
Sepanjang perjalanan, di dalam pesawat jet pribadi milik Ornado, James sengaja mencari tempat duduk yang cukup jauh dari posisi duduk Elenora, agar matanya yang tidak bisa diajaknya kompromi tidak seenaknya sendiri terus menerus mencuri pandang ke arah Elenora.
Dan lebih celakanya, bukan hanya berusaha mencuri pandang ke arah gadis yang terlihat cantik dan menarik pagi ini, tapi pikirannya diam-diam mulai mengagumi sosok Elenora, membuat alarm tanda bahaya dalam hati James langsung menyala keras.
Cladia dan Laurel sendiri lebih banyak mengobrol bersama suami mereka, sambil sesekali melibatkan Elenora dalam pembicaraan ringan mereka, sehingga mulai mengesampingkan keberadaan James yang menyendiri.
Mau tidak mau, meskipun berusaha menjauh dan menghindari Elenora, tapi melihat bagaimana Elenora mengobrol santai dengan yang lain, tanpa terlihat gugup maupun salah tingkah, membuat hati James sesekali terasa panas, dan mulai mengomel dalam hati, kebiasaan yang dia lakukan jika jengkel karena Elenora.
Cih... bagaimana bisa dia begitu santainya mengobrol dengan yang lain, sedang kan jika berbicara denganku sudah seperti seorang anak nakal yang ketakutan karena aku memegang tongkat untuk memukulnya.
James berkata dalam hati sambil pura-pura memejamkan matanya, berusaha untuk tidak lagi memperdulikan mereka yang saat ini sedang asyik mengobrol.
Tapi setiap kali suara Elenora terdengar saat berbicara, membuat James menahan nafasnya, karena sedang berusaha sebisa mungkin untuk tidak membuka matanya dan memandang ke arah Elenora.
Ornado dan yang lain sengaja membiarkan James bersikap aneh, karena mereka juga tidak ingin membuat James bersikap semakin keras kepada Elenora jika mereka kembali menggodanya.
Dan tanpa sepengatahuan siapapun, bagi James, perjalanan nyaman dengan jet pribadi Ornado kali ini justru membuatnya begitu tersiksa.
# # # # # # #
"Selamat datang Tuan dan Nyonya sekalian." Pihak resepsionis terlihat menyambut kedatangan Ornado dan yang lain dengan sikap yang terlihat begitu ramah.
Dari arah lain, tampak manager tempat mereka menginap langsung menyambut kedatangan mereka dan sudah terlihat melebarkan senyumnya, meskipun dia masih jauh.
langkah-langkah lebar terlihat dilakukan oleh manager hotel yang berjalan sambil merapikan jas yang dikenakannya.
"Selamat datang Tuan Ornado, Tuan Dave dan Tuan James beserta istri." Laurel dan Cladia sama-sama langsung menahan senyum gelinya begitu mendengar manager resort itu menyapa James dan menyebut istri sambil menatap ke arah Elenora.
"Silahkan, Tuan dan Nyonya mengikuti kami untuk bisa saya antar ke kamar Tuan dan Nyonya sekalian." Manager resort itu berkata sambil melebarkan lengannya, memeprsilahkan Ornado dan yang lain untuk mengikutinya.
Begitu Ornado dan yang lain mulai melangkah mengikuti manager resort itu, beberapa orang pelayan resort itu dengan sigap berjalan mengikuti langkah-langkah mereka di belakang, sambil membawa tas-tas koper bawaan Ornado dan yang lain.
"Silahkan Tuan."
Satu persatu manager hotel itu mengantarkan Ornado dan Dave berserta istri merela ke kamar mereka masing-masing, sampai yang terakhir, mereka mengantarkan James.
"Silahkan Tuan dan Nyonya." Tanpa tahu yang sebenarnya, manager resort itu membuka kamar lebar-lebar, dan mempersilahkan James, dan Elenora untuk masuk ke kamar itu, karena berpikir bahwa Elenora adalah istri dari James.
"Eh...." Dengan sikap gugup, Elenora tetap berdiri di depan pintu, sedang dengan sikap masa bodoh, James langsung masuk ke dalam kamar itu.
"Tidak….” Elenora menjawab singkat dengan nada ragu.
