My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
AJAKAN BERLIBUR



Ornado adalah laki-laki yang sudah lama, bahkan saat mereka masih kanak-kanak, dijodohkan dengan Cladia, oleh kedua orangtua mereka.


Saat Jeremy, kakak Cladia membacakan surat wasiat orangtua mereka yang juga menyebutkan tentang perjodohan Cladia dan Ornado, sempat membuat Cladia shock sekaligus stress.


Saat itu Ornado merupakan pria yang begitu dihindari oleh Cladia, yang memiliki trauma terhadap laki-laki karena peristiwa pemerkosaan sekaligus pembunuhan sahabat dekatnya yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri 5 tahun lalu.


"Haist... Cladia mana mengerti obat-obatan sebaik kalian berdua yang memang dokter. Eh, ngomong-ngomong apa kalian sebagai dokter yang begitu sibuk, ada waktu dua minggu lagi?" Dengan cepat Ornado segera mengalihkan pembicaraan untuk melindungi istrinya agar pembicaraan mereka tidak lagi terfokus pada kejadian waktu itu.


"Kenapa Ad? Apa kamu ingin mengajak kami berdua berlibur?" Laurel segera menanggapi kata-kata Ornado, karena dia sendiri tidak ingin Cladia merasa malu jika pembicaraan tentang obat tidur tadi dilanjutkan.


Laurel yang sudah seperti kakak kandung bagi Cladia, tentu saja juga begitu menyayangi dan mengerti tentang Cladia dan juga tidak ingin mempermalukannya, sehingga langsung mengikuti alur pembicaraan Ornado.


"Wah... Laurel… sepertinya kamu pantas jadi peramal daripada seorang dokter." Ornado berkata sambil tertawa kecil, membuat Laurel hanya bisa memajukan bibirnya karena Ornado yang selalu mencari kesempatan berdebat dengannya.


"Tapi serius Laurel, aku dan Cladia akan kedatangan tamu istimewa sekitar dua minggu lagi. Aku ingin mengenalkan mereka pada kalian. Sekaligus mengajak kalian dan mereka berlibur bersama. Karena itu aturlah jadwal kerja kalian. Sudah lama Cladia ingin kita berempat berlibur bersama. Hitung-hitung bulan madu lagi untuk kami berdua, benar kan amore mio? Creiamo bei ricordi.” (Kita ciptakan kenangan indah). Kalimat terakhir dari Ornado, sengaja dia ucapkan dengan cara membisikkannya di telinga Cladia sambil mengecup pelan telinga istrinya itu, sambil mencuri kesempatan untuk menikmati bau harum dari tubuh Cladia melalui hidung mancungnya yang berada di ceruk leher Cladia.


Bau harum tubuh dari istrinya yang selalu membuat Ornado ketagihan, sekaligus seperti obat penenang baginya, begitu menenangkan pikirannya.


Laurel dan Dave hanya bisa saling berpandangan sambil mengeleng-gelengkan kepalanya begitu melihat bagaimana Ornado yang selalu mencari kesempatan untuk memperlihatkan bagaimana dia begitu memuja dan mencintai Cladia.


Sedang Evelyn yang jelas-jelas masih belum menikah, walaupun sedang merencanakan pernikahannya dengan Leo, langsung memilih berpura-pura menyibukkan diri dengan buku resep-resep masakan dari Cladia yang dihadiahkannya untuk Evelyn beberapa waktu lalu, dan dia titipkan kepada Laurel.


Karena Cladia tahu bagaimana Ornado yang sering merepotkan Evelyn untuk memenuhi keinginannya selama kehamilannya ini, Cladia yang tahu bagaimana Evelyn tidak pernah mau dibayar untuk setiap masakan atau kue yang dibuatkannya untuk Cladia... hanya itu cara yang terpikirkan oleh Cladia.


Membalas kebaikan dan perhatian Evelyn dengan memberikan bahan-bahan kue dan masakan, juga buku-buku resep yang sengaja diimport langsung oleh Ornado dari Italia.


Laurel yang melihat Evelyn sengaja mengalihkan perhatiannya langsung tertawa renyah.


"Evelyn, makanya jangan ragu-ragu untuk mempercepat hari pernikahanmu dengan dokter Leo. Supaya kamu bisa meniru kemesraan Ad yang selalu membuat orang tercengang dan jadi ingin ikut-ikutan untuk menirunya." Perkataan dari Laurel sungguh membuat wajah Evelyn semakin canggung memerah.


Awalnya Evelyn tanpa sengaja langsung melongo dengan mata tanpa berkedip begitu melihat bagaimana tindakan Ornado pada Cladia, sehingga setelah tersadar, dia jadi malu sendiri dan berusaha mengalihkan pikirannya dengan membuka-buka buku resep.


Sayangnya, Laurel sudah lebih dahulu melihat bagaimana reaksi Evelyn sebelumnya.


