
"Cla, akhirnya terbukti juga kalau memang Dario yang sudah mengirim para hacker tersebut." Elenora berkata kepada Cladia setelah dia berhasil masuk ke dalam sistem komputer para hacker, dan sampai ditemukannya salah satu hacker yang terhubung dengan salah satu server, yang menunjukkan bahwa server itu adalah milik perusahaan Dario.
Perkataan Elenora, tanpa sadar membuat Cladia merinding sekaligus tidak nyaman, karena nama Dario kembali mengingatkannya pada keinginan Dario untuk menikahinya, dan tindakan kejam Dario terhadap kedua orangtuanya beberapa tahun yan lalu.
“Aku sedang memikirkan sesuatu yang sepertinya mustahil, tapi aku akan mencobanya. Semoga berhasil, sehingga Ad bisa memberi pelajaran pada Dario.” Elenora berkata dengan wajah serius, mata lurus menatap ke arah layar komputer dan sesekali melihat ke arah layar komputer di depan Cladia, yang menunjukkan data-data hasil olahan dari Cladia.
Setelah lebih dari dua jam Elenora dan Cladia berkutat di depan komputer, Elenora menekan tombol enter dengan senyum di wajahnya, kelima anggota tim IT Grup Xanderson langsung membeliakkan matanya melihat apa yang sedang tertulis di layar besar yang ada di depan Elenora.
"Wah...."
"Benar-benar hebat!"
"Aku baru tahu ada metode seperti itu."
"Serangan balik yang sangat mematikan."
James, Ornado dan Jeremy yang baru saja masuk kembali ke ruangan IT setelah mendengar tentang masalah polisi yang sedang menggrebek gudang bahan baku salah satu perusahaan makanan mereka, dan juga berita tentang orang-orang yang menuntut mereka karena dianggap sudah menjual perhiasan palsu pada acara lelang, langsung mendekat ke arah Elenora dan Cladia.
Begitu sampai di kantor Grup Xanderson, Jeremy tadi sengaja memeinta ijin untuk menerima beberapa panggilan telepon penting yang dia abaikan, karena dia terburu-buru berangkat ke Italia, sehingga tidak sempat memberitahukan kepada beberapa rekan bisnisnya yang sudah terlanjur memiliki janji dengannya.
Suara orang-orang yang menunjukkan wajah terkesimanya, membuat Ornado dan James saling berpandangan dengan wajah bertanya-tanya, sebelum akhirnya mendekat dan melihat ke arah layar komputer di depan Elenora, sedang Jeremy berdiri dengan jarak tidak terlalu jauh dari mereka.
"Eh?" James tampak kaget begitu melhat apa yang terjadi disana, begitu juga Ornado, termasuk Jeremy yang bisa melihat apa yang terlihat di layar komputer di depan Elenora.
"Bagaimana bisa kamu melakukan itu?" James yang berdiri tepat di belakang kursi Elenora bertanya pada istrinya dengan mata memandang lurus tanpa berkedip ke arah layar di depannya.
Bukan lagi data mereka yang diretas, tapi justru semua data di server lawan, sedang dipindahkan oleh Elenora ke komputer server milik Grup Xanderson.
"Sama seperti pipa air yang mengeluarkan air setelah kita memasang pompa yang dapat menarik air keluar dari dalam tanah, tapi jika kita tahu tekniknya, kita juga bisa membuat pompa itu bekerja secara terbalik, dan justru menarik yang ada di luar masuk ke dalam tanah." Elenora berkata sambil mendongakkan kepalanya, menatap ke arah James yang tampak menatapnya dengan penuh rasa bangga.
"Tapi aku tadi sebenarnya hanya coba-coba mempraktekkan apa yang ada dalam pemikiranku, yang selama ini hanya sekedar angan-anganku saja. Aku tidak menyangka kalau itu ternyata akan benar-benar berhasil. Dan pemikiran itu benar-benar membuatku yakin setelah melihat hasil pekerjaan Cladia melalui excel." Elenora berakta sambil melirik ke arah Cladia yang langsung mendapatkan sebuah kecupan hangat di pipinya oleh Ornado.
"Al...." Cladia yang mendapatkan sebuah kecupan dari suaminya langsung tersentak akget dan menoleh, sambil menyebutkan nama Ornado dengan wajahnya yang memerah.
"Kamu memang yang terbaik amore mio, selalu...." Ornado yang masih membungkukkan tubuhnya, dengan wajah berada di samping wajah Cladia, langsung berbisik pelan dengan tangannya mengelus pelan rambut di kepala Cladia, menunjukkan bahwa dia begitu mensupport dan menghargai kemampuan istrinya itu.
"Ehem...." Sikap manis Ornado pada Cladia yang tidak perduli tempat dan waktu, membuat James berdehem pelan, yang akhirnya justru mendapatkan hadiah lirikan tajam dari Ornado.
"Jangan iri dengan orang lain, toh sekarang kamu juga sudah memiliki istrimu sendiri. Kamu bebas meniru apa yang aku lakukan kepada istrimu sendiri. Tidak perlu iri lagi." Perkataan Ornado sukses membuat wajah Elenora terlihat gugup denga wajah memerah, sedangkan kelima anggota tim IT yang baru hari ini tahu bahwa Elenora dan James sudah menikah, hanya bisa mengulum senyum dan pura-pura tidak mendengar dan melihat apa yang sudah terjadi di depan mereka barusan.
"Aist, dasar kamu... tidak pernah mau kalah sedikitpun dalam hal berdebat." James berkata sambil mengelus-elus bahu Elenora untuk menunjukkan rasa bangganya pada istrinya itu.
"Biarkan saja Ad bersikap seperti itu ti amore, ke depannya kita juga pasti bisa seperti mereka." James berkat dengan nada santai, tanpa emnyadari hal itu sudah membuat wajah Elenora semakin memerah, dan Cladia tersenyum geli.
Sebentar lagi, silahkan nikmati sikap over protektif dan juga kemesraan yang tidak akan lagi perduli waktu dan tempat dari suamimu Elenora. Sepertinya itu adalah takdir kita sebagai wanita milik pria Xanderson.
Cladia berkata dalam hati dengan senyum geli masih terlihat di wajahnya, karena meskipun berapa kali dan berapa lamapun Ornado memperlakukannya dengan mesra, tetap saja hal itu membuat dadanya berdebar kencang, dan membuat wajahnya memerah setiap kali Ornado melakukannya di depan umum.