
“Eh, Alaya, sebenarnya… kisah pernikahan kami tidak ada bedanya dengan kisah orang lain.” Laurel mencoba berkelit untuk menolak dengan cara halus permintaan Alaya.
Bagaimana bisa aku menceritakan tentang kisah cintaku dengan Dave yang sungguh akan mempermalukanku itu. Dan juga selalu membuatku merasa begitu bersalah pada suamiku ini. Bahkan apapun yang kulakukan untuknya sekarang, sepertinya tidak akan pernah bisa menebus kesalahanku di masa lalu padanya.
Laurel berkata dalam hati dengan senyum yang terlihat canggung ke arah Alaya.
“Ayolah Kak Laurel, please…. Semua orang pasti punya kisahnya sendiri-sendiri. Dan aku yakin kisah cinta Kak Laurel dan kak Dave, tidak akan kalah menarik dengan kisah cinta kak Alvero dan kak Ornado. Boleh kan Kak aku mendengarnya agar aku bsia belajar banyak dari situ? Boleh ya Kak?” Alaya berkata dengan wajah memelas dan suaranya yang memohon, membuat Ornado dan Cladia tidak bisa menyembunyikan senyum gelinya, karena mereka tahu pasti sejarah kelam yang pernah dialami oleh Dave dan Laurel, sebelum akhirnya mereka benar-benar bersatu dan menjalani hidup mereka dengan bahagia.
Adikku ini, benar-benar pandai untuk urusan memaksa orang dan bersikap manja. Benar-benar berbakat. Bakat yang membuat Eliana pun tertipu dan berpikir bahwa dia adalah selingkuhanku.
Alvero berkata dalam hati sambil menahan tawanya, saat mengingat bagaimana pandainya Alaya saat berakting sebagai kekasihnya, untuk menjebak Eliana dalam perangkap yang dipasangnya sendiri untuk Alvero kala itu.
Pangeran John, Pangeran Javer, dan Duke Evan. Di Gracetian, kira-kira yang mana diantara ketiga pria itu yang terbaik untuk Alaya? Apakah akan salah jika aku berpikir untuk menjadikan salah satu dari mereka menjadi adik iparku untuk memperkuat kedudukanku di Gracetian?
Alvero kembali berkata dalam hati, mencoba berpikir tentang rencana agar Alaya bisa menjadi istri dari salah satu ketiga pria hebat itu.
Pangeran John, merupakan pengusaha yang cukup dikenal memiliki kemampuan lebih dalam memulai bisnis baru.
Meskipun banyak tinggal di luar negeri karena bisnisnya yang sebagian besar memang berada di luar negeri, namun dia dikenal sebagai pangeran yang begitu mencintai negara Gracetian.
Beberapa kali acara amal dan kegiatan sosial lainnya seringkali dia lakukan untuk membantu rakyat miskin yang ada di Gracetian.
Jika Alaya menikah dengan pangeran John, maka usaha bisnis keluarga Adalvino akan semakin berkembang, dan kekayaan keluarga Adalvino akan semakin menggunung.
Pangeran Javer, merupakan seorang pangeran yang memiliki keahlian dalam mengelola ekonomi kerajaan Gracetian. Merupakan seorang yang dikenal banyak membantu Alvero dalam mengatur ekonomi negara.
Andai saja Alaya menikah dengan pangeran Javer, itu akan membantu banyak dalam hal pengaturan ekonomi, yang bisa dipastikan pernikahan itu akan membuat pangeran Javer semakin bekerja keras dalam mengendalikan dan mengatur perekonomian kerajaan Gracetian.
Dan yang satu lagi, duke Evan, seluruh negeri Gracetian tahu bahwa dia adalah seorang laki-laki bangsawan dengan kedudukan tinggi, di atas para pangeran Gracetian manapun.
Jika Alaya menikah dengan duke Evan, yang merupakan pemilik kekuasaan terbesar dalam hal keamanan negara Gracetian, Alvero akan mendaptakan keuntungan bahwa kekuasaannya sebagai Raja Gracetian akan semakin kuat,
Karena kedudukan tinggi seorang duke, selama ini siapapun yang menjadi raja Gracetian akan selalu berusaha menjalin hubungan baik dengan seorang duke, agar mendapatkan dukungan penuh dari duke yang dianggap kedudukannya paling mendekati posisi seorang raja dan putra mahkota.
Sambil memikirkan tentang hal itu, Alvero melirik ke arah Deanda. Mencoba berpikir apakah dia bisa merelakan Alaya kepada Evan, sedangkan dengan manarik Evan menjadi adik iparnya, laki-laki tampan berambut pirang dan bermata hijau itu akan semakin sering mengikuti acara dalam istana.
