
Setelah menghubungi Daniel dan mendapatkan jawaban dari Daniel bahwa dirinya harus menyelidiki Ziya melalui seorang pelacak handal yaitu Zavier.
" Zavier,," Ucap Alberto yang mengingat nama Zavier.
Karena, memang benar, hanya Zavier orang kepercayaan Alberto yang begitu pintar dalam melacak apapun, apalagi kemarin Zavier hanya memberikan segelintir kecil informasi data-data Ziya. Zavier sama sekali tidak memberikan informasi tentang Ziya sepenuhnya seperti apa saja kehebatan Ziya yang belum diungkapkan oleh Zavier pada Alberto.
Alberto lucu juga ya,, mencari tahu tentang kehidupan Ziya dari Zavier. 😆
Kenapa tidak bisa mencari tahu sendiri sih Alberto, tinggal tanya saja pasti dijawab tuh oleh Ziya.🤭😁
" Sepertinya, Zavier sengaja ingin mempermainkan aku, dengan sengaja memberikan informasi Ziya hanya segelintir saja," Ucap Alberto yang merasa kesal pada Zavier.
" Ok, Zavier aku ingin lihat apa kau masih saja akan bermain rahasia denganku tentang informasi Ziya." Ucap Alberto yang semakin kesal mengingat wajah Zavier yang begitu membuatnya penasaran tentang identitas asli Ziya
Dengan segera Alberto menghubungi Zavier untuk mengetahui apa saja yang diketahui oleh Zavier tentang Ziya, tidak mungkin Zavier mengetahui identitas Ziya hanya segelintir saja. Pastinya Zavier mengetahui identitas tentang diri Ziya selengkap mungkin.
Dering pertama belum diangkat oleh Zavier.
" Kemana anjing gila itu,," Umpat Alberto kesal terhadap Zavier.
Lalu, Alberto kembali lagi mulai menelepon nomor ponsel Zavier. Sudah lama Alberto menunggu panggilannya itu supaya cepat diterima oleh Zavier. Jika berada di dekat Zavier ingin sekali rasanya Alberto menarik rambut Zavier supaya bisa mengangkat teleponnya itu.
Dering kedua belum diangkat oleh Zavier. Semakin kesal Alberto dibuat oleh sikap Zavier yang tidak mengangkat telepon darinya.
" Dasar anjing gila,, kemana dia,,?" Umpat Alberto kesal pada kelakuan Zavier uang yang begitu membuat dirinya marah.
Lalu, saat Alberto ingin menelepon Zavier, ternyata Zavier sendiri yang telah menghubunginya.
" Dasar kurang ajar,," Umpat Alberto marah melihat nomor ponsel Zavier menghubunginya.
Ingin sekali Alberto tidak mengangkat panggilan dari Zavier. Tapi, percuma saja itu ia lakukan, karena, Alberto ingin cepat mengetahui informasi kehebatan Ziya yang terpendam itu.
Dengan segera Alberto mengangkatnya dan terdengarlah suara ceria dari Zavier di dalam teleponnya.
" Halo, Dude,, ada apa," Tanya Zavier dengan suara cerianya.
Alberto segera menjawab dengan suara yang terdengar sangat kesal sekali, sehingga membuat Zavier terkekeh mendengarnya.
" Ada apa,, ada apa,, kemana saja kau,," Teriak Alberto yang begitu kesal pada kelakuan Zavier yang sengaja mempermainkan dirinya.
" Hahahaha,, Rileks Dude,," Ucap Zavier yang terkekeh mendengar ucapan Alberto.
" Oke, sorry tadi aku sedang di ruangan penelitian dan lupa membawa ponselku,," Ucap Zavier menjelaskan keadaannya.
Alberto sedikit menenangkan perasaannya sendiri. Karena, mendengar ucapan Zavier yang menjelaskan bahwa dirinya sedang berada di ruang penelitiannya. Berarti wajar sekali kalau Zavier tidak mengangkat teleponnya.
" Ok, Fine, No problem,," Ucap Alberto yang memahami keadaan Zavier.
" Ok, Dude, What's up,?" Tanya Zavier pada Alberto.
" Kau ingin bertanya tentang keadaan istrimu disini, Dude,," Ucap Zavier yang mengira bahwa Alberto ingin mengetahui bagaimana perkembangan Zoya di Australia.
Mendengar ucapan Zavier yang menyebutkan tentang keadaan Zoya membuat berdecih tidak menyukai atas perkataan Zavier itu.
" Cih! Aku tidak bertanya tentang dirinya, Karena, aku sudah menemukan wanita yang pasti di dalam hidupku,," Ucap Alberto yang membuat Zavier terkekeh senang.
