
Serafina yang tidak sadar mendapatkan tatapan tajam dari Ornado dan James justru dengan santainya menebar pesonanya pada para pria yang ada di sekitarnya.
"Al, hentikan tindakanmu atau matamu akan sakit karena melotot seperti itu." Perkataan Cladia membuat Ornado langsung menoleh dengan sikap salah tingkah, dan menatap ke arah satu-satunya wanita yang bisa membuatnya seperti itu.
"Apa yang sedang kamu rencanakan pada Serafina? Apapun itu, tolong hentikan..." Apa yang diucapkan oleh Cladia membuat Ornado sedikit mengernyitkan dahinya.
Wah... sepertinya sekarang amore mio sudah mulai bisa membaca pikiran dan isi hatiku. Ke depannya aku harus lebih berhati-hati dalam bertindakataupun berkata-kata di depan amore mio. Aku tidak boleh membuatnya khawatir. Hah... untuk saat ini aku harus berhati-hati jika membahas masalah yang berkaitan dengan mafia. Apa jadinya jika saat ini amore mio tahu tentang statusku di dunia mafia Italia? Meskipun aku sendiri bukanlah golongna dari para mafia tersebut. Aku hanya orang yang berdiri di tengah, menjadi penengah dinatara mereka.
Ornado berkata dalam hati sambil menatap lembut ke arah Cladia yang membalasnya dengan sebuah senyuman yang selalu saja membuat Ornado terpukau dibuatnya.
"Tapi amore mio, dia...." Ornado berniat menyatakan protesnya kepada Cladia, mencoba melakukan negosiasi dengan istrinya.
"Al, biarkan saja untuk kali ini. Orang-orang seperti dia itu pasti ke depannya akan menuai akibat perbuatannya. Dan lagi, bukannya kamu bilang masalah Elenora adalah tanggung jawab seseorang? Biar dia yang mengambil alih masalah ini." Cladia yang berkata melirik ke arah James yang langsung berdehem dan mengalihkan wajahnya, menghindari tatapan Cladia padanya.
Serafina yang sedang menikmati suguhan makan pagi ini, tampak mengedarkan pandangan matanya ke sekelilingnya.
Karena kedatangannya yang cukup malam, dan dia langsung pergi ke kamar dan beristirahat, Serafina memang belum sempat bertemu dengan banyak orang yang saat ini ada di tempat itu.
Ah, itu pasti raja Alvero dan permaisurinya yang sempat menghebohkan dunia itu, dengan kisah cinta mereka yang disebutkan orang seperti kisah dongeng Cinderella. Dan gadis yang tadi duduk di samping pangeran Enzo... sepertinya adalah putri Alaya yang baru saja muncul setelah bertahun-tahun, dan orang tidak tahu tentang keberadaannya.
Serafina berkata dalam hati sambil matanya beralih ke yang lain, mulai menebak-nebak siapa saja orang yang hadir di tempat itu, sampai akhirnya matanya menatap ke arah wanita cantik yang duduk di samping Ornado, dengan tangan Ornado yang tampak melingkar di pinggang wanita cantik itu dengan sikap over protektifnya.
Untuk Serafina, sebagai model terkenal, banyak foto Serafina yang Cladia tahu via internet. Apalagi Elenora juga pernah menunjukkan foto-foto kakaknya kepada Cladia, membuat Cladia tahu seperti apa sosok Serafina.
Sedang untuk Serafina, sosok Cladia yang jarang sekali diekspos oleh media, sehingga tidak banyak referesnsi yang bisa dia dapat tentang sosok Cladia, membuatnya harus menebak-nebak manakah sosok Cladia.
Dan melihat sikap over protektif sekaligus mesra kepada wanita yang ada di sampingnya, sedangkan selama ini Ornado belum pernah dikabarkan dekat dengan wanita manapun, membuat Serafina yakin bahwa wanita itu adalah Cladia, istri Ornado.
Seperti desas desus yang terdengar. Istri Ornado memang terlihat cantik dan anggun. Dan sepertinya dia wanita yang tidak banyak bicara. Kalau ada kesempatan, aku harus bisa mendekatinya. Menjalin hubungan pertemanan dengan istri Ornado tidak ada ruginya, justru pasti akan membawa banyak keuntungan bagiku.
Serafina berkata dalam hati sambil tersenyum kecil, lalu kembali menikmati makanan yang ada di piringnya, dan kembali sibuk melihat-lihat lagi orang-orang yang ada di sekelilingnya, mulai mengamati mereka yang hadir di sana.
