My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
INGIN BERTEMU DAVE



"Kamu bebas tinggal di rumah ini dan...." Ornado masih berusaha menawarkan rumahnya untuk Dario.


Karena bagaimanapun, bagi Ornado, hubungan mereka cukup dekat dan sudah seperti saudara kandung. Dan Ornado yakin, Cladia pasti tidak keberatan jika Ornado menjelaskan posisi Dario bagi dia dan keluarganya.


"Kalau ingin membantuku, cukup dengan membantuku agar bisa sesegera mungkin dapat menemukan apartemen atau penthouse yang cocok dan nyaman untuk aku tempati." Dario langsung memotong perkataan Ornado, yang akhirnya memilih untuk menghentikan penawarannya kepada Dario.


Ornado cukup hafal dengan karakter Dario yang walaupun selalu tampak ramah dan terlihat sebagai seorang pria yang baik hati dan cenderung memiliki tingkat toleransi yang tinggi, tapi jika dia sudah memiliki keinginannya sendiri, akan sulit bagi orang lain untuk mencegah atau menasehatinya.


Dengan jelas Ornado ingat tentang kejadian 5 tahun lalu ketika saat itu dia baru berusia 22 tahun, sedang Dario 25 tahun. Kondisi kesehatan Alberto yang sempat memburuk dan Grup Xanderson yang sempat goncang, membuat Alberto mengadakan pertemuan antara dia dan Ornado serta Dario.


Saat itu Alberto meminta bantuan dari Dario agar mau menjadi tangan kanan Ornado untuk mengambil alih Grup Xanderson. Alberto melakukan itu karena takut di usianya yang masih begitu muda, Ornado belum sanggup untuk menerima tanggung jawab sebesar itu.


Pada akhirnya Dario menolak permintaan Alberto dengan alasan perusahan yang sudah dirintisnya lebih membutuhkannya.


Ornadopun, begitu mendengar penolakan dari Dario langsung menyanggupi untuk dia sendiri yang akan memegang kendali penuh atas Grup Xanderson dan mengatasi masalah dalam Grup Xanderson waktu itu.


"Tumben kamu melirik negara Asia? Biasanya kamu hanya mau fokus pada negara-negara di wilayah Eropa dan Amerika?" Pertanyaan James membuat Dario mengangkat kedua bahunya.


"Tanya saja Ad, kenapa dia juga melebarkan sayapnya sampai ke Asia. Mungkin alasan kami berdua sama tentang itu." James langsung tertawa mendengar jawaban dari Dario.


"Yang benar saja. Kalau Ornado jangan ditanya. Dia jelas-jelas dengan sengaja mengembangkan sayapnya sampai Asia untuk mengejar cinta Cladia." Sebuah senyuman langsung tersungging di bibir Ornado mendengar perkataan James.


"Apa kamu seperti Ad, Dario? Sedang mengejar cinta seorang gadis dari negara ini?" Dario langsung tertawa sambil melirik Ornado mendengar pertanyaan James, yang cukup memancingnya.


"Sepertinya, kamu juga menilai bahwa gadis dari negara ini cukup menarik James. Apa itu yang membuatmu berniat menolak perjodohanmu dengan Elenora?" James langsung meringis mendengar itu.


"Ah, sudahlah, kenapa pembicaraan kita kembali lagi ke arah wanita?" Dario berkata sambil terkekeh, dan berusaha kembali menghindari pembicaraan tentang wanita, apalagi wanita yang begitu diinginkan oleh Dario untuk menjadi miliknya, bukanlah wanita yang namanya bisa dia sebutkan dengan sembarangan di depan James, apalagi Ornado.


"Kalau boleh jujur. Aku melihat peluang bisnis yang besar terhadap kebutuhfan supplai obat-obatan dan kosmetik di negara ini. Itu yang membuatku tertarik. Sebenarnya aku ingin belajar banyak dari Grup milik keluarga Shaw yang menguasai bidang farmasi di daerah Eropa dan melakukan kerjasama dengan pihak mereka. Sayangnya aku tidak memiliki koneksi dengan para petinggi di perusahaan itu dan...."


"Aku mengenal baik BOD Grup Shaw, Dave Alexander Shaw." Ornado langsung memotong perkataan Dario, yang langsung membuat mata Dario terbeliak.


Setelah itu sebuah senyum cerah langsung terlihat di wajah Dario, karena apa yang baru saja dikatakan oleh Ornado semakin membuka lebar peluangnya untuk bisa memperluas pasar bisnisnya.


"Benarkah? Aku dengar dia lebih memilih menjadi BOD dan menyerahkan kegiatan perusahaannya kepada adiknya, dan sibuk sebagai dokter spesialis bedah saraf sekaligus pimpinan dari rumah sakit swasta terbesar di negara ini. Bukannya dia memiliki sejarah keluarga mirip denganmu? Ibu kandungnya merupakan warga negara Indonesia asli?" Dario berkata sambil mengingat-ingat info tentang sosok Dave Alexander Shaw yang pernah dia tahu dari berita yang pernah dibacanya.