" Hahahaha,, akhirnya kau mengakui dia juga,," Jawab Zavier yang membuat Alberto sedikit bingung akan perasaannya itu.
Memang saat ini Alberto begitu menyayangi Ziya yang berada di sisinya, namun Alberto masih bingung akan keputusan dirinya yang begitu menyayangi Ziya itu.
Apakah benar keputusan dirinya untuk mencintai Ziya ?
Dan, apakah benar keputusan dalam melindungi Ziya ?
Karena, sejujurnya dalam hati Alberto, Alberto ingin mengetahui terlebih dahulu siapa orang yang telah menyentuh Ziya dan yang kedua apa sebenarnya hubungan Ziya dan Zoya dengan Erwin. Kenapa Erwin memiliki putri yang begitu pintar seperti Ziya dan Zoya.
Kedua putri ini memiliki kepintarannya masing-masing yaitu Zoya sendiri pintar dalam melakukan apapun yang ia inginkan dan ia dapatkan. Sedangkan Ziya pintar dalam hal yang tidak banyak orang bisa dan orang ketahui.
" Aku belum mengakuinya, karena, masih banyak teka-teki dalam kehidupannya, walaupun aku menerimanya, tapi aku harus mengungkapkan dulu siapa diri Ziya yang sebenarnya." Ucap Alberto dingin menatap tajam ke depan.
" Walaupun aku begitu menyayanginya, tapi aku harus mengetahui dan mengungkapkan rahasia dalam hidupnya yang belum aku ketahui." Ucap Alberto lagi membuat Zavier sedikit diam.
" Heh! Dude kau belum banyak mengetahui tentang dirinya, oleh sebab itu aku berikan informasi padamu tentang datanya, Supaya kau bisa mengingat dan mengetahui siapa Ziya sebenarnya." Jawab Zavier yang memang benar telah memberikan sedikit informasi tentang data Ziya.
" Ok, kau menghubungiku, kalau bukan tentang istrimu disini, pasti kau ingin bertanya tentang istri yang berada di sampingmu bukan,," Tanya Zavier dengan nada suara yang serius.
Karena, memang benar saat ini Alberto telah meneleponnya terlebih dahulu pasti Alberto memiliki pertanyaan dan tugas baru untuk dirinya.
" Hem,, kau betul Zavier,," Ucap Alberto mengangguk. Lalu menyambungkan lagi pikiran yang ingin disampaikannya itu.
" Aku ingin bertanya denganmu, apa saja yang kau ketahui tentang Ziya selain informasi datanya yang kau berikan kemarin padaku,," Tanya Alberto yang mulai membuka pertanyaan panjang pada Zavier.
Biasanya kalau Zavier mengerti akan maksud dari perkataan Alberto, Zavier langsung saja menjawab pertanyaan Alberto itu, tapi kali ini cukup lama Zavier berpikir dan menjawab pertanyaan Alberto itu.
" Eemmm, maksudmu, Dude,," Tanya Zavier balik pada Alberto.
Alberto berpikir sepertinya Zavier sedang mempermainkan dirinya pura-pura tidak mengerti akan perkataannya itu.
" Hahahaha,, jangan pura-pura bingung, Zavier atau kau sengaja ingin membuatku bingung,," Ucap Alberto yang merasa bahwa Zavier saat ini sedang membohongi dirinya.
Tapi, memang benar Zavier juga bingung akan maksud dari pertanyaan Alberto.
" Heh! Dude kalau aku tidak bingung, mama mungkin aku balik bertanya." Ucap Zavier yang menjelaskan keadaannya.
Alberto berpikir benar juga yang dikatakan Zavier, tidak mungkin Zavier akan balik bertanya pada dirinya, jika Zavier mengerti akan maksud dirinya itu.
" Benar juga yang dikatakan Zavier,," Gumam Alberto dalam hati memikirkan ucapan dan jawaban dari Zavier.
Zavier sedikit diam, seperti sedang berpikir akan apa yang dimaksudkan oleh Alberto kepadanya.
" Wait,, kau sedang bertanya, tentang keahlian Ziya." Tanya Zavier balik serius bertanya pada Alberto.
Alberto yang mendengarkan ucapan Zavier bertanya tentang keahlian yang dimiliki oleh Ziya, membuat Alberto segera menjawab pertanyaan Zavier itu.
" Ya benar, apa kau banyak mengetahuinya." Tanya Alberto dengan suara yang terdengar begitu sangat penasaran dan tidak sabar untuk mendapatkan jawabannya.
