
“Katakan padaku, apakah kamu sudah mendapat info apa alasan yang sebenarnya? Kenapa tiba-tiba saja pihak mereka membatalkan kerjasamanya denganku sebagai bintang iklan mereka?” Serafina bertanya dengan tangannya yang masih terkepal erat di pangkuannya.
“Mereka mengatakan bahwa sudah ada seorang model terkenal yang sudah berhasil mereka ajak untuk bekerjasama dan mengisi rencana iklan baru mereka.” Dengan sedikit ragu, manager Serafina mengatakan alasan dari pembatalan pertemuan mereka hari ini.
Dan kata-kata dari managernya itu, sukses membuat Serafina mendengus kesal sambil menggeretakkan giginya.
"Memang siapa model lain yang dipilih oleh mereka? Aku ingin tahu sehebat apa model itu sehingga bisa menggeser posisiku semudah itu, hanya dalam hitungan jam." Serafina mengomel sambil membayangkan andai saja memungkin, ingin rasanya dia menemui model yang sudah berani menggantikan posisinya, dan melabraknya, memakinya habis-habisan.
"Aku belum tahu pasti, tapi dari gosip-gosip yang aku dengan dari orang dalam di tempat mereka, sepertinya sejak awal mereka menginginkan Amadea sebagai bintang iklan produk baru mereka. Tapi karena satu dan lain hal, baru kali ini Amadea setuju untuk menerima penawaran mereka." Kali ini Serafina benar-benar merasa begitu marah, tanpa bisa berbuat apa-apa.
Amadea... selain merupakan supermodel berkelas international, di belakangnya berdiri tokoh-tokoh hebat seperti Ornado, James, maupun Afro yang pastinya tidak memungkinkan bagi Serafina untuk melawan seorang Amadea jika tidak ingin karirnya hancur.
Seperti yagn dikatakan sebelumnya oleh managernya, Serafina akan menggali kuburannya sendiri jika dia berani menyinggung, apalagi menyakiti Amadea.
Apalagi, jika dia berani berurusan dengan Amadea yang dipuja oleh begitu banyak orang dan memiliki banyak pengikut, Serafina tidak yakin jika dia bisa mengatasi para haters yang pasti akan langsung bermunculan menyerangnya jika dia berani melakukan sesuatu yang buruk terhadap Amadea, meskipun itu mungkin cuma seketar perkataan pedas atau sindiran di media sosial.
(Haters berasal dari bahasa Inggris, berasal dari kata hate yang berarti benci. Kata hater tersebut diberi akhiran er untuk merujuk kepada subjek atau orang. Haters adalah istilah yang digunakan di dalam Bahasa Gaul. Kata yang digunakan untuk menunjukan rasa benci kepada sesuatu. Dengan demikian, arti Haters adalah pembenci atau orang yang benci. Biasanya, Haters ini ditujukan kepada orang yang memiliki kadar benci yang berlebihan terhadap sesuatu).
"Lihat saja! Suatu ketika, jika aku sudah menjadi nyonya Xanderson, aku akan membuat perhitungan dengan Amadea, mengambil semua ketenaran dan pujian dari semua orang yang sebelumnya dia miliki." Serafina bergumam pelan dengan melakukan penekanan pada setiap apa yang dikatakannya, menunjukkan bahwa dia benar-benar menantikan saat itu tiba.
Dan sekarang yang bisa aku lakukan adalah segera menjauhkan Elenora dari James, sehingga aku bisa mendapatkan perhatian dan hati James.
Serafina berkata dalam hati sambil pikirannya mulai memikirkan cara terbaik untuk dapat membuat Elenora segera menjauh dari James.
# # # # # # #
Jarum pendek jam di pergelangan tangannya belum lagi bergerak ke angka 7, tapi James yang berdiri di depan pintu kamar Elenora yang terbuka hanya bisa menahan nafasnya melihat bagaimana kamar itu sudah kosong, dengan sprei dari tempat tidur yang digunakan oleh Elenora semalam sudah tampak tertata rapi, menunjukkan kalau gadis itu sudah pergi dari kamarnya sedari tadi.
Dengan buru-buru, James masuk ke dalam kamar itu, dan langsung melihat sekeliling, termasuk membuka lemari dan melihat ke arah tas koper milik Elenora.
