My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
KEHADIRAN ALVERO YANG MENGHEBOHKAN



"Al...." Dengan wajah memerah karena canggung, Cladia segera berusaha menjauhkan wajahnya dari wajah Ornado yang terlihat tidak berniat menghentikan ciumannya, jika tidak didengarnya sebuah deheman kecil dari James, yang membuatnya tersadar bahwa sekarang masih belum waktunya untuk dia bersantai dan menghabiskan waktu berdua dengan Cladia, karena ada beberapa hal yang harus segera dia selesaikan bersama Dario.


Ornado tersenyum tepat setelah dia melepaskan bibirnya dari bibir Cladia yang selalu membuatnya merasa ketagihan dan juga mabuk kepayang.


Bahkan rasa perih di sudut bibirnya karena pukulan Dario tadi, bagi Ornado tidak dirasakannya karena dia begitu terlarut dalam rasa cinta dan manisnya bibir wanita tercintanya itu, membuatnya begitu sulit untuk berhenti menikmatinya.


"Ad... waktunya sudah tiba." James berkata kepada Ornado, mengingatkan bahwa sudah waktunya mereka melakukan sesuatu yang penting sekarang ini.


"Amore mio... tunggu aku sebentar. Aku akan segera kembali di sisimu. Ada hal penting yang harus aku lakukan sekarang. Istirahatlah sebentar di tempat ini, sampai aku kembali. Setelah itu, kita segera kembali ke mansion kita." Ornado berkata sambil mengelus-elus dan menepuk lembut paha Cladia, sebelum dia bangkit dari duduknya di samping Cladia, berjalan bersama James ke arah Dario, dimana Roberto dan Ernest, tampak berada di dekatnya, dengan pistol di tangan mereka terarah kepada bagian vital Dario.


Pistol yang posisinya siap menembakkan peluru sewaktu-waktu bila Dario berani membuat gerakan yang mencurigakan.


“Dario! Kamu sungguh benar-benar orang yang tidak tahu berterimakasih! Satu pesan dari papa Alberto begitu mendengar tindakan kejimu! Mulai saat ini, kamu! Dan keluarga Xanderson, tidak memiliki hubungan apapun. Baik sekarang ataupun di masa depan, kamu tidak diijinkan untuk mendekati keluarga Xanderson dalam jarak kurang dari 1 km! Dan aku akan pastikan, kalau kamu mendapatkan hukuman yang setimpal dengan semua kejahatan yagn sudah kamu lakukan, bukan saja padaku dan Cladia, pada atau keluarga Xanderson. Tapi kepada semua yang pernah kamu perlakukan dengan keji. Semua daftar kejahatanmu sudah tertulis dengan detail!” Ornado berkata dengan suara terdengar begitu tegas dan berwibawa, membuat Roberto menarik nafas panjang, merasa lega sudah mendukung orang yang tepat.


Orang hebat seperti Ornado, dan Dario ingin menggantikan posisinya? Itu hanya akan menjadi mimpi di siang hari bagi Dario. Dan karena mimpi tidak masuk akalnya itu, kali ini dia benar-benar terjatuh dan pastinya akan sulit untuk bangkit kembali, karena yang dia hadapi, bukan orang sembarangan. Dia sudah salah memilih lawan yang sama sekali bukan tandingannya.


Roberto berkata dalam hatinya, sambil berjalan ke arah sebuah meja di salah satu sudut ruangan, setelah menerima kode dari Ornado.


Dengan cepat, Roberto meraih remote televisi dan menyalakan televisi berukuran besar di ruangan itu, membuat semua mata orang yang ada di sana, fokus ke arah layar televisi itu, termasuk orang-orang yang merupakan kaki tangan Dario, dan juga para mafia yang awalnya berniat mendukung Dario.


"Sebuah peristiwa yang sungguh tidak terduga sama sekali, sedang terjadi di dalam gedung tempat lelang perhiasan yang diadakan oleh pihak Grup Xanderson, yang sempat dituntut oleh para pemenang lelang karena disinyalir bahwa sebagian perhiasan yang dilelang merupakan perhiasan palsu." Seorang wanita cantik, yang merupakan pembawa berita, dan ada di lokasi tepat di depan gedung tempat lelang, membawakan info terkini tentang perkembangan kasus tuntutan perhiasan palsu.


Di latar belakang yang ikut tertangkap kamera saat pembawa berita itu membawakan berita, tampak ratusan pria tampan bertubuh gagah, berpakaian khas tim keamanan Grup Xanderson, dan sebagian lagi berpakaian khas pengawal kerajaan Gracetian, yang cukup membuat heboh publik, dan para penonton televisi karena pemandangan tidak seperti biasanya itu.


"Saat ini, ada hal istimewa yang sedang terjadi di tempat ini. Raja Gracetian, Alvero Adalvino, ikut hadir di acara lelang kali ini. Kehadiran orang nomer satu di kerajaan Gracetian itu, menurut desas desus yang ada, beliau sengaja hadir secara langsung di tempat ini, dengan didampingi oleh seorang ahli perhiasan terkemuka, yang dianggap sebagai salah satu ahli perhiasan terbaik di dunia, yang tidak pernah meleset dalam menilai dan menunjukkan jenis-jenis perhiasan yang ada." Reporter tersebut berkata sambil melangkah mendekat ke arah gedung tempat diadakannya lelang, untuk bisa mengajak para penonton televisi untuk ikut melihat apa yang sedang terjadi di dalam gedung itu.


"Lihat itu siapa yang datang!"


"Raja Alvero! Itu benar-benar raja Alvero!"


"Wah, raja Alvero benar-benar muncul di tempat ini."


"Akhirnya aku bisa melihat langsung sosok raja Gracetian yang terkenal itu."


"Raja muda dan paling tampan sedunia."


"Wow! Tidak menyangka bisa bertemu raja Alvero di tempat umum seperti ini."


"Ambil fotonya sekarang juga!"


Suara riuh langsung terdengar begitu dari pintu gedung pertemuan yang sedang terbuka lebar, dengan pengamanan ketat, terlihat sosok Alvero yang memasuki ruangan dari pintu yang ada di samping gedung, diikuti dengan beberapa petugas keamanan, dan seorang pria paruh baya yang dikenal sebagai ahli perhiasan yang mumpuni.


Suara-suara komentar dari beberapa orang yang ada di sekitar gedung itu membuat reporter yang membawakan berita itu tersenyum dan dengan bergegas, berusaha masuk ke dalam ruang gedung pertemuan yang dijejali banyak orang.