" Aku tahu, tapi cuma sedikit, dia adalah salah satu wanita yang tercerdas di universitasnya dulu dalam hal penemuan obat-obatan alami seperti dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan." Jawab Zavier yang menjelaskan pengetahuannya tentang keahlian Ziya itu.
" Tepat sekali,," Ucap Alberto seketika mendengar ucapan Zavier yang menjelaskan keahlian Ziya terdahulu.
" Maksudmu Dude,," Tanya Zavier saat mendengar ucapan Alberto yang menyatakan ketepatan perkataannya saat menjelaskan tentang keahlian Ziya.
" Ya, tepat sekali yang kau jelaskan Zavier,," Jawab Alberto dengan wajah yang begitu senang karena mendapatkan sedikit titik terang tentang informasi Ziya.
" Jika dia adalah wanita tercerdas di universitasnya dalam hal penemuan obat-obatan dari tumbuh-tumbuhan, maka sangat tepat sekali jika dirinya pintar dan mengetahui tentang efek reaksi sebuah penawar racun dan juga racun." Ucap Alberto menjelaskan kehebatan Ziya yang baru saja ia ketahui.
" Maksudmu, Dude, Ziya memahami tentang racun,," Tanya Zavier terdengar seperti sangat penasaran.
" Bukan hanya memahami tentang racun, tapi mengetahui semua apa makanan itu ada racunnya dan mengerti semua akan efek dan reaksi racun." Jawab Alberto menjelaskan keadaan yang ia lihat dari Ziya siang tadi.
Zavier sedikit terdiam, lalu, Zavier kembali bertanya kepada Alberto, sejak kapan Alberto mengetahui keahlian Ziya itu.
" Sebentar Dude, aku boleh bertanya ?" Ucap Zavier yang menyatakan pertanyaannya.
" Heemm katakan,," Jawab Alberto menganggukkan kepalanya.
" Sejak kapan kau mengetahui bahwa dia memiliki keahlian seperti itu,," Tanya Zavier serius pada Alberto.
Alberto yang mendengarkan pertanyaan Zavier yang ingin mengetahui semenjak kapan dirinya mengetahui keahlian Ziya itu. Alberto mengingat sebenarnya sudah lama Alberto mengetahuinya, dari awal semenjak Ziya memeriksa susu untuk Demian yang dibuat oleh Baby Sitter Demian. Saat itu Alberto berpikir bahwa Ziya ingin meneliti kembali kebenaran kandungan susu yang dibuat oleh Baby Sitter Demian.
Tapi, hal itu baru terungkap hari ini saat Vena terkena racun. Awalnya memang terlihat Ziya tidak menunjukkan keahliannya, karena, kemungkinan Ziya tidak mau Daniel dan pengawal lain tahu bahwa dirinya mengerti akan efek dan reaksi racun dalam tubuh.
" Sebenarnya, aku sudah lama mencurigai dirinya, saat pertama kali dia datang, pada malam itu Demian menangis dan baby sitter Demian membuat susu untuk Demi, saat itu Ziya memeriksa kembali kandungan susu itu, aku pikir dia hanya ingin memastikan keselamatan Putraku,, tapi ternyata baru hari ini aku melihatnya dengan jelas gerak-gerik tindakannya dalam menolong Vena yang telah keracunan karena dipaksa oleh Gladys dan Claire untuk membunuh Ziya dengan menggunakan racun itu, betapa mengagumkan dirinya saat membantu Vena untuk mengeluarkan racun dalam tubuhnya,," Ucap Alberto yang begitu panjang menjelaskan keahlian Ziya yang ia lihat jelas hari ini.
Dan penjelasan inipun belum selesai Alberto jelaskan masih panjang lagi.
" Hah! Vena diracuni oleh dua wanita simpanan di rumahmu itu,," Tanya Zavier yang membuat Alberto sedikit tergelitik mendengarkannya.
" Heh! wanita simpanan,, ya, benar dengan sengaja Claire memaksa Vena untuk membunuh Ziya menggunakan racun itu, tapi beruntungnya Vena tidak mau, oleh dikarenakan, Vena tidak mau melakukan rencana yang telah mereka perintahkan, Vena sendiri yang dipaksa untuk meminum racun itu," Jawab Alberto menjelaskan keadaan Vena hari ini pada Zavier.
" Lalu, kau bisa mengetahui Ziya memiliki keahlian dalam hal racun apa, hanya karena, dia membantu Vena untuk mengeluarkan racunnya saja,," Tanya Zavier yang begitu penasaran pada pernyataan-pernyataan Alberto.
" Bukan hanya itu, kau tahu dia mengetahui bagaimana reaksi racun dan efek penawar racun dalam tubuh." Jawab Alberto yang membuat Zavier memuji keahlian Ziya dengan beberapa pujian.
