My Wild Rose (Season 2)

My Wild Rose (Season 2)
MENGHALANGI SERAFINA BERTINDAK



Akhirnya, Elenora memilih untuk mengepang rambutnya sebelum bersiap untuk keluar dari kamarnya, pergi ke main hall resort untuk menikmati makan pagi bersama yang lain.


"Kalau kamu sudah selesai, sebaiknya kita berdua segera ke main hall hotel untuk makan pagi bersama yang lain. Tidak enak kalau sampai kita datang terlambat dibanding tuan rumah. Bagaimanapun, di sini status Ornado dan James adalah bosku, bukan teman kita." Perkataan Elenora kali ini tidak membuat Serafina marah, justru membuat Serafian langsung menganggukkan kepalanya dengan bersemangat.


"Apa setelah makan pagi kita akan segera ke pantai?" Serafina berkata sambil tersenyum manis di depan cermin.


"Sepertinya iya. Aku tidak tahu, karena setelah ini aku harus menyelesaikan pekerjaanku, baru bisa menyusul ke pantai." Perkataan Elenora membuat Serafina langsung menoleh dengan sedikit mendongakkan kepalanya.


"O ya?" Dengan wajah terlihat senang, Serafina bertanya kepada Elenora.


Hah... beruntung sekali aku hari ini. Tanpa adanya Elenroa, aku bisa bebas mendekati James. Sebelum liburan berakhir, aku harap bisa mendapatkan James sepenuhnya. Bagaimanapun caranya.


Serafina berkata dalam hati dengan hati berbunga-bunga, tanpa mengetahui bahwa hari ini James dan Elenora akan sama-sama tinggal di resort untuk menyelesaikan meeting mereka, setelah itu baru mereka berdua akan menyusul ke pantai.


"Iya, sebenarnya kedatanganku ke tempat ini juga untuk membantu mengurus masalah pekerjaan, bukan semata-mata untuk berlibur." Elenora mencoba menjleaskan kepada Serafina tentang tujuan utama dia berada di tempoat ini.


Berharap dengan penjelasannya itu, Serafina bisa menahan diri untuk tidak bersikap seenaknya di tempat ini sebagai kakak kandungnya.


"Kalau begitu, selesaikan pekerjaanmu dengan baik. Agar kamu tidak dipecat karena dianggap tidak becus dalam bekerja. Kamu tahu, Ornado dan James sengaja memperkerjakanmu karena mereka ingat hubungan baik kedua keluarga kita, bukan karena kemampuanmu." Serafina berkata dengan nada mengejek ke arah Elenora, sambil menjauh dari cermin yang ada di hadapannya, membiarkan Elenora hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya pelan dari balik punggung Serafina, melihat bagaimana Serafina sampai detik ini selalu saja mengejek dan merendahkan kemampuannya dalam segala hal.


# # # # # # #


Saat Serafina dan Elenora masuk ke main hall, tampak sudah banyak orang di sana yang hadir, termasuk Ornado, Cladia dan James yang duduk berhadapan dengan Alvero dan Deanda, yang duduk dalam satu baris dengan Laurel dan Dave.


Deanda yang duduk tepat di sebelah Laurel tampak beberapa kali tersenyum saaat terlibat pembicaraan dengan Laurel dan Cladia yang tidak banyak bicara, lebih memilih untuk menjadi pendengar dan pengamat yang baik.


Kehadiran Serafina dan Elenora cukup membuat perhatian beberapa orang teralihkan.


Bagaimanapun, sosok Serafina yang cantik sebagai seorang model, gaya berpakaiannya yang modis, dan cara berjalannya membuat beberapa orang, termasuk para pelayan dan petugas keamanan, baik dari Bumi Asia ataupun resort menatap ke arahnya dengan tatapan kagum dan terpesona melihat wajah cantik, bentuk tubuh yang aduhai, cara berpakaian, maupun cara berjalan yang ditunjukkan Serafina di depan umum.


