
Jika saja boleh meminta, James sebenarnya ingin bicara hanya berdua dengan Ornado, namun melihat bagaimana lengan Ornado yang sedang merengkuh bahu Cladia terlihat tidak ada niat untuk melepasnya sedikitpun, rasanya tidak mungkin meminta Cladia untuk sementara pergi menjauh dari mereka, yang mungkin akan membuat Cladia justru curiga dan merasa tidak tenang.
Jika istri tercintanya meminta apapun, termasuk mempertanyakan sesuatu, yang yang pasti Ornado akan melakukan apapun tanpa berpikir panjang untuk Cladia.
Apalagi James tahu persis kebiasaan Ornado yang tidak suka menyembunyikan sesuatu di hadapan Cladia sebagai istrinya, kecuali jika itu memang belum waktunya atau bisa membahayakan Cladia jika wanita cantik itu tahu.
“Apa yang ingin kamu ketahui dariku?” Ornado berkata dengan matanya menatap lurus ke arah James, yang berusaha menyusun kata-katanya, agar Ornado mengerti apa yang dimaksudkannya, namun tidak membuat hati Cladia gundah.
“Ah, tidak, aku hanya berpikir kenapa tiba-tiba tadi kamu bersikap keras kepada Dario masalah biaya makan malam tadi. Padahal biasanya kamu selalu terlihat tidak perduli dan lebih cenderung mengalah pada Dario.” Perkataan James membuat Ornado menghela nafasnya.
“Aku menghormati Dario sebagai kakak angkatku, yang juga begitu disayangi oleh papa dan mama ketika mama masih hidup. Tapi ada saatnya, dimana dia harus tahu posisi, statusnya, dan dia harus mengerti tentang aku juga…. Bahwa untuk keluarga dan sahabat, banyak hal bisa aku relakan dan korbankan, termasuk untuk Dario sebagai kakak angkatku. Tapi ada hal-hal tertentu yang meskipun dia memaksaku untuk mengalah, aku tidak akan pernah mengalah sampai kapanpun. Apalagi memberikan apa yang diinginkannya itu, karena ada beberapa hal yang memang itu adalah milikku yang akan aku lindungi bahkan jika harus mempertaruhkan nyawaku sendiri. Apapun atau siapapun tidak akan pernah akan aku biarkan untuk mengambilnya dariku.” Ornado berkata dengan nada tegas.
Dan perkataan Ornado membuat Cladia sedikit tersentak kaget, karena itu mengingatkannya tentang kenangan buruk dimana Ornado terbaring tidak berdaya karena luka tembak yang dia dapatkan demi untuk melindunginya dari tembakan Ola waktu itu.
"Al, kenapa tiba-tiba kamu bicara seperti itu? Aku tidak mau kamu terluka lagi seperti waktu itu." Cladia berkata lirih sambil menatap ke arah Ornado dengan wajah khawatir.
Bagi Cladia ingatan tentang bagaimana Ornado terbaring tidak berdaya saat itu merupakan pengalaman yang begitu buruk, tidak kalah buruknya dengan saat dia menyaksikan sahabatnya diperkosa dan dibunuh di depan matanya.
“Ah, jangan bahas hal seperti itu lagi di saat kita berlibur seperti ini. Lebih baik, bicarakan hal-hal yang indah dan membahagiakan. Juga hal-hal romantis, karena itu tujuan kita pergi berlibur. Benar kan amore mio?” Begitu menyelesaikan kata-katanya, Ornado langsung mengecupi puncak kepala Cladia yang sebelumnya diraihnya agar mendekat ke arahnya, dan bersandar di bahu bidangnya.
"Jangan berpikir macam-macam amore mio, James hanya merasa tidak enak karena sebelumnya aku dan Dario berebut peran sebagai bos besar yang akan mentraktir makan malam hari ini." Ornado segera mengucapkan kata-kata untuk menenangkan hati Cladia yang akhirnya menghela nafas panjang, memilih untuk percaya dengan apapun yang dikatakan oleh Ornado.