Saat ini, Serafina sadar bahwa di sekelilingnya banyak hadir orang-orang penting, berkuasa dan yang pasti kaya raya. Membuat Serafina mulai memikirkan bagaimana cara untuk memiliki koneksi dengan mereka semua agar mendapatkan keuntungan bagi karir, dan juga hidupnya.
Dan itu termasuk mendekati Ernest untuk dapat membuka jalan komunikasi antara dia dan Alvero atau Deanda, dan para anggota keluarga kerajaan Gracetian yang lainnya.
Deanda dan Laurel yang mendengar tujuan wisata mereka selanjutnya tampak begitu bersemangat, termasuk Cladia, yang memang selama beberapa tahun ini tidak pernah merasakan liburan di tempat umum, termasuk pantai tentunya.
"Nikmati liburan kita kali ini, tapi tetap jaga kesehatanmu amore mio. Kalau kesehatanmu terganggu, besok kita hentikan kegiatan liburan kita. Kamu dan Bee adalah prioritas utamaku." Ornado berbisik lembut sebelum akhirnya mengajak Cladia melangkah pergi meninggalkan main hall resort.
"Jangan khawatir Al." Cladia yang sudah mulai terbiasa dengan perlakuan mesra dan lembut dari Ornado langsung menganggukkan kepalanya sambil menyilangkan tangan di dadanya, agar bisa menggenggam erat tangan Ornado yang sedang melingkar di bahunya.
Serafina yang ikut melangkah pergi, begitu melihat James tetap duduk di tempatnya, sedang yang lain sudah mulai beranjak pergi, langsung mendekat ke arah James.
"James, ayo kira pergi bersama." Serafina berkata sambil mendekatkan tubuhnya ke arah James yang masih duduk di tempatnya.
"Kamu mau ikut ke pantai juga hari ini? Yang lain pasti senang melihat seorang model sepertimu ikut bersama mereka. Siapa yang bisa menolak pesona seorang model cantik sepertimu." James berkata sambil bangkit dari duduknya, sekilas, diliriknya boater hat yang sedang dipegang erat oleh Serafina.
Mengingat topi itu sebenarnya diberikan Cladia kepada Elenora, tapi sekarang terlihat ada di tangan Serafina, membuat James kembali merasa kesal.
Elenora, sedari kecil, kenapa sih, kamu selalu saja mau ditindas oleh Serafina? Sepertinya aku harus mengajarimu bagaimana harus bersikap tegas kepada orang yang seenaknya seperti kakakmu ini!
James berkata dalam hati sambil kembali menatap ke arah Serafina, yang terlihat tersenyum senang mendengar pujian dari James barusan, padahal James tidak dengan tulus mengucapkan pujian itu.
"Kamu mau memakai topi seperti itu di pantai nanti? Akh... aku tidak tahu ya, tapi sepertinya kamu tidak cocok memakai topi jenis itu. Lebih baik ganti dengan topi model lain. Lagipula, setahuku para pengunjung di pantai negara ini tidak ada yang mengenakan topi tipe itu. Hanya pendapat pribadiku saja sih. Terserah kamu kalau tetap mau memkainya." James berkata sambil berjalan ke arah berlawanan dengan yang lain, yang akan memulai perjalanan mereka ke pantai.
"Eh, James, mau kemana? Ayo temani aku pergi bersama yang lain ke pantai." Serafina kembali mengajak James, dengan tangannya memanggil Elenora yang sedang melihat ke arahnya dan James.
"Elenora, simpan topiku di kamar ya. Aku akan beli topi yang lain nanti. Simpan baik-baik topi ini. Aku akan pergi ke pantai bersama yang lain." Begitu Elenora mendekat, Serafina langsung menyodorkan topinya ke arah Elenora yang mau tidak mau langsung menerimanya sambil menganggukkan kepalanya, mengiyakan perintah Serafina barusan.
Sebuah lirikan tajam dari James membut Elenora sedikit mengalihkan wajahnya, menganggap bahwa James sedang marah padanya.
Sedang Serafina, terlihat lebih tidak perduli karena tidak menyadari bahwa James menunjukkan wajah tidak sukanya melihat Serafina sudah memerintah Elenora seenaknya, apalagi James tahu pasti bahwa topi itu sebenarnya justru milik Elenora, bukan milik Serafina.
Kalau kamu terus bersikap lembek seperti itu, bagaimana bisa kamu bersikap tegas saat menjadi seorang nyonya Xanderson? Eh...
James menghentikan kata-katanya dalam hati, setelah sadar bahwa baru saja dia mulai menempatkan sosok Elenora sebagai calon nyonya Xanderson, yang artinya, menempatkan posisi Elenora sebagai istrinya di masa depan.