My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
COKLAT VELENTINE



Aku datang ke tempat ini karena ingin melihat Cladia, bukan bertemu dengan Ornado dan Alvero. Tapi untung saja ada Dave, paling tidak waktuku tidak habis sia-sia karena bisa menjadikan pertemuan ini sebagai kesempatan agar Dave lebih percaya padaku, dan bersedia menjalin kerjasama denganku, sebelum akhirnya aku bisa menjalankan rencanaku selanjutnya.


Dario berkata dalam hati sambil memandang ke arah Ornado yang baru saja menggodanya.


“Kenapa kembali lagi ke urusan jodoh? Lebih baik kita bicara tentang rencana Alvero di sini. Berapa lama rencanamu menetap di negara ini?” Dario bertanya sambil mengalihkan matanya dari Ornado kepada Alvero.


“Tidak akan lama. Paling lama dua mingguan, karena kami memang datang ke sini untuk berlibur, bukan melakukan perjalanan bisnis.” Alvero segera menjawab pertanyaan Dario kepadanya.


“Apa selama itu kalian akan berlibur di pulau ini?”


“Aku tidak tahu, semua tergantung Ad, karena dia yang sudah mengaturnya untukku. Aku hanya tinggal ikut dan menikmatinya saja.” Jawaban Alvero yang diucapkannya sambil menoleh ke arah Ornado, membuat Dario ikut menoleh ke arah laki-laki tampan yang bestatus adik angkatnya itu.


“Tidak, setelah beberapa hari ini kami akan berangkat ke tempat lain, berkeliling ke beberapa tempat wisata yang ada di negara ini. Hanya saja, jika dihitung, memang rencana untuk tinggal di pulau ini akan lebih lama jika dibandingkan dengan ke tempat lain. Aku sengaja memberikan destinasi terbaik sekaligus romantis agar Alvero dan Dave bisa menikmati babymoon mereka bersama istrinya.” Jawaban Ornado membuat Dario mengangguk-anggukkan kepalanya.


Nikmati liburanmu sebisa mungkin sebelum pada akhirnya aku menghancurkan bisnismu, dan mengambil Cladia yang seharusnya sejak awal memang berada di sisiku, sebagai istriku.


Dario berkata dalam hati sambil berdehem pelan, mencoba mengalihkan perhatian yang lain agar tidak mereka tidak melihat kilatan rasa tidak sukanya saat menyebutkan nama Cladia dalam hati, di depan Ornado, yang dianggapnya sudah merebut segalanya darinya, termasuk Cladia.


Hah, melihat tatapan mata Dario, sepertinya dia masih menyimpan perasaan sukanya terhadap Cladia. Apa aku harus memberitahukan kepada Ad? Tapi bagaimana jika itu sekedar pemikiranku saja? Bukannya itu akan membawa dampak buruk bagi hubungan mereka berdua? Dario sudah cukup menganggap Ornado sebagai saingan sejak kelahirannya. Jika aku salah bicara, aku justru akan menjadi bensin yang menyiram kobaran api yang mungkin saja sudah hampir padam. Ah, entahlah. Lebih baik untuk sementara ini aku menjadi pengamat yang baik agar tidak salah bertindak.


James berkata dalam hati dengan kepala sedikit tertunduk, kembali melihat ke arah layar hanpdhonenya.


Pikiran James kembali melayang pada saat untuk kesekian kalinya dia diajak oleh Alberto untuk mengunjungi Ornado ke Indonesia.


Saat itu, selain James, Alberto juga mengajak Dario, yang memang sering diajak ke Indonesia, karena Alberto berharap hubungan Dario dan Ornado bisa akrab seperti layaknya kakak dan adik kandungnya.


James yang saat itu hampir berteriak memanggil nama Ornado yang sedang bersama Cladia, langsung menghentikan rencananya, karena diihatnya sosok Dario yang sedang bersembuyi di balik tembok, mengamati dan mendengarkan pembicaraan antara Cladia dan Ornado.


Kebetulan, hari itu merupakan hari valentine. Dan tidak seperti di Indonesia, di Eropa perayaan valentine jauh lebih terasa dan kesempatan itu digunakan oleh banyak pasangan muda mudi untuk saling mengungkapkan rasa cinta mereka, atau menyatakan cinta pada orang yang disukainya.


