
Terlepas seberat apapun masalah yang sedang dihadapinya, Ornado selalu saja berhasil menguasai dan mengendalikan keadaan dengan baik. Dia memang pantas menjadi orang yang memiliki kekuasaan tertinggi di Grup Xanderson yang begitu besar dan sering menghadapi masalah pelik, seperti yang terjadi kali ini.
Afro berkata dalam hati sambil mengakhiri panggilan teleponnya dengan Ornado, dan segera meraih gagang telepon yang ada di atas mejanya, melakukan pertemuan mendadak dengan beberapa orang yang dianggapnya bisa segera melakukan tugas yang sudah dberikan oleh Ornado barusan.
"Ad, sepertinya, Dario benar-benar serius ingin menghancurkanmu dengan berbagai cara meskipun bukan fisikmu yang dia serang. Dia benar-benar sudah tidak lagi merasa ada hubungan dengan keluarga Xanderson." James berkata dengan tatapan matanya yang terlihat memancarkan kemarahan, kejengkelan dan rasa tidak suka ketika menyebutkan tentang tindakan Dario.
"Itu adalah jalan yang sudah dia pilih. Biarkan saja dia menjalaninya sampai dia sadar bahwa jalan itu menuju kehancuran untuk dirinya sendiri." Ornado berkata sambil memasukkan handphone miliknya ke saku jasnya, dengan sikap tidak perduli.
Tindakan Ornado menunjukkan bahwa dia tidak terlalu kaget mengetahui dan melihat apa yang sudah dilakukan Dario padanya saat ini.
"Aku perlu membicarakan langkah selanjutnya denganmu James. Jika nanti Elenora bisa benar-benar berhasil mengambil semua data milik perusahaan Dario, kita bisa mencari bukti yang menunjukkan ketidakberesan dari perusahaan itu, dan juga bukti keterlibatan mereka dengan semua kejadian buruk yang kita alami hari ini, terutama masalah hacker yang berusaha mencuri data-data perusahaan kita." James langsung menganggukkan kepalanya tanda setuju dengan apa yang baru saja dikatakan oleh Ornado.
"Tapi, terlebih dahulu aku harus memaksa amore mio untuk pulang ke mansion. Hari ini akan menjadi hari yang panjang dan sibuk untuk kita. Aku tidak mau terlalu melibatkan amore mio yang sedang hamil." Ornado berkata dengan tatapan matanya yang menunjukkan sikap khawatir.
Melihat itu, jika saja kondisi sekarang tidak dalam kondisi seserius ini, rasanya James ingin tertawa terbahak-bahak melihat bagaimana seorang Ornado yang tampak tetap tenang dan menguasai keadaan, tapi tidak jika itu menyangkut tentang Cladia, yang selalu menjadi pusat kehidupan dan dunianya.
Cladia yang bersikeras tetap di bersama Elenora di ruang IT, jauh lebih membuat Ornado khawatir dibandingkan dengan serangan hacker maupun kemungkinan buruk jika wartawan menerbitkan berita tentang bagaimana Grup Xanderson telah melakukan lelang perhiasan palsu dengan harga fantastis, yang pasti akan dianggap sebagai sebuah kasus penipuan, dan akan membawa dampak besar bagi perusahaannya.
Belum lagi kasus ditemukannya bahan baku terlarang di gudang salah satu pabrik makanan milik Grup Xanderson, yang pasti akan membawanya ke ranah hukum karena dianggap sebagai tindakan pidana.
Jika saja menjadi Ornado, James tidak bisa membayangkan bagaimana sakit kepalanya dia hari ini, yang mungkin membuatnya harus menelan butiran pil pereda nyeri.
"Cladia pasti ikut mengkhawatirkan situasi di tempat ini. Menurutku, dia tidak mau kamu ikut meninggalkan tempat ini karena kamu dibutuhkan untuk membuat keputusan di sini. Bagaimana kalau kita menawarkan pada Cladia agar beristirahat di mansion. Dan biarkan Jeremy yang mengantarnya pulang ke mansion. Sepertinya Jeremy juga membutuhkan istirahat setelah perjalanan jauhnya dari Indonesia." James mencoba memberikan ide pada Ornado.
Karena James tahu, keberadaan Cladia dengan kondisinya yang terlihat lelah, pasti akan mengganggu konsentrasi Ornado dalam mengambil keputusan untuk menghadapi masalah yang sudah ditimbulkan oleh Dario ini.
"Oke, aku akan mencoba berbicara dengan amore mio. Semoga dia mau menerima saran baik dari kita." Ornado berkata sambil menepuk punggung James, mengajaknya kembali ke ruang IT.
Setelah mencoba memberikan pengertian kepada Cladia, akhirnya wanita cantik itu memilih untuk menuruti saran suaminya agar untuk sementara waktu beristirahat di mansion sambil menunggu Ornado menyusulnya ke sana.
# # # # # # #
"Dante! Ulangi lagi perkataanmu barusan!" Dario berteriak keras dengan mata melotot dan tangan yang terkepal erat, menahan amarah karena berita buruk tentang kegagalan para hacker yang dibawa oleh Dante padanya.
"Maaf Tuan, tapi para hacker itu sudah berusaha sebaik mungkin. Tuan juga tahu bahhwa kita sudah membayar hacker terbaik yang bisa kita hubungi." Dante berkata dengan kepala sedikit tertunduk.
"Itu semua salahmu! Karena tidak bisa menemukan master hacker yang selama ini dicari oleh semua orang! Harusnya jika kita menggunakan kemampuannya, kita tidak akan mengalami kegagalan seperti hari ini!" Dario berkata dengan nada berapai-api, meluapkan kejengkelannya atas kegagalan tim hackernya, yang baginya juga menjadi salah satu tanggung jawab Dante sebagai tangan kanannya.
Sambil terus memaki Dante, Dario melemparkan barang-barang yang ada di atas mejanya ke arah Dante, yang tetap berdiri tegak tanpa bergeming meskipun sebuah pemberat kertas yang dilemparkan Dario padanya melukai kulit lengannya, memberikan luka gores dan sedikit meneteskan darah segar.
"Tidak ada info sedikitpun tentang master hacker yang disebutkan oleh orang-orang di dunia maya. Bahkan beberapa orang menyebutkan dia hanyalah tokoh khayalan yang sengaja di bentuk agar para hacker percaya bahwa ada seseorang yang kemampuannya jauh di atas mereka." Dante mencoba menjelaskan untuk menenangkan hati Dario, yang jelas-jelas terlihat sangat kesal saat ini.