Sebuah senyuman langsung terlihat di bibir Serafina, begitu melihat kursi yang ada di sebelah kiri James tampak kosong.


Dengan langkah yang sedikit dipercepat, seolah takut jika Elenora mendahuluinya, Serafina melangkah ke depan, dan langsung mengambil posisi duduk di samping James.


Sejak awal, Elenora memang sengaja tidak mau berada terlalu dekat dengan James, apalagi jika dilihat oleh orang banyak, agar tidak menimbulkan gosip atau pembicaraan yang akan membuat James marah padanya jika sampai orang lain tahu atau mencium adanya rencana perjodohan dalam keluarga mereka berdua.


Elenora melakukan semua itu sesuai dengan permintaan James yang tidak ingin hubungan mereka diketahui oleh orang lain.


Begitu menyadari kalau Serafina tiba-tiba duduk di sampingnya, tubuh James sedikit tersentak, dengan matanya yang sedikit terbeliak langsung mengitari ruangan, mencari sosok Elenora yang ternyata sudah duduk bersama dengan nyonya Rose, bahkan sudah terlibat dalam sebuah pembicaraan yang tampak hangat, membuatnya tidak bisa memanggilnya agar menggantikan Serafina duduk di sampingnya.


Haist, kenapa juga gadis ini mengambil posisi duduk di sampingku? Benar-benar mengganggu moodku hari ini!


James menggerutu dalam hati sambil melirik tajam ke arah Serafina yang duduk di sampingnya.


"Serafina, sepertinya kamu harus mencari kursi lain. Kursi itu sudah ada yang menempati tadi." Dengan nada suara terdengar tidak bersahabat, James langsung menegur Serafina, yang wajahnya sedikit memerah karena malu akibat teguran dari James.


"Eh, tapi aku lihat sedari tadi kursi ini kosong James...." Serafina masih mencoba untuk bersikeras, mencoba bertahan duduk di temapt itu.


"Maaf Nona, kursi itu tadi memang awalnya aku yang menempati." Suara ramah seseorang dari arah belakangnya, membuat Serafina langsung menolehkan kepalanya ke belakang.


Mata Serafina sedikit terbeliak begitu melihat wajah tampan Enzo, yang merupakan salah satu pangeran Gracetian yang wajahnya paling mirip dengan Alvero dibandingnya dengan pangeran lain.


Enzo juga dikenal sebagai salah satu pangeran Gracetian yang dikenal paling ramah dan banyak senyum, apalagi jika dibandingkan dengan Alvero yang meskipun diakui khalayak ramai sebagai raja paling tampan dan berpengaruh yang pernah ada dalam sejarah kerajaan Gracetian, tapi jarang sekali menunjukkan senyumnya di depan orang banyak, kecuali jika bersama permasuri dan para orang-orang terdekatnya.


"Eh, iya...." Serafina bergumam lirih sambil memandang ke arah Enzo tanpa berkedip, dan tetap pada posisi itu untuk beberapa saat, membuat Enzo berencana pergi mencari tempat duduk lain, karena melihat tidak adanya niat pada Serafina untuk meninggalkan tempat duduknya saat ini.


"Kalau begitu, mau sampai kapan kamu merebut kursi Enzo? Ada beberapa hal yang butuh aku bicarakan dengan Enzo. Tolong cari kuris lain." Teguran James membuat Serafina dengan salah tingkah bangkit dari duduknya, dan berencana pindah di kursi yang ada di sebelah kiri Enzo, agar bisa tetap berada di dekat James.


Namun, baru saja Serafina berencana duduk dengan mata masih melirik ke arah James dan Enzo, dua pria tampan itu, Alaya tiba-tiba datang dan langsung duduk di kursi itu, membuat Serafina sedikit tersentak dan akhirnya harus mencari kursi lain yang masih kosong, dan kebetulan hanya tinggal kursi-kursi yang jauh dari tempatnya berdiri sekarang yang masih tersisa.