My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
PERNYATAAN CINTA GAVINO



James merasa hatinya tiba-tiba terasa tidak tenang begitu mendengar tentang Gavino yang sedang mencari-cari keberadaan Elenora yang tiba-tiba meninggalkan negara asalnya tanpa berpamitan pada Gavino.


Memangnya kenapa kalau Elenora menyukai Gavino? Bukankah itu yang aku inginkan selama ini? Segera membuat perjodohan kami batal?


James berkata dalam hati dan sedikit kaget pada dirinya sendiri yang tiba-tiba saja membayangkan kembali wajah Elenora yang sempat dilihatnya sekilas tanpa kacamata.


“Apa kamu yakin? Kalau begitu, ini akan menjadi hal bagus untuk Elenora. Kamu pasti juga tahu, Gavino mungkin tidak sekaya dan setampan kamu, tapi tetap saja dia juga masuk dalam golong laki-laki mapan dan cukup tampan. Apalagi dia juga lebih muda dari kamu, seumuran dengan Afro. Dia pasti bisa mendapatkan hati Elenora kalau kamu benar-benar melepaskan gadis itu. Yakin kamu tidak akan menyesal melepas Elenora?” Ornado kembali berbisik begitu pelan agar tidak didengar oleh yang lain.


Mendengar kata-kata Ornado, membuat tubuh James diam terpaku dengan wajah terlihat seperti orang bingung.


“Yakinlah. Kenapa aku harus ragu terhadap sesuatu yang selama ini begitu aku inginkan?” James berkata dengan cepat untuk menghentikan Ornado tetap membahas tentang hal itu, dan juga untuk segera menghilangkan keraguan yang terjadi pada dirinya sendiri.


“Oke… oke… terserah kamulah. Itukan hidupmu. Hanya saja jangan karena keegoisan dan harga dirimu yang terlalu tinggi dalam urucan percintaan kamu gagal dan menyesal seumur hidupmu.” Ornado berkata sambil menegakkan kembali tubuhnya, membiarkan James kembali termenung karena kata-katanya barusan.


Cih, apanya yang kamu bilang yakin, bahkan matamu beberapa kali terlihat melirik ke arah Elenora dengan sikap canggung, saat kita saling mengobrol barusan.


Ornado berkata dalam hati. Rasanya ingin sekali dia menertawakan James yang tidak bisa mengerti dengan hatinya sendiri dan sibuk menyangkal setiap perkataan orang yang berusaha membantunya mengerti tentang perasaannya sendiri.


“Oke semuanya… aku pulang duluan ya. Sampai ketemu di lain waktu.” Ornado berkata sambil sedikit menjauh dari James.


“Salam untuk Cladia ya Ad. Jangan lupa pastikan dia makan dengan baik dan cukup beristirahat agar tubuhnya bisa lebih fit.” Laurel langsung membalas perkataan Ornado.


“Pasti aku sampaikan. Aku duluan ya.” Ornado berjalan menjauh sambil melambaikan tangan ke arah mereka semua.


# # # # # # #


Elenora yang baru saja membaringkan tubuhnya setelah pesta yang baginya melelahkan di penthouse Dario tadi membaringkan tubuhnya sambil menatap ke arah langit-langit kamarnya.


Gadis itu kembali teringat tentang panggilan telepon dari Gavino saat di penthouse Dario tadi.


Seperti kata Ornado, dari suaranya, Gavino terlihat begitu kesal karena Elenora pergi ke Indonesia tanpa memberitahunya, apalagi mengucapkan selamat jalan.


Bahkan Gavino meminta Elenora untuk segera kembali ke Italia. Dan jika Grup Xanderson tidak mau lagi mempekerjakannya sebagai karyawan perusahaan raksasa itu, Gavino menjamin, dia akan memberikan pekerjaan kepada Elenora di bagian apapun yang diinginkan oleh Elenora.


Bahkan Gavino berjanji dia akan berbicara secara baik-baik kepada Afro dan Ornado tentang keinginannya untuk merekrut Elenora.


Kamu bisa dengan mudah mengatakan hal seperti itu karena kamu tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Kamu tidak tahu bahwa akulah yang menawarkan diri untuk datang dengan sukarela ke Indonesia agar bisa mendapatkan kesempatan untuk meraih hati James.


