
"Ad, kenapa harus seperti itu?" James langsung menyatakan protesnya.
"Benar Ad. Walaupun kami tidak sekantor, aku akan berusaha keras untuk dapat bekerja dengan baik seperti yang kamu inginkan." Elenora berusaha memperkuat pendapat dari James.
Bagi Elenora, dia cukup sadar diri bahwa kedatangannya ke Indonesia sebagai gadis yang dijodohkan keluarga mereka dengan James, sudah cukup membuat James tidak nyaman.
Jika harus ditambah lagi dengan mereka harus bekerja dalam satu ruangan, rasanya ketidaknyamanan itu akan semakin membuat hubungannya dengan James menjadi semakin berantakan dan tidak menyenangkan, Elenora sadar betul akan hal itu.
Sedangkan dia sendiri ingin membuat hubungannya dengan James cukup baik, sehingga ke depannya bisa membuat James membuka hati kepadanya.
Dengan sifat James yang selama ini memiliki pergaulan yang luas dan banyak teman, Elenora tahu bahwa laki-laki seperti James tidak akan suka jika merasa dikekang, apalagi oleh keberadaan seorang gadis yang tidak disukainya.
"Kenapa dengan kalian berdua? Sikap kalian ini seperti aku menyuruh kalian tinggal dalam satu kamar saja!" Ornado berkata dengan nada tidak perduli, membuat James hanya bisa memaki Ornado dalam hati.
Sial! Dasar si bucin Ad! Apa dia tidak berpikir keberadaan Elenora di kantorku akan membuat mataku sakit dan semangat kerjaku hilang melayang? Apa dipikirnya perasaanku sama seperti dia yang seperti mendapatkan hujan berlian saat Cladia sekantor dengannya! Haist!
Dengan kesal James memaki Ornado dalam hati, sesuatu yang boleh dibilang tidak pernah dilakukannya sebelumnya kepada Orando. Tapi ide Ornado hari ini benar-benar membuatnya kesal.
Mana berani James mengeluarkan suara makian yang sebenarnya di depan sepupunya itu, jika dia tidak ingin mati muda. Karena James tahu, Ornado bukanlah orang yang mudah untuk dibantah, apalagi dilawan.
"Ad, jujur saja aku adalah orang baru di tempat ini, terlepas kita sudah saling mengenal sejak kecil, tapi di sini aku tetaplah oarnag yang dianggap baru saja bergabung dengan perusahaan ini. Apa kata orang jika sampai mereka melihat sebagai orang baru aku sudah mendapatkan fasilitas lebih sebagai asisten James. Posisi sebagai asisten James saja sudah membuat banyak orang iri dan bergosip di belakangku, apalagi fasilitas kantor yang sama dengan James." Elenora berkata panjang lebar, mencoba membatalkan rencana Ornado.
Walaupun berusaha mengucapkannya dengan setenang mungkin, baik Ornado maupun James bisa melihat bagaimana Elenora mengumpulkan banyak cukup banyak kekuatan untuk memberanikan diri mengatakan tentang pemikirannya.
Di bawah meja, tanpa sepengetahuan Ornado dan James, kedua tangan Elenora yang saling menggenggam di atas pangkuannya tampak saling meremas hingga membuatnya basah karena rasa gugupnya.
Baguslah kamu cukup sadar diri. Ternyata kamu bisa banyak bicara juga kalau dalam kondisi terdesak. Tapi kali ini aku suka dengan isi kata-katamu yang berpihak padaku.
James berkata dalam hati sambil melirik ke arah Elenora.
"Bukannya dari awal posisimu memang lebih istimewa di banding yang lain?" Dengan santainya Ornado berkata sambil menatap James dan Elenora secara bergantian.
"Kamu bisa dipindahkan ke kantor ini karena rencana perjodohan kalian. Begitu masuk langsung menjadi asisten James, bukankah kamu tahu alasan kuat, kenapa kamu bisa begitu mudah menempati posisi penting itu?" Tatapan mata Ornado yang tajam dan fokus ke arahnya, membuat Elenora hanya bisa menganggukkan kepalanya pelan tanpa berani mengatakan tidak di depan Ornado.
Sedari kecil Ornado sudah begitu mendominasi. Kemampuannya memimpin sepertinya sudah dia dapatkan sejak lahir. Mana berani aku membantah perintahnya. Aku cukup tahu diri untuk tidak mengusik apalagi memancing kemarahannya.
Elenora berkata dalam hati, bahkan mengurungkan niatnya untuk sedikit melirik James, yang dia yakin pasti sedang menunjukkan wajah kesalnya karena perkataan Ornado masalah kantor.
Tidak menyangka bahwa James, yang selama ini dia kenal hanya sebatas sepupu Ornado yang bekerja di Grup Xanderson, ternyata memiliki posisi sepenting itu di perusahaan raksasa berskala internasional itu.
Walaupun kedua orangtua mereka cukup dekat, Elenora tidak terlalu banyak mengenal kehidupan pribadi James, dan juga tidak terlalu ingin mengorek informasi tentang hal itu.
"Belum lagi sebagai tangan kananku, kamu tahu bahwa James sebagai anak pertama di keluarganya harus sedikit banyak membantu perusahaan di keluarganya sendiri, meskipun saat ini uncle Gavino masih memegang pimpinan tertinggi di sana. Sebagai calon penerus di keluarganya, James pasti sedikit banyak juga ikut terlibat dalam perusahaan keluarganya. Jadi kamu tahu sibuk dan pentingnya posisi James bagiku dan keluarganya." Ornado kembali menjelaskan tentang siapa sebenarnya James, yang selama ini memiliki sisi lain kehidupan yang belum diketahui oleh Elenora.
Bagi Elenora yang memiliki pemikiran sederhana tentang James yang sudah membuatnya jatuh cinta sejak masa remajanya dulu, gadis itu mencintai James dengan tulus tanpa perduli dengan latar belakang kekakayaan dan kehebatan seorang James, yang ternyata cukup membuatnya terkejut mendengar hal seperti itu dari bibir Ornado hari ini.
"Karena itu kamu sebagai asistennya harus bekerja ekstra keras untuk mengimbangi kinerja James. Apa itu cukup menjadi alasan kuat kenapa aku ingin kalian bekerja dalam satu kantor?" Pertanyaan Orando lagi-lagi hanya bisa ditanggapi dengan sebuah anggukan pelan dari Elenora, tapi tidak dengan James yang langsung mendekatkan kursinya yang memiliki roda, dan menyeretnya mendekat ke arah Ornado.
"Ad, aku tidak keberatan dengan rencanamu menjadikan dia asistenku, tapi untuk masalah bagaimana aku akan mengajari Elenora, pemberian tugas maupun kantornya, kamu harusnya memberi hak penuh padaku untuk mengaturnya. Bukannya dia asistenku? Atau kamu ingin mengubah statusnya menjadi asistenmu?" Mata Ornado langsung melotot sempurna mendengar perkataan dari James.
"Ist! Kamu mau cari mati? Sembarangan saja! Bagiku kamu dan Fred sudah lebih dari cukup. Apalagi asisten perempuan? Kamu sengaja ingin membuat Cladia cemburu dan terjadi perang dunia ketiga diantara kami berdua? Jangankan asisten perempuan, jika Cladia yang meminta, bahkan aku tidak keberatan untuk membuat semua yang bekerja langsung padaku hanya pria saja. Tapi kamu tahu bagaimana baiknya istriku itu. Dia tidak akan membiarkanku memecat orang dengan sembarangan karena alasan perikemanusiaan." Jujur saja, jawaban Ornado hampir saja membuat James tertawa terbahak-bahak, melihat bagaimana Ornado yang selalu memikirkan Cladia di atas yang lain.
Elenora yang mendengar bagaimana kata-kata Ornado menunjukkan bagaimana besarnya cinta laki-laki itu kepada istrinya hampir saja mengeluarkan suara desahannya.
Rasanya kisah cinta Ornado dan Cladia membuat siapapun wanita yang mendengarnya akan merasa iri, ingin bisa menjadi seorang Cladia yang begitu dicintai setengah mati oleh sosok seorang suami yang begitu hebat seperti Ornado.
Benar-benar, Cladia sudah berhasil membuat orang sehebat Ornado bertekuk lutut di hadapannya. Entah jurus mematikan apa yang dimiliki oleh Cladia hingga membuat sepupuku yang menguasai bisnis hampir di belahan dunia manapun ini begitu tergila-gila padanya. Dan kadang bertindak di luar nalar jika itu berkaitan dengan Cladia.
James bergumam dalam hati sambil menarik nafas panjang. Tidak habis pikir, bagaimana cinta bisa membuat orang bersikap aneh dan tidak masuk akal.
Dengan jelas James ingat bagaimana stressnya Ornado saat mengetahui ada yang menculik Cladia, dan juga tanpa perduli dengan luka tembaknya yang belum lagi mengering Ornado melarikan diri dari rumah sakit tempatnya di rawat ketika menyadari Cladia sedang dalam bahaya di rumahnya karena Edi.
Dan satu lagi yang diyakini James, bahwa Cladia sudah membuat Ornado mau melakukan apapun untuknya.
Ketika Laurel diculik, karena tidak ingin membuat Cladia mengkhawatirkan sahabatnya itu, puluhan orang, termasuk para penembak jitu, dengan persenjataan lengkap, langsung dikerahkan oleh Ornado untuk menyelamatkan Laurel malam itu.
Jika dipikir-pikir, James tahu pasukan yang dikirimkan Ornado untuk menyelamatkan Laurel saat itu bahkan bisa mengalahkan sekelompok pemberontak atau ter..roris profesional yang memiliki persenjataan lengkap.
Jika itu menyangkut Cladia, atau permintaan Cladia, Ornado tidak pernah berpikir panjang untuk melakukan hal yang kadang terlihat terlalu over. Benar-benar menjadikannya pria yang dipenuhi dengan cinta buta.
James menghela nafasnya sambil kembali berkata dalam hati.
Bagi James, bagaimana seseorang yang jatuh cinta dapat membuat tindakan orang tersebut menjadi tidak masuk akal dan terkesan lebay, masih menjadi sebuah misteri yang sangat besar baginya.