
James yang menunggu kabar kedatangan mamanya tampak duduk dengan sikap gelisah di sofa yang ada di ruangannya, sampai tidak menyadari bahwa Ornado tiba-tiba saja sudah datang di sana. Masuk ke ruangan James tanpa disadari oleh James.
"James, sebaiknya kita bersiap. Fred baru saja memberiku kabar bahwa mereka baru saja keluar dari area bandara. Sebaiknya kita segera ke rumahku. Orang rumah sudah menyiapkan jamuan makan siang untuk mereka." Perkataan Ornado yang tiba-tiba saja sudah berdiri di dekatnya membuat tubuh James tersentak kaget.
"Ayolah, sii un vero uomo, dover affrontare." (jadilah pria sejati, harus dihadapi) Orando berkata sambil menepuk bahu James yang sedang emmadnang ke arahnya.
"Jangan mempermalukan keluarga Xanderson." Orando kembali berkata sambil menatap James yang masih terlihat tidak tenang.
"Semua masalah pasti ada jalan keluarnya. Bahkan jika ada jalan buntu, tinggal mendatangkan bulldozer untuk membuat jalan yang tertutup. Beres kan?" Mendengar perkataan Orando dengan nada begitu santai dan percaya diri membuat James melenguh pendek.
(Bulldozer adalah salah satu jenis alat berat yang dan berfungsi untuk pemerataan material seperti tanah, pasir, kerikil yang memiliki kemampuan dorong atau tenaga yang tinggi. Bisa digunakan untuk menggali, mendorong, menggusur meratakan, menarik beban dan menimbun. Bulldozer adalah jenis peralatan konstruksi bertipe traktor menggunakan Track/ rantai serta dilengkapi dengan pisau yang terletak di depan).
"Kamu enak bicaranya, karena kamu tidak mengalami hal seburuk ini." Ornado lagnsung melotot mendengar perkataan dari James.
"Ist! Sembarangan saja kamu bicara! Semua orang punya beban dan masalah sendiri-sendiri. Apa kamu ingat, bagaimana frustasinya aku tidak bisa menolong Cladia saat dia dihadapkan dengan peristiwa perkosaan dan pembunuhan teman karibnya? Bahkan dia hampir saja ikut menjadi korban pembunuhan? Menyembuhkan trauma yang dialami Cladia juga bukan hal mudah bagiku. Belum lagi peristiwa penculikan dan penyerangan yang membuatnya sempat amnesia. Sampai detik ini jika mengingat semua hal yang sudah kami lalui itu masih membuatku merasa tidak nyaman." Mendengar ocehan Ornado, James hanya bisa meringis, karena dia tahu semua hal yang dilalui Ornado memang bukanlah hal yang mudah.
Selain Cladia, kesuksesan Ornado juga bukan hal yang bisa dicapai oleh orang lain. Perjuangan Ornado menjadi pengusaha sukses di usianya yang masih muda, membangkitkan kembali Grup Xanderson yang sempat goyah waktu itu, benar-benar sebuah perjuangan yang tidak mudah bagi Ornado.
Dan James yang saat itu sudah berada di sampingnya tahu dengan jelas tentang hal itu.
"Sepertinya, aku memang benar-benar harus menghadapinya seperti katamu. Pasti ada jalan keluar. Apalagi ada kamu di sisiku. Yang pasti seorang Ornado tidak akan membiarkanku jatuh dan tidak bahagia." Akhirnya James berkata sambil bangkit dari duduknya, dengan sikap lebih percaya diri.
"Kita lihat saja nanti, kamu tahu aku akan selalu siap membantumu, asal kamu yakin dengan apa yang kamu minta kepadaku. Jangan setelah bantuan datang, kamu menyesalinya." Ornado berkata sambil melangkah keluar mendahului James, yang langsung menyusul di belakangnya.
# # # # # # #
Ornado yang baru saja turun dari mobil dan memasuki rumahnya, dan bermaksud menemui Cladia yang dia tahu pasti sedang berada di ruang kerja milik Ornado, yang sekarang sudah menjadi ruang kerja milik mereka berdua.
Ternyata mobil yang berhenti adalah mobil yang dikendarai oleh Fred, yang digunakan untuk menjemput para tamu dari bandara.
"James! Mama merindukanmu!" Sebuh suara milik wanita paruth baya, terdengar melengking memanggil nama James yang langsung tersenyum lebar dan merentangkan kedua tangannya, menyambut sosok Carina yang langsung menghambur ke dalam pelukan James.
Carina merupakan sosok seorang wanita berusia hampir 60 tahunan, tapi selalu tampil modis. Didukung oleh wajahnya begitu cantik dan awet muda, kadang justru membuatnya sering dipikir orang lain yang tidak mengetahui sejarah keluarga mereka adalah kakak Jmaes, bukan ibunya.
"Aku merindukanmu, anak nakal. Sepertinya kamu sudah jatuh cinta dengan negara ini sehingga lupa untuk pulang ke Italia." Carina yang masih memeluk James dengan erat berkata sambil memukuli punggung James dengan gerakan pelan.
"Aku melakukannya agar sekali-sekali Mama mengunjungiku di sini." James menanggapi perkataan mamanya sambil tersenyum.
Tapi senyum James langsung menghilang begitu melihat sosok Elenora yang barus aja turun dari mobil menyusul kedu orangtuanya yang sudah turun terlebih dahulu.
Begitu James menatap ke arahnya, Elenora langsung menundukkan kepalanya dan berusaha mengalihkan wajahnya dari jangkauan pandangan mata James.
Aist, apa yang sudah aku harapkan? Berpikir menemukan sesuatu yang berbeda sebagai sebuah kejutan? Aku berpikir setelah dia bekerja di kantor Grup Xanderson dan bergaul dengan para wanita cantik dan modis yang bekerja di sana, penampilan culunnya bisa sedikit berubah. Ternyata tetap saja dia tampil dengan kepang rambut dan kacamata seperti wanita yang hidup di era tahun 60an.
James berkata dalam hati, dan mulai melakukan penilaian kepda penampilan Elenora, yang bagi James terlihat begitu ketinggalan jaman.
Dari sikap yang ditunjukkan oleh Elenora, gadis itu terlihat jelas bahwa dia merupakan seorang gadis dengan tingkat kepercayaan diri yang begitu rendah, membuat James semakin merasa tidak nyaman melihat keberadaan gadis itu.
Aku tidak tahu apa yang dilihat oleh mama sehingga sejak dulu mama begitu menyukai Elenora. Walaupun aku juga tidak tertarik dengan Serafina, bukankah seharusnya mama lebih memilih untuk menjodohkanku dengan Serafina daripada Elenora? Walaupun selain tubuh indah dan wajah cantiknya, Serafina tidak memiliki kelebihan lain, paling tidak pergi ke pesta bersamanya tidak akan sememalukan kalau berjalan bersama Elenora. Dan sepertinya, gadis culun itu tipe gadis yang begitu gampang untuk digertak dan menangis ketakutan.
James mengomel panjang dalam hati sambil menarik nafas panjang dan melepaskan diri dari pelukan mamanya. Karena walaupun dia tidak suka, James tahu dia tetap harus menyapa Elenora dan kedua orangtuanya dan juga Alberto yang merupakan ayah kandung Ornado, pamannya.