" Oh My God,, Benarkah,," Ucap Zavier yang terdengar seperti menganga tidak percaya akan penjelasan dari Alberto.
" Heemmm,, Benar," Jawab Alberto singkat.
" Dan kau tahu, tidak banyak wanita di dunia ini yang memahami akan reaksi dan efek racun saat bereaksi dalam tubuh." Ucap Alberto yang menyambung kekagumannya terhadap Ziya.
" Ya kau benar sekali Alberto, wanita terpintar di masa Uncle Vasco adalah mendiang Your Mommy dan satu lagi perempuan yang mengetahui hal itu adalah sahabat terdekat Aunty Frisca yaitu aku juga kurang mengetahuinya." Ucap Zavier yang memang tidak mengetahui siapa orang tua asli dari Ziya.
Karena, selama ini, Zavier hanya mengetahui bahwa Erwin telah mengancam keselamatan orang tua Ziya. Dan, saat ini keberadaan orang tua Ziya banyak tidak diketahui oleh masyarakat.
Walaupun, di dalam data nama orang tua Ziya dirubah bukan nama asli dari nama orang tuanya yaitu James dan Zalina.
" Ya, sangat wajar sekali kau tidak mengetahuinya, aku hanya mengingatkan pesan dari mendiang Mommy ku bahwa temannya itu adalah perempuan yang paling pandai dalam penelitiannya di bidang racun." Jawab Alberto menjelaskan tentang keadaan teman dari mendiang Mommynya itu.
" Heemm,, kau benar Dude,," Ucap Zavier.
Lalu, Zavier segera menyambung pertanyaan darinya yang begitu penasaran itu.
" Kau berpikir Ziya adalah putri dari wanita itu,," Tanya Zavier lagi menerka pikiran Alberto.
" Tapi sebentar aku akan memeriksa kembali datanya,," Ucap Zavier lagi sambil memeriksa data Ziya terdahulu yang ia kirim pada Alberto.
" Heemm,," Jawab Alberto yang juga memeriksa kembali data Ziya.
Dan dalam seketika suara Zavier terdengar di ponsel Alberto.
" Ok Dude aku mendapatkan data orang tuanya, apakah kau tahu siapa itu James Arthur Andricha dan Zanetti Berlina,," Tanya Zavier pada Alberto.
Karena, sedari awal Zavier memang bukan seorang mafia, semenjak dirinya mualj mengikuti langkah dan arahan dari Vasco Alexandre, sejak itulah Zavier juga menyelami dunia hitam mafia. Tapi, untuk mengetahui mafia terdahulu, Zavier tidak terlalu memahaminya hanya Alberto, Daniel dan Samuel yang lebih mengetahui siapa saja mafia terkenal di zaman Vasco Alexandre.
" Sebentar Zavier siapa nama orang tuanya coba kau ulangi,," Ucap Alberto sedikit mendengar ucapan dari Zavier dan terdengar sedikit tidak asing dari telinganya.
" James Arthur Andricha dan Zanetti Berlina,," Jawab Zavier membaca jelas nama dari orang tua Ziya.
Dengan segera Alberto membuka kembali berkas informasi data mengenai Ziya dan membacanya dengan jelas. Seperti tidak asing akan nama orang tua dari Ziya. Terutama nama Ibunya Ziya yaitu Zanetti Berlina jika disingkat adalah Zalina.
" Zanetti Berlina,, Zanetti Berlina,, Zalina,," Ucap Alberto menerka nama dari orang tua Ziya.
" Sepertinya aku sudah mendapatkan jawabannya,, Thank you, Zavier,," Ucap Alberto dengan segera memutuskan teleponnya dari Zavier.
Sementara itu, kemungkinan besar di posisi Zavier saat ini benar-benar bingung apa maksud dari Alberto itu.
" Jika benar kau putri dari Zalina, maka kemungkinan besar kau bisa membantuku untuk mengetahui rahasia kepergian My Mommy." Ucap Alberto tersenyum senang karena merasa dirinya seperti mendapatkan suatu informasi besar yang akan menguak misteri dalam kehidupannya selama ini.
" Sekarang, kau tidak bisa lari, Gladys,," Ucap Alberto sambil tersenyum sinis mengingat begitu liciknya wajah Gladys.
Sebenarnya Alberto sudah lama ingin melempar keluar dua wanita dan juga putranya itu dari rumahnya, tapi dirinya tidak sanggup dan tidak bisa mengeluarkan wanita ular seperti Gladys. Karena, Alberto ingin membuka terlebih dahulu rahasia kepergian ibunya yang sudah terlalu lama itu.
****