Mafia And Angel

Mafia And Angel
Bag.



Karena, sudah meletakkan Vena ke atas tempat tidur dan menindih tubuh mungil itu dengan tubuhnya yang cukup besar dibandingkan Vena. Akhirnya Axeloe memberitahukan tujuannya yang sengaja ia lakukan untuk mengajak Vena ke dalam kamarnya. Betapa terkejutnya Vena ketika melihat Axeloe yang membukakan kemejanya dan terpampang jelas bahwa di bagian dadanya tertutup perban yang cukup tebal.


" Haahh, Ya Tuhan, ini kenapa Tuan ?" Tanya Vena langsung bangkit dari posisinya yang sedang terbaring di atas tempat tidur pada Axeloe.


" Hal biasa dan hanya goresan kecil,," Jawab Axeloe singkat mengenai luka yang ada di bagian dadanya.


" Maafkan saya Tuan, saya tidak tahu bahwa di dada Tuan, ada luka,," Gumam Vena dengan wajah yang memerah karena merasa malu dengan pemikirannya sendiri terhadap Axeloe.


" Lupakan saja,," Ucap Axeloe singkat seolah tidak menghiraukan lagi sikap Vena sebelumnya pada tubuhnya itu.


" Cepat kau ambilkan tas medis itu dan keluarkan perbannya,," Ucap Axeloe yang sengaja memberi perintah kepada Vena.


" Ba, baik Tuan,," Jawab Vena dengan segera mengambil tas yang berada di meja tepat di samping tempat tidur.


Dengan segera Vena mengambil tas peralatan medis milik Axeloe di atas meja yang tempatnya memang sangat dekat dengan tempat tidur Axeloe. Jadi wajar saja jika Axeloe meminta Vena untuk meletakkan peralatan medisnya di dekat tempat tidurnya itu. Karena, posisinya mudah dijangkau oleh Axeloe sendiri, namun, Vena telah salah berpikir dengan permintaan Axeloe sebelumnya.


" Ya ampun, aku telah salah beranggapan denganmu Tuan," Ucap Vena dalam hatinya saat mengambil peralatan medis milik Axeloe.


" Cepat ambilkan, kau lama sekali mengambilnya,," Ucap Axeloe yang mulai merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur.


Setelah selesai mengambilkan tas peralatan, dengan segera Vena membuka tas tersebut dan langsung mengeluarkan perban sesuai dengan permintaan Axeloe. Lalu, Axeloe sendiri memberitahukan bagaimana cara membuka perban di tubuhnya serta memasangkan perbannya kembali. Dengan seperti itu, Vena mengerti akan maksud dari perkataan Axeloe.


" Keluarkan terlebih dahulu perbannya lalu, gunting perbannya sekitar dua meter, setelah itu bubuhkan obat serbuk berwarna kuning dan putih yang sudah aku racikan itu,," Ucap Axeloe yang memberitahukan tata cara mengganti perban di dadanya.


" Oh baik, Tuan," Jawab Vena mengangguk seolah mengerti akan perkataan dari Axeloe.


Dengan segera Vena melakukan semua hal yang telah diberitahukan oleh Axeloe padanya, setelah menggunting perban yang dibutuhkan Vena mengambil obat serbuk yang dimaksudkan oleh Axeloe. Karena hanya ada obat serbuk itu saja yang ada di dalam tas peralatan medis. Setelah selesai semua barulah Vena kembali bertanya pada Axeloe mengenai perban yang telah siapa dan perban yang akan dibuka.


" Sudah selesai Tuan,," Jawab Vena sambil menunjukkan hasil dari tugasnya itu.


" Bagus,," Ucap Axeloe setelah melihat hasil kerja Vena yang memang benar sesuai dengan petunjuk darinya itu.


" Dan sekarang kau bisa membuka semua perban ini,," Sambung Axeloe lagi sambil menunjukkan perban yang menutupi dada bidangnya.


Vena hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam ketika mata indahnya itu harus melihat bagian tubuh Axeloe yang begitu indah sekali. Walaupun tertutup dengan perban namun bagian kotak-kotak pada dada serta perutnya Axeloe begitu jelas sekali terlihat. Roti sobek yang membuat semua wanita menatapnya bisa meleleh, namun, Vena tetap fokus dengan pekerjaan yang harus ia lakukan.


****