Begitu melihat tas koper dan beberapa barang pribadi milik Elenora masih ada di kamar itu, James menarik nafas lega dengan kedua tangannya yang berkacak pinggang dan kepalanya yang sedikit mendongak, merasa lega paling tidak Elenora tidak kabur darinya.
Matilda sendiri, yang baru dipanggil oleh James, langsung bergegas mendekat ke arah James.
"Selamat pagi Tuan James." Matilda langsung mengucapkan salamnya pada James.
"Saya tidak tahu pasti Tuan, tapi ketika saya di dapur tadi mendengar suara pintu kamar terbuka kira-kira jam 6 pagi. Mungkin Nona keluar dari apartemen jam 6 itu tadi." Mendengar perkataan Matilda, James menghela nafasnya sambil melirik ke arah nakas dimana terletak nampan berisi buah dan roti yang telah disiapkan Matilda untuk Elenora tadi malam.
"Apa semalam Nona tidak memakan makan malamnya?"
"Sepertinya nona hanya memakan sedikit saja." Matilda langsung menjawab.
"Pagi tadi Nona sempat sarapan?" Matilda langsung menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan James.
"Maaf Tuan, nona Elenora tidak ke meja makan sama sekali. Sepertinya langsung pergi." Jawaban Matilda membuat James langsung bergerak keluar dari pintu kamar Elenora.
"Siapkan sarapan untukku dan nona Elenora. Aku akan sarapan dengannya di kantor." James memberikan perintah kepada Matilda sambil bergegas ke arah kamarnya, untuk segera berganti pakaian dan mengambil tas kerjanya.
# # # # # # #
"Hah...." Berkali-kali Elenora menghela nafasnya, sambil memandang ke arah layar komputernya dengan tatapan tajam.
Elenora sengaja datang sepagi mungkin untuk menghindari pertemuan dengan James, dan berusaha untuk mengalihkan pikirannya dengan cara berkutat di depan komputer, mencari-cari pekerjaan yang bisa dia lakukan pagi ini.
Sampai beberapa waktu ke depan, Elenora terus menghela nafasnya sambil mendesah pelan, sampai seseorang tiba-tiba saja menarik kursi dan duduk di sampingnya, setelah sebelumnya meletakkan tas berisi tempat bekal makanan di meja yang ada di depannya.
Dengan kaget, Elenora langsung menoleh ke samping, menatap ke arah sosok James yang sedang duduk di sampingnya sambil tangannya bergerak membuka tas tempat bekal yang berisi makanan hasil karya Matilda, dan mulai mengeluarkannya satu persatu, meantanya dengan rapi di atas meja kerja Elenora.
"Ayo sarapan bersamaku." Tanpa melihat ke arah Elenora, James segera menyodorkan tempat bekal makanan yang sudah dibuka olehnya, bahkan sendok dan garpu sudah disiapkan oleh James di samping tempat makanan itu, beserta dengan segelas tempat minum yang berisi infused water.
(Infused water adalah minuman dari campuran air putih dan buah-buahan yang direndam selama beberapa jam atau dibiarkan semalaman di kulkas. Tak hanya terasa menyegarkan saat diminum, infused water juga memiliki beragam manfaat bagi kesehatan, salah satunya dalah detoksifikasi saluran pencernaan, meskipun jika ada keluhan selama mengkonsumsi infused water, seperti mual, kembung, diare, konsumsi harus segera dihentikan, karena tidak semua orang kuat mengkonsumsi infused water).
Dengan gerakan cepat, James membuka botol berisi minuman itu dan meletakkannya di depan Elenora, juga tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Setelah itu, James terlihat sibuk menyiapkan makan pagi miliknya sendiri, membiarkan Elenora melirik apa yang dilakukannya lewat sudut matanya dalam diam.
Awalnya, Elenora ingin menolak tawaran James untuk makan bersama pagi ini, tapi melihat bagaimana sejak duduk di sampingnya, James begitu sibuk menyiapkan bekal itu untuknya, menatanya satu persatu di hadapannya, membuat Elenora menahan dirinya untuk mengatakan tidak pada James, paling tidak untuk menjaga sopan santunnya.