Apa arti dari perkataan Ornado? Apa dia menyadari sesuatu tentang Dario? Apa Ornado menemukan hal yang tidak wajar tentang Dario? Apa itu artinya, Ornado sudah menyiapkan dirinya dengan baik untuk menghadapi serangan dari Dario? Selama ini, tentang Dario, itu hanya perkiraaanku saja. Tapi dengan kata-kata Ornado barusan, apa artinya kecurigaanku selama ini tentang Dario itu benar? Wahh… banyak sekali yang ingin aku tanyakan pada Ornado, tapi itu semua tidak mungkin karena Cladia sedang berada bersama kami. Tidak mungkin aku membahas masalah Dario di depan Cladia. Ornado bisa benar-benar menghajarku kalau aku berani melakukan atau membicarakan hal yang bisa membuat istrinya tidak tenang dan khawatir.
James berkata dalam hati dengan berbagai pertanyaan yang silih berganti, memenuhi pikirannya, dengan rasa penasaran yang begitu besar, tapi keberadaan Cladia membuatnya tidak dapat berbuat apa-apa untuk saat ini.
“O, oke Ad, aku akan segera memastikan semuanya berjalan dengan baik.” James berkata dan langsung bergegas menjauh dari Ornado dan Cladia.
“Al, apa maksud dari perkataan James barusan? Apa ada masalah yang terjadi antara kamu dan Dario?” Mendengar pertanyaan Cladia, yang ternayta masih merasa penasaran, Ornado segera memandang wajah istrinya itu sambil tersenyum.
Begitu James pergi menjauh dari mereka berdua, memang rasa penasaran Cladia kembali timbul tanpa bisa dia cegah.
“Apa yang bisa terjadi antara aku dan dia? James hanya sedang berpikir terlalu jauh. Tidak ada hal yang perlu dikhawatirkan amore mio. Seperti yang aku katakan barusan, kami hanya sedang berebut peran sebagai bos besar untuk malam ini. Tapi semua sudah aku putuskan, bahwa aku tetap harus menjadi bosnya malam ini.” Ornado berkata dengan sikap tenang sambil tersenyum lebar, dengan tangannya mengelus rambut di kepala Cladia, agar wanitanya itu tidak perlu mengkhawatirkan apapun.
Bagi Ornado, asal Cladia ada di dekatnya, dalam jangkauan matanya, agar dia bisa selalu melindunginya dari apapun dan siapapun, itu sudah cukup baginya.
"Ayo amore mio, kita berangkat sekarang, agar kamu bisa menikmati indahnya Mozaic Ubud." Ornado berkata lembut dengan sedikit menundukkan kepalanya, sehingga wajahnya berada begitu dekat dengan wajah Cladia, dimana Ornado bisa mencium bau harum dari rambut Cladia yang tergerai dan sedikit menerpa wajah Ornado karena hembusan angin di temapt parkir.
Melihat Cladia untuk beberapa saat masih berdiam di tempatnya tanpa bergerak, Ornado segera mengelus bagian belakang pinggang Cladia, sebagai tanda bahwa dia ingin Cladia segera masuk ke mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh salah satu pengawal yang mengikuti mereka kemanapun mereka melakukan perjalanan hari ini.
Dari balik kaca mobilnya yang gelap, Dario yang duduk di kursi penumpang, dengan siku tangan menumpu pada bagian dalam mobil, dimana terdapat tombol power window di sana.
(Power windows atau jendela listrik adalah jendela mobil yang dapat dinaikkan dan diturunkan dengan menekan tombol atau saklar, sebagai lawan dari menggunakan pegangan engkol.
Sistem power window adalah salah satu fitur yang disematkan pada mobil. Pada sistem ini, terdapat motor DC dan window regulator untuk menaikkan dan menurunkan kaca jendela pintu samping. Tidak hanya fungsi dasar untuk membuka dan menutup kaca jendela saja, tetapi juga dilengkapi dengan fitur keamanan dan kenyamanan).
Melihat beberapa kali tanpa henti Ornado menciumi dan mengelus tubuh Cladia, sebelum mereka masuk ke dalam mobil, membuat tangan Dario yang menumpu di dekat jendela itu terkepal dengan begitu erat, menahan rasa cemburu juga iri yang menghantam dirinya dengan sangat keras, hingga rasa sakitnya menyebar ke seluruh tubuhnya tanpa ampun, dna begitu menyiksanya.