
"Aku baru saja bersiap untuk tidur, karena barusan Cladia tertidur setelah mengeluarkan semua isi perutnya gara-gara semangkuk sup seafood." Ornado berkata sambil melirik ke arah Cladia yang terlihat sudah terlelap dalam tidurnya dengan senyum manis di wajahnya, setelah sebelumnya merengek kepada Ornado agar mencarikannya makanan.
Awalnya, makanan yang diminta oleh Cladia adalah sup berisi aneka seafood yang baru dimasak dan semua bahannya harus segar.
Untung saja pihak resort siap selama 24 jam melayani para tamu, termasuk bagian dapur.
Hanya saja, sempat terjadi sedikit kendala karena stok jenis ikan yang diinginkan oleh Cladia sedang kosong di dapur, namun Cladia tetap bersikeras meminta jenis ikan itu untuk dimasak dalam sup, tidak mau digantikan dengan jenis lain.
Mendengar permintaan dari Cladia dengan wajah memohonnya, Ornado segera meminta Alex agar mengaturkan orang di timnya untuk mencari ke stok ikan jenis itu ke rumah makan, resort atau hotel lain sampai dapat.
Perintah Ornado pada Alex bukanlah hal yang mudah karena waktu yang sudah menuju penghujung hari, hampir mendekati tengah malam, membuat beberapa restoran tutup, dan tidak semua hotel atau resort bersedia untuk menjual bahan baku makanan mereka untuk orang lain.
Sampai akhirnya saat mereka mendengar penawaran banyaknya uang yang akan diberikan untuk menggantikan harga ikan itu, baru mereka dengan senang hati bersedia membagi stok bahan makanan.
Dan yang membuat Ornado hanya bisa menelan ludahnya dengan wajah terlihat bingung, tanpa bisa protes, adalah ketika dengan susah payah dia sudah mengusahakan semangkuk sup seafood, Cladia yang awalnya menikmatinya dengan lahap dua suapan pertamanya, tiba-tiba memuntahkannya kembali setelah dia tidak bisa lagi menahan rasa mual yang mengaduk-aduk perutnya.
Dan alhasil, bukan hanya dua suapan sup yang dimuntahkan oleh Cladia, tapi hampir seluruh makan malamnya yang sebenarnya juga masuk dengan susah payah tadi, keluar dari perutnya, membuat wajah Ornado terlihat cemas.
"Maaf Al, aku tadi ingin sekali memakannya, sudah aku coba, tapi perutku tidak bisa diajak bekerja sama." Cladia berkata sambil duduk di pinggiran tempat tidur, dengan tubuh terlihat lemas setelah membersihkan bibirnya setelah memuntahkan isi perutnya.
Ornado sendiri tidak bisa berkata apa-apa, karena sebelum kehamilannya, dia tahu Cladia termasuk orang yang begitu menggilai semua makanan yang berasal dari segala jenis seafood.
Namun setelah hamil, bahkan hanya dengan membau masakan yang mengandung seafood, Cladia akan begitu mudah terpancing untuk muntah dan kehilangan nafsu makannya dengan cepat.
Karena itu, begitu malam ini Cladia meminta sup seafood, sebenarya Ornado sudah merasa senang dan berharap Cladia bisa memakannya dengan baik, karena gizinya yang tinggi dan baik untuk perkembangan Bee yang ada di dalam perut Cladia.
"Tidak apa-apa amore mio, aku minta pihak restauran untuk membuatkan makanan lain untukmu ya. Apa yang kamu inginkan sekarang?" Dengan lembut Ornado membalas perkataan Cladia yang dari wajahnya terlihat merasa begitu bersalah karena setelah merepotkan banyak orang, pada akhirnya dia tidak bisa memakan makanan itu.
"Tapi aku sudah kenyang Al."
"Tidak bisa amore mio, kamu sudah memuntahkan banyak makanan, kamu harus mengisinya kembali, agar Bee tidak kelaparan di dalam sana." Sambil mengelus lembut perut Cladia, Ornado mencoba membujuk Cladia yang pada akhirnya menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, apa yang ingin kamu makan? Nasi goreng?" Ornado langsung menawarkan nasi goreng, karena makanan itu adalah makanan yang paling sering dimakan dan jarang sekali ditolak oleh Cladia sejak dia hamil.
Bahkan nasi goreng buatan Ornado yang rasanya seringkali tidak bisa dijelaskan dengan kata-katapun, Cladia tidak keberatan untuk memakannya meskipun hanya sedikit.
Untung saja setelah lebih dari 5 kali Ornado mencoba memasak nasi goreng buat Cladia, pada akhirnya masakan nasi goreng Ornado tidaklah separah dulu ketika pertama kali masak untuk Cladia.
Meskipun saat memasak untuk Cladia, Ornado selalu berhasil membuat dapur sangat berantakan seperti kapal pecah dan kadang membuat beberapa barang benar-benar pecah, namun melihat bahagianya wajah Cladia saat sepiring nasi goreng buatan Ornado disuguhkan di depannya, rasa lelah Ornado langsung menghilang.
Begitu juga dengan para pelayan yang membantu tuannya mempersiapkan dapur, mereka dengan senang hati akan membereskan dapur yang berantakan asal nyonya mereka yang selalu baik hati pada mereka itu bahagia.
"Tidak, aku sedang tidak ingin menikmati nasi goreng yang berminyak. Aku mau rendang daging dengan potongan kentang di dalamnya." Mendengar jawaban Cladia, Ornado hampir saja melotot sempurna karena kaget.
Ren... rendang daging? Bukankan untuk memasak menu itu membutuhkan waktu yang tidak sebentar? Dan ini sudah hampir tengah malam. Lagipula, meski tidak digoreng, banyaknya santan kental yang dipakai untuk memasaknya, tidak kalah berminyak dengan nasi goreng. Astaga amore mio, wanita hamil memang benar-benar amazing. Permintaanmu hari ini sungguh dahsyat. Bee, apa ini perbuatanmu? Kenapa denganmu hari ini? Apa karena beberapa hari ini papa sering mengunjungimu, kamu menjadi merasa terganggu, dan berniat menyatakan protesmu dengan cara seperti ini? Apa kamu protes karena mamamu memanjakan papa beberapa waktu ini? Haist... kamu masih di dalam perut mamamu, tapi sudah berebut kasih sayang dengan papa.
Ornado bertanya-tanya dalam hati dengan sikap bingung, tapi juga pasrah, karena dia tidak mungkin menolak keinginan aneh istrinya yang sedang hamil, atau dia akan kehilangan senyum manis wanita tercintanya itu.