"Betul!" Ornado berkata sambil tersenyum, mengingat sosok Dave yang beberapa lama ini cukup dekat dengannya karena awalnya Laurel yang merupakan teman masa kecil Ornado dan Cladia menjadi istri dari BOD perusahan farmasi terbesar di Irlandia itu.


"Apa kamu ingat Laurel?" Ornado bertanya kepada Dario yang langsung mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Gadis cantik yang selalu ceria itu. Tentu saja aku ingat gadis itu. Bukannya dia dan Cladia sudah seperti kakak dan adik kandung seperti hubungan kita? Bagaimana kabar dari Laurel? Apa kalian masih saling berhubungan sampai sekarang?" Dario bertanya dengan wajah yang terlihat cukup penasaran, ingin tahu tentang kabar teman masa kecilnya itu.


"Tentu saja. Laurel Tanputra... dia adalah istri dari Dave Alexander Shaw." Ornado langsung menjawab pertanyaan Dario yang matanya langsung membulat sempurna karena mendengar perkataan Ornado barusan.


"Benarkah? Wah.... tidak aku sangka, dunia ternyata begitu sempit ya. Ha... ha... ha.... Laurel Tanputra? Adalah istri dari Dave Alexander Shaw? Sepertinya itu sesuatu yang tidak akan pernah diduga oleh siapapun." Dario langsung tertawa lebar mengetahui kebenaran yang sungguh tidak disangka-sangka olehnya.


"Wah... wah... para wanita dari negara ini sudah membuat orang hebat seperti kalian bertekuk lutut. Ad, jika ada waktu, kamu harus mengenalkanku dengan Dave Alexander Shaw." Dario langsung berkata sambil menepuk bahu Ornado yang langsung tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Tenang saja, aku akan mengaturkan waktu untuk itu. Apalagi sekarang Laurel adalah dokter pribadi keluarga kami. Akan menjadi hal yang mudah untuk memintanya datang berkunjung. Dan jika ada Laurel datang ke tempat ini... aku jamin akan selalu ada Dave yang menemaninya." Perkataan Ornado semakin membuat Dario terlihat begitu bersemangat.


Walaupun dulu di masa kecilnya Dario sering diajak oleh Alberto berkunjung di Indonesia, akan tetapi sebagai pengusaha, dia tidak memahami dan tidak menguasai pasar di daerah Asia, sehingga dia membutuhkan bantuan dan perlu banyak belajar.


# # # # # # #


Mata Dario terpaku menatap sosok Cladia yang sedang berjalan di tengah-tengah kebun mawarnya sambil sesekali menarik nafas dalam-dalam, menikmati bau harum dari bunga mawar yang bermekaran.


Sesekali tangan Cladia tampak menyentuh dan ujung-ujung jarinya mengelus lembut bunag mawar yang sudah mekar, dengan senyum manis terlihat tersungging di wajah cantiknya.


Tidak kusangka sore ini aku bisa mendapatkan pemandangan yang begitu langka dan terlihat begitu cantik.


Dario berkata dalam hati melihat bagaimana sosok Cladia yang sedang berada di tengah kebun mawar yang sedang bermekaran terlihat begitu mempesona baginya.


Seperti kataku, kamu memang terlihat begitu cantik dan mempesona, seperti bunga mawar, cantik dan harum, juga begitu indah dan lembut saat kita menyentuh bunganya. Bagaimana bisa ada seorang wanita yang begitu cantik seperti bidadari. Bahkan aku tidak yakin kecantikan dan pesonanya kalah dengan seorang bidadari.


Dario berkata dalam hati dengan senyum di wajahnya.


Melihat sosok Cladia yang tampak begitu menawan hari ini, tanpa sadar Dario menggerakkan kedua kakinya. Bersiap melangkah untuk mendekat ke arah Cladia, sampai dilihatnya sosok Ornado dari arah lain dengan sikap bergegas.


Ornado terlihat masih memakai pakaian jas lengkapnya, yang menunjukkan dia baru saja kembali dari kantornya dan langsung mencari keberadaan Cladia.


Begitu berada di dekat Cladia, Ornado langsung memeluk tubuh Cladia dari arah belakang, melingkarkan kedua lengannya ke pinggang Cladia dengan erat namun tidak menyakiti, dan meletakkan ujung dagunya di atas kepala Cladia.


Cladia langsung sedikit mendongakkan kepalanya dan tersenyum dengan lembut menyambut kedatangan Ornado, begitu mendapatkan perlakuan mesra dari suaminya yang baru saja pulang kerja, tapi sudah langsung mencarinya tanpa terlebih dahulu berganti pakaian ataupun beristirahat sejenak.