Walaupun sejak awal Alvero bisa melihat bagaimana perasaan Deanda terhadap Evan tidak lebih dari seorang teman, paling besarnya, hanya menganggap Evan sebagai kakak.
Peristiwa itu tidak membuat rasa khawatir dan cemburu Alvero surut saat melihat Evan dan Deanda bertemu dalam suatu acara, apalagi sampai mereka saling menyapa dan mengobrol.
Dan meskipun sejak Alvero menolak keinginan Evan untuk mendekati Deanda waktu itu Evan tidak melakukan hal-hal mencolok yang menunjukkan bahwa dia memiliki keinginan untuk menentang perintahnya, tapi tetap saja, rasa cemburu Alvero yang berlebihan, tetap saja membuatnya berpikir berulang-ulang untuk memilih Evan sebagai pendamping Alaya.
Haist! Sungguh memusingkan! Kalau saja Evan tidak memiliki perasaan khusus kepada Deanda waktu itu, pasti duke Evan adalah pilihan terbaik untuk menjadi suami Alaya dan memberikan dukungan penuh atas pemerintahanku sebagai Raja Gracetian.
Alvero sedikit mengomel dalam hati dan justru sibuk sendiri dengan pikirannya yang masih saja cemburu jika memikirkan, mendengar, mengingat, apalagi melihat para pria yang pernah memiliki perasaan khusus kepada istri tercintanya.
Dan di sisi lain, Alvero tidak ingin Alaya menikah hanya untuk kepentingan politik istana, ingin agar adiknya itu bisa menemukan pria baik-baik yang mencintai dan dicintainya.
Di bagian lain, James hanya bisa menarik nafas panjang melihat Elenora yang sedang mengobrol dengan nyonya Rose sedari tadi, karena dia sendiri tahu diri, bahwa dia belum memiliki status resmi sebagai calon istri James yang diakui oleh James sendiri, sehingga membuatnya merasa tidak pantas untuk duduk dan bergabung dalam satu meja dengan Ornado dan yang lain.
Apalagi jika dia berani melakukannya, Elenora yakin hal itu akan menjadi pembicaraan yang menghebohkan di kantor, karena selain Avlero dan keluarganya, tim keamanan dan beberapa pegawai dari Bumi Asia yang dibutuhkan tenanga dan pikirannya untuk mengatur acara liburan ini agar dapat berjalan dengan lancar, ada yang terus mengikuti jalannya acara.
Jika Elenora berani tampil berdekat-dekatan dengan James, dia justru takut menimbulkan rumor di kantor ketika dia kembali masuk bekerja secara norma. Dan hal itu ditakutkan Elenora justru akan menjadi salah satu pemicu untuk James marah kepadanya.
Meskipun Elenora tahu tanpa adanya pemicu, James juga sudah cukup sering marah-marah padanya, dan mencacat hasil kerja kerasnya.
Mata James sedikit melotot ketika melihat Elenora yang sedang berbincang santai dengan nyonya Rose, tiba-tiba dari arah lain sosok Ernest berjalan mendekat ke arah mereka, dan langsung bergabung dalam obrolan mereka.
Ernest yang beberapa waktu lalu sudah membuat hati James tidak suka karena meskipun dengan alasan menolong sudah berani menyentuh tubuh Elenora, saat ini membuat hati James terasa begitu panas, hingga sakitnya menjalar ke arah kepalanya.
“Mau kemana kamu?” James yang tiba-tiba saja tanpa sadar hampir bangkit dari duduknya, dan berencana berjalan ke arah Elenora, tiba-tiba saja tangan Ornado menepuk pahanya dan menekannya sedikit keras, menahan agar James memabatalkan niatnya untuk mendekati Elenora.
Ornado bukannya tidak sadar bahwa sedari tadi James tidak ikut terlibat dalam pembicaraan akrab sore ini antara dia, Dave, Laurel, Cladia dengan keluarga kerajaan Gracetian.
Dari sejak James duduk di sampingnya, Ornado bisa melihat kemana arah pandangan mata James berada.
Sesekali James memang tersenyum, seolah-olah mengikuti alur pembicaraan yang lain, namun hati dan pikirannya sebenarnya berada di tempat lain.
Apalagi sekilas James hanya bisa menarik nafas panjang melihat bagaimana semua pasangan yang duduk di meja panjang bersamanya saat ini, entah yang muda ataupun yang tua seperti pasangan Vincent dan Larena, semuanya sibuk memamerkan kemesraan dan rasa saling cinta mereka satu dengan yang lain.