My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
RASA TIDAK RELA



“Aku dengar kamu sudah datang dari kemarin." Elenora yang berjalan di samping Alex berkata sambil menoleh ke arah Alex yang langsung berdehem pelan agar Elenora tidak tahu kalau sedari tadi dia mengamati sosok Elenora diam-diam.


"Benar, ada banyak hal yang harus aku siapkan, karena liburan kali ini melibatkan tamu istimewa dari negara lain." Alex segera menanggapi perkataan Elenora sambil mengalihkan lirikan matanya dengan enggan dari sosok Elenora


Jika boleh jujur, Alex masih begitu terpesona melihat penampilan baru Elenora, tapi apadaya, dia juga harus menjaga diri agar tidak dianggap kurangjar karena terlalu lama mengamati sosok Elenora, bahkan beberapa kali dia harus menahan nafasnya sebagai tanda rasa kagum yang tidak bisa dia ungkapkan dengan kata-kata.


James yang awalnya keluar kamar untuk memastikan bahwa manager resort itu sudah menunjukkan kamar Elenora atau belum, langsung menghentikan langkahnya begitu melihat sosok Elenora yang tiba-tiba saja dilihatnya sudah berjalan berdampingan dengan Alex.


Cih... ternyata si Alex langsung menyambut kedatangannya. Lihat saja, aku tidak akan memberikan kesempatan untuk mereka berduaan. Nikmati saja saat ini, sebelum semuanya aku akhiri. Ke depannya, aku tidak akan membiarkan kalian memiliki waktu untuk berduaan. Elenora datang kesini untuk bekerja denganku, bukan berkencan dengan Alex. Dasar otak ular, si Alex yang pendiam itu ternyata benar-benar licik dan pintar mencari-cari kesempatan.


James menggerutu dalam hati sambil membalikkan tubuhnya untuk masuk kembali ke dalam kamarnya.


Dengan sigap, manager hotel segera membuka pintu kamar Elenora, sedang pelayan langsung mendorong masuk tas koper milik Elenora karena dilihatnya  Elenora masih mengobrol dengan Alex, tidak jauh dari pintu kamarnya.


"Nona, ini kamar Nona. Semoga Nona betah dan bisa menikmati semua yang ada di resort ini dengan bahagia sekaligus puas." Manager resort itu berkata kepada Elenora dan mulai bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya sedekat apa hubungan gadis yang ada di depannya itu dengan para pria dari keluarga Xanderson itu sehingga bisa mendapatkan kamar sekelas dengan para pria hebat itu.


Jika tentang Dave dan Laurel, manager resort itu sudah mendengar info bahwa pasangan itu merupakan sahabat dekat dari Ornado Xanderson, sehingga ikut mendapatkan perlakuan yang cukup istimewa.


Disamping itu, jika orang mengetahui tentang perkembangan dunia medis di Indonesia, pasti mengenal sosok Dave Alexander Shaw sebagai kepala sekaligus pemilik rumah sakit swasta terlengkap dan terbaik di negara ini.


Belum lagi, Dave dikenal sebagai dokter spesialis yang selain tampan, juga diakui oleh banyak orang sebagai dokter spesialis bedah saraf terbaik yang ada di negara ini.


Sedangkan tentang statusnya sebagai BOD dari Shaw Corporation, tidak banyak orang yang tahu selain orang-orang intern yang memilki hubungan dekat dengan keluarga Shaw, atau memiliki hubungan bisnis dengannya.


"Silahkan Nona...." Dengan sikap hormat, manager resort itu mempersilahkan Elenora untuk masuk ke kamarnya.


Nona Elenora pasti bukan orang sembarangan, sehingga dengan posisinya yang hanya merupakan seorang staff dengan kedudukan biasa bisa mendapatkan kesempatan berlibur di resort mewah ini, dengan fasilitas kamar yang bagus seperti ini. Apa mungkin nona ini adalah saudara dari tuan Ornado?


Manager resort itu berkata dalam hati dengan tangan masih terlihat mempersilahkan Elenora untuk masuk.


Dari perintah yang diterimanya, bahwa hanya seorang sekretaris seperti Elenora bisa mendapatkan fasilitas kamar hotel yang tidak kalah bagusnya dari Ornado, Dave dan James, manager resort itu sudah menebak-nebak, bahwa Elenora memiliki hubungan yang tidak biasa dengan para orang kaya dan berpengaruh itu.


Entah apapun hubungan dekat Elenora dengan mereka semua, yang pasti, manager resort itu sudah sejak awal berusaha bersikap seramah dan sehormat mungkin pada Elenora jika tidak ingin mendapat masalah di kemudian hari.


Dengan buru-buru, Elenora mengangkat panggilan telepon yang ternyata berasal dari James.


"Hallo, selamat siang Pak James." Elenora langsung memberikan salamnya kepada James yang sengaja menelponnya sambil dari balik pintu kamarnya yang sedikit terbuka, mengintip Elenora yang belum juga masuk ke dalam kamarnya, masih berbincang santai dengan Alex.


"Siang. Kamu cepat ke kamarku, ada berkas yang sepertinya belum kamu siapkan dengan baik untuk meeting kita dua hari lagi." James segera menjawab salam dari Elenora dan memberikan perintah kepadanya.


"Baik Pak James. Saya akan periksa kembali. Sebentar lagi saya kesana..."


"Aku tidak punya banyak waktu. Sebaiknya kamu cepat datang, memeriksa membereskan berkas-berkas itu sekarang." James memotong perkataan Elenora dengan cepat.


"Baik Pak. Biar saya terlebih dahulu...."


"Elenora, sejak kapan kamu suka membantah dan mengulur-ulur waktu?" James mulai meninggikan nada bicaranya agar Elenora tahu bahwa dia sedang serius dan tidak ingin Elenora menunda-nunda pekerjaan, apalagi berani membantahnya.


Ah... padahal aku hanya ingin mengatakan kalau aku mau meletakkan tas jinjingku sebentar, supaya tidak menggangguku saat bekerja.


Elenora berkata dalam hati sambil menoleh ke arah kamar James, membuat James dengan sigap menarik kepalanya dari sela-sela pintu dan menutup pintu kamarnya agar Elenora tidak melihat bagaimana dia yang sudah bersikap konyol sedang mengamati Elenora sambil bersembunyi di balik pintu kamarnya.


(Tas jinjing merupakan salah satu jenis tas yang dalam penggunaannya dengan cara dijinjing, sesuai dengan namanya. Jenis tas yang satu ini terdapat pada beberapa model dan variasi serta dibuat dnegan berbagai macam bahan sehingga fungsinya pun dapat disesuaikan.


Tas jinjing juga terkenal sebagi salah satu jenis tas yang terkenal akan desainnya yang simpel dan tidak ribet. Tas jenis jinijing seperti ini akan lebih memudahkan Anda ketika menggunakannya.


Apa pun keperluan Anda (barang-brang yang terdapat di dalam tas) akan mudah untuk diambil apabila Anda menggunakannya. Anda hanya cukup menyelipkan tangan untuk mengambil barang tersebut. Lalu, barang bawaan Anda pun akan selalu aman karena dibawa tepat disamping badan).


Kenapa aku bisa benar-benar ceroboh? Bagaimana aku bisa melupakan hal sepenting itu? Kalau memang berkas-berkas itu ada yang tertinggal apa yang harus aku lakukan? Apa lebih baik aku segera memesan tiket pesawat untuk kembali mengambil berkas-berkas itu mumpung meeting itu masih akan diadakan dua hari lagi?


Elenora berkata dalam hati sambil menggigit bagian bawah bibirnya, menunjukkan kekhawatiran sekaligus rasa bersalahnya.


Akh... aku memang tidak berbakat di bidang kesekretariatan seperti ini. Apa sebaiknya aku menerima penawaran Ornado untuk pindah ke devisi lain?


Elenora kembali berkata dalam hati dengan sikap frustasi yang berusaha ditahannya dengan keras agar yang lain tidak melihatnya.