berubah menjadi laki-laki hebat yang hatinya lembut, tidak lagi menyimpan amarah atau dendam yang dulu terpancar dari matanya.


Laurel berkata dalam hati sambil kembali fokus kepada wajah Dave yang terlihat mendengar ceritanya dengan santai sambil melipat kedua tangannya.


“Sepertinya hubungan Dario dan Ornado sedikit renggang karena saat Grup Xanderson mengalami kesulitan 5 tahun lalu, dan Unce Alberto sakit parah, dia menolak untuk membantu di grup Xanderson. Sehingga Ornado harus bersusah payah dengan usahanya sendiri mengatasi masalah dalam grup Xanderson. Aku dengar saat itu Dario bahkan tidak berusaha membantu Ad sedikitpun, walaupun sekedar ada di sisi Ad. Aku dengar dia justru sempat menghilang tanpa kabar selama beberapa tahun ini.” Laurel melanjutkan bicaranya kembali tentang Dario, yang sempat diceritakan Ornado padanya, saat kebetulan Dave tidak bersama mereka.


Sehingga Dave tidak pernah tahu dan mendengar tentang Dario dari bibir Ornado.


“Ah, cerita yang menyedihkan.” Dave bergumam pelan.


“Mungkin karena itu Ad jarang menceritakan tentang keberadaan Dario kepada orang lain, beberapa orang tidak pernah berpikir bahwa sebenarnya hubungan mereka cukup dekat sebelumnya.” Dave menganggukkan kepalanya mendengar pernyataan dari Laurel.


“Bagaimana kamu mengenal Dario?”


"Ketika Ad masih di Indonesia 15 tahun lalu, setiap uncle Alberto mengunjungi Ad dan mamanya, seringkali uncle Alberto mengajak Dario. Kami sering bermain bersama ketika itu.”


"Ooo, sudah lama ternyata kalian saling mengenal."


"Yah... tapi sejak 15 tahun lalu aku belum pernah bertemu dengannya lagi. Sore ini dia mengundang kita berdua, karena ingin berkenalan denganmu juga." Dave sedikit mengernyitkan dahinya mendengar perkataan dari Laurel.


"O ya?" Dave berkata tenang sambil tangannya mencomot sebutir anggur yang ada di atas meja di dekatnya dan menyuapkannya ke arah Laurel yang langsung tersenyum lebar, lalu mengunyah anggur jenis Autumn Royal yang disodorkan Dave padanya.


(Anggur Autumn Sama seperti jenis anggur hitam, anggur autumn berwarna kemerahan dan berbentuk lonjong. Daging buahnya padat dengan rasa manis yang segar. Dan yang membuat anggur autumn menjadi salah satu yang disukai banyak orang, karena selain rasa manis dan segarnya, jenis anggur ini merupakan jenis anggur tanpa biji).


“Iya, kata Ad seperti itu. Ah, senangnya memiliki suami yang cukup terkenal dan dicari banyak orang. He he he.” Laurel berkata sambil tatap mengunyah anggur, dan kembali mencomot kembali sebutir buah anggur dan mengunyahnya dengan wajah terlihat begitu senang dengan bibirnya yang tidak lepas dari senyum manisnya.


Melihat bagaimana Laurel begitu menikmati buah anggur itu membuat Dave tersenyum sambil mengelus lembut kepala Laurel.


"Sepertinya nanti malam akan menjadi malam reuni bagi kalian. Semoga aku tidak menjadi obat nyamuk." Perkataan Dave membuat Laurel langsung memajukan wajahnya ke arah wajah Dave, dan dengan cepat Laurel mencium sekilas bibir Dave yang langsung membersihkan bibirnya dengan lidahnya karena rasa manis dari anggur yang ditinggalkan oleh ciuman dari bibir Laurel padanya.