My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
GALAUNYA HATI JAMES



Eh, apa-apaan ini? Kenapa Ornado menawarkan bagian lain pada Elenora. Bukannya Elenora adalah sekretaris pribadiku? Untuk apa Ornado ikut campur dalam urusan asisten pribadi yang membantuku?


James berkata dalam hati dengan mata menatap tajam ke arah Ornado, untuk menyatakan protesnya tanpa kata-kata, hanya dengan tatapan mata saja.


Namun sayang sekali, Ornado terlihat tidak perduli, bahkan terlihat tidak ada niat untuk memandang sedikitpun ke arah James yang sedang menanti Ornado menatapnya agar bisa melihat pandangan matanya yang menunjukkan tidak setuju dengan kata-kata Ornado sebelumnya kepada Elenora.


Tempat yang tepat? Sepertinya aku harus membuang jauh-jauh impianku untuk berada di tim IT, karena keluargaku pasti tidak akan mendukungku. Lagipula jika aku bergabung di tim IT, kesempatanku untuk bisa berada di dekat James akan menghilang. Akan semakin sulit bagiku bertemu dan membiasakan diri dengan James jika kami berada di devisi yang berbeda jauh.


Elenora berkata dalam hati sambil mencoba memikirkan jawaban yang tepat untuk Ornado. Menolak tapi tidak menyinggung perasaan.


"Untuk sementara, sepertinya aku akan tetap berada di posisiku yang sekarang Ad, agar aku bisa banyak belajar dengan yang lain di departemen ini." Jawaban dari Elenora membuat Ornado memajukan bibirnya sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, sedang James tampak menurunkan ketajaman tatapan matanya ke arah Ornado begitu mendengar penolakan dari Elenora.


Entah kenapa, sedikit banyak, James merasa lega dengan jawaban yang keluar dari bibir Elenora.


"Oke, semua tergantung kepada pilihanmu. Kalau suatu ketika kamu berubah pikiran, beritahu aku, jangan merasa sungkan."


"Terimakasih untuk penawaran dan perhatianmu Ad." Elenora segera menanggapi perkataan Ornado.


"Elenora, dua hari lagi aku akan mengajak James untuk pergi menemui teman baik kami yang datang jauh-jauh dari Gracetian. Selama kami pergi, kamu bisa belajar banyak hal bersama Fred. Aku juga akan membiarkan Dodi belajar bersama kalian juga. Aku dengar Dodi memiliki cukup bakat dalam hal komunikasi. Jika dia benar-benar mampu, bisa di upgrade ke devisi Humas. Untuk itu aku akan mengirim kalian ke pusat pelatihan karyawan selama 7 hari. Jadi kalian akan berkantor di sana selama 7 hari ini." Penjelasan Ornado pada Elenora membuat James menyipitkan matanya.


Apalagi ini? Setelah menawarkan kepada Elenora untuk pindah devisi, sekarang Ornado ingin agar Elenora belajar bersama Fred? Bagaimanapun juga Fred adalah seorang duda. Kalau kedua orangtua kami mendengar tentang itu pasti akan merasa keberatan, Ornado memberikan Fred sebagai tutor bagi Elenora. Belum lagi Dodi juga akan ikut dalam tim pembelajaran itu? Apa aku tidak salah dengar? Itu sama saja dengan mengirim Elenora ke kandang harimau.


James berkata dalam hati dengan wajah terlihat tidak nyaman.


Bahkan tanpa sadar James memakai nama keluarganya dan Elenora sebagai alasan untuk menyalahkan tindakan Ornado yang sudah memberikan Elenora tutor Fred yang merupoakan seorang duda yang belum memiliki anak, sedang status Elenora adalah gadis yang sedang berusaha dijodohkan dengannya oleh keluarga mereka.


"Baik. Aku akan berusaha dengan lebih keras dan baik lagi untuk belajar dengan Fred dan juga Dodi…." Jawaban dari Elenora sungguh membuat James langsung menoleh ke arahnya dan menatapnya sambil mengernyitkan dahinya.


"Ad, kamu bilang aku bebas memilih asisten untuk membantuku bekerja selama aku menemani Alvero berlibur?" James memotong perkataan Elenora dengan cepat.


Akhirnya! Hatimu pasti mulai panas mendengar itu!


Ornado bersorak kesenangan dalam hati melihat reaksi James.


"Benar." Ornado menjawab singkat pertanyaan James padanya.


