
Audrey ini benar-benar bisa menilai situasi dengan sangat baik. Suatu ketika aku harus memberinya hadiah untuk kecerdasannya kali ini.
James berkata dalam hati sambil kembali menggerakkan kepalanya ke samping, agar Elenora segera menuruti permintaannya untuk menyetir mobilnya.
Pada akhirnya, Elenora dengan pasrah menganggukkan kepalanya, meskipun setelah itu, Elenora tetap berdiam diri di tempatnya.
Huft... untung saja Elenora segera menuruti permintaan pak James. Dugaanku pasti benar bahwa pak James tidak menganggap Elenora sekedar sekretaris pribadinya. Dalam sejarah selama aku mengenal pak James, pak James yang begitu menyukai dunia otomotif, tidak pernah membiarkan orang selain pak Ornado dan pak Fred mengendarai mobilnya.
Audrey berkata dalam hati sambil mengulum senyumnya.
Apalagi pak James begitu suka mengendarai mobil sebagai sopir untuk dirinya sendiri. Kalau sekarang pak James meminta Elenora menyetir, bisa dipastikan kalau pak James memiliki motif lain untuk itu.
Audrey kembali menebak-nebak dalam hati, sambil tangannya bergerak mendorong tubuh Elenora agar mendekati mobil James yang sudah berjalan ke arah lain dari mobilnya, untuk duduk di sana menunggu Elenora masuk ke mobilnya.
"Selamat malam Pak James, Elenora. Sampai bertemu besok." Audrey berkata dengan tangannya yang melambai ke arah Elenora dan James yang langsung menanggapinya dengan sebuah anggukan kepala dan senyum, yang di pemandangan Audrey terlihat jelas sebagai sebuah senyum yang menunjukkan rasa bahagianya.
Dengan gerakan ragu, akhirnya Elenora berjalan mendekat ke arah mobil James, membuka pintu di bagian sopir, dan duduk di sana dengan sikap yang terlihat canggung.
"James…. Apa kamu tidak sebaiknya duduk di kursi penumpang yang ada di belakang?" Sebelum mulai menginjak gas mobil itu, dengan suara pelan Elenora bertanya kepada James yang langsung melotot.
"Apa maksudmu? Bagaimana mungkin aku membuatmu menjadi sopir sungguhan untukku?"
"Bukannya kamu sendiri tadi yang bilang kalau sebagai sekretaris pribadimu, aku juga harus bisa berperan sebagai sopir pribadimu? Apa aku salah?" Dengan sikap polos, Elenora justru bertanya balik dan mempertanyakan perkataan James tadi di depan Audrey ketika memintanya menjadi sopir pirbadinya.
Haist! Bagaimana mungkin aku memiliki istri yang pikirannya begitu polos? Bisa-bisanya dia berpikir bahwa aku benar-benar ingin menjadikannya sopir pribadi untukku? Benar-benar gadis polos!
James berkata dalam hati sambil melirik ke arah Elenora dan menarik nafas dalam-dalam.
"Kamu tahu, aku seringkali harus pulang malam karena lembur seperti hari ini. Tidak ada salahnya kan aku ingin menikmati sedikit waktu santai di perjalanan pulang?" Perkataan James membuat Elenora terdiam, dan tanpa banyak bicara mulai menginjak pedal gas mobil James.
Elenora memilih untuk diam dan berkonsentrasi pada jalanan di depannya, karena sedari tadi dia bisa merasakan dan sesekali melihat bahwa James tidak mengalihkan pandangan matanya dari sosoknya yang sedang menyetir dengan kecepatan sedang, membuat dada Elenora harus terus berdetak kencang sejak masuk ke dalam mobil itu, bahkan membuat nafasnya terasa sedikit sesak karena keberadaan James yang selalu saja berhasil membuat hatinya dipenuhi dengan rasa kagum dan terpesona.
Mmmm... sepertinya keputusanku untuk menjadikan Elenora sebagai sopirku lumayan juga. Paling tidak, aku akan mendapatkan beberapa waktu tambahan untuk menikmati keberadaannya. Dan yang penting... dia tidak perlu pergi bersama yang lain, apalagi dengan kendaraan umum, yang akan menarik perhatian banyak orang dengan wajah bulenya yang mulus, dan juga penampilan modisnya dengan pakaian-pakaian yang sudah aku pilihkan untuknya. Dan itu pasti juga akan membuatku seringkali terkena serangan jantung dan tekanan darah tinggi karena harus selalu mengkhawatirkan keadaannya.
James berkata dalam hati, dengan tubuhnya yang tanpa sungkan-sungkan sengaja dimiringkannya ke samping kanan, agar sepanjang jalan dia bisa terus mengamati Elenora yang sedang menyetir, membuat dada Elenora semakin berdebar-debar dan merasa gugup.
Apalagi, Elenora bisa merasakan jika tatapan James saat ini bukan seperti tatapan marah, ataupun tatapan sinis dari James jika dia dulu melakukan kesalahan saat tidak becus mengerjakan tugas-tugas dari James.
"Ele, turunkan kecepatan mobilnya. Terlalu cepat." Meskipun dengan dahi berkerut karena heran dengan perintah James untuk menurunkan kecepatan laju mobil, meski Elenora merasa laju mobil yang dikendarainya sudah cukup pelan, Elenora memilih untuk mengurangi injakan kakinya pada pedal gas di bawahnya, daripada berdebat dengan James.
Haist, dengan kecepatan seperti ini, tidak lebih dari 10 menit kami akan segera sampai ke tujuan. Kalau sudah sampai di apartemen, aku jamin Ele akan lebih memilih untuk langsung masuk dan mengurung diri di kamarnya, daripada berbincang denganku. Padahal besok sore kemungkinan aku harus terbang ke kota B. Aku hanya akan memiliki waktu kurang dari 24 jam bersama Ele. Ist....
James langsung menggerutu dalam hati begitu menyadari bahwa waktu untuknya bersama Elenora di dalam mobil akan segera berakhir, juga waktunya sebelum berangkat ke kota B.
"Ele, masih terlalu cepat. Kurangi lagi kecepatan mobilnya." Dahi Elenora semakin berkerut mendengar perintah James untuknya, yang terasa begitu aneh baginya.
"Tapi James... ini sudah cukup pelan untuk...." Elenora berkata dengan nada terdengar sedikit ragu, namun melihat jarum speedometer mobil yang sedang dia kendarai, dia tahu saat ini laju mobil ini benar-benar sudah pelan, Elenora memberanikan diri untuk mengatakannya pada James.
(Speedometer adalah alat ukur kecepatan kendaraan. Speedometer digunakan untuk mengukur laju kecepatan kendaraan. Dengan melihat alat yang satu ini, seseorang dapat memantau kecepatan kendaraan yang sedang dikendarai. Informasi yang ditampilkan dalam speedometer umumnya terdiri dari angka 0 sampai dengan 220 km/h. Angka tersebut berjajar melengkung 2/3 lingkaran. Cara membacanya cukup mudah. Jika jarum speedometer menunjukkan angka 40, berarti kecepatan mobil sebesar 40 kilometer per jam (km/h). Angka 40 tersebut merupakan kecepatan konstan. Artinya, selama satu jam, mobil mampu menempuh jarak 40 kilometer. Namun, angka ini dapat berubah seiring dengan bertambah atau berkurangnya kelajuan mobil. Sedangkan pada jenis digital biasanya kecepatan kendaraan ditunjukkan oleh angka utama).
"Aku ingin bisa tidur dengan nyaman. Kalau kamu mengendarai mobil dengan terlalu cepat, aku akan kesulitan untuk tidur. Apalagi kalau terlalu kencang laju mobilmu, kalau ada apa-apa kamu pasti akan mengerem, dan membuat tidurku terganggu." James berkata sambil memejamkan kedua matanya, dan tetap ngotot meminta Elenora untuk mengurangi kecepatan mobil.
Hah? Apa maunya laki-laki satu ini? Tiba-tiba meminta aku mengurangi kecepatan mobil dan bilang mau tidur dengan nyaman. Kalau memang ingin tidur, kenapa tidak memilih tidur saja di kamarnya sendiri? Kalau aku menggunakan kecepatan normal, bahkan kurang dari 10 menit kami akan sampai di apartemennya. Setelah itu harusnya dia bisa tidur dengan lebih nyaman. Bukannya lebih memilih untuk tidur di mobil seperti ini.
Elenora berkata dalam hati, sambil benar-benar mengurangi kecepatan mobil yang dikendarinya, dengan pikiran bingung memikirkan sikap James yang baginya terlihat begitu aneh malam ini.