Elenora berkata dalam hati ketika mengingat pembicaraannya tadi dengan Gavino, yang bahkan akhirnya menyerah memaksanya untuk kembali ke Italia dan justru mengatakan dia yang akan datang berkunjung ke Indonesia jika Elenora belum ada rencana kapan kembali ke Italia.


Elenora bukannya tidak tahu bahhwa Gavino memang memiliki perasaan lebih padanya.


Bahkan sebelum keberangkatannya ke Indonesia, dua bulan sebelumnya, sebenarnya Gavino sudah menyatakan cintanya kepada Elenora.


“Aku tidak percaya, kamu belum pernah aku lihat berjalan dengan lelaki manapun selama ini.” Gavino langsung menanggapi perkataan Elenora.


“Aku memang belum memiliki kekasih, tapi….”


“Kalau begitu, pikirkan tentang pernyataan cintaku barusan. Aku akan menunggu jawabannya.” Gavino tetap bersikeras, karena dia merasa begitu yakin dengan apa yang sudah diamatinya tentang Elenora, Gavino yakin Elenora belum memiliki kekasih, dan tampaknya tidak ada satu priapun yang cukup dekat dengan Elenora dan disukai oleh gadis yang bagi Gavino terlihat begitu menarik karena kepribadian dan sikapnya yang polos sekaligus tulus.


“Gavino, aku….”


“Aku bilang aku akan memberimu waktu, aku tidak mau mendengar jawabanmu sekarang. Pikirkan dulu, jangan langsung menjawabnya sekarang. Aku tidak mau mendengarnya.” Tanpa perduli, Gavino langsung memotong perkataan Elenora yang telihat sedikit bingungi memikirkan bagaimana cara memberitahukan kepada Gavino, bahwa dia benar-benar serius, bahwa dia sudah menyukai pria lain.


“Tapi Gavino….” Elenora berkata pelan.


Aku mencintai James, dan sampai kapanpun hanya James yang akan aku cintai.


Elenora berkata dalam hati tanpa berani mengeluarkannya lewat bibirnya, apa yang barusan dia ucapkan itu.


Pernyataan cinta dari Gavino yang sampai saat ini bersikeras tidak mau menerima jawaban dari Elenora, membuat Elenora menghela nafasnya dan membuatnya mengingat kembali kejadian beberapa tahun lalu yang membuatnya memutuskan untuk memilih tidak akan pernah tampil cantik depan orang lain.


Peristiwa yang selain menyebabkan dia begitu keras berusaha untuk menyembunyikan kecantikannya, dan juga membuat dia begitu mencintai James sampai detik ini.


Pastikan kamu datang dan tidak membuatku malu karena menjadi satu-satunya yang tidak memiliki pasangan di sana.


Elenora menarik nafas panjang karena kembali mengingat pesan yang dikirimkan James beberapa tahun lalu padanya.


Saat itu Elenora masih baru duduk di bangku SMP, sedang James berada di tingkat akhir bangku SMA.


Hari itu James mendapatkan undangan pesta dari salah seorang teman wanita yang merupakan teman satu sekolahnya, bahkan teman satu kelasnya.


Seorang teman wanita yang sedari dulu menyukai James, tapi James tidak pernah memperdulikannya karena gadis itu merupakan seorang gadis dengan karakter yang tidak disukai oleh James.


Gadis yang berpenampilan cantik, namun dia merupakan gadis yang suka membully teman-temannya yang lebih lemah dan memeras uang mereka untuk dia gunakan menjaga penampilan dan bersenang-senang dengan para sahabatnya yang juga suka memeras teman-temannya yang lain.


James sudah mendengar bahwa temannya yang berulang tahun itu sengaja memberikan permintaan kepada semua undangan agar membawa pasangannya kecuali James.


Gadis itu dengan sengaja, tidak memberitahukan kepada James tentang rencananya tersebut karena dia ingin James yang menjadi pasangannya di pesta nanti.


Gadis itu ingin agar James datang seorang diri tanpa pasangan.


Selain gadis itu memang sangat menyukai James dan tidak ingin ada gadis lain yang menemani James, gadis itu memang sudah memiliki sebuah rencana besar untuk James.


Dan gadis itu berencana menyatakan cintanya pada James dan mengumumkan secara resmi hubungannya dengan James di acara pesta ulang tahunnya, di depan semua teman-temannya yang lain.