"Evelyn, dengar baik-baik nasehat kakak iparmu yang sempat melarikan diri di hari pernikahannya dulu. Dia sudah menyesal setengah mati tuh." Orando langsung menimpali perkataan Laurel yang langsung melotot ke arah Ornado, membuat  langsung tersenyum.


Memang kak Ornado, tidak pernah kehilangan akal kalau urusan menggoda dan mengejek kak Laurel. Kak Laurel yang ceria salalu bisa membuat suasana cerah di keluarga Shaw. Tapi kehadiran kak Ornado dan kak Laurel, selalu saja membuat suasana lebih meriah. Aku benar-benar suka sekali bisa ikut mengobrol dengan mereka.


Evelyn berkata dalam hati sambil tersenyum, merasa bahagia bisa melihat kebersamaan mereka hari ini.


Dan kembalinya Laurel dalam hidup Dave, langsung mengubah Dave yang setelah kepergian Laurel seperti orang yang kehilangan setengah dari nyawanya, menjadi orang yang terlihat kembali bergairah menjalani hidupnya.


Sedikit banyak, sifat ceria Laurel pada akhirnya menular kepada Dave dan orang-orang di sekitarnya.


"Ist, kamu ini selalu saja membuatku kehilangan muka di depan orang lain." Laurel berkata sambil sedikit memberengut, menyatakan protes kepada Ornado yang seringkali mengingatkannya pada kejadian yang memalukan, sekaligus menjadikan penyesalan terbesarnya seumur hidup itu.


"Siapa bilang kamu kehilangan muka? Tetap cantik kok. Kalau tidak percaya, tanyakan saja pada Dave. Betul kan Dave?" Ornado berkata sambil menatap ke arah Dave sambil mengerlingkan matanya, membuat Dave tersenyum kecil.


"Cantik, selalu cantik kok." Dave menjawab pertanyaan Ornado dengan suara pelan sambil tetap tersenyum dan memandang ke arah Laurel yang hanya bisa menyerah karena kedua laki-laki itu sepertinya sama-sama sepakat untuk menggodanya.


"Al, jangan menggoda Laurel lagi, kasihan. Bisa-bisa dia nanti benar-benar menolak menjadi besanmu." Kata-kata Cladia, walaupun diucapkan dengan serius, tapi mendengar bagaimana istrinya sudah mulai bisa ikut menggoda Laurel membuat Ornado tertawa tergelak.


Dan bukan hanya Ornado, Dave dan Laurel ikut tersenyum mendengar bagaimana Cladia yang terlihat sudah begitu nyaman berada di dekat Ornado, sungguh jauh jika dibandingkan dengan beberapa waktu lalu, dimana sikap canggung dan ketakutan masih terlihat.


Tapi saat ini, bahkan terlihat jelas bagaimana Cladia telah terlihat tenang, bahkan terkesan mulai menunjukkan sikap manjanya kepada Ornado.


"Dengar tuh Laurel, ternyata bukan hanya aku yang ingin kita menjadi besan. Karena kali ini adalah permintaan dari Cladia, sepertinya kamu akan sulit untuk mengatakan tidak kalau Cladia sudah turun tangan meminta hal itu padamu. Terimakasih untuk dukunganmu amore mio." Ornado berkata dengan nada puas dan sikap penuh percaya diri, sambil menggenggam erat kedua tangan Cladia yang berada di pangkuannya, lalu menariknya ke atas, dan mengecup punggung tangan Cladia dengan mesra.


"Dasar Ad...." Laurel berkata dengan nada berdesis diiringi senyum senang melihat hubungan Cladia dan Ornado yang semakin hari tampak semakin dekat.


"Ad, memang siapa sebenarnya yang ingin kamu perkenalkan pada kami?" Tiba-tiba saja Dave mengeluarkan suaranya, mengajak mereka kembali serius.


"Emmmm, sepasang suami istri dari negara Gracetian. Lebih tepatnya, raja Gracetian dan permaisurinya." Dave dan Laurel langsung membeliakkan matanya mendengar siapa yang akan diperkenalkan Ornado pada mereka.


Beberapa waktu lalu Ornado sempat sedikit menceritakan bahwa dia kenal dengan raja Gracetian yang belum lama ini sering mendominasi berita luar negeri, karena peristiwa besar di Gacetian.


Mulai dari bagaimana raja Gracetian menikah dengan seorang gadis dari kalangan rakyat biasa, kembalinya ibu suri Gracetian yang selama ini sudah dianggap meninggal karena peristiwa kebakaran, sampai dengan berhasilnya raja Gracetian menggagalkan rencana pemberontakan di negaranya.


Banyak hal dan peristiwa yang terjadi di Gracetian yang sempat menjadi sorotan dunia internasional.


Dan mereka semua harus mengakui bahwa raja tampan dari Gracetian itu, Alvero Adalvino, memang layak menjadi seorang raja karena kemampuannya dalam memimpin dan berperang, juga menyelesaikan setiap masalah yang timbul di Gracetian, bahkan di usianya yang boleh dibilang masih sangat muda itu.