Apalagi James mengucapkannya dengan wajah begitu serius, dan Ornado bisa melihat jelas adanya kekhawatiran di tatapan mata James saat sekilas James melirik ke arah Elenora sebelumnya.


"Bukannya Elenora yang belum berpengalaman justru akan membuatmu repot? Kenapa kamu tidak menuruti saja ideku? Untuk mengajak Audrey atau Dea yang sudah berpengalaman sebagai sekretaris dan biasa menghandle meeting?" Melihat Ornado yang tidak memperdulikan kode yang dia berikan untuk berhenti, James langsung memandang ke arah Elenora yang masih berdiri di tempatnya dan memilih untuk tetap berdiam diri.


"Elenora, sebaiknya kamu kembali ke kantormu. Aku akan membicarakan hal ini dengan Ornado. Untuk hasil keputusannya aku akan segera memberitahumu. Persiapkan saja dirimu sedari awal, kalau memang nantinya kamu yang akan berangkat sebagai asisten dua hari lagi." James buru-buru meminta Elenora untuk keluar dari kantornya, agar dia bisa membahas masalah asistennya bersama Ornado dengan lebih bebas.


"Baik Pak James." Jawaban pendek Elenora yang lagi-lagi memanggilnya dengan sebutan "pak James" kali ini sungguh membuat wajah James sedikit memerah.


Apalagi Ornado menatap ke arah James dengan tatapan yang terlihat jelas bahwa sekarang Ornado sedang menertawakannya dalam hati.


"Eh, Elenora, sekalian aku titip pesan. Tolong sampaikan kepada Fred, untuk menyampaikan pesan kepada Alex, agar melakukan pengecekan personil tim keamanan yang akan ikut dengannya mengawal kami dan memastikan keamanan keluarga kerajaan Gracetian selama berada di Indonesia." Ornado memberikan perintah kepada Elenora yang langsung membuat James lagi-lagi dibuat kaget.


Wait... tung... tunggu...! Alex akan ikut pergi bersama kami? Tentu saja, dia adalah kepala keamanan yang paling bisa diandalkan. Untuk tamu sepenting Alvero, Ornado pasti mengirimkan Alex sebagai penanggung jawab keamanan acara liburan ini. Haist! Bagaimana aku bisa lupa tentang hal itu. Di sini ada Dodi dan di sana ada Alex?


James menggerutu dalam hati sambil melirik ke arah Elenora yang langsung pergi meninggalkan kantornya setelah mengiyakan perintah dari Ornado tentang Alex.


"Well, apa yang mau kamu bicarakan secara pribadi denganku sampai kamu mengusir Elenora keluar dari ruanganmu?" Perkataan Ornado langsung membuat pandangan James beralih ke arah Ornado, dan menatapnya dengan wajah serius.


"Ad. Kenapa kamu meminta Fred mendidik Elenora dalam hal kesekretariatan? Apa tidak ada orang lain?" Pertanyaan dari James membuat Ornado langsung mengernyitkan keningnya.


"Memangnya kenapa? Bukannya Fred sudah terbukti paling menguasai bidang itu?"


“Kamu tahu sendiri bahwa Fred seorang duda. Apa menurutmu akan baik-baik saja jika Fred yang mendidik Elenora? Kenapa buakn Audrey atau Dea saja yang mendidiknya?”


“Eh, apa itu akan jadi masalah? Dan lagi, kenapa kamu membawa-bawa status bujang Fred segala? Kita tahu bagaimana Fred adalah pria baik-baik dan terhormat. Dia menjadi duda karena istrinya meninggal. Dan dia juga bukan tipe pria mesum. Lalu dimana masalahnya?”


Hah, ternyata tidak mudah membuat Ornado mengubah keputusannya. Alasan apa yang bisa aku berikan padanya?


James berkata dalam hati sambil memutar otaknya dengan cepat.


“Tapi kita tidak tahu pikiran Fred sekarang, mungkin dia sudah berubah.”


“Apa ada yang salah dengan itu? Bukannya kalau Elenora jatuh cinta dengan pria lain justru akan membuatmu segera terlepas dari ikatan perjodohan kalian? Bukankah itu yang selama ini begitu kamu inginkan agar segera terwujud?” Tanpa sadar James langsung menelan ludahnya sendiri begitu mendengar pertanyaan dari Ornado yang yang terasa begitu tajam dan menusuk.