
Oleh sebab itu, Alberto mengangguk benar atas ucapan yang disampaikan oleh Zavier saat ini. Hebat, Zavier sekali memberi nasehat tapi sangat mengena sekali di hati dan pikiran Alberto sekarang. Ya, semoga saja Alberto bisa memilih dan memilah siapa yang menurut dirinya terbaik untuk menjadi seorang Ibu dari anak-anaknya nanti.
Ucapan Zavier memang benar sekali dalam hal memuji Ziya saat ini. Karena, Zavier orang yang paling utama mengetahui seluk beluk kehidupan Ziya selama ini. Namun, rahasia mengenai Ziya masih tertutup rapat oleh Zavier kepada temannya Alberto. Karena, dengan sengaja Zavier ingin agar Alberto bisa mengetahui sendiri siapa sebenarnya Ziya.
" Dia wanita yang terlalu baik dibandingkan saudara kembarnya, oleh sebab itu ia selalu menjadi bahan permainan oleh saudaranya sendiri." Bilang Zavier sekali lagi mengingatkan Alberto tentang diri Ziya.
" Ya, aku tahu itu, oleh sebab itu tentu saja, aku tidak membiarkan dia lepas dariku, dan bahkan dia akan menjadi milikku selamanya." Ucap Alberto tersenyum sinis yang membuat Zavier terkekeh mendengar ucapannya itu.
" Hahaha, dasar iblis kau,, aku jamin kau tak akan pernah berubah, Alberto." Bilang Zavier kepada Alberto.
" Heh! iblis inilah yang membuatmu bertahan hidup sampai sekarang, Dude, apa kau lupa,?" Ucap Alberto yang membuat Zavier tersenyum.
" Aku tidak pernah lupa, hal itu,," Bilang Zavier.
Lalu, Zavier ingin segera keluar dari ruangan Alberto saat ini, karena, ia ingin segera menyelesaikan misi rencana yang telah diperintahkan Alberto untuknya.
" Ok, Dude, aku akan segera mengirimkan laporannya padamu," Bilang Zavier yang sangat antusias ingin segera pergi ke Australia.
" Ok, aku tunggu,," Ucap Alberto.
" Selamat bersenang-senang," Bilang Alberto yang membuat Zavier tersenyum sinis.
" Hahaha,, thanks, bye," Ucap Zavier melangkahkan kakinya keluar ruang pribadi Alberto.
Zavier pun segera melangkahkan kakinya menuju keluar dari ruangan Alberto.
Dan saat ini tinggallah Alberto sendiri di ruangan itu. Ia pun segera menyelesaikan tugasnya untuk membaca semua laporan yang telah diletakkan di atas mejanya itu. Tak terasa jam telah menunjukkan angka sembilan malam. Berarti sudah beberapa jam Alberto bekerja di dalam ruang kerja pribadinya ini.
" Sudah jam sembilan, mungkin mereka sudah tidur,," Ucap Alberto yang melihat jam tangannya.
" Baiklah, urusanku sudah selesai, dan aku akan melihat apakah Ziya dan Demian sudah tidur di kamar,," Bilang Alberto yang segera meninggalkan tempat duduknya.
Alberto pun keluar dari ruangan pribadinya dan segera melangkah menuju kamarnya.
Sementara itu di kamar Alberto,,
" Mom, kenapa Daddy belum kembali ke kamal ?" Tanya Demian manja kepada Ziya.
" Mungkin, Daddy masih banyak pekerjaannya sayang,," Ucap Ziya yang mengelus tubuh Demian.
" Mungkin juga, Mom, ya sudah Demian mau bobo duluan saja," Bilang Demian yang sangat mengantuk dan terlihat jelas dari matanya yang sudah mengecil.
" Iya sayang, Demian bobo ya, mau dibacakan cerita dongeng," Tawar Ziya pada Demian.
" Yes, Mom," Jawab Demian mengangguk kesenangan.
" Tapiiii,,, Mommy sedang sakit, tidak usah," Ucap Demian yang menggelengkan kepalanya sambil tersenyum.
" Hehehe, tidak apa-apa sayang,, Kalau ada Demian di sisi Mommy, maka Mommy tidak akan merasakan sakit lagi." Ucap Ziya yang sangat jujur pada Demian.
Ternyata saat Ziya mengatakan bahwa dia memang tidak merasakan sakit apabila Demian selalu berada di sisinya.
Tapi, ternyata Demian sudah tertidur pulas. Ziya tersenyum melihat wajah Demian yang sudah tertidur pulas di sampingnya itu. Lalu, Ziya segera merapikan selimut untuk menutupi tubuh Demian. Dan membetulkan bantal di sisi Demian, setelah selesai, Ziya sendiri yang merasakan kantuk akhirnya tertidur juga di sebelah Demian.
Alberto yang telah masuk ke dalam kamarnya. Membuka ruang tidur pribadinya dan melihat dua sosok tubuh yang telah tertidur pulas di tempat tidurnya itu.
Alberto melangkahkan kakinya mendekati tempat tidur dan tersenyum melihat Demian yang sangat erat memeluk Ziya. Begitu juga dengan Ziya yang menahan posisi miringnya untuk selalu memeluk erat tubuh Demian.
" Hem, ternyata mereka sudah tidur," Ucap Alberto yang tersenyum melihat tingkah Demian dan Ziya.
Alberto segera melangkahkan kakinya menuju kamar mandi, lalu Alberto pun membersihkan tubuhnya dengan berdiri tepat di bawah shower dan membasahi tubuhnya itu.
Setelah selesai Alberto mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur yang cukup sexy terlihat. Cuma memakai celana sport pendek berwarna putih dan kaos ketat berwarna hitam. Waduh kalau Ziya melihatnya pasti Ziya tidak bisa berkedip dan menelan ludahnya sendiri.
Setelah mengeringkan rambutnya menggunakan handuk, Alberto segera menaikkan tubuhnya menuju ke tempat tidur dengan sengaja mendekatkan tubuhnya pada tubuh Ziya yang sedang tertidur.
Alberto berpikir ingin segera menggoda Ziya saat ini. Tapi ia teringat bahwa luka di kepala Ziya masih baru selesai di jahit.
Tapi, Alberto sendiri tahu bahwa jahitan itu sangat kuat dan pastinya tidak akan terbuka lagi, apabila tertarik rambutnya Ziya saat ini.
Alberto segera memposisikan tubuhnya miring dengan sengaja memeluk tubuh Ziya dan pelukannya itu tepat menjangkau tubuh Demian juga. Dan tangan satunya lagi sengaja ia letakkan tepat di bawah kepala Ziya.
Jadi, posisi Alberto saat ini sangat erat memeluk tubuh Ziya, sehingga Ziya merasa sesak dan tidak bisa bergerak leluasa saat ia tertidur seperti ini.
Ziya merasa bermimpi bahwa tubuhnya sedang dihimpit oleh seseorang yang menyebabkan dirinya sesak dan tidak bisa bergerak. Ziya pun merasakan aneh di belakang tubuhnya, karena ada sesuatu tubuh besar yang hangat dan wangi di belakang tubuhnya.
Ziya pun menggeliat dan tubuhnya sangat rapat dengan tubuh Alberto. Menyebabkan Alberto tersenyum senang melihat Ziya yang sangat dekat dengan dirinya.
Entah tertidur apa bukan, Ziya merasa bahwa ada seseorang yang besar dan bertubuh wangi di dekatnya saat ini. Ziya merasa bahwa ini adalah nyata bukan mimpi, Ziya pun segera membuka matanya.
Dan ia sangat terkejut saat melihat Alberto sengaja memejamkan mata tertidur di sampingnya sambil memeluk tubuhnya hingga menjangkau tubuh Demian. Maka dari itu dirinya merasa sangat sesak akibat desakan dari tubuh Alberto.
" Hah!!" Ucap Ziya yang matanya terbelalak melihat Alberto yang ada disampingnya.
Alberto sengaja memeluk erat Ziya dan menutup matanya, supaya Ziya tidak tahu bahwa ia sedang berpura-pura tertidur.
" Kenapa ada dia disini,," Ucap Ziya yang sangat kecil suaranya. Tapi sangat terdengar di telinga Alberto.
Ziya menggerakkan tubuhnya tapi, sedikitpun ia tidak bisa menjauh dari tubuh Alberto. Karena, sepertinya Alberto mengeratkan pelukannya saat ini.
" Aduhh,, tidur atau tidak, kenapa memelukku sangat erat," Umpat Ziya melihat wajah Alberto.
Sesaat Ziya terpukau dengan ketampanan wajah Alberto yang begitu dekat dengan wajahnya. Ziya sedikit terbuai saat itu menatap dan menelusuri garis-garis wajah tampan Alberto.
Sedikit Ziya menyunggingkan senyumannya. Dan sekilas Alberto membuka matanya membuat Ziya sangat kaget dan secara spontan terdiam kaku.
" Belum tidur,," Ucap Alberto yang sengaja mengagetkan Ziya.
" Hah!" Ucapan yang keluar dari mulut Ziya yang sedang menganga kaget.
" Aku tanya kau belum tidur ?" Tanya Alberto yang sengaja mendekatkan bibirnya di telinga Ziya.
Ziya merasa sangat geli di bagian telinganya sehingga membuat bulu kuduknya berdiri sekarang. Dan pastinya tubuhnya juga ikut merespon tegang atas ucapan Alberto yang begitu membuatnya bingung.
" Sebenarnya aku sudah tidur, cuma karena kau memelukku, aku terbangun,," Bilang Ziya yang terbata-bata cemas dan khawatir.
" Heemm,, iya,," Ucap Alberto yang menciumi dan meniup telinga dan tengkuk belakang Ziya.
Perlakuan ini pastinya membuat Ziya sangat khawatir dan takut, nanti pastinya Alberto tidak akan mungkin untuk tidak pernah melakukan hubungan intim suami istri padanya.
Karena, Ziya merasakan dari awal dia datang Alberto sudah mendekati dirinya dan menggodanya, apalagi sekarang dirinya sudah diizinkan berada di kamar Alberto.
Pastinya dirinya tidak akan pernah luput dari genggaman Alberto.
Aduhhh,,, bagaimana ini ?
Ziya merasakan bahwa tubuhnya mengeluarkan keringat dingin setiap saat Alberto selalu menggodanya.
Entah kenapa, ia yakin dan percaya pasti suatu saat Alberto akan menyentuh dirinya. Entah itu kapan Ziya tidak mengetahuinya.
" Semoga Zoya sudah pulang sebelum ia menyentuh aku,," Gumam Ziya memejamkan matanya merasa takut dan khawatir pada perlakuan Alberto saat ini.
Harapan Ziya cuma satu yaitu agar Zoya cepat kembali sebelum dirinya terlanjur jatuh cinta pada Alberto. Dan Ziya tidak ingin hal itu terjadi hingga berlarut-larut lamanya. Saat ini hanya satu harapan di hari Ziya yaitu kepulangan serta kembalinya Zoya di kediaman Alberto agar ia bisa lepas dari jeratan Alberto seperti yang Alberto lakukan saat ini.
****
Author
🌹 Vira Lydia🌹