“Tolong antarkan nona itu ke kamarnya sendiri. Itu yang sedang dibutuhkannya saat ini.” Suara James yang terdengar dari arah kamar, langsung menyadarkan manager resort itu, bahwa dia sudah melakukan kesalahan dengan mengira Elenora adalah istri James dan mempersilahkannya masuk ke dalam kamar yang sama dengan James.
“Maaf Tuan….” Dengan suara terdengar begitu menyesal, manager hotel itu segera meminta maaf kepada James dan langsung mempersilahkan Elenora untuk mengikutinya.
“Apa Nona adalah sekretaris pak James?”
“Benar Pak.” Elenora menjawab singkat.
“Maafkan saya karena berpikir Nona adalah istri dari pak James, karena tadi saya lihat Anda berdua terlihat begitu serasi.” Perkataan dari manager hotel itu membuat Elenora hanya bisa menanggapinya dengan sebuah senyuman.
“Dimana kamar saya pak?” Dengan segera, Elenora mencoba untuk mengalihkan pembicaraan yang cukup membuatnya tidak nyaman.
“Selamat siang Pak.” Sebuah sapaan dari Alex membuat manager resort itu mengalihkan pandangannya dari Elenora.
Elenora? Benar-benar penampilan baru yang membuatku hampir saja tidak bisa mengenalinya. Seperti yang dulu pernah aku pikirkan, gadis itu menyimpan banyak kejutan untuk orang lain. Termasuk bagaimana dia bisa menyulap dirinya sendiri menjadi sosok yang menakjubkan. Gadis ini benar-benar gadis yang istimewa dan sungguh menarik untuk dikenal lebih dalam lagi.
Alex berkata dalam hati dengan matanya yang fokus menatap ke arah Elenora tidak bisa menyembunyikan tatapan kagum dan terpesonanya terhadap sosok baru Elenora pagi ini.
Alex sendiri setelah menyapa manager resort, langsung mengalihkan pandangannya ke arah Elenora dan melemparkan sebuah senyuman manis pada gadis itu.
Sedari tadi, begitu Alex berjalan ke arah manager resort untuk mempertanyakan sesuatu tentang ruangan penyambutan Alvero, mata Alex sudah menyipit untuk meyakinkan dirinya sendiri bahwa gadis dengan penampilan modis, anggun, sekaligus cantik itu adalah seseorang yang dikenalnya.
Dan itu benar seperti siapa yang tadi ada dipikirannya, yaitu Elenora, membuat senyum Alex tidak henti-hentinya menghias bibirnya.
“Selamat siang Pak Alex.”
Elenora hari ini terlihat begitu cantik. Aku harap selama bertugas mengawal liburan raja Alvero, aku memiliki lebih banyak waktu untuk mengobrol bersama Elenora di bandingkan jika kami sama-sama bekerja di kantor. Biasanya hanya saat makan siang saja aku memiliki kesempatan untuk bertemu Elenora. Di sini aku beruntung sekali bisa lebih sering untuk bertemu dan mengobrol dengan Elenora.
Tanpa sadar, Alex sedikit mengabaikan manager resort itu karena begitu sibuk berpikir dalam hati tentang rencana bagaimana dia agar bisa menghabiskan waktu dengan Elenora ke depannya sembari mengawal liburan para orang berpengaruh itu.
“Eh, selamat siang pak. Ada sesuatu yang harus kita bicarakan secepatnya tentang lokasi penyambutan keluarga kerajaan Gracetian. Kita harus pastikan semua siap supaya rencana bisa berjalan dengan baik.” Perkataan Alex langsung membuat manager resort itu menggangguk-anggukkan kepalanya, tanda mengerti sekaligus setuju.
“Baik Pak Alex, kita akan lakukan setelah saya mengantar nona ini ke kamarnya.” Manager itu segera mempersilahkan kembali kepada Elenora.
“Kalau begitu biar saya ikut sekalian saja, supaya menghemat waktu, kita bisa langsung pergi berdua setelah mengantar nona ini ke kamarnya.” Alex segera menjawab perkataan manager resort itu sambil menggerakkan tubuhnya agar bisa berdiri dan akhirnya berjalan berdampingan dengan Elenora.