My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PERSAHABATAN YANG INDAH



"Kamu ini... sempat-sempatnya bercanda di kondisi serius seperti ini Ad." Laurel berkata sambil memukul pelan bahu Ornado, yang wajahnya langsung terlihat menahan sakit.


"Aduh Dave... istrimu tega sekali. Apa dia sering melakukan kekerasan seperti ini padamu? Malang sekali nasib kita Dave." Bukannya ikut bersimpati, Dave yang melihat tingkah konyol Ornado yang berpura-pura kesakitan karena pukulan pelan dari Laurel, justru tersenyum geli sambil mendekat ke arah Ornado.


"Badan sekuat ini, tidak mungkin tenaga kecil dari Laurel bisa menyakitimu." Dave berkata sambil menepuk bahu Ornado dengan cukup keras, membuat Ornado sedikit meringis.


Sedetik kemudian, Dave meraih tubuh Ornado, dan memeluknya dengan hangat, ikut lega dia tidak harus melihat sahabatnya itu mengalami hal yang buruk.


"Aku senang melihatmu baik-baik saja Ad. Kamu membuat aku dan Laurel hampir terkena serangan jantung." Kata-kata Dave membuat Ornado yang membalas pelukannya tersenyum sambil menepuk-nepuk punggung Dave.


"Ha ha ha, tentu saja aku akan baik-baik saja. Aku akan tetap sehat dan kuat untuk menyaksikan pernikahan anakku dan anakmu." Mendengar perkataan Ornado yang diucapkannya sambil tertawa, membuat Laurel meringis.


"Kenapa Laurel? Jangan bersikap begitu. Kita lihat saja nanti setelah anak-anak kita dewasa, untuk membuktikan kebenaran dari ucapanku. Mereka berdua akan saling jatuh cinta dan menikah." Ornado berakta sambil mengacak pelan rambut di kepala Laurel yang langsung pura-pura memberengut.


"Lalu bagaimana dengan anakku? Sepertinya tidak ada salahnya jika aku memberikan restu juga pada anakku agar aku bisa berbesan dengan salah satu dari kalian." Suara dari Alvero yang tiba-tiba ikut bergabung dalam pembicaraan Ornado dan Dave, langsung membuat Ornado dan yang lain menoleh, memandang ke arah Alvero yang sedang berjalan sambil menggandeng tangan Deanda, yang sebentar kemudian melepaskan pegangan tangan Alvero padanya, karena ingin melihat kondisi Cladia.


"Senang melihatmu tampak baik-baik saja Cladia." Deanda berkata sambil memeluk Cladia dengan erat, membuat Ornado tersenyum, merasa senang bahwa banyak orang yang begitu menyayangi istrinya itu.


"Melihat para wanita kita terlihat begitu dekat, sepertinya ide tentang menjodohkan anak-anak kita bisa kita pertimbangkan baik-baik." Perkataan Ornado yang masih saja membahas tentang anak yang masih dalam kandungan para wanita cantik itu membuat Laurel melotot ke arahnya.


"Wah, sepertinya akan terjadi keributan besar diantara anak-anak kita karena para pria hebat ini ingin anak-anaknya saling jatuh cinta satu sama lain." Laurel langsung memberikan komentar yang membuat Dave, Ornado maupun Alvero tertawa renyah.


"Aku senang semuanya berjalan sesuai dengan perkiraan dan rencanamu Ad, meskipun ada hal tidak terduga sampai Dario berhasil menculik Cladia. Rasanya aku ingin sekali melihat bagaimana wajah kakak angkatmu Dario ketika melihat bahwa kamu akan tetap bahagia bersama Cladia. Aku bisa membayangkan betapa jeleknya wajah Dario karena kekalahannya itu. Sebuah ekgagalan besar yang pastinya akan dia ingat seumur hidupnya." Alvero berkata sambil memandang ke arah Ornado, dengan kedua lengannya masih memeluk Ornado dan Dave dengan sikap hangat.


"Dia bukan lagi kakak angkatku. Saat ini dia benar-benar sudah menjadi orang lain bagiku. Dia tidak lagi memiliki hubungan apapun dengan keluarga Xanderson." Ornado berkata sambil tangannya ikut memeluk bagian belakang punggung Alvero, begitu juga Dave, membuat mereka terlihat benar-benar akrab.


"Wah, kalian sudah seperti anggota boyband yang akan tampil dan membuat histeris para penggemar kalian." Laurel langsung menyelutuk begitu melihat bagaimana ketiga pria tampan yang tampak kompak itu.


(Boyband atau juga disebut dengan grup vokal pria adalah sejenis kelompok musik pop atau R&B yang terdiri dari tiga anggota atau lebih, semuanya penyanyi laki-laki muda. Biasanya anggota grup vokal pria selain menyanyi juga menari dalam pertunjukan mereka).


"Aku jadi ikut penasaran, apa yang akan terjadi di masa depan, tentang anak-anak kita. Yang pasti, aku sungguh berharap, seperti kalian para ayah mereka, dan kami para ibu mereka, anak-anak kita bisa memiliki hubungan akrab dan indah, saling mendukung seperti kita saat ini." Deanda ikut menambahkan perkataan Laurel yang membuat tawa ketiga pria tampan dan hebat itu semakin lebar, dengan mata saling bertatapan satu sama lain.


"Aku berharap anak-anak kita benar-benar bisa seperti yang dikatakan oleh Deanda." Laurel berkata sambil tersenyum, membayangkan bagaimana senangnya kalau sampai anak cucu mereka, terlihat akrab dan saling mendukung seperti mereka saat ini.


"Eh, ngomong-ngomong, dimana James?" Laurel yang sudah berada di sisi Dave, berjalan masuk kembali ke dalam mansion Ornado bersama yang lain tampak mencari sosok James yang tidak terlihat.


"Sebentar lagi dia akan datang menyusul ke sini. James sedang menjemput istrinya di kantor." Baik Deanda, Laurel, Alvero dan Dave langsung memandang ke arah Ornado begitu laki-laki tampan bermata biru itu mengatakan kalau James sedang menjemput istrinya.


"Hei! Kenapa dengan kalian? Apa ada yang salah dengan perkataanku barusan? James memang sedang menjemput Elenora di kantor pusat." Ornado berkata dengan tangannya yang memeluk erat tubuh Cladia yang berjalan di sampingnya.


"Tapi tadi kamu bilang James sedang menjemput istrinya?" Laurel langsung bertanya, seolah mewakili yang lain, dengan wajah bertanya-tanya, karena terakhir mereka tahu tentang Elenora, James terlihat dingin dan menolak rencana perjodohan mereka.