(Hari Valentine (bahasa Inggris: Valentine's Day) atau disebut juga Hari Kasih Sayang, pada tanggal 14 Februari adalah sebuah hari saat para kekasih dan mereka yang sedang jatuh cinta menyatakan cintanya di Dunia Barat.


Di Amerika Serikat mulai pada paruh kedua abad ke-20, tradisi bertukaran kartu diperluas dan termasuk pula pemberian segala macam hadiah, biasanya oleh pria kepada wanita. Hadiah-hadiahnya biasa berupa bunga mawar dan cokelat. Mulai tahun 1980-an, industri berlian mulai mempromosikan hari Valentine sebagai sebuah kesempatan untuk memberikan perhiasan.


Sebuah kencan pada hari Valentine sering kali dianggap bahwa pasangan yang sedang kencan terlibat dalam sebuah relasi serius. Sebenarnya Valentine itu merupakan hari Percintaan, bukan hanya kepada pacar ataupun kekasih, Valentine merupakan hari terbesar dalam soal Percintaan dan bukan berarti selain valentine tidak merasakan cinta.


Di Amerika Serikat hari raya ini lalu diasosiasikan dengan ucapan umum cinta platonik "Happy Valentine's", yang bisa diucapkan oleh pria kepada teman wanita mereka ataupun teman pria kepada teman prianya dan teman wanita kepada teman wanitanya).


“Selamat hari Valentine Cladia.” Ornado yang saat itu masih berumur 12 tahun, berkata sambil menyodorkan sekotak besar coklat yang diikat dengan pita berwarna merah muda, dan di bagian tengah pita itu terdapat sebuah hiasan berupa boneka beruang kecil yang sedang memegang bantalan berbentuk hati berwarna merah, dengan tulisan I Luv U bewarna emas, di bagian tengah hati itu.


“Untukku Al? Cantik sekali kotak coklat ini. Terimakasih. Kamu memang teman yang terbaik untukku. Selalu mengerti tentang kesukaanku.” Cladia yang saat itu masih berusia 6 tahun, dan belum mengerti apa itu cinta, langsung menerima coklat itu dengan senyum ceria di wajahnya, dan tanpa diduga oleh Ornado, Cladia langsung memeluk tubuh Ornado dengan erat untukd beberapa detik, membuat dada Orando berdegup dengan begitu kencang tanpa Cladia sadari waktu itu.


Setiap kali papa Ornado datang berkunjung dari Italia, sudah menjadi kebiasaan untuk selalu membelikan oleh-oleh untuk Cladia berupa coklat, yang akan diberikan oleh Ornado pada Cladia.


Tapi melihat cantiknya coklat yang diberikan oleh Ornado hari ini, Cladia tahu bahwa coklat itu merupakan coklat istimewa, bukan seperti biasanya.


“Kamu pasti sudah menyiapkan dengan baik coklat ini Al. Aku akan membagi coklat ini dengan Laurel dan kak Jeremy.” Cladia berkata sambil menggereakkan tubuhnya ke samping, bermaksud untuk segera mencari Laurel dan Jeremy dan memamerkan sekaligus membagikan coklat yang baru saja dia terima dari Ornado.


“Cla….” Tangan Ornado dengan cepat meraih pergelangan tangan Cladia yang hampir berlalu darinya.


“Kenapa Al?” Dengan wajah polosnya, Cladia membalikkan tubuhnya kembali, dan memandang ke arah Ornado yang masih menahan tangannya.


“Itu… khusus hari ini, bisakah aku meminta agar coklat itu hanya untukmu saja? Please?” Permintaan Ornado membuat Cladia mengernyitkan dahinya dengan bibirnya yang memberengut.


“Memang kenapa Al? Bukannya biasanya aku juga membagikan coklat dari kamu, yang dibawa oleh uncle Alberto?” Pertanyaan Cladia membuat Ornado tersenyum dengan sikap canggung sambil tangannya menggaruk-garuk rambut di